Tahun Gerejawi: Pentakosta
Tema: Pentakosta
Bacaan: 1 Samuel 10:1-16
Ayat Hafalan: Roma 12:9b, “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik”
Lagu: Kidung Ria No. 44, “P’nuhi Kami”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Pada waktu Bangsa Israel telah berhasil menempati tanah perjanjian, yakni tanah Kanaan. Tuhan Allah memilih Samuel untuk menjadi hamba-Nya. Saat itu, Samuel masih sangat muda, namun oleh orang tuanya, (Elkana dan Hana) ia diserahkan kepada Imam Eli. Selanjutnya, Samuel tinggal bersama Imam Eli dan turut ambil bagian untuk melayani Tuhan. Samuel tumbuh menjadi seorang nabi Tuhan, juga melayani sebagai seorang Imam dan menjadi Hakim atas umat Israel. Ketika Samuel memasuki usia lanjut, para pemimpin suku-suku Israel meminta kepadanya untuk mengangkat seorang raja bagi mereka. Awalnya Samuel menentang permintaan tersebut, karena bagi Samuel hanya Tuhan satu-satunya Raja atas seluruh umat Israel. Jika umat Israel menginginkan seorang raja bagi mereka, ini memperlihatkan ketidakpercayaan mereka kepada Tuhan. Namun, ketika Samuel berdoa, Tuhan memerintahkan supaya Samuel bertindak dan mengangkat seorang raja atas Israel. Samuel pun bertindak sesuai dengan petunjuk dari Tuhan, yakni memilih Saul dari suku Benyamin untuk menjadi raja.
Ketika Samuel berjumpa dengan Saul sesuai dengan kehendak Tuhan. maka Samuel menuangkan minyak ke atas kepala Saul dan menyatakan bahwa dia dipilih oleh TUHAN Allah untuk menjadi raja atas umat Israel. Selanjutnya Samuel menunjukkan beberapa tanda yang akan didapati oleh Saul sebagai tanda bahwa Saul memang dipilih oleh Tuhan sendiri dan TUHAN berkenan mengurapinya. Salah satu tandanya adalah saat Saul tiba di Gibea Allah, ia akan berjumpa dengan serombongan nabi yang turun dari bukit pengorbanan dengan membawa berbagai alat musik (ay. 5). Saat itu terjadi maka Roh Tuhan akan turun atas para nabi dan Saul juga turut menerimanya. Saat Saul berpaling hendak meninggalkan Samuel, maka saat itu segala tanda-tanda yang disampaikan Samuel terjadi pada hari itu. Ketika Saul tiba di Gibea, ia berjumpa dengan serombongan nabi dan Roh ALLAH berkuasa atas para nabi itu juga atas Saul. Maka Saul turut bernubuat bersama dengan para nabi. Peristiwa ini membuat banyak orang yang mengenal Saul menjadi takjub dan penuh keheranan. Setelah Saul mengalami kepenuhan Roh Allah, ia kembali pulang.
Peristiwa Roh Tuhan yang turun ini bukan hanya terdapat dalam perjanjian lama melainkan juga dalam perjanjian baru. Kisahnya dicatat dalam surat Kisah Para Rasul 2:1-13. Dalam perjanjian baru, yang menerima kuasa Roh Kudus adalah para rasul. Saat para rasul penuh dengan Roh Kudus, maka mereka berkata-kata dalam bahasa yang berbeda-beda sesuai dengan bahasa yang dipakai oleh orang-orang yang saat itu berkumpul di Yerusalem. Banyak orang terheran-heran karena mereka berasal dari berbagai daerah namun mengerti perkataan para rasul. Padahal sebenarnya para rasul itu berasal dari satu daerah yang sama yakni Galilea. Peristiwa turunnya Roh Kudus dalam perjanjian baru dikenal juga dengan Pentakosta, yang terjadi pada lima puluh hari setelah peristiwa Paskah. Sedangkan dalam Perjanjian Lama Pentakosta merupakan waktu bagi orang Yahudi untuk merayakan panen gandum (Im 23:15-21)
Melalui kedua peristiwa dalam Alkitab ini, dapat dipahami bahwa ketika Roh Tuhan atau Roh Kudus telah berkuasa atas seseorang, maka ia akan menjadi pribadi yang patuh. Orang yang benar-benar dikuasai oleh Roh Kudus akan melakukan seluruh kehendak Sang Roh tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa turunnya Roh Kudus hanya terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebagai umat percaya masing-masing orang telah menerima Roh Kudus di dalam dirinya. Roh Kudus itulah yang seharusnya senantiasa di dengar dan orang patuh kepadaNya. Karna Sang Roh itulah yang terus menuntun hidup orang benar tetap berada di jalan kebenaran.
Secara khusus sebagai seorang pamong, juga diajak untuk turut mendengar dan patuh akan tuntunan Roh Kudus dalam melakukan setiap pelayanannya terhadap anak-anak. Sehingga pelayanan yang pamong lakukan bukan sekedar untuk memenuhi jadwal saja. Akan tetapi melakukannya sebagaimana wujud kepatuhan kepada Roh Allah. Pamong melakukan pelayanan dengan sepenuh hati dan dirinya. Tentu Roh Allah akan berkarya penuh pada pamong dalam pelayanannya, sehingga anak-anak pun dapat merasakan ibadah yang dilakukan menjadi bermakna.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kisah Saul yang dipenuhi oleh Roh Tuhan.
Alat Peraga:
Gambar 1: Samuel mengurapi Saul
Gambar 2: Serombongan nabi dengan peralatan musiknya
Gambar 3: Saul di tengah rombongan para nabi dan dikuasai oleh Roh Tuhan
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Bagaimana kabar anak-anak hari ini? Semua sehat ya? Puji Tuhan.
Anak-anak, pagi ini kita akan berkenalan dengan salah satu tokoh Alkitab yang dipakai oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel. Coba perhatikan gambar ini (tunjukkan gambar 1 secara khusus tunjuk gambar Saul) Ini dia. Dia bernama pak Saul, Siapa anak-anak? Coba diulangi! SA-UL (ajak anak untuk mengulangi beberapa kali). Lalu bagaimana ya cerita tentang pak Saul ini? Dengar dan perhatikan baik-baik ya.
Inti Penyampaian
Anak-anak, waktu itu bangsa Israel yang besar belum mempunyai raja yang memimpin mereka. Oleh sebab itu, mereka meminta kepada Tuhan melalui pak Samuel (tunjukkan gambar 1, secara khusus gambar Samuel). Siapa anak-anak? SA-MU-EL. Siapa pak Samuel ini? Pak Samuel adalah orang yang dipilih oleh Tuhan Allah untuk memimpin bangsa Israel, tapi pak Samuel bukanlah seorang raja. Dia adalah Imam, sekaligus Nabi dan juga Hakim atas bangsa Israel. Suatu ketika Tuhan Allah memberi petunjuk kepada pak Samuel untuk bertemu dengan pak Saul. Saat bertemu dengan pak Saul, pak Samuel menyampaikan bahwa dia dipilih oleh Tuhan untuk menjadi raja bagi bangsa Israel. Kemudian Pak Samuel menuangkan minyak ke atas kepala pak Saul sebagai tanda bahwa ia dipilih oleh Tuhan Allah (tunjukkan gambar 1) Setelah itu, pak Samuel berpesan bahwa tanda lain sebagai bukti bahwa Saul dipilih oleh Tuhan Allah adalah pak Saul akan bertemu dengan seorombongan nabi (tunjukkan gambar 2). Selanjutnya, saat bertemu dengan serombongan nabi maka pak Saul akan dikuasai Roh Tuhan, sama seperti para nabi. Ternyata benar yang dikatakan pak Samuel. Tidak lama setelah pak Samuel pergi dan pak Saul melanjutkan perjalanan, pak Saul bertemu dengan serombongan nabi yang membawa alat-alat musik yang lengkap. Lalu pak Saul bergabung dengan para nabi itu dan mereka semua dikuasai oleh Roh Tuhan (tunjukkan gambar 3). Mereka semua bernubuat, menyampaikan pesan Tuhan Allah bagi banyak orang yang ada di sekeliling mereka. Banyak orang menjadi heran dengan peristiwa ini dan setelah itu, pak Saul kembali pulang ke rumahnya.
Penerapan
Anak-anak, coba kita perhatikan ulang cerita hari ini, supaya anak-anak mengingatnya dengan baik ya.. Ini tadi siapa ya? (pamong menunjuk gambar Saul) ini adalah pak Saul. Kalau yang ini siapa ya? (pamong menunjuk gambar Samuel) ini adalah pak Samuel. Apakah pak Samuel adalah seorang Raja atas bangsa Israel? BUKAN. Dia adalah Imam, Nabi dan Hakim. Lalu apa yang sedang terjadi di gambar ini? (tunjukkan gambar 1) Pak Samuel menuangkan minyak ke kepala pak Saul sebagai tanda bahwa pak Saul dipilih oleh Tuhan Allah untuk menjadi Raja bagi bangsa Israel. Nah, kalau ini tadi gambar apa ya? Ada orang banyak dengan alat musik (tunjukkan gambar 2). Ini adalah gambar rombongan nabi. Kemudian, gambar terakhir ini? (tunjukkan gambar 3) Pak Saul berjumpa dengan rombongan para nabi tadi. Lalu apa yang terjadi? Mereka semua dikuasai oleh Roh Tuhan lalu bernubuat, menyampaikan pesan Tuhan Allah. Setelah peristiwa itu pak Saul lalu pulang ke rumahnya.
Aktivitas: Lihat aktivitas Balita 23052021 pada CD untuk gambar yang siap untuk dicetak.
TUNTUNAN IBADAH ANAK JENJANG PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kisah Saul yang dipenuhi oleh Roh Tuhan.
- Anak dapat menyadari bahwa orang yang dipenuhi Roh Kudus akan bersikap patuh.
- Anak dapat mengemukakan bahwa bersikap patuh akan mendatangkan berkat.
Alat Peraga: Sama dengan Balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Ada seorang anak bernama Toni (bisa diganti dengan nama lain dan nama tersebut tidak ada di jemaat). Suatu siang dia diutus ibunya untuk pergi ke toko membeli gula pasir. Toni berangkat bersama dua temannya ke toko, karena waktu itu mereka sedang bermain bersama. Toni diberi uang Rp. 25.000 oleh ibunya. Setibanya di toko, Toni membeli gula sesuai dengan pesanan ibunya. Ternyata harga gula pasir adalah Rp. 18.000 dan masih ada uang kembalian sebesar Rp. 7.000. Di toko itu digantung banyak sekali snack dan juga berbagai minuman yang berjajar rapi di lemari pendingin. Salah satu teman Toni berbisik: “sudah habiskan saja uangnya, ibumu tidak akan marah!”. Tapi temannya yang satunya berbisik: “Lebih baik kamu pulang dulu dan sampaikan ke ibumu kalau masih ada uang kembali dan kamu ingin membeli sesuatu”. Anak-anak.. kira-kira Toni lebih mendengarkan suara teman yang mana? Yang pertama atau yang kedua? Ternyata Toni memilih mendengarkan suara temannya yang kedua. Mengapa demikian? Kita akan menemukan jawabannya dalam cerita kita hari ini.
Inti Penyampaian
Pagi hari ini kita akan belajar dari pengalaman hidup salah satu tokoh Alkitab yang bernama Saul. Kita belajar dari salah satu bagian pengalaman hidupnya ketika dipilih Tuhan untuk menjadi raja. Mau tahu ceritanya? Begini, waktu itu bangsa Israel yang besar belum mempunyai raja yang memimpin mereka. Oleh sebab itu, mereka meminta kepada Tuhan melalui Samuel (tunjukkan gambar 1, secara khusus gambar Samuel). Siapa Samuel? Samuel adalah orang yang dipilih oleh Tuhan Allah untuk memimpin bangsa Israel, tapi Samuel bukanlah seorang raja. Dia adalah Imam, sekaligus Nabi dan juga Hakim atas bangsa Israel. Suatu ketika Tuhan Allah memberi petunjuk kepada Samuel untuk bertemu dengan Saul. Saat bertemu dengan Saul, Samuel menyampaikan bahwa Saul dipilih oleh Tuhan untuk menjadi raja bagi bangsa Israel. Kemudian Samuel menuangkan minyak ke atas kepala Saul sebagai tanda bahwa ia dipilih oleh Tuhan Allah (tunjukkan gambar 1) Setelah itu, Samuel berpesan bahwa tanda lain sebagai bukti bahwa Saul dipilih oleh Tuhan Allah adalah Saul akan bertemu dengan seorombongan nabi (tunjukkan gambar 2). Selanjutnya, saat bertemu dengan serombongan nabi, maka Saul akan dikuasai Roh Tuhan, sama seperti para nabi. Ternyata benar yang dikatakan Samuel. Tidak lama setelah Samuel pergi dan Saul melanjutkan perjalanannya, Saul bertemu dengan serombongan nabi yang membawa alat-alat musik yang lengkap. Lalu Saul bergabung dengan para nabi itu dan mereka semua dikuasai oleh Roh Tuhan (tunjukkan gambar 3). Ketika Roh Tuhan menguasai mereka, maka mereka akan patuh dan melakukan apa saja sesuai dengan kehendak Roh Tuhan itu. Waktu itu, mereka semua bernubuat, menyampaikan pesan Tuhan Allah bagi banyak orang yang ada di sekeliling mereka. Banyak orang menjadi heran dengan peristiwa ini dan setelah itu, Saul kembali pulang ke rumahnya.
Penerapan
Anak-anak, kita sebagai anak-anak Tuhan juga sudah senantiasa dikuasai oleh Roh Tuhan. Ingat baik-baik pengalaman Toni, ketika ada temannya yang berbisik untuk menghabiskan uang kembalian untuk membeli makanan, ternyata Toni lebih memilih mendengar dan melakukan saran teman yang lainnya. Toni memilih pulang dan bercerita kepada ibunya. Anak-anak, saat kita hendak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, maka Roh Tuhan itu akan mengingatkan kita. Roh Tuhan bisa mengingatkan melalui imam, nabi atau hakim seperti Samuel kepada Saul. Roh Tuhan juga bisa mengingatkan melalui orang tua, guru atau teman-teman kita. Yang pasti Roh Tuhan atau Roh Kudus akan senantiasa mengarahkan kita untuk melakukan yang sesuai dengan firman Tuhan dan itu tentu adalah hal yang baik. Saat Roh Tuhan berbicara kepada kita maka kita harus patuh dan mengikutinya.
Aktivitas: Melengkapi Kalimat
Aktivitas ini dikerjakan bersama, maka pamong perlu membuat pilihan jawaban dalam ukuran besar dan diberi lidi. Nanti setiap sampai pada bagian yang harus dijawab oleh anak maka pamong mengangkat pilihan jawabannya.
ANGKAT KETIKA MENYEBUTKAN PILIHAN JAWABANNYA
Jika Ibu memintaku untuk tidak ramai karena adik sedang tidur, maka aku akan (berteriak / diam). Jika aku (berteriak / diam) maka adikku akan (terbangun / tidur nyenyak). Jika adikku (terbangun / tidur nyenyak), maka ibu akan dapat bekerja dengan (terburu-buru / baik dan lancar). Jika ibuku bekerja dengan (terburu-buru / baik dan lancar), maka semua pekerjaannya akan selesai dengan baik. Oleh sebab itu, supaya semua tetap baik, maka aku harus juga memilih pilihan yang (baik / buruk) untuk kulakukan. Jika pilihanku (baik / buruk) maka semua akan (sedih / bahagia) dan aku menjadi (berkat / sumber masalah) bagi keluargaku.
Setelah melengkapi cerita….
Anak-anak… ternyata kalau kita patuh, mengikuti apa yang disampaikan oleh Roh Kudus, maka kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Misalnya melalui cerita pendek yang sudah anak-anak lengkapi. Dengan mengikuti perintah ibu, adik tidur nyenyak dan ibu bisa bekerja dengan baik. Coba kalau kita tidak mengikuti perintah ibu? Oleh sebab itu mari kita tetap patuh mendengar suara Roh Kudus supaya hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan :
- Anak dapat menceritakan kisah Saul yang dipenuhi oleh Roh Tuhan.
- Anak dapat menyadari bahwa orang yang dipenuhi Roh Kudus akan bersikap patuh.
- Anak dapat mengemukakan bahwa bersikap patuh akan mendatangkan berkat.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Ada seorang anak bernama Toni (bisa diganti dengan nama lain dan nama tersebut tidak ada di jemaat). Suatu siang dia diutus ibunya untuk pergi ke toko membeli gula pasir. Toni berangkat bersama dua temannya ke toko, karena waktu itu mereka sedang bermain bersama. Toni diberi uang Rp. 25.000 oleh ibunya. Setibanya di toko, Toni membeli gula sesuai dengan pesanan ibunya. Ternyata harga gula pasir adalah Rp. 18.000 dan masih ada uang kembalian sebesar Rp. 7.000. Di toko itu digantung banyak sekali snack dan juga berbagai minuman yang berjajar rapi di lemari pendingin. Salah satu teman Toni berbisik: “sudah habiskan saja uangnya, ibumu tidak akan marah!”. Tapi temannya yang satunya berbisik: “Lebih baik kamu pulang dulu dan sampaikan ke ibumu kalau masih ada uang kembali dan kamu ingin membeli sesuatu”. Anak-anak.. kira-kira Toni lebih mendengarkan suara teman yang mana? Yang pertama atau yang kedua? Ternyata Toni memilih mendengarkan suara temannya yang kedua. Mengapa demikian? Kita akan menemukan jawabannya dalam cerita kita hari ini. Mari kita membuka dan membaca firman Tuhan dalam kitab 1 Samuel 10:1-10 (metode membaca sesuai dengan kreativitas pamong)
Inti Penyampaian
Pagi hari ini kita akan belajar dari pengalaman hidup salah satu tokoh Alkitab yang bernama Saul. Kita belajar dari salah satu bagian pengalaman hidupnya ketika dipilih Tuhan untuk menjadi raja. Mau tahu ceritanya? Begini, waktu itu bangsa Israel yang besar belum mempunyai raja yang memimpin mereka. Oleh sebab itu, mereka meminta kepada Tuhan melalui Samuel. Siapa Samuel? Samuel adalah orang yang dipilih oleh Tuhan Allah untuk memimpin bangsa Israel, tapi Samuel bukanlah seorang raja. Dia adalah Imam, sekaligus Nabi dan juga Hakim atas bangsa Israel. Suatu ketika Tuhan Allah memberi petunjuk kepada Samuel untuk bertemu dengan Saul. Saat bertemu dengan Saul, Samuel menyampaikan bahwa Saul dipilih oleh Tuhan untuk menjadi raja bagi bangsa Israel. Kemudian Samuel menuangkan minyak ke atas kepala Saul sebagai tanda bahwa ia dipilih oleh Tuhan Allah. Setelah itu, Samuel berpesan bahwa tanda lain sebagai bukti bahwa Saul dipilih oleh Tuhan Allah adalah Saul akan bertemu dengan seorombongan nabi. Selanjutnya, saat bertemu dengan serombongan nabi, maka Saul akan dikuasai Roh Tuhan, sama seperti para nabi. Ternyata benar yang dikatakan Samuel. Tidak lama setelah Samuel pergi dan Saul melanjutkan perjalanannya, Saul bertemu dengan serombongan nabi yang membawa alat-alat musik yang lengkap. Lalu Saul bergabung dengan para nabi itu dan mereka semua dikuasai oleh Roh Tuhan. Ketika Roh Tuhan menguasai mereka, maka mereka akan patuh dan melakukan apa saja sesuai dengan kehendak Roh Tuhan itu. Waktu itu, mereka semua bernubuat, menyampaikan pesan Tuhan Allah bagi banyak orang yang ada di sekeliling mereka. Banyak orang menjadi heran dengan peristiwa ini dan setelah itu, Saul kembali pulang ke rumahnya.
Penerapan
Anak-anak, kita sebagai anak-anak Tuhan juga sudah senantiasa dikuasai oleh Roh Tuhan. Ingat baik-baik pengalaman Toni, ketika ada temannya yang berbisik untuk menghabiskan uang kembalian untuk membeli makanan, ternyata Toni lebih memilih mendengar dan melakukan saran teman yang lainnya. Toni memilih pulang dan bercerita kepada ibunya. Anak-anak, saat kita hendak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, maka Roh Tuhan itu akan mengingatkan kita. Roh Tuhan bisa mengingatkan melalui imam, nabi atau hakim seperti Samuel kepada Saul. Roh Tuhan juga bisa mengingatkan melalui orang tua, guru atau teman-teman kita. Yang pasti Roh Tuhan atau Roh Kudus akan senantiasa mengarahkan kita untuk melakukan yang sesuai dengan firman Tuhan dan itu tentu adalah hal yang baik. Saat Roh Tuhan berbicara kepada kita maka kita harus patuh dan mengikutinya.
Aktivitas
Melengkapi Kalimat
Aktivitas ini dikerjakan sendiri-sendiri. Pamong perlu memperbanyak soal untuk dibagikan pada semua anak. Lalu anak-anak mencoret jawaban yang salah.
Jika Ibu memintaku untuk tidak ramai karena adik sedang tidur, maka aku akan (berteriak / diam). Jika aku (berteriak / diam) maka adikku akan (terbangun / tidur nyenyak). Jika adikku (terbangun / tidur nyenyak), maka ibu akan dapat bekerja dengan (terburu-buru / baik dan lancar). Jika ibuku bekerja dengan (terburu-buru / baik dan lancar), maka semua pekerjaannya akan selesai dengan baik. Oleh sebab itu, supaya semua tetap baik, maka aku harus juga memilih pilihan yang (baik / buruk) untuk kulakukan. Jika pilihanku (baik / buruk) maka semua akan (sedih / bahagia) dan aku menjadi (berkat / sumber masalah) bagi keluargaku.
Setelah melengkapi cerita….
Anak-anak… ternyata kalau kita patuh, mengikuti apa yang disampaikan oleh Roh Kudus, maka kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Misalnya melalui cerita pendek yang sudah anak-anak lengkapi. Dengan mengikuti perintah ibu, adik tidur nyenyak dan ibu bisa bekerja dengan baik. Coba kalau kita tidak mengikuti perintah ibu? Oleh sebab itu mari kita tetap patuh mendengar suara Roh Kudus supaya hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.
