Mari kita memeriksa sikap dan perilaku kita apakah kita sudah melakukan apa yang diperintahkan dan dikehendakiNya, ataukah kita masih saja melakukan kejahatan, dosa, kecemaran, keburukan.
Anggen kita sami ngrantos rawuhipun Gusti ingkang kaping kalih, sumangga kita lampahi kanthi sabar. Tegesipun boten gampil semplah (putus asa) utawi mutung ngadhepi sakathahing pacoben.
Bagaimana dengan perjalanan hidup kita sekarang? Di manapun keberadaan kita di perjalanan hidup ini, mari belajar terus setia. Karena di ujung sana, ada harapan menanti. Ada janji dari Tuhan.
Tindak-tanduk kita kedahipun ugi dados pisungsung dhumateng Gusti. Minangka pisungsung konjuk dhumateng Gusti tamtu tindak-tanduk menika ingkang saestu sae.
Kita ditantang untuk berani bersikap seperti Nehemia yang berani bersikap tegas namun bijak. Sikap yang ditempuhnya adalah mengingatkan serta berupaya membawa umat Allah ke jalan yang benar, yakni jalan yang telah ditetapkan oleh Allah.
Dados ing wekdal ingkang sae menapa wegdal ingkang boten sae, Sang Mesih kedah kawartosaken ing sadhengah papan, dadosa ingkang sae menapa ingkang boten sae.
Firman Tuhan yang harus kita beritakan itu tentu termasuk peringatan akan adanya bahaya penderitaan yang disebabkan oleh perilaku jahat yang dilakukan. Gereja dan kita tidak boleh takut mengumandangkan suara kenabian kita hanya demi mencari aman dan selamat.