Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja 2019 Pra Sekolah Teologi

Sebanyak 57 pemuda-pemudi dari berbagai jemaat GKJW mengikuti kegiatan “Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja” yang diadakan oleh IPTh. Balewiyata pada tanggal 26 hingga 28 April 2019 lalu. Kegiatan ini bertujuan memotivasi pemuda-pemudi gereja untuk terpanggil menjadi pelayan di GKJW.

“Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja” adalah pengembangan dari kegiatan “Pra Sekolah Teologi” yang diadakan IPTh. Balewiyata setiap tahun sejak tahun 2010. IPTh. Balewiyata mengubah nama kegiatan ini untuk memperluas tujuan program yang ingin dicapai. Kegiatan “Pra Sekolah Teologi” bertujuan memotivasi pemuda untuk mau menjadi pendeta GKJW. Sementara, kegiatan “Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja” bertujuan mendorong pemuda menjadi pelayan di GKJW melalui berbagai macam cara dan talenta masing-masing.

Tuhan telah menanamkan benih cinta kasih dan pelayanan dalam tiap pribadi. Melalui orang tua kita dan gerejaNya, benih itu diharapkan tumbuh dengan baik, menjadi besar, sehingga dapat menjadi pengayom dan menghasilkan buah. Tuhan menginginkan kita semua menjadi berkat bagi semua ciptaan Tuhan.

Namun, pertumbuhan benih cinta kasih dan pelayanan itu bisa saja menemui hambatan. Pertumbuhannya tidak terkendali sehingga menjadi liar dan tidak baik. Pertumbuhan yang normal, terkendali dan baik itu sangat dipengaruhi oleh iman, spiritualitas, sikap dan perilaku kita sendiri.

Pertemuan 3 hari itu, adalah salah satu langkah untuk menumbuhkan benih pelayanan itu dalam diri peserta. Diharapkan spiritualitas (kerohanian) peserta disegarkan dan motivasi untuk melayani Tuhan di GKJW tumbuh dengan mantap.

Dalam salah satu kesempatan di kegiatan ini, Ketua Majelis Agung GKJW Pdt. Tjodro F. Gardjito menyampaikan kondisi pelayanan di GKJW dan tantangan Pendeta GKJW di masa mendatang. Disitu hadir pula mahasiswa-mahasiswa Fakultas Teologi dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Mereka memaparkan bagaimana proses perkuliahan di fakultas teologi sehingga para peserta pertemuan mendapat gambaran teknis tentang hal tersebut.

Di sesi lain, sekretaris Dewan Pembinaan Penatalayanan GKJW Pdt. Y. Puji Sugiarto menjelaskan bagaimana kebijaksanaan umum GKJW tentang pengutusan mahasiswa ke fakultas teologi. Majelis Agung GKJW akan memberikan surat rekomendasi bagi calon mahasiswa untuk memenuhi persyaratan masuk ke fakultas teologi. Surat rekomendasi itu dapat dianggap juga sebagai surat “ikatan moral” yang mengingatkan mahasiswa untuk kembali melayani di GKJW seusai lulus kuliah nanti.

“Kebersamaan selama 3 hari ini, kiranya benar-benar membangkitkan rasa keterpanggilan peserta sebagai warga GKJW untuk kemudian berperan sebagai pelayan Tuhan yang khusus di GKJW.” demikian Pdt. Suko Tiyarno, Direktur IPTh. Balewiyata, menjelaskan. Dari 57 orang peserta program ini, sebanyak 30 peserta berencana belajar di fakultas teologi tahun 2019 ini, dan 23 peserta ingin menjadi Pendeta GKJW.

Di ibadah Minggu yang diadakan di Kapel IPTh. Balewiyata, peserta berlatih melayani dan dilayani dalam Ibadah Minggu. Masing – masing peserta mendapatkan tugas memimpin pembacaan Alkitab, memimpin penyerahan persembahan, memimpin pengucapan Pengakuan Iman. Sebagian yang lain menjadi pemusik dan pandu nyanyian.

Diakhir program, para peserta mengungkapkan kesan mereka terhadap program ini. Beberapa orang menyatakan kesukacitaannya dapat berkenalan dengan banyak teman baru dari jemaat GKJW yang lain. Semoga melalui pertemuan kali ini tekad untuk melayani Tuhan melalui GKJW dapat lebih dimantapkan.

 

Bagikan Entri Ini: