Ketika Ibu-ibu GKJW Purwosari Jengger bersahabat dengan Alam

“Tanah bagi Ni-Vanuatu seumpama seorang ibu bagi bayinya. Dengan tanah itulah dia mendefinisikan identitasnya dan dengan tanah itulah dia mempertahankan spiritualnya.” (Sethi Regenvanu).

Di atas merupakan kutipan berasal dari materi HDS pada tahun ini yang memakai semangat Negara Vanuatu. Tanah sebagai penyambung kehidupan pada hari-hari ini bukan dipelihara dan diolah secara semestinya tetapi di eksploitasi berlebihan dengan bahan-bahan kimianya. Salah seorang petani dan juga warga Jemaat Purwosari, Jengger, Malang memiliki pendapat ”kalau tanah terus menerus digempur dengan kimia, masa depan anak cucu kita tidak akan bisa menikmati kebaikan tanah” apa yang bisa dimulai dan diubah?

Tanggal 11 maret 2021 para perempuan dan ibu-ibu warga GKJW Purwosari, Jengger mengawali kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti ibu-ibu, tetapi juga beberapa petani sekitar yang tertarik apa manfaat dari pupuk yang akan diperkenalkan. Hari itu, kamis, warga gereja dan warga sekitar dikenalkan apa yang disebut dengan pupuk pupuk bokashi.


Praktek pembuatan Pupuk Bokashi

Narasumber hari itu dipimpin langsung oleh Bapak Boeing Kristiawan, seorang pegiat pertanian dan juga warga GKJW Blitar. Pemaparan materi hari itu memperkenalkan pupuk organik bernama pupuk bokashi. Karena berbasis pupuk organik, maka jelas sekali pengumpulan bahan-bahannya berasal dari alam. Baik pembuatan untuk pupuknya dan juga fermentasinya yang semua diolah dari kebaikan alam. Seperti buah-buahan yang tidak mengandung air, gula merah, lumut, kotoran kambing dan banyak sekali bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pupuk ini.

Hal ini menarik banyak perhatian karena Bapak Boeing Kristiawan juga menjelaskan bahwa alam semua ini adalah pemberian Tuhan terindah, sudah sepatutnya diolah dan dikelola dengan baik bukan justru dirusak. Pemaparan materi tidak berhenti di gedung gereja GKJW Purwosari (Jengger) tetapi berlanjut mempraktekkan langsung cara pembuatannya di area Gereja bambu yang menjadi ikon GKJW Purwosari.

Acara hari itu dijalani dengan bahagia oleh seluruh warga yang mengikuti. Perjumpaan hari itu juga hendak merangsang sector perekonomian warga yang terpukul karena pandemi. Selain pupuk bokashi yang memberi peluang ibu-ibu KPPW untuk memberdayakan dan mengembangkan ekonomi jemaat, juga diperkenalkan sekalian bisnis Kambing Domba di sela-sela obrolan ringan dengan narasumber.

Bisnis kambing domba yang sedikit berbeda dengan jual beli kambing pada umumnya. Setiap mitra yang bisa diajak bekerjasama, akan menerima investasi berupa kambing domba yang akan dikirimkan langsung oleh eksportir kambing. Warga yang diajak kerjasama hanya menyiapkan kandang dan menyiapkan tenaga untuk merawatnya.

Dengan sistem baru ini, dengan kesabaran dan keuletan warga akan menolong ekonomi warga juga. Sampai pada tulisan ini turun, sedikit banyak warga mulai tertarik. Selain itu juga, para peternak kambing kelak juga bisa bekerjasama dengan ibu-ibu penggagas pupuk bokashi karena kotoran kambing yang dihasilkan bisa diolah kembali menjadi bahan untuk pembuatan pupuk bokashi.

Pada akhirnya, ekonomi tidak harus merusak atau mengeksploitasi alam. Tetapi melihat alam secara jeli yang sudah menyediakan semuanya untuk diolah. Allah itu sang pencipta manusia dan alam semesta ini. tentunya Allah juga ada di dalam semua ciptaan baik ini. karena pada dasarnya alam ini baik karena Allah melihat semuanya baik.

Memandang alam sudah semestinya seperti sahabat. Memandang alam sudah semestinya seperti melihat Allah akan menginspirasi manusia untuk mengawali yang mendatangkan kebaikan. Bukan hanya untuk manusia. Tetapi juga untuk seluruh alam ciptaan-Nya.

Perjumpaan semuanya itu berakhir pada sore hari. Perjumpaan itu ditutup dengan hujan sangat deras. Hujan yang tidak pernah menyurutkan semangat para perempuan untuk mengubah alam sekitar dan menjadi kesaksian nyata kekristenan di tengah masyarakat. Semoga upaya dari para perempuan GKJW Purwosari bisa mengajak teman-teman GKJW yang lain untuk turun terlibat penuh untuk pelestarian lingkungan yang asri dan penuh berkat.

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •