Tahun Gerejawi: Jum’at Agung
Bacaan Alkitab: Markus 15:20b-41
Ayat Hafalan: 1 Yohanes 4:8 – Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih
Lagu Tema: Yesus Disalibkan Karena Cinta Saya
Penjelasan Teks
Lengkap sudah penderitaan yang dialami oleh Yesus. Ia bukan hanya mengalami penderitaan fisik, tetapi juga penderitaan secara batin. Secara fisik, nampak dari luka-luka yang nampak di tubuh-Nya. Penuh dengan bilur-bilur luka akibat cambukan. Sedangkan siksaan batin nampak dari reaksi orang-orang yang ada di sekitar Yesus. Semua orang yang melihat diri-Nya mencemooh dan menghujat-Nya. Padahal semua orang tahu bahwa tak ada satupun keburukan yang mereka temui dalam diri-Nya. Karya-karya penyembuhan atau mujizat yang dilakukan oleh Yesus tiba-tiba sirna karena digantikan oleh kebencian yang ditiupkan oleh para Imam Kepala, Ahli-Ahli Taurat dan para Tua-Tua yang tidak suka akan pelayanan yang dilakukan Yesus.
Kematian Yesus di kayu salib adalah bukti tak terbantahkan akan cinta Allah pada manusia yaitu cinta yang tulus dan tak mengharapkan imbalan apapun atas perbuatan yang sudah dilakukan-Nya. Cinta yang demikianlah yang diajarkan Tuhan pada manusia, termasuk para pengikut Kristus. Memang berat, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Yesus sudah memberi contoh pada kita.
Sebagai Pamong, cinta yang tulus dan tak mengharapkan imbalan hendaknya menjadi bagian dalam pelayanan kita pada anak-anak sebab anak-anak adalah makhluk yang sedang belajar mencinta dengan sungguh-sungguh. Selain dari orang tua, anak-anak juga membutuhkan teladan dari orang-orang di sekitarnya termasuk melalui para pamongnya, tentang mencinta dengan sungguh-sungguh karena Pamong dipilih oleh Tuhan untuk menjadi teladan bagi anak-anak. Setiap pamong harus mematrikan dalam hati, pikiran dan tindakannya bahwa ia adalah patron kebaikan bagi anak-anak.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah penyaliban dan kematian Tuhan Yesus.
Alat Peraga:
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Yesus,
Tidak seperti biasanya, kita beribadah pada hari Jum’at. Biasanya kita beribadah pada hari Minggu. Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Ya…spesial sebab hari ini kita memperingati bukti kasih Tuhan pada manusia. Siapa yang tahu hari spesial itu? Yach…Betul. Hari ini hari Jum’at Agung. Sebuah peristiwa yang sangat penting bagi umat pengikut Kristus, yaitu kematian Yesus untuk menggantikan kesalahan manusia.
Inti Penyampaian
- (Pamong menunjukkan gambar 1)
Pada gambar ini kita melihat Tuhan Yesus telah ditangkap oleh orang-orang yang tidak suka pada Yesus yaitu para Imam. Setelah diadili, akhirnya Yesus harus disalib. - (Pamong menunjukkan gambar 2)
Ini gambar Yesus membawa salib. Ia harus berjalan dari Yerusalem menuju tempat yang diberi nama BUKIT TENGKORAK atau disebut dengan bukit Golgota. - (Pamong menunjukkan gambar 3)
Rupanya salib yang dipikul Yesus sangat berat, akhirnya para pengawal meminta Simon dari Kirene yang saat itu sedang lewat untuk membawa salib Yesus yang berat itu. - (Pamong menunjukkan gambar 4)
Akhirnya Yesus disalib di bukit Tengkorak atau di sebut dengan Golgota. Yesus ada di tengah. Pada jam 3 sore, akhirnya Yesus mati di kayu salib.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Meskipun Yesus tidak melakukan kesalahan, Ia rela disalib. Mengapa Yesus diam saja ketika ditangkap dan disalibkan? Bukankah Yesus dapat membela diri? Tetapi itu semua tidak dilakukan-Nya karena Yesus sangat menyayangi manusia. Yesus tahu bahwa manusia banyak melakukan kesalahan. Sudah berkali-kali diingatkan tetapi tetap saja melakukan kesalahan. Oleh sebab itu Yesus mau menggantikan hukuman yang harus diterima oleh manusia. Itulah bukti cinta Tuhan pada manusia, pada saya, kalain dan semua umat manusia. Yuk…kita menyanyi Yesus Disalibkan Karena Cinta Saya untuk menunjukkan rasa terima kasih kita pada-Nya.
Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk membuat gambar seperti contoh di bawah ini :
Adapun bahan yang perlu dipersiapkan :
- Gambar salib dan gambar hati sejumlah anak
- Lem
Cara membuat :
Siapkan gambar salib dengan ukuran kertas HVS. Kemudian gambar hati ditengahnya ditulis YESUS LOVES ME lalu ditempel di tengah-tengah gambar salib
Lagu Tema: Yesus disalibkan karena cinta saya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah penyaliban dan kematian Tuhan Yesus.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Yesus,
Tidak seperti biasanya, kita beribadah pada hari Jum’at. Biasanya kita beribadah pada hari Minggu. Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Ya…spesial sebab hari ini kita memperingati bukti kasih Tuhan pada manusia. Siapa yang tahu hari spesial itu? Yach…Betul. Hari ini hari Jum’at Agung. Sebuah peristiwa yang sangat penting bagi umat pengikut Kristus, yaitu kematian Yesus di kayu salib.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Siapakah yang masih ingat cerita minggu yang lalu? Yach betul. Cerita minggu yang lalu tentang Yudas yang menyerahkan Yesus ke para Imam Kepala, para Ahli Taurat dan para tua-tua Yahudi yang sangat tidak suka pada Yesus karena banyak melakukan kebaikan pada orang-orang yang menderita. Yang sakit lumpuh bisa berjalan. Yang buta bisa melihat, bahkan yang mati dihidupkan. Hal inilah yang membuat para Imam dan Ahli Taurat iri pada Yesus. Apalagi para imam kepala, para Ahli Taurat dan para tua-tua Yahudi tidak mendapati kesalahan satupun yang dilakukan oleh Yesus. Akhirnya mereka mencari cara untuk membuat Yesus celaka dengan cara memberi uang pada Yudas Iskariot sehingga mereka dapat menangkap Yesus.
Yesus yang tidak bersalah diperlakukan seolah-olah Yesus seorang penjahat sehingga Yesus harus dihakimi. Oleh sebab itu mereka membawa Yesus ke Mahkamah Agama dan Wali Negeri dan Yesus dianggap bersalah sehingga harus dihukum. Dan hukuman itu adalah mati di kayu salib.
- (Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini gambar perjalanan Yesus memunju Bukit Tengkorak yang disebut dengan bukit Golgota. Letak bukit Golgota ada di luar kota Yerusalem. Salib yang berat itu harus dibawa Yesus sambil sesekali Yesus dicambuk. - (Pamong menunjukkan gambar 2)
Rupanya salib yang dipikul Yesus sangat berat, akhirnya para pengawal meminta Simon dari Kirene yang saat itu sedang lewat. Pada bacaan kita tadi dikatakan bahwa Simon berasal dari Kirene. Ia baru saja dari luar kota. Tentu ia sangat capek, tetapi para pengawal tidak peduli. Mereka memaksa Simon untuk membawa salib Yesus yang berat itu. - (Pamong menunjukkan gambar 3)
Akhirnya Yesus disalib di bukit Tengkorak atau di sebut dengan Golgota. Yesus berada di tengah-tengah. - (Pamong menunjukkan gambar 4)
Lihatlah…semua orang mengejek Yesus dengan mengatakan : “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!”. Tetapi Yesus diam saja. Tak satu katapun, Ia membela diri.
Pada jam 12, tiba-tiba bukit Golgota menjadi gelap sampai jam 3. Dan pada jam 3 akhirnya Yesus mati.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Melihat tanda-tanda sebelum Yesus mati membuat orang banyak sangat terheran-heran. Salah satu yang terheran-heran dalam bacaan kita hari ini adalah kepala pasukan itu dengan mengatakan : ”Sungguh, orang ini adalah Anak Allah”.
Itulah peristiwa Jum’at Agung yang kita peringati pada hari ini. Peristiwa tentang cinta Tuhan pada manusia. Meskipun Ia diolok dan diejek, tetapi Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kejahatan dengan kebaikan. Itulah peristiwa Jum’at Agung.
Aktivitas
Bagi anak-anak menjadi beberapa kelompok dengan jenjang usia yang berbeda. Kemudian Pamong membuat potongan-potongan peristiwa yang terjadi menjelang Yesus mati :
- Yesus disalibkan jam 9 pagi
- Kegelapan mulai jam 12 siang – 3 sore
- Jam 3 Yesus berseru : Eloi, Eloi lama sabakhtani
- Yesus berseru dengan nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya
- Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai bawah
- Kepala Pasukan berkata : “Sungguh, orang ini Anak Allah!”
Potongan-potongan itu diacak lalu minta anak-anak untuk mengurutkan.
Lagu Tema: Yesus Disalibkan Karena Cinta Saya
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat mendaftar urutan peristiwa penyaliban dan kematian Tuhan Yesus
- Anak dapat meneladani pengorbanan Yesus di kayu salib dalam kehidupan sehari-hari
Alat Peraga:
Pamong membuat potongan-potongan peristiwa yang terjadi menjelang Yesus mati :
- Yesus disalibkan jam 9 pagi
- Kegelapan mulai jam 12 siang – 3 sore
- Jam 3 Yesus berseru : Eloi, Eloi lama sabakhtani
- Yesus berseru dengan nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya
- Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai bawah
- Kepala Pasukan berkata : “Sungguh, orang ini Anak Allah!”
Kemudian letakkan potongan-potongan tersebut pada sebuah wadah. Minta 6 anak maju ke depan dan mengambil 1 potongan. Lalu minta mereka untuk mengurutkan peristiwa tersebut. Siapkan juga kertas manila atau papan dengan diberi nomer urut 1 sampai 6.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Yesus,
Tidak seperti biasanya, kita beribadah pada hari Jum’at. Biasanya kita beribadah pada hari Minggu. Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Ya…spesial sebab hari ini kita memperingati bukti kasih Tuhan pada manusia. Siapa yang tahu hari spesial itu? Yach…Betul. Hari ini hari Jum’at Agung. Sebuah peristiwa yang sangat penting bagi umat pengikut Kristus, yaitu kematian Tuhan Yesus di kayu salib.
Mari kita buka Alkitab. Bacaan hari ini terambil dari Markus 15:20b-41. Saya akan memberikan waktu 5 menit untuk dibaca. Setelah itu saya minta kalian untuk menutup Alkitabnya.
Saya berharap kalian masih ingat apa yang kalian baca barusan. Untuk mengetes daya ingat kalian tentang bacaan hari ini, kita akan melakukan sebuah permainan. Di depan kalian ada potongan-potongan peristiwa yang terjadi sebelum Yesus mati sampai Yesus mati di kayu salib. Saya meminta 6 anak untuk maju ke depan untuk mengurutkannya. Ada 6 potongan. Setiap anak mengambil 1 potongan dan diberi kesempatan pada kalian untuk menempel di depan. Tulisan yang kalian ambil itu kira-kira urutan nomer berapa? (Beri kesempatan pada anak-anak untuk mengambil bagian dalam permainan ini. Jika urutannya salah, maka minta 6 anak lagi untuk maju dan mengambil 1 potongan kertas. Permainan ini dapat dilakukan sampai mendapatkan urutan yang tepat)
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Kalian sungguh hebat dapat mengingat peristiwa penyaliban Yesus yang terdapat di kitab Markus. Itulah peristiwa penyaliban Tuhan Yesus. Tahukah kalian mengapa Yesus mau disalib meskipun kita tahu bahwa Yesus tidak melakukan kesalahan? (beri waktu anak-anak untuk menjawab) Betul…..Ia rela mati karena sangat mengasihi pada manusia. Tuhan tahu bahwa manusia tidak bisa membebaskan dirinya dari dosa. Oleh sebab itu Tuhan berinisiatif untuk menggantikan dosa manusia dengan cara rela mati di kayu salib meskipun Ia tidak melakukan kejahatan.
Jika kalian membaca bacaan tadi, tahulah kita betapa dahsyat peristiwa menjelang kematian Yesus. Yesus disalib jam 9 pagi. Pada jam 12 siang sampai 3 sore terjadi gelap gulita. Bukan hanya itu. Ketika Yesus mati, tabir Bait Suci terbelah dari atas sampai bawah. Begitu dahsyatnya kematian Yesus dan itu disaksikan oleh banyak orang termasuk kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Yesus. Kedahsyatan kematian Yesus itu membuktikan bahwa Yesus bukanlah manusia biasa saja. Hal ini dapat kita buktikan dari pengakuan Kepala pasukan : “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Inilah bukti kasih Tuhan pada manusia. Cinta Tuhan pada manusia sangat total. Tidak setengah-setengah. Meskipun Yesus dicaci maki, Yesus tidak membalas caci maki orang lain dengan marah-marah. Meskipun orang banyak mengolok-olok Dia, Yesus diam saja. Ia juga tidak ingin membalas olok-olok orang banyak itu.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini Tuhan mnegajarkan pada kita menyayangi orang lain dengan tulus. Memang akan ada banyak orang yang tidak suka ketika kita melakukan kebaikan, tetapi Tuhan tidak tidak ingin kita menyerah untuk tetap berbuat baik. Ketika kita tetap berbuat baik, maka kita menunjukkan cinta yang total dan sungguh-sungguh. Sebaliknya, jika kita menyerah menlakukan kebaikan karena membuat kita tidak mempunyai teman, maka sesungguhnya kita belum sungguh-sungguh mengasihi orang lain.
Anak-anak yang diakshi Tuhan Yesus,
Melalui peristiwa kematian Yesus ini, Tuhan mengajarkan pada kita untuk mengasihi sesama juga juga dengan sungguh-sungguh. Mari kita menyanyi : Yesus Disalibkan Karena Cinta Saya untuk mengingatkan pada kita bahwa Yesus sudah mati untuk kita maka janganlah kita berbuat dosa lagi, tetapi dengan sungguh-sungguh melakukan kebaikan.
Aktivitas: Membuat Kesanggupan Untuk melakukan kebaikan 1 hari, 1 kebaikan
Pamong menyiapkan kertas origami atau HVS warna-warni. Setiap anak mendapatkan 7 kertas (akan lebih baik jika kertasnya dengan warna yang berbeda). Minta anak-anak membuat bentuk hati dari kertas-kertas yang sudah dibagikan itu. Setelah mereka membuat hati, minta mereka untuk menuliskan nama-nama Hari pada setiap Kertas berbentuk hati. Kemudian minta mereka untuk melakukan 1 perbuatan baik setelah hari pada kertas berbentuk hati.
Contoh :
