Ibadah Emeritasi Pdt. Prof. Dr. Retnowati, S.Th, M.Si

22 January 2024

Kesaksian Iman tentang begitu besarnya cinta kasih Tuhan kepada hamba-hamba yang menjadi utusan-Nya diungkapkan dengan kesungguhan hati oleh Pdt. Prof. Dr. Retnowati, S.Th, M.Si, di tengah-tengah pelaksanaan Ibadah Emeritasinya sebagai seorang pendeta GKJW.

Ibadah emeritasi Pdt. Retnowati, dilakukan pada hari Minggu, 21 Januari 2024, di GKJW Jemaat Dinoyo sebagai Jemaat pertama yang beliau layani sebagai pendeta baku sebelum diutus untuk menjadi dosen pengajar di Fakultas Teologi Universitas Satya Wacana.

 

Pelaksanaan Ibadah emeritasi dilayani oleh Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt. Natael Hermawan Prianto. Dalam prosesi tersebut, juga dibacakan surat keputusan emiritasi oleh Pdt. Agung Siswanto selaku Sekretaris Umum Majelis Agung GKJW dengan disaksikan oleh seluruh pendeta, penatua, diaken, dan warga jemaat yang turut hadir di tengah-tangah Ibadah emeritasi tersebut.

 

Momen tersebut terasa lebih istimewa, karena selain dihadiri oleh para pendeta, penatua, diaken dan segenap warga Jemaat, Ibadah emeritasi Pdt. Retnowati juga turut dihadiri oleh beberapa pendeta GKJW alumnus Fakultas Teologi UKSW yang menjadi menerima pengajaran beliau.

Didasarkan pada bacaan Surat Filipi 4: 11-13, kesaksian Iman itu beliau ungkapkan melalui tema: “Segala Perkara Dapat ‘ku Tanggung dalam Dia” yang dijabarkan dalam kotbah bungsunya. Pdt. Retnowati pun menceritakan riwayat perjalanan pelayanan yang pernah beliau lalui sejak pertama kali ditahbiskan menjadi pendeta GKJW sampai dengan diutus menjadi dosen pengajar di Fakultas Teologi UKSW oleh Majelis Agung GKJW. “Sungguh Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba utusanNya. Dialah yang senantiasa melengkapi hamba utusan-Nya untuk dapat mengerjakan apa yang dikehendakiNya”, ungkap Pdt. Retnowati.

Pdt. Retnowati dilahirkan di Surabaya, 13 Januari 1964. Setelah menyelesaikan jenjang pendidikan strata satu Fakultas teologi dan menjalani masa vikariat, beliau dinyatakan layak menjadi seorang pendeta GKJW melalui keputusan Sidang Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan. Beliaupun ditahbiskan menjadi pendeta pada tanggal 03 September 1989.

Baca Juga:  Konven Pendeta GKJW 2016: Spiritualitas Kebersamaan dan Kesederhanaan

Penempatan pertama beliau sebagai pendeta baku adalah di GKJW Jemaat Dinoyo, terhitung sejak tahun 1989 sampai dengan tahun 1995. Beliau kemudian dipanggil untuk menjadi bagian dari staff pengajar IPTh. Balewiyata selama beberapa tahun. Hingga pada tahun 2000 beliau diutus untuk menjadi dosen pengajar di Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana sampai dengan tahun 2018. Beliau kemudian dipanggil untuk menjadi salah satu bagian dari tim revitalisasi IPTh. Balewiyata hingga masuk masa emeritasi di tahun 2024.

Pada kesempatan tersebut, Pdt. Retnowati juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan dan terimakasihnya kepada semua pihak, baik itu keluarga, kolega pendeta, penatua, diaken dan segenap warga dan Pelayan Harian Majelis Agung GKJW yang telah berkenan menjadi rekan seperjalanan dalam menjalankan tugas panggilan pelayanan beliau.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, meskipun Pdt. Retnowati sudah memasuki masa purna tugas (emeritasi) secara kelembagaan, namun status kependetaannya tetap melekat. Dalam hal ini, Pdt. Retnowati masih dapat ikut ambil bagian dalam pelayanan gerejawi, termasuk dalam pelayananan sakramen. Karena masa emeritasi adalah masa bagi seorang pendeta dilepaskan dari jabatan strukturalnya, namun tetap memiliki peran sebagai pendeta fungsional. Hal ini sesuai dengan Tata dan Pranata GKJW tentang jabatan-jabatan khusus.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak