Tetap Setia Tuntunan Ibadah Anak 28 Maret 2021

16 March 2021

Tahun Gerejawi: Minggu Palmarum
Tema: Setia
Bahan Bacaan: Markus 14 : 43-52
Ayat Hafalan: 1 Korintus 1:9 – “Allah yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita adalah setia”
Lagu Tema: KJ 446 “Setialah”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Pada bagian ini, Markus menuliskan bagaimana Yesus di tangkap serta sikap para murid merespon peristiwa ini. Setelah Yudas justru menghianati Yesus, para murid panik dan ketakutan hingga melarikan diri melihat rombongan orang yang disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua untuk menangkap Yesus.

Ada tiga hal yang dapat kita lihat bersama melalui bacaan ini :

  1. Sikap Yudas
    Menjadi pengikut Yesus tidak serta merta membuat Yudas mempertahankan kesetiaannya kepada sang Guru. Kenikmatan duniawi menjadi iming-iming yang menarik hatinya. Sampai kemudian ia rela menyerahkan Yesus untuk ditangkap. Namun demikian kita tahu bahwa peristiwa ini menjadi serangkaian kehendak Allah untuk Yesus manusia, melaksanakan tugas-Nya di dunia. Kerapuhan hati Yudas menjadi alat karya Allah semakin nyata bagi manusia untuk diselamatkan.
  2. Sikap Yesus
    Kesetiaan, keteguhan hati Yesus memampukan-Nya untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah Bapa-Nya. Secara manusia ada kecemasan yang melanda namun sifat keilahian-Nya menjadikan Yesus setia dengan pengutusan-Nya. Yesus menggenapi apa yang tertulis dalam Kitab Suci tentang kedatangan-Nya ke dunia.
  3. Sikap Para Murid
    Para murid menyaksikan peristiwa penangkapan Yesus. Guru yang selama ini mereka percaya ajaran-Nya. Orang yang mereka akui kebenaran-Nya. Dan Anak Allah yang melakukan banyak mujizat di depan mata mereka. Sekalipun demikian, kepanikan dan ketakutan masih melanda hati mereka pada waktu itu. “Setia” menjadi “keragu-raguan”.

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan : Anak dapat menceritakan kembali pengkhianatan Yudas kepada Yesus.

Pendahuluan
Anak-anak.. selamat pagi, shalom..

Ayo, sapa dulu teman di samping kanan dan kiri.. berikan senyuman pada teman sebelah kanan.. lalu teman sebelah kiri.. Nah, bagaimana rasanya? Senang? Kalau begitu ayo sekarang berikan salam yang manis.. ‘halo, selamat pagi..’

Wah senang yang punya banyak teman.. nah, kalau kita punya teman berarti kita harus menyayangi dan mengasihi teman kita..

Inti Penyampaian
Anak-anak yang terkasih, hari ini kita juga akan mendengarkan cerita Tuhan Yesus dengan muridNya yang bernama Yudas..

Ingat cerita Yesus yang berdoa di Getsemani? Ditemani Petrus, Yohanes dan Yakobus? Setelah Yesus selesai berdoa, datanglah Yudas bersama dengan rombongan prajurit. Yudas mendekati Yesus. Ia berkata “Salam, Guru!”. Lalu ia pun menciumNya. Setelah itu para prajurit menangkap Yesus.

Wah, rupanya Yudas yang sudah memberi tahu prajurit itu tempat dimana Yesus berada. Hmm.. Padahal kan Yesus dan Yudas berteman ya..

Nah, anak-anak.. kita kan beda dari Yudas.. karena kalau berteman itu harus saling menyayangi ya.. saling menjaga juga..

Penerapan
Ayo anak-anak, kita belajar untuk setia ya… setia itu.. menyayangi teman.. baik kepada teman.. menolong teman.. juga tentu saja, rajin pergi sekolah minggu.. mendengarkan firman Tuhan Yesus.. belajar berdoa juga ya.. karena Tuhan Yesus mengasihi kita.. maka kita juga harus mengasihi Yesus..

Lagu Tema : Menyanyi KJ 446 “Setialah”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali pengkhianatan Yudas kepada Yesus.
  2. Anak dapat memberikan penilaian terhadap sikap Yudas terhadap Yesus.
  3. Anak dapat menunjukkan sikap setia kepada Tuhan dan sesama.

 Alat Peraga:

  • Kertas Manila/Karton, potong persegi ukuran 20×15 cm
  • Tuliskan “BAIK HATI” pada sisi satu dan sisi yang lain dengan “SETIA”
  • Jumlah : sesuai dengan kelompok

Pendahuluan
Halo anak-anak.. shalom… selamat berjumpa lagi..

Ayo, sapa dulu teman di samping kanan dan kiri.. berikan sapaan yang paling manis… berikan juga senyuman yang paling merekah. Nah, anak-anak.. sapaan dan senyuman bisa menjadi tanda kalau kita mengenal teman kita.. kalau kita mengasihi  teman kita.

Ada satu cerita loh,  tentang murid Yesus yang bernama Yudas, dia mengenal Yesus dan menjadi sabahat Yesus.. tapi… rupanya, Yudas ini berbeda dari murid Yesus yang lainnya. Mengapa demikian?

Inti Penyampaian
Ayo kita belajar dari cerita Yudas ya. Masih ingat kan minggu yang lalu, waktu Tuhan Yesus berdoa di Getsemani ditemani tiga muridNya?

Nah.. ketika Yesus selesai berdoa, tiba-tiba muncul satu orang murid Yesus lagi.. yaitu Yudas. Tapi Yudas datang bersama dengan banyak orang. Mereka adalah suruhan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Lalu untuk apa mereka datang beramai-ramai? Rupanya, mereka akan menangkap Yesus!

Darimana mereka tahu kalau Yesus ada di Getsemani? Yudas yang memberitahu mereka. Bahkan Yudas memberikan tanda kepada orang-orang yang akan menangkap Yesus. Katanya “orang yang akan kucium, itulah Dia”.

Anak-anak.. bagaimana menurut kalian dengan sikap Yudas kepada Yesus? Apakah kita boleh seperti Yudas? (biarkan mereka merespon untuk memperjelas gambaran tentang kisah ini).

Penerapan
Anak-anak, tentu saja Yesus ingin kita semua untuk setia kepadaNya, patuh, taat.. dan selalu menjadi sahabat Yesus.. begitu juga, kepada sesama kita.. (contohnya, patuh kepada orang tua, bersahabat baik dengan teman-teman..) Jadi setia itu penting. Tuhan Yesus cinta dengan anak-anak yang setia. Setia kepada Yesus bisa kita tunjukkan dengan mengasihi Yesus dan mendengarkan setiap firman Tuhan serta ajaranNya. Juga mengasihi sesama seperti orangtua, kakak adik, teman, guru, pamong sekolah minggu..

Aktivitas: “Baik Hati vs Setia”

  1. Bagi anak-anak dalam beberapa kelompok (sesuai dengan keadaan).
  2. Bagikan setiap kelompok anak, kertas yang sudah bertuliskan “BAIK HATI dan SETIA”
  3. Ajukan beberapa pernyataan, lalu minta anak-anak berdiskusi dengan kelompoknya untuk memilih sikap yang sudah ada “BAIK HATI” atau “SETIA”
  4. Pernyataan yang bisa dipakai (perbanyak dengan pernyataan lain, disesuaikan oleh pamong)
    1. Menemani teman yang sakit. (Baik hati / Setia)
    2. Membaca firman Tuhan dan melakukannya.
    3. Berdoa kepada Tuhan sebelum melakukan kegiatan.
    4. Mendengarkan dan melakukan nasihat orangtua.
    5. Berbagi kue dengan kakak dan adik.
  5. Tarik kesimpulan dan sampaikan kepada anak-anak, supaya anak-anak bisa memahami arti “Setia” dengan baik.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali pengkhianatan Yudas kepada Yesus.
  2. Anak dapat memberikan penilaian terhadap sikap Yudas terhadap Yesus.
  3. Anak dapat menunjukkan sikap setia kepada Tuhan dan sesama.

Alat Peraga

  • Kertas Manila/Karton, potong persegi ukuran 20×15 cm
  • Tuliskan “BAIK HATI” pada sisih satu dan sisih yang lain dengan “SETIA”
  • Jumlah : sesuai dengan jumlah anak

Pendahuluan
Selamat pagi.. Shalom anak-anak..

Mari kita saling sapa dulu teman di samping kanan dan kiri.. berikan salam yang paling manis… berikan juga senyuman yang paling indah.. Nah, anak-anak.. sapaan dan senyuman bisa menjadi tanda kalau kita mengenal teman kita.. kalau kita mengasihi  teman kita.

Ada satu cerita loh,  tentang murid Yesus yang bernama Yudas, dia mengenal Yesus dan menjadi sabahat Yesus.. tapi… rupanya, Yudas ini berbeda dari murid Yesus yang lainnya. Mengapa demikian?

Inti Penyampaian
Anak-anak.. sebelum itu masih ingat cerita Yesus berdoa di Getsemani yang ditemani Petrus, Yohanes dan Yakobus? Nah.. ketika Yesus selesai berdoa, tiba-tiba muncul satu orang murid Yesus lagi.. yaitu Yudas. Tapi Yudas datang bersama dengan banyak orang. Mereka adalah suruhan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Lalu untuk apa mereka datang beramai-ramai? Rupanya, mereka akan menangkap Yesus!

Darimana mereka tahu kalau Yesus ada di Getsemani? Yudas yang memberitahu mereka. Bahkan Yudas memberikan tanda kepada orang-orang yang akan menangkap Yesus. Katanya “orang yang akan kucium, itulah Dia”.

Anak-anak.. bagaimana menurut kalian dengan sikap Yudas kepada Yesus? Apakah kita boleh seperti Yudas? (biarkan mereka merespon untuk memperjelas gambaran tentang kisah ini).

Penerapan
Nah, tentunya Yesus ingin kita semua untuk setia kepadaNya, patuh, taat.. dan selalu menjadi sahabat Yesus.. begitu juga, kepada sesama kita.. (contohnya, patuh kepada orang tua, bersahabat baik dengan teman-teman) Jadi setia itu penting. Tuhan Yesus cinta dengan anak-anak yang setia. Setia kepada Yesus bisa kita tunjukkan dengan mengasihi Yesus dan mendengarkan setiap firman Tuhan serta ajaranNya. Juga mengasihi sesama seperti orangtua, kakak adik, teman, guru, pamong sekolah minggu..

Aktivitas: “Baik Hati vs Setia”

  1. Berikan setiap anak, kertas yang sudah bertuliskan “BAIK HATI dan SETIA”
  2. Ajukan beberapa pernyataan, lalu minta anak-anak memilih sikap yang sudah ada “BAIK HATI” atau “SETIA”
  3. Pernyataan yang bisa dipakai (perbanyak dengan pernyataan lain, disesuaikan oleh pamong)
    1. Menemani teman yang sakit. (Baik hati / Setia)
    2. Membaca firman Tuhan dan melakukannya.
    3. Berdoa kepada Tuhan sebelum melakukan kegiatan.
    4. Mendengarkan dan melakukan nasihat orangtua.
    5. Berbagi kue dengan kakak dan adik.
  4. Tarik kesimpulan dan sampaikan kepada anak-anak, supaya anak-anak bisa memahami arti “Setia” dengan baik.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak