Bacaan: Keluaran 17 : 1 – 6
Nats: “Gunung batu itu harus kaupukul, dan dari dalamnya akan keluar air sehingga bangsa itu dapat minum” (Keluaran 17 : 6b)
Dalam hidup ini, setiap orang mempunyai keinginan yang tak terbatas. Apa yang dilihat oleh mata, seringkali menimbulkan rasa ingin memiliki. Melihat jajanan atau mainan yang menarik, ingin beli. Bisa jadi sebenarnya sudah ada makanan di rumah dan mainan juga sudah banyak. Oleh karena itu, yang penting bukan memenuhi keinginan namun kebutuhan. Kebutuhan lebih penting dari keinginan, karena kebutuhan itu berguna untuk kebaikan kita. Karena itu, orang dewasa biasanya akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan daripada keinginan.
Air adalah kebutuhan manusia. Ketika bangsa Israel sedang berada di Rafidim mereka membutuhkan air, karena di sana tidak ada air untuk diminum. Mereka sampai marah dengan Musa karena apa yang dibutuhkan tidak ada. Musa tahu Tuhan peduli pada umat-Nya, sehingga Musa meminta jalan keluar atas masalah yang sedang mereka hadapi. Tuhan melakukan mujizat besar. Saat bangsa Israel kehausan, Tuhan memberi air dari batu. Tuhan menunjukkan bahwa Ia peduli pada kebutuhan umat-Nya.
Apakah yang teman-teman rasakan sekarang? Mungkin, kalian merasa lelah, sedih, atau butuh pertolongan. Sebagaimana dengan Bangsa Israel, Tuhan juga peduli dengan yang kamu rasakan dan butuhkan. Tuhan tidak pernah jauh dari anak-anak-Nya. Mari belajar seperti Musa yang mengandalkan Tuhan dan menyerahkan kebutuhan kita pada Tuhan. Saat kita berdoa, Tuhan mendengar dan menolong dengan cara-Nya sendiri. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk kita dan menjadi kebutuhan kita.
Coba, kalian perhatikan. Siapa sajakah yang pernah menolongmu? Pertolongan apa yang kamu terima dari mereka? Doakan orang-orang yang mengasihimu itu dan bersama
dia kamu percaya bahwa kamu aman dan baik.
Tuliskan kebutuhanmu dan doakanlah itu di selembar kertas:

Doaku: Tuhan yang baik, terima kasih atas kepedulian-Mu. Tolonglah aku untuk mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, Amin