Keputusan Sidang ke-115/ 2018 Majelis Agung GKJW tentang penempatan pendeta baru, mutasi tempat tugas pendeta, dan perpanjangan masa pelayanan pendeta.
Greja Kristen Jawi Wetan menahbiskan tiga pendeta baru dalam Sidang ke-115 Majelis Agung GKJW di GKJW Jemaat Pare, Kediri tanggal 8 Juli 2018. Ketiga pendeta baru tersebut telah menempuh pendidikan teologi dan menjalani masa vikariat sesuai ketentuan yang berlaku di GKJW. Para
Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan mengadakan sidang ke-115 di GKJW Jemaat Pare (Majelis Daerah Kediri Utara II) pada tanggal 5 hingga 10 Juli 2018. Bagi GKJW, Sidang Majelis Agung merupakan wujud nyata persekutuan jemaat-jemaat GKJW se-Jawa Timur. Ibadah pembukaan sidang dilayani
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) baru-baru ini menerbitkan buku panduan bermedia sosial “Warga Gereja Merespon Revolusi Media Sosial”. Buku ini diterbitkan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, melatih warga untuk mewaspadai berbagai tindak kejahatan digital di media sosial, dan melatih masyarakat sebagai pewarta
Keluarga adalah tempat yang subur untuk menumbuhkan cinta yang nyata terhadap kehidupan yang beragam. Harapannya, melalui pengasuhan orang tua dan orang dewasa , anak-anak siap keluar dari rumah menjadi bagian dari masyarakat yang membaktikan hidupnya untuk damai sejahtera bersama.
Para pelayan anak hendaknya mengingat, bahwa tugas pelayanan ini bukan kebetulan apalagi kecelakaan. Yohanes 15:16 menyatakan bahwa setiap pamong diPILIH oleh Tuhan sendiri. Setiap kita adalah orang-orang terpilih. Namun keterpilihan ini memiliki konsekuensi dengan menjadikan pelayanan sebagai prioritas dan dengan penuh komitmen.
Para Pendeta GKJW di Majelis Daerah Madiun membuat video renungan untuk Bulan Keluarga 2018. Satu video renungan akan dimuat di youtube setiap hari mulai tanggal 17 Juni hingga tanggal 17 Juli 2018. Seluruh video dapat disaksikan disini
Komisi Antar Umat Majelis Agung (KAUM MA) GKJW pada tanggal 2-3 Juni 2018 mengadakan Pelatihan Penulisan dan Jurnalistik di Kompleks Bale Wiyata Malang. Kegiatan ini berangkat dari kenyataan saat kini dimana makin banyak berita yang menyebarkan kebencian daripada semangat perdamaian. Sebanyak 35