Tahun Gerejawi: Pra Paskah V
Tema: Berani berkorban
Bahan Bacaan: Markus 14 : 32-42
Ayat Hafalan: 2 Korintus 12 : 15 “karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi?”
Lagu Tema: KR 63 “Bapa kupersembahan tubuhku”
Penjelasan Teks (hanya Untuk Pamong)
Pada bacaan ini Markus menuliskan kisah Yesus menjelang adegan terakhir dari tugas penggenapanNya. Ini merupakan serangkaian peristiwa yang mengelilingi kematian dan kebangkitanNya. Rangkaian peristiwa tersebut adalah tindakan yang akan menghasilkan penebusan bagi semua orang yang mau menerimaNya.
Yesus berdoa di Getsemani. Dalam keadaan yang penuh dengan tekanan, Markus menuliskan jika Ia sangat takut dan gentar. Untuk itu ia mengajak Petrus, Yohanes dan Yakobus untuk berjaga sementara ia berdoa kepada Bapa. Namun yang didapati malahan muridNya yang tertidur karena tidak dapat menahan rasa mengantuk.
Namun dalam rasa takut dan gentarNya, tidak membuat Yesus lari dari tugasNya. Malahan Ia dengan rela mengorbankan diriNya, agar tujuan dari kedatanganNya tergenapi. Yesus berkorban untuk menebus dosa manusia.
Dari kisah ini pula kita dapat melihat :
- Doa : dalam kesusahan atau kesedihan, hampiri Tuhan Allah dalam Doa menjadi kekuatan yang memberikan ketenangan,
- Sahabat : keberadaan orang di sekitar kita untuk mendukung dan menemani, juga menjadi penting adanya,
- Percaya kepada Tuhan : bahwa semua hal yang terjadi adalah rancangan Tuhan, percaya bahwa semua itu baik,
- Berserah kepada Tuhan : memberikan hidup kita seutuhnya bagi Tuhan. Dengan rela hati untukNya. Disanalah Allah akan menguatkan kita.
Maka, jika Yesus telah mengorbankan diriNya untuk manusia, manusia pun belajar untuk memberikan yang terbaik untukNya. Berani berkorban.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Para murid tidur ketika Yesus bergumul di Getsemani.
Alat Peraga: Pamong menyediakan Permen!
Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak, selamat bertemu kembali dalam ibadah anak ini..
Kakak mau tahu dong, siapa sih yang berangkat sekolah minggu dengan semangat? (tunggu sampai anak-anak merespon). Woah! Apa sih.. yang membuat anak-anak semangat datang ibadah anak? (beri waktu anak-anak untuk menyampaikannya).
Ya, baiklah! Jadi bermacam-macam ya, yang membuat anak-anak semangat pergi ke Ibadah Anak. (bertemu dengan teman, bertemu pamong, memuji Tuhan, belajar bersama, dll). Dan tentunya, kalau datang Ibadah Anak dengan semangat artinya kita semangat juga belajar tentang firman Tuhan Yesus..
Ada yang masih merasa ngantuk?? (aahh.. tadi masih tidur terus dibangunin sama ibu, jadi masih mengantuk deh? Atau… semalam tidurnya malaaammm banget jadi masih ngantuk deh..)
Wahhh hebat deh yang hari ini semangat.. yang masih mengantuk, ayoo.. ada kisah tentang murid-murid Yesus yang ketiduran loh…
Inti Penyampaian
Anak-anak, yuk kita dengarkan ceritanya..
Yesus mengajak tiga orang muridNya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Mereka pergi ke Getesmani. Yesus berdoa di sana dan meminta para muridNya untuk berjaga-jaga. Tetapi waktu Yesus berdoa, mereka bertiga mulai mengantuk sampai tertidur. Mengetahui hal itu, Yesus menghampiri dan membangunkan mereka, kemudian Yesus berdoa kembali..
Anak-anak, rupanya murid-murid Yesus ini sangat mengantuk, jadi waktu Yesus kembali berdoa sampai yang ketiga kalinya, mereka sudah kembali tertidur.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, mulai sekarang kita belajar ya untuk berdoa dengan baik. Jangan sampai mengantuk. Berdoa kepada Tuhan harus dengan penuh sukacita.. dengan rela hati.. Tuhan sudah mengasihi anak-anak loh.. semuanya diberkati oleh Tuhan.
Sekarang.. kita belajar ya.. belajar untuk “rela hati”..
Aktivitas: “Aku Rela!”
- Bagikan setiap anak 5 butir permen
- Minta anak berdiri menjadi dua (2) barisan, saling berhadapan. (Catatan tambahan : usahakan yang berdiri paling ujung adalah pamong)
- Minta mereka berbagi dengan teman-temannya.
- Dengan cara memberi petunjuk :
- Satu permen untuk teman di sebelah kiri
- Satu permen untuk teman di sebelah kanan
- Dua permen untuk teman di depan
Catatan : Berbagi hal kecil yang dimiliki adalah contoh sederhana belajar sikap “rela hati”.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan
- Anak dapat menyebutkan tindakan para murid membiarkan Yesus bergumul di Getsemani.
- Anak dapat memberikan penilaian terhadap sikap para murid yang tidur ketika Yesus bergumul.
- Anak dapat menunjukkan sikap berani berkorban kepada Tuhan dan sesama.
Alat Peraga:
- Biskuit
- Piring Plastik
- Botol Kosong
Pendahuluan
Shalom anak-anak.. selamat pagi..
Adakah yang bersedih hari ini? Ada yang sakit? Kalau yang senang? Nah, bagaimana sih perasaan kalian kalau melihat ada teman yang sedang bersedih? Bagaimana kalau teman kalian ada yang sakit? Lalu kalau melihat teman tersenyum terus, karena dia senang?? (biarkan anak-anak memberikan jawabannya) Ya.. kalau teman kita sedih, kita hibur.. ditemani.. kalau ada yang sakit? Dijenguk.. di tolong.. kalau senang? Ya ikut senang.
Nah, hari ini kita juga akan belajar dari murid-muridNya Tuhan Yesus yang menemani Yesus berdoa di Getsemani..
Inti Penyampaian
Anak-anak yang terkasih..
Pada waktu itu Yesus mengajak tiga orang muridNya. Petrus, Yohanes dan Yakobus pergi ke Getsemani. Yesus sangat takut dan gentar karena Ia harus segera melakukan tugasNya yaitu disalibkan untuk menebus dosa manusia. Makanya Ia meminta ketiga muridNya untuk berjaga-jaga sementara Yesus berdoa.
Tapi, apa yang terjadi? Rupanya ketiga murid Yesus mengantuk hingga tertidur. Mereka membiarkan Yesus berdoa sendiri. Sampai kemudian Yesus berkata kepada mereka “tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?” bahkan Yesus menyuruh mereka untuk berdoa juga.
Penerapan
Anak-anak, Tuhan Yesus begitu mengasihi kita semua. Tuhan Yesus bahkan merelakan diriNya untuk menebus dosa manusia, dosa kita semua. Jika Yesus berani mengorbankan diriNya untuk kita, maka sekarang kita juga harus belajar untuk berkorban demi Tuhan Yesus juga sesama. Bagaimana caranya?
Yuk, kita bisa belajar bersama-sama untuk berkorban kepada Tuhan dan sesama kita..
Aktivitas: “Putar Botol”
Babak 1 :
- Sediakan biskuit, botol bekas dan beberapa piring plastik.
- Ajak anak-anak duduk melingkar.
- Masing-masing anak mendapat satu piring kosong
- Letakkan piring berisi biskuit dan botol bekas di tengah.
- Pamong akan memutar botol. Dimana arah ujung tutup botol berhenti maka anak itu boleh mengambil biskuit di piring tengah.
- Lakukan putaran sampai biskuit habis.
Babak 2 :
- Anak yang mendapat biskuit, kini giliran memutar botol.
- Ia harus memberikan biskuit yang ia punya kepada teman yang ter
- Lakukan sampai biskuit miliknya habis.
- Bergantian dengan anak lain yang juga mendapat biskuit.
Catatan : permainan ini melatih anak untuk peduli kepada orang yang membutuhkan, peduli kepada teman juga mengajarkan kepada anak untuk “rela” memberi dan berkorban dengan apa yang ia miliki.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan :
- Anak dapat menyebutkan tindakan para murid membiarkan Yesus bergumul di Getsemani.
- Anak dapat memberikan penilaian terhadap sikap para murid yang tidur ketika Yesus bergumul.
- Anak dapat menunjukkan sikap berani berkorban kepada Tuhan dan sesama.
Alat Peraga:
- Biskuit
- Piring Plastik
- Botol Kosong
Pendahuluan
Halo anak-anak, selamat pagi..
Bagaimana kabar hari ini? Coba, adakah yang bersedih hari ini? Ada yang sakit? Kalau yang senang? Nah, bagaimana sih perasaan kalian kalau melihat ada teman yang sedang bersedih? Bagaimana kalau teman kalian ada yang sakit? Lalu kalau melihat teman tersenyum terus, karena dia senang?? (biarkan anak-anak memberikan jawabannya) Ya.. kalau teman kita sedih, kita hibur.. ditemani.. kalau ada yang sakit? Dijenguk.. di tolong.. kalau senang? Ya ikut senang.
Baiklah, hari ini kita akan belajar dari murid-murid Yesus ketika mereka menemani Yesus berdoa di Getsemani..
Inti Penyampaian
Anak-anak yang terkasih..
Yesus mengajak tiga orang muridNya yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus pergi ke Getsemani. Waktu itu Yesus merasa sangat takut dan gentar karena Ia sebentar lagi akan disalibkan untuk menebus dosa manusia. Makanya Ia meminta ketiga muridNya untuk berjaga-jaga sementara Yesus berdoa.
Tapi, apa yang terjadi? Rupanya ketiga murid Yesus mengantuk hingga tertidur. Mereka membiarkan Yesus berdoa sendiri. Sampai kemudian Yesus berkata kepada mereka “tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?” bahkan Yesus menyuruh mereka untuk berdoa juga.
Penerapan
Nah anak-anak, Yesus begitu mengasihi manusia.. Ia bahkan merelakan diriNya untuk menebus dosa manusia, dosa kita semua. Jika Yesus berani mengorbankan diriNya untuk kita, maka sekarang kita juga harus belajar untuk berkorban demi Tuhan Yesus juga sesama. Bagaimana caranya?
Yuk, kita bisa belajar bersama-sama untuk berkorban kepada Tuhan dan sesama kita..
Aktivitas : “Putar Botol”
Babak 1 :
- Sediakan biskuit, botol bekas dan beberapa piring plastik.
- Ajak anak-anak duduk melingkar.
- Masing-masing anak mendapat satu piring kosong
- Letakkan piring berisi biskuit dan botol bekas di tengah.
- Pamong akan memutar botol. Dimana arah ujung tutup botol berhenti maka anak itu boleh mengambil biskuit di piring tengah.
- Lakukan putaran sampai biskuit habis.
Babak 2 :
- Anak yang mendapat biskuit, kini giliran memutar botol.
- Ia harus memberikan biskuit yang ia punya kepada teman yang tepilih.
- Lakukan sampai biskuit miliknya habis.
- Bergantian dengan anak lain yang juga mendapat biskuit.
Catatan : permainan ini melatih anak untuk peduli kepada orang yang membutuhkan, peduli kepada teman juga mengajarkan kepada anak untuk “rela” memberi dan berkorban dengan apa yang ia miliki.