Kenyataannya memang tak semua berjalan sesuai harapan kita. Namun bukankah apapun yang terjadi adalah rencana terbaik Tuhan? Karena itu, mari terus berharap!
Mangga kita ngagem kawicaksanan anggen kita caturan lan tetembungan, murih tetembungan kita inggih tetembungan ingkang migunani, mangun, senajan ta caturan ‘klobot’ nanging saged mangun paseduluruan.
Siapapun yang menghendaki hidup damai harus berjuang secara efektif dan aktif untuk dapat meraihnya, dengan cara membangun relasi yang baik serta paham bahwa damai adalah sebuah produk komitmen.
Mari kita memeriksa sikap dan perilaku kita apakah kita sudah melakukan apa yang diperintahkan dan dikehendakiNya, ataukah kita masih saja melakukan kejahatan, dosa, kecemaran, keburukan.
Anggen kita sami ngrantos rawuhipun Gusti ingkang kaping kalih, sumangga kita lampahi kanthi sabar. Tegesipun boten gampil semplah (putus asa) utawi mutung ngadhepi sakathahing pacoben.
Bagaimana dengan perjalanan hidup kita sekarang? Di manapun keberadaan kita di perjalanan hidup ini, mari belajar terus setia. Karena di ujung sana, ada harapan menanti. Ada janji dari Tuhan.
Tindak-tanduk kita kedahipun ugi dados pisungsung dhumateng Gusti. Minangka pisungsung konjuk dhumateng Gusti tamtu tindak-tanduk menika ingkang saestu sae.
Kita ditantang untuk berani bersikap seperti Nehemia yang berani bersikap tegas namun bijak. Sikap yang ditempuhnya adalah mengingatkan serta berupaya membawa umat Allah ke jalan yang benar, yakni jalan yang telah ditetapkan oleh Allah.