Tahun Gerejawi: Tokoh Anak
Tema: Tokoh Anak yang diberkati
Bacaan: Amos 7:10-15
Ayat Hafalan: Mazmur 118:14, “TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.”
Lagu: Bersama Tuhan Aku Bisa.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Amos bukanlah bagian dari antara para nabi dan dia bukanlah nabi “profesional”, serta tidak juga berkarya di istana raja. Amos adalah seorang peternak domba dan pemungut buah ara. Ia tinggal di wilayah perbukitan Yudea di Kota Tekoa. Ia berasal dari wilayah Israel bagian Selatan atau Yehuda, namun diutus oleh Tuhan untuk mewartakan firman-Nya kepada umat Tuhan di wilayah Israel bagian Utara. Sebagaimana diketahui ketika Raja Salomo meninggal, Israel terpecah menjadi dua, yakni sepuluh suku menduduki Israel Utara dan dua suku lainnya di wilayah Israel Selatan. Kemudian terbentuklah dua kerajaan; Kerajaan Israel (Utara) dan Kerajaan Yehuda (Selatan). Pada waktu Amos bernubuat, Kerajaan Israel dipimpin oleh Raja Yerobeam II dan Kerajaan Yehuda oleh Raja Uzia.
Saat raja Yerobeam II memimpin Israel, kehidupan umat Israel berada dalam suasana damai. Tidak ada ancaman militer yang serius dan Israel menjadi bangsa yang makmur. Banyak orang menjadi kaya, membangun rumah yang bagus (3:15), dan berpesta pora (4:1). Sayangnya kondisi hidup yang demikian ini, tidak dipakai untuk menolong sesama. Kekayaan yang dimiliki hanya dinikmati oleh orang-orang kaya tanpa memperhatikan sesamanya. Mereka justru menjadi serakah dan bertindak semena-mena terhadap orang miskin. Mereka menipu orang yang jujur dan membebani orang miskin dengan pajak yang tinggi. Ada di antara mereka juga menyembah allah-allah lain selain Allah Israel.
Dalam konteks inilah Amos diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya kepada Israel (Utara). Tuhan menghendaki umat memperlakukan sesama dengan adil dan setia. Oleh sebab itu, isi dari pemberitaan Amos kepada umat adalah tentang penghukuman Tuhan atas Israel, Yehuda, serta bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Amos menyampaikan firman Allah di Kota Betel (7:10) pada masa Amazia sebagai imam di bait suci kerajaan Israel. Amazia sebagai seorang Imam, mengakui hak Amos untuk bernubuat, tetapi ia tidak ingin Amos menyampaikan nubuatnya di tempat ibadat raja.
Bacaan hari ini menceritakan tentang bagaimana Amazia menentang Amos yang bernubuat. Namun, Amos sebagai orang pilihan Tuhan tidak gentar dalam menghadapi Amazia. Amos tetap berani menyampaikan nubuatnya. Dia sendiri mengakui bahwa dia bukanlah bagian dari para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara. Kepercayaan diri Amos ini dibangun oleh kesadaran bahwa Tuhan Allah sendiri yang telah mengutusnya untuk menyampaikan firman-Nya kepada umat Israel. Tuhan saja yang memampukan Amos untuk bertindak dan bernubuat.
Amos bukanlah seorang nabi, bukan juga bagian dari antara para nabi. Amos bukanlah seorang cendekiawan yang hebat melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Namun Amos diberkati oleh Tuhan. Tuhan memampukan Amos untuk bernubuat. Itulah yang membuat Amos tetap berani untuk mewartakan firman Tuhan atas Israel. Demikian halnya dengan para pamong, mungkin tidak semua adalah orang-orang dengan latar belakang pendidikan yang tinggi atau seorang cendekiawan yang hebat. Akan tetapi masing-masing pamong telah diberkati dan dipanggil oleh Tuhan untuk melayani anak-anak. Mari belajar dari sosok Amos yang tetap berani dan tekun mewartakan firman Tuhan kepada anak-anak. Berani untuk melakukan tugas pelayanannya meski (mungkin) masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Yakinlah bahwa Tuhan telah memberkati, memanggil, memilih serta mengutus para pamong, maka Tuhan yang sama yang akan senantiasa memampukan dalam pelayanan. Selama kita sebagai pamong juga mau untuk percaya pada Tuhan yang memanggil dan mau terus belajar melakukan yang terbaik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Amos dipilih Tuhan untuk bernubuat kepada bangsa Israel.
Alat Peraga:
Gambar 1-4 ada di CD alat peraga
- Gambar 1: Amos sebagai seorang peternak domba
- Gambar 2: Amos sebagai pemungut buah ara hutan
- Gambar 3: Amazia sebagai Imam berbicara kepada Amos
- Gambar 4: Amos berbicara kepada umat Israel
- Gambar 5: Tulisan nama AMOS dengan ukuran besar supaya dapat dibaca oleh anak-anak. (disiapkan oleh pamong)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Apakah ada yang pernah melihat atau bertemu dengan peternak hewan? Coba ingat-ingat pernahkan anak-anak berjumpa dengan seorang peternak hewan? Apakah ciri-cirinya seperti orang dalam gambar ini? (tunjukkan gambar 1) Coba perhatikan baik-baik ada apa saja dalam gambar ini. Ada seorang laki-laki, ada hewan domba, ada rumput, ada tongkat (ajak anak menyebutkan sesuai dengan apa saja yang ada pada gambar.) Sebutkan sekali lagi. PE-TER-NAK.
Sekarang coba perhatikan lagi gambar berikutnya (tunjukkan gambar 2) Coba kita perhatikan ada apa saja dalam gambar ini. Ada seorang laki-laki, ada buah-buahan yang jatuh, ada pohon. Jika melihat gambar ini, kira-kira apa ya yang sedang dilakukan oleh orang ini? Ternyata dia sedang memungut buah-buah yang jatuh itu. Pohon dan buah itu ada pohon dan buah Ara. Jadi orang ini sedang memungut buah ara yang jatuh. Anak-anak, tahukah kamu, siapakah orang ini?
Inti Penyampaian
Anak-anak, orang ini bernama Amos (tunjukkan tulisan nama AMOS). Siapa? Coba di ulang bersama-sama A-M-O-S. Siapakah Amos? Seperti yang tadi sudah kita lihat, dia adalah seorang peternak domba (tunjukkan gambar 1) dan seorang pemungut buah ara (tunjukkan gambar 2). Amos merupakan seorang pemberani. Dia berani menyampaikan pesan Tuhan Allah kepada bangsa Israel. Saat akan menyampaikan pesan Tuhan Allah kepada Bangsa Israel, Amos menghadapi kesulitan.
Pada saat itu, ada seorang imam yaitu orang yang memimpin ibadah. Dia bernama Amazia. Ayo kita ulang menyebut namanya AMA-ZIA. Amazia melarang Amos untuk menyampaikan pesan kepada Bangsa Israel (tunjukkan gambar 3). Namun, Amos tetap berani dan menyampaikan pesan kepada bangsa Israel sesuai dengan yang diperintahkan oleh Tuhan. Ini semua bisa dilakukan oleh Amos, seorang peternak domba dan pemungut buah ara karena Tuhan Allah-lah yang memilih Amos. Amos tidak gentar dan terus melakukan perintah Tuhan.
Penerapan
Anak-anak, hari ini kita belajar dari seorang laki-laki yang bernama, siapa tadi? A-MOS. Apa pekerjaan Amos? Dia adalah seorang peternak domba. Coba kita tirukan seorang peternak yang menggiring dombanya (ajak anak-anak untuk memperagakan seseorang yang sedang menggiring domba. Kegiatan ini bisa dikembangkan sesuai dengan kreativitas pamong). Selain peternak domba, apa lagi yang dilakukan oleh Amos? Dia mengambil atau memungut buah ara. Coba kita tirukan bagaimana seorang yang sedang mengambil atau memungut buah ara (ajak anak-anak memperagakan seseorang yang sedang memungut buah ara. Badan sedikit membungkuk dan tangan meraih sesuatu.) Tuhan memilih Amos untuk menyampaikan kepada bangsa Israel. Tapi, Amos mengalami kesulitan karena menghadapi seorang imam yang bernama? A-MA-ZIA. Tapi apakah Amos mundur dan tidak jadi menyampaikan pesan sesuai perintah Tuhan? TIDAK. Amos tetap maju dengan berani, karena Tuhan sendiri yang memilih dan menyertai Amos sehingga dia bisa melakukannya.
Aktivitas
Mewarnai tulisan nama Amos! (contoh gambar tulisan ada di CD)
- Potonglah kertas berwarna-warni (kertas lipat/kertas manila/kertas warna lainnya) kecil-kecil secara acak.
- Susunlah potongan kertas warna-warni pada bagian nama AMOS dengan rapih. (susunan warna sesuai dengan kreativitas masing-masing anak)
- Lakukan sampai semua bagian tulisan Amos tertutup.
- Kreativitas ini bisa ditempelkan di papan mading atau dibawa pulang dan di tempel di rumah masing-masing.
- Dengan mewarnai nama Amos diharapkan anak ingat akan Amos dan cerita yang didapat hari ini.
Contoh yang sudah jadi:
TUNTUNAN IBADH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Amos dipilih Tuhan untuk bernubuat kepada bangsa Israel.
- Anak dapat menunjukkan sikap Amos yang berani kepada Amazia sebagai utusan Tuhan meskipun ia seorang gembala.
Alat Peraga
- Pamong memakai kostum seorang peternak
- Gambar sama dengan Alat Peraga Balita
Pendahuluan
(Pamong sudah siap melayani dengan menggunakan kostum seorang peternak lengkap dengan tongkat atau kayu panjangnya)
Selamat pagi anak-anak..
Hari ini aku lelah sekali.. aku berjalan menggiring domba-domba. Mulai dari padang berumput hijau sampai kembali ke rumah. Kalau berjalan aku kadang-kadang menggerakkan tanganku seperti ini (pamong memperagakan seorang yang sedang menggiring domba) sambil berbisik: “Hussshhh… Hussshhhh…” Supaya mereka mau berjalan menuju tempat yang banyak rumputnya. Apakah kalian tahu siapa aku dan apa pekerjaanku? (peragaan singkat ini bisa dikembangkan sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong) Hayo tebak siapa aku? (berikan kesempatan kepada anak untuk memberi jawaban) Aku adalah seorang peternak domba. Selain itu aku juga sering memungut buah ara. Tahukah kamu siapakah aku? Ayo coba tebak…
Inti Penyampaian
Aku adalah Amos seorang peternak domba (tunjukkan gambar 1) dan seorang pemungut buah ara (tunjukkan gambar 2). Ya, anak-anak pagi ini kita akan belajar dari tokoh Alkitab bernama Amos. Amos adalah seorang yang sederhana. Dia bukan seorang nabi melainkan hanya seorang peternak domba dan pemungut buah ara. Akan tetapi Amos dipilih oleh Tuhan untuk menyampaikan pesan kepada bangsa Israel. Suatu tugas yang tidak mudah apalagi dia bukan seorang nabi. Namun, karena Tuhan Allah sendiri yang telah memilih dan mengutus Amos, maka Amos dapat melakukan tugas ini dengan baik. Saat hendak menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Israel, Amos sempat menghadapi kesulitan. Amos berhadapan dengan seorang imam bernama Amazia (tunjukkan gambar 3). Ia tidak mengijinkan Amos untuk menyampaikan pesan kepada bangsa Israel. Lantas, apakah Amos akan mundur dan menyerah? Ternyata TIDAK. Amos tetap berani menyelesaikan tugas dari Tuhan Allah, yakni menyampaikan pesan kepada bangsa Israel (tunjukkan gambar 4) .
Penerapan
Anak-anak mari kita belajar dari Amos. Apa pekerjaan Amos tadi? Dia adalah seorang peternak domba atau gembala dan pemungut buah ara. Ia berani melakukan tugas dari Tuhan Allah untuk menyampaikan pesan atau nubuat kepada bangsa Israel. Sekalipun menghadapi rintangan dari imam yang bernama Amazia, Amos tetap berani dan menyelesaikan tugasnya dengan baik. Anak-anak, apa yang membuat Amos berani terus maju menyelesaikan tugasnya? (berikan waktu kepada anak untuk menjawab) Karena Tuhan Allah sendiri yang memilih dan mengutus Amos menyampaikan pesan kepada bangsa Israel.
Aktivitas: Lihat Aktivitas Pratama 30052021 pada CD
Catatan: Jumlah tulisan nama Amos ada 65. Jika memungkinkan, pamong dapat memberikan reward atau hadiah bagi anak-anak berdasarkan jumlah terbanyak, waktu tercepat atau kriteria lainnya. Menyesuaikan dengan konteks jemaat masing-masing.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Amos dipilih Tuhan untuk bernubuat kepada bangsa Israel.
- Anak dapat menunjukkan sikap Amos yang berani kepada Amazia sebagai utusan Tuhan meskipun ia seorang gembala.
- Anak dapat menunjukkan sikap percaya diri sebagai anak yang diberkati Tuhan.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Mengawali renungan firman Tuhan pagi ini, kita akan bermain tebak tokoh! Akan disebutkan ciri-cirinya dan anak-anak menebak siapa tokoh Alkitab yang dimaksud. Mengerti ya? Akan ada 3 tokoh dalam Alkitab yang harus anak-anak tebak.
- Tokoh 1: Aku adalah tokoh Alkitab dalam Perjanjian Baru. Aku memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit. Siapakah Aku? (berikan kesempatan kepada anak untuk menebak. Jika belum ada yang berhasil menebak lanjutkan dengan petunjuk selanjutnya) Aku suka makan belalang dan madu hutan. Siapakah Aku? Aku adalah…… YOHANES PEMBAPTIS
- Tokoh 2: Aku adalah tokoh Alkitab dalam Perjanjian Lama. Aku adalah orang yang sangat kaya raya. Tapi suatu ketika, Tuhan berkenan menghabisi seluruh kekayaanku itu. Siapakah aku? Setelah beberapa waktu lamanya Tuhan memulihkan keadaanku kembali. Tuhan memberikan dua kali lipat dari apa yang aku miliki sebelumnya. Siapakah aku? Aku adalah……. AYUB
- Tokoh 3: Aku adalah tokoh dalam Perjanjian Lama. Aku adalah seorang gembala yang bertugas untuk menggiring domba. Aku tidak terhitung dalam golongan para nabi. Siapakah aku? Selain menggiring domba, aku adalah pemungut buah ara. Siapakah aku? Aku adalah…..
Inti Penyampaian
Anak-anak, pagi ini kita akan belajar dari kisah hidup tokoh yang ketiga ini. Namanya mungkin memang jarang kita dengar. Siapa ya kira-kira? Namanya terdiri dari empat huruf saja… huruf pertamanya adalah huruf “A” dan huruf terakhirnya adalah huruf “S”. Siapakah dia? (berikan kesempatan kepada anak untuk menebak) Dia adalah…. AMOS. Siapa Amos, apa yang dia kerjakan serta pengalaman hidup apa yang bisa kita pelajari darinya? Kita akan tahu kalau kita membaca firman Tuhan dari kitab Amos 7:10-15. Mari kita baca bersama-sama (metode membaca sesuai dengan kreativitas pamong)
Anak-anak, seperti yang sudah diperkenalkan bahwa Amos adalah seorang yang sederhana. Dia bukan seorang nabi melainkan hanya seorang peternak domba dan pemungut buah ara. Akan tetapi Amos dipilih oleh Tuhan untuk menyampaikan pesan kepada bangsa Israel. Sungguh suatu tugas yang tidak mudah apalagi dia bukan seorang nabi. Namun, karena Tuhan Allah sendiri yang telah memilih dan mengutus Amos, maka Amos dapat melakukan tugas ini dengan baik. Saat hendak menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Israel, Amos sempat menghadapi kesulitan. Amos berhadapan dengan seorang Imam atau pemimpin ibadah-ibadah bangsa Israel. Imam itu bernama Amazia. Ia tidak mengijinkan Amos untuk menyampaikan pesan kepada bangsa Israel. Lantas, apakah Amos akan mundur dan menyerah? Ternyata TIDAK. Amos tetap berani menyelesaikan tugas dari Tuhan Allah, yakni menyampaikan pesan kepada bangsa Israel.
Penerapan
Anak-anak mari kita belajar dari Amos. Apa pekerjaan Amos tadi? Dia hanya seorang peternak domba atau gembala dan pemungut buah ara. Namun ia berani melakukan tugas dari Tuhan Allah untuk menyampaikan pesan atau nubuat kepada bangsa Israel. Sekalipun menghadapi imam yang bernama Amazia, Amos tetap berani dan menyelesaikan tugasnya dengan baik. Anak-anak, apa yang membuat Amos berani terus maju menyelesaikan tugasnya? (berikan waktu kepada anak untuk menjawab) Karena Tuhan Allah sendiri yang memilih dan mengutus Amos menyampaikan pesan kepada bangsa Israel.
Aktivitas
Belajar dari kisah Amos yang dengan berani menghadapi Amazia serta melakukan tugasnya, maka anak-anak Tuhan juga harus berani dan percaya diri. Maka ajaklah anak-anak untuk melakukan aktivitas sebagai berikut:
- Print/ cetak gambar dibawah ini sebanyak jumlah anak

- Mintalah anak-anak untuk melengkapi identitas diri mereka pada kertas yang sudah disiapkan.
- Mintalah anak-anak untuk menghafalkannya dengan baik (berikan batasan waktu ± 3-5 menit)
- Secara bergantian, mintalah anak untuk maju ke depan dan menyampaikan tulisan yang mereka hafalkan. (metode anak maju bergantian bisa dikreasikan sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong.)
- Diakhir aktivitas tekankan kembali kepada anak bahwa seperti Amos yang tetap berani dan percaya diri, maka anak-anak juga harus belajar untuk berani dan percaya diri. Semua itu bisa terjadi bukan karena kehebatan masing-masing anak, tetapi hanya karena Tuhan yang telah memberkati dan memampukan mereka.
- Lembar aktivitas bisa dibawa pulang atau di tempel di ruang ibadah anak.

