Bertekun Didalam Doa Tuntunan Ibadah Anak 16 Mei 2021

Tahun Gerejawi: Karakter Kristiani
Tema: Karakter Kristiani
Bacaan: Kisah Para Rasul 1:12-14
Ayat Hafalan: Yakobus 5:16b – “
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Lagu: DOA oleh Jack Loba

 Penjelasan Teks (hanya untuk pamong)
Selama bersama dengan para murid, Tuhan Yesus dua kali meninggalkan mereka. Dua kali kepergian Yesus dalam dua peristiwa yang berbeda. Pertama adalah pada saat Tuhan Yesus wafat dan kedua saat Tuhan Yesus terangkat ke sorga. Dalam menghadapi dua kali perpisahan ini para murid memberikan respon yang berbeda. Saat Tuhan Yesus meninggalkan mereka untuk sementara waktu yakni peristiwa kematian-Nya, para murid nampak sangat sedih sekaligus ketakutan. Sedih karena ditinggalkan oleh Sang Guru yang mereka kasihi, takut karena berpikir akan mengalami nasib yang sama seperti Sang Guru. Oleh karenanya ada yang sudah menyangkal-Nya sebelum kematian-Nya. Padahal jauh sebelum peristiwa itu terjadi Tuhan Yesus sudah berpesan bahwa hal itu akan Tuhan Yesus alami (lih. Mat 16:21-28). Namun nampaknya waktu itu para murid belum bisa menangkap pesan itu dengan baik, sehingga mereka begitu bersedih hati. Dalam peristiwa yang kedua yakni kenaikan Tuhan Yesus, para murid tidak lagi memberi respon yang sama. Mereka jauh lebih tenang dan penuh damai sejahtera, sekalipun tidak pernah tahu kapan Tuhan Yesus kembali dari kepergian-Nya yang kedua ini.

Setelah Tuhan Yesus terangkat ke sorga, para murid dengan setia melakukan perintah-Nya. Perintah Yesus sebelum terangkat ke sorga adalah supaya para murid tidak meninggalkan Yerusalem terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena mereka akan diperlengkapi dengan penyertaan Roh Kudus, supaya mampu melakukan tugas dan pelayanan mereka. Waktu-waktu menantikan janji Bapa yakni penyertaan Roh Kudus, diisi dengan bertekun dalam doa. Mereka berdoa bersama-sama dengan para perempuan dan beberapa saudara Yesus. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, TEKUN berarti rajin, keras hati dan sungguh-sungguh. Jadi para murid yang bertekun dalam doa berarti mereka berdoa dengan rajin dan sungguh-sungguh. Mengingat masa-masa yang mereka lalui setelah ditinggalkan oleh Tuhan Yesus tentu akan sangat berbeda. Mungkin akan semakin sulit karena tugas pelayanan yang biasanya dilakukan bersama dengan Tuhan Yesus, menjadi tanggung jawab besar yang harus mereka kerjakan. Dalam percakapan terakhir dengan para murid, Tuhan Yesus tidak menyampaikan sampai kapan mereka harus tinggal di Yerusalem, atau sampai kapan mereka harus menantikan janji Bapa. Tapi para murid tetap bersama-sama, bersehati dan bertekun dalam doa. Inilah arti ketekunan itu, melakukan dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa janji Tuhan pasti akan digenapi, meski tidak tahu persis kapan waktunya.

Melalui kisah murid-murid yang menanti-nanti janji Bapa ini, sebagai pamong diingatkan kembali untuk juga turut bertekun dengan sehati di dalam doa. Terlebih saat melakukan pelayanan bersama dengan rekan sepelayanan. Tentu ada dinamika pelayanan yang unik yang dihadapi bersama. Atas setiap pergumulan di tengah pelayanan atau bahkan atas setiap anak-anak yang dilayani yang juga unik inilah, para pamong diajak untuk bertekun dengan sehati di dalam doa. Belajar percaya bahwa janji Tuhan pasti akan digenapi dan terjadi atas setiap pokok-pokok doa para pamong. Meskipun tidak ada satu orangpun yang tahu kapan waktunya Tuhan menjawab setiap harapan melalui doa yang diungkapkan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap para murid setelah Yesus naik ke surga.

Alat Peraga

  • Gambar-gambar pada tanggal 13 Mei 2021 digunakan kembali pada minggu ini.
  • Gambar 1: Para murid sedang berkumpul dan berdoa bersama-sama.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..

Apa kabar? Semua pasti sehat dan baik ya?

Anak-anak siapa di antara kalian yang rajin berdoa? Ayo angkat tangan! (berikan kesempatan kepada anak untuk merespon) Siapa yang berdoa dulu sebelum makan? Siapa yang berdoa dulu sebelum tidur dan waktu bangun tidur? Bagaimana ya sikap berdoa yang baik dan benar? (ajaklah anak mempraktikkan sikap doa yang baik dan benar dengan melipat tangan dan menutup mata. Lebih baik jika ada lagu pendukung untuk DOA.) Kalau anak-anak berdoa, biasanya ditemani siapa ya? Anak-anak, selain kalian yang ada di sini, saat ini, ternyata ada juga bapa-bapa, para murid Tuhan Yesus yang juga rajin berdoa. Kira-kira bagaimana ya ceritanya?

Inti Penyampaian
Coba kita ingat-ingat dulu cerita minggu lalu. Masih ingatkah dengan gambar ini? (tunjukkan gambar para murid bersama Tuhan Yesus) Ini gambar siapa ya? Ini adalah gambar para murid bersama dengan Tuhan Yesus saat Tuhan Yesus terangkat ke sorga. Saat Tuhan Yesus pergi meninggalkan para murid. Setelah itu apa yang terjadi? Coba ingat-ingat lagi cerita dari gambar ini (tunjukkan gambar para murid tanpa Tuhan Yesus) Ini adalah gambar para murid yang sudah ditinggalkan oleh Tuhan Yesus. Ke mana Tuhan Yesus pergi? Ke SOR-GA. Lalu setelah Tuhan Yesus pergi, apa ya yang dilakukan oleh para murid? Apakah mereka tidur-tiduran? Oh ternyata TIDAK! Mereka berkumpul bersama-sama dan berdoa (tunjukkan gambar 1). Meskipun ditinggal oleh Tuhan Yesus, mereka tetap bersemangat, berkumpul bersama-sama dan saling mendoakan.

Penerapan
Anak-anak.. coba kita ulang kembali ceritanya.. Tadi gambar yang mana ya, yang menunjukkan para murid sudah ditinggal oleh Tuhan Yesus? (tunjukkan beberapa gambar dari alat peraga minggu lalu dan mintalah anak memilih sesuai dengan pertanyaan pamong) Lalu apa yang dilakukan oleh para murid setelah ditinggal oleh Tuhan Yesus? Apakah mereka berjalan sendiri-sendiri? Apakah mereka tidur-tiduran dan bermalas-malasan? TIDAK. Kalau begitu apa yang mereka lakukan? Coba lihat lagi gambarnya (tunjukkan gambar 1). Murid-murid Yesus berkumpul dan berdoa. Apa anak-anak? Coba diulangi, BER-KUM-PUL dan BER-DO-A (ajak anak mengulanginya beberapa kali).

Aktivitas

D-O-A

  1. Buatlah huruf D, O, A (print/cetak atau buat secara manual) dengan warna yang berbeda-beda untuk masing-masing huruf. Siapkan sebanyak jumlah anak.
  2. Siapkan kertas dengan ukuran lebih besar dan bentuklah seperti gambar awan.
  3. Print/cetak/tulis manual ayat hafalan hari ini.
  4. Mintalah anak menempelkan huruf D, O dan A membentuk tulisa DOA pada kertas berbentuk awan.
  5. Berikan pita pada bagian atas kertas berbentuk awan sehingga bisa digantung.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali sikap para murid setelah Yesus naik ke surga.
  2. Anak dapat menyebutkan arti bertekun dengan sehati dalam doa.

Alat Peraga:

  • Gambar 1: Anak berdoa tidak sungguh-sungguh (mata terbuka)
  • Gambar 2: Anak berdoa dengan sungguh-sungguh (lipat tangan dan tutup mata)
  • Gambar 3: Para murid sedang berkumpul dan berdoa bersama-sama (sama dengan BALITA)

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..

Bagaimana kabar kalian? Semua sehat-sehat dan baik ya?

Anak-anak, siapa yang rajin berdoa? Kapan anak-anak berdoa? (berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Tentu saat kita memulai kebaktian minggu, saat mau makan, saat mau pergi keluar rumah, saat sebelum tidur dan waktu bangun tidur. Sekarang coba jawab dengan jujur, siapa yang kalau berdoa masih seperti ini (tunjukkan gambar 1). Ayo jujur… Siapa yang berdoa masih membuka mata, apalagi kemudian mengobrol dengan teman, mencolek temannya yang serius berdoa? Atau anak-anak berdoa dengan sikap seperti ini? (tunjukkan gambar 2). Siapa yang sudah berdoa seperti ini? Lipat tangan dan menutup mata. Dari dua cara berdoa ini, mana sikap berdoa yang baik dan benar? Gambar yang pertama atau yang kedua? Tentu gambar yang kedua ya…

Inti Penyampaian
Anak-anak, selain melipat tangan dan menutup mata kita akan belajar berdoa yang sungguh-sungguh seperti para murid Tuhan Yesus. Apakah kalian masih ingat dengan cerita tanggal 13 Mei 2021 kemarin? Apakah Tuhan Yesus masih bersama-sama dengan para murid? Ke mana Tuhan Yesus pergi? (berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Setelah ditinggal oleh Tuhan Yesus, kira-kira apa ya yang dilakukan oleh para murid? Apa ya anak-anak? Apakah mereka bermalas-malasan dan tidur-tiduran? TIDAK. Ternyata ini yang mereka lakukan saat sudah ditinggal oleh Tuhan Yesus (tunjukkan gambar 3). Apa yang mereka lakukan ini ya? Kalau dilihat mereka sedang melipat tangan dan menutup mata. Itu tandanya mereka sedang berdoa. Ya, waktu itu mereka berkumpul bersama-sama dan berdoa. Mereka berdoa dengan bertekun. Apa itu bertekun? (berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Bertekun itu berarti bersungguh-sungguh dan percaya. Jadi tidak membuka mata, apalagi mencolek dan mengganggu teman yang sudah bersungguh-sungguh berdoa.

Penerapan
Anak-anak mari belajar dari para murid Tuhan Yesus yang berdoa dengan BERTEKUN, dengan sungguh-sungguh dan percaya. Kalau masih ada di antara anak-anak yang membuka mata saat berdoa, mari belajar untuk lebih sungguh-sungguh lagi. Berdoa seperti para murid Tuhan Yesus, sungguh-sungguh dan percaya.

Aktivitas

Kartu Komitmen

  1. Siapkan kertas lipat atau kertas warna-warni lainnya, sebanyak jumlah anak.
  2. Lipat kertas menjadi dua, kemudian guntinglah membentuk awan. Pastika sisi lipatan tidak tergunting semua sehingga menjadi seperti kartu ucapan.
  3. Pada bagian depan mintalah anak menuliskan kata DOA.
  4. Pada bagian dalam sisi kiri minta anak menuliskan namanya dan pada sisi kanan minta anak menuliskan komitmen tentang niatan mereka untuk berdoa, dengan bahasa mereka sendiri.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menjelaskan arti kata bertekun dengan sehati dalam doa.
  2. Anak dapat menyebutkan hambatan-hambatan untuk bertekun dengan sehati dalam doa.
  3. Anak dapat menunjukkan cara-cara mengatasi hambatan untuk bertekun dengan sehati dalam doa.
  4. Anak dapat membiasakan diri untuk bertekun kepada Tuhan.

Alat Peraga: Gambar 1: Para murid sedang berkumpul dan berdoa bersama-sama (sama dengan BALITA)

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..

Bagaimana kabar kalian? Semua sehat-sehat dan baik ya?

Anak-anak, siapa yang rajin berdoa? Kapan anak-anak berdoa? (berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Tentu saat kita memulai kebaktian minggu, saat mau makan, saat mau pergi keluar rumah, saat sebelum tidur dan waktu bangun tidur. Sekarang coba jawab dengan jujur, siapa yang kalau berdoa masih membuka mata, apalagi kemudian mengobrol dengan teman, mencolek temannya yang sedang serius berdoa? Atau anak-anak sudah berdoa dengan baik dan benar yakni dengan melipat tangan dan menutup mata. Ayo jujur, anak-anak termasuk yang mana? Yang masih main-main atau sudah sungguh-sungguh?

Inti Penyampaian
Anak-anak, selain melipat tangan dan menutup mata kita akan belajar berdoa dengan sungguh-sungguh seperti para murid Tuhan Yesus. Apakah kalian masih ingat dengan cerita tanggal 13 Mei 2021 kemarin? Apakah Tuhan Yesus masih bersama-sama dengan para murid? Ke mana Tuhan Yesus pergi? (berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Setelah ditinggal oleh Tuhan Yesus, kira-kira apa ya yang dilakukan oleh para murid? Apa ya anak-anak? Apakah mereka bermalas-malasan dan tidur-tiduran? TIDAK. Ternyata ini yang mereka lakukan saat sudah ditinggal oleh Tuhan Yesus (tunjukkan gambar 1). Apa yang mereka lakukan ini ya? Kalau dilihat mereka sedang melipat tangan dan menutup mata. Itu tandanya mereka sedang berdoa. Ya, waktu itu mereka berkumpul bersama-sama dan berdoa. Mereka berdoa dengan bertekun. Apa itu bertekun? (berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Bertekun itu berarti bersungguh-sungguh dan percaya. Jadi tidak membuka mata, apalagi mencolek dan mengganggu teman yang sudah bersungguh-sungguh berdoa.

Penerapan
Anak-anak mari belajar dari para murid Tuhan Yesus yang berdoa dengan BERTEKUN, dengan sungguh-sungguh dan percaya. Kira-kira mudah atau tidak ya? Anak-anak dari pengalaman kalian selama ini, coba sebutkan hambatan-hambatan apa saja yang dialami saat ingin bertekun, bersungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan? (Berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab. Pamong juga bisa menggunakan berbagai metode supaya semua anak dapat terlibat dalam menjawab. Tuliskan jawaban di papan atau media tulis lainnya untuk didiskusikan bersama.)

Alternatif jawaban untuk pamong:

  • Karena capek dan mengantuk
  • Karena digoda teman atau saudara di samping kita
  • Karena ingin segera melakukan sesuatu hal yang lain (bermain, rekreasi dll)
  • Dst. (bisa ditambahkan oleh pamong sesuai dengan konteks jemaat masing-masing)

Anak-anak, sekarang kita sudah tahu, hambatan-hambatan kita untuk bertekun dalam berdoa. Kalau dipetakan ternyata ada hambatan yang berasal dari dalam (diri kita sendiri) juga berasal dari luar. Mari saat ini kita temukan solusinya, bagaimana mengatasi hambatan-hambatan tadi. Bagaimana ya caranya mengatasi kalau kita mau bertekun tapi gagal karena kita capek dan mengantuk? (berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab)

Alternatif jawaban untuk pamong:

  • Memilih waktu berdoa lebih awal sebelum mengantuk.
  • Tetap fokus berdoa meskipun dicolek atau digoda teman.
  • Tetap fokus dalam doa sehingga tidak memikirkan yang lain-lain.
  • Dst. (menyesuaikan jawaban anak di pertanyaan sebelumnya)

 Anak-anak, kita sudah tahu hambatan dan solusi supaya dapat bertekun dalam berdoa kepada Tuhan. Oleh sebab itu, mari mulai saat ini kita belajar untuk lebih sungguh-sungguh lagi. Berdoa seperti para murid Tuhan Yesus, sungguh-sungguh dan percaya.

Aktivitas: Sama degan jenjang Pratama, membuatKartu Komitmen

Lagu:

Renungan Harian

Renungan Harian Anak