Peresmian “Rumah Bersama” GKJW Jemaat Purwosari – Jengger

Interior “Rumah Bersama” GKJW Jemaat Purwosari – Jengger

Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt, Tjondro F. Gardjito meresmikan “Rumah Bersama” di GKJW Jemaat Purwosari -Jengger,  Desa Srimulyo Malang  pada tanggal 22 Januari 2019.

“Rumah Bersama” ini dibangun di samping gedung gereja GKJW Jemaat Purwosari  – Jengger. Pada awalnya, bangunan ini lebih dikenal dengan nama “Gereja Bambu” karena terbuat seluruhnya dari bambu.  Kerangka pondasi, tiang penyangga, atap hingga lampu semua terbuat dari Bambu Petung, Apus dan Jabal yang banyak terdapat di sekitar desa Srimulyo.

Disebut “Rumah Bersama”  karena bangunan ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial keagamanan bagi seluruh warga Dusun Purwosari. “Tempat ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan gereja, pengajian, atau kegiatan sosial lainnya.” demikian kata Pdt. Musa Wahyu Bimantoro, Pendeta GKJW Jemaat Purwosari –Jengger.

Ide awal pembangunannya berasal dari kerjasama antara GKJW dan Presbyterian Chruch in Korea (PROK) pada tahun 2016. Saat itu, kedua gereja memikirkan adanya kerjasama dalam bentuk pembangunan sebuah gedung yang ramah lingkungan. Arsitek Robbani Amal Romis dari “Architecture Sans Frontières Indonesia” (ASF-ID) membantu mewujudkan ide ini dalam bentuk desain.

Detail rangka bambu dan lampu

Pembangunan “Rumah Bersama” ini dilakukan dengan kerja bakti oleh seluruh warga Dusun Purwosari selama 6 bulan. Mulai memotong dan mengawetkan bambu, hingga membuat empyak bambu semua  dilakukan semuanya bersama-sama hingga akhirnya  terwujud sebuah bangunan yang berukuran 8×20 yang dapat menampung 250 orang.

Pdt Tjondro dalam sambutan peresmiannya menyampaikan bahwa gedung dari bambu ini adalah yang pertama dan satu satunya di lingkup GKJW. Ia berharap ada jemaat GKJW lain yang mencontoh membuat gedung yang ramah lingkungan seperti ini. Pdt. Tjondro juga berharap gedung ini bisa mempererat persaudaraan warga sekitar.

Tampak luar “Rumah Bersama” GKJW Jemaat Purwosari – Jengger

Pembangunan Gedung ini mengahabiskan dana sekitar Rp.300 Juta. Dana tersebut diantaranya didapat swadaya warga GKJW Jemaat Purwosari dan bantuan dari Gereja PROK Korea.

Acara peresmian “Rumah Bersama” ini diawali dengan arak arakan tumpeng hasil pertanian warga Jemaat Purwosari – Jengger dari dengan diiringi musik drum band murid SD Srimulyo. Selain itu acara diisi pula dengan penampilan tari-tarian dari warga Dusun Purwosari.

 

Bagikan Entri Ini:

  • 25
    Shares