Sama halnya dengan Tuhan yang mengasihi mereka yang jahat dengan yang baik, begitu jugalah seharusnya kita. Bukannya bersikap baik hanya kepada mereka yang bersikap baik juga kepada kita.
Pribadi yang terhormat adalah pribadi yang mau melakukan perbuatan yang berarti bagi sesama. Pribadi seperti ini meyakini bahwa kekuasaan yang dia miliki adalah pemberian kepercayaan dari sang pemilik kekuasaan yang sebenarnya.
Dusta adalah salah satu kelakuan “manusia lama” (ay. 9) yang harusnya dirubah saat seseorang menerima Kristus dan menjadi manusia baru yang terus-menerus diperbarui (ay. 10).
Mangga kita sesarengan nyatunggilaken manah, kita gadhahi tekad lan niyat ingkang tulus kangge mbangun greja. Sedaya prahara sami kita adhepi srana pitados dhateng Gusti.
Hendaknya kita bijaksana menggunakan kepercayaan yang diberikan Tuhan dengan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Begitu juga dengan semua kepercayaan dan wewenang yang diberikan kepada kita oleh siapapun.
Sadangunipun nglampahi gesang, kita kedah ngatos-atos ing tindak-tanduk lan pandamel, supados menawi sampun katimbalan dening Gusti, kita saged nilaraken nami ingkang sae lan arum ing gesang patunggilan.
Marilah kita belajar untuk menghargai dan menghormati orang lain dalam keadaan penampilan sesederhana apapun. Kita tidak tahu mungkin justru dibalik kesederhanaanya itu tersimpan mutiara yang sangat tinggi nilai dan manfaatnya untuk kehidupan kita.
Andhap asor boten mesthi kasor utawi kalah. Tiyang ingkang purun ngalah utawi ngasoraken dirinipun saged kawastanan tiyang ingkang wicaksana. Tiyang saged dados wicaksana menawi purun ngalami.