Kita Satu di Dalam Tuhan Tuntunan Ibadah Anak 22 Juni 2025

9 June 2025

Tahun Liturgi: Hari Syukur Yayasan Kesehatan
Judul: Kita Satu di Dalam Tuhan
Tema: Anak-anak Allah, Satu di dalam Kristus

Bacaan Alkitab: Galatia 3 : 23 – 29
Ayat Hafalan/ Nats: Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada lakilaki atau perempuan karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. (Galatia 3 : 26)

Lagu Tema:

  1. Aku Inilah Anak Allah
  2. Berbeda Tapi Satu

Penjelasan Teks:
Konteks surat Paulus kepada jemaat di Galatia ini adalah pertentangan orang Yunani (non Yahudi) yang baru menjadi Kristen dengan orang Kristen Yahudi yang menuntut agar mereka ini melakukan ketaatan terhadap hukum Taurat dan sunat. Situasi inilah yang mendorong Paulus menulis suratnya kepada Jemaat Galatia untuk meluruskan pemahaman mereka seturut dengan Injil. Jemaat Kristen di Galatia diingatkan bahwa keselamatan diperoleh orang percaya hanya kasih karunia oleh penebusan Kristus, bukan karena perbuatan baik mereka dalam melakukan hukum taurat.

Hukum Taurat itu pedoman yang membimbing dan menuntun umat menjadi umat yang baik dan benar, namun tidak menyelamatkan hidup mereka. Sehingga, tentu tidak tepat jika ada yang sudah percaya Kristus dan dibaptis dalam iman pada penebusan Kristus, masih harus dituntut untuk melakukan aturan hukum Taurat. Apalagi, jika berpandangan bahwa melakukan hukum Taurat masih bisa menambahkan keselamatan hidup mereka. Karena itulah, umat dipanggil untuk tumbuh dalam iman yang benar kepada Yesus Kristus yang telah mengorbankan nyawa-Nya, mati demi manusia beroleh keselamatan.

Dalam iman yang demikian inilah, segala perbedaan yang ada di jemaat Galatia, baik itu Yahudi – Yunani, tuan – hamba, laki-laki – perempuan telah disatukan sebagai anak-anak Allah. Baptisan yang telah mereka terima itu membuat perbedaan tidak lagi berarti, karena mereka semua satu di dalam Kristus, sama-sama menjadi milik Kristus yang menerima janji keselamatan Allah. Inilah yang perlu dirayakan dengan sukacita sampai dengan saat ini.

Refleksi Pamong :
Para Pamong jemaat mungkin memiliki beragam perbedaan yang terkadang bisa menimbulkan gesekan dan persoalan. Firman hari ini menyemangati pamong untuk selalu mengupayakan persatuan di dalam Kritus dan tidak merisaukan perbedaan. “Kita ini satu dalam Kristus, tidak ada yang memisahkan sekalipun banyak perbedaan” adalah kabar gembira yang menjadi pesan kebaikan dan harus disampaikan kepada anak-anak melalui kata dan karya nyata para pamong,


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak mengatakan “Kita satu di dalam Tuhan” kepada teman-temannya.

Alat Peraga: Bola / stik es krim, 2 keranjang / kotak yang ditulisi persamaan dan perbedaan. Tulisan Anak Tuhan Yesus.

Pendahuluan:
Anak-anak balita diajak berdiri saling memperhatikan teman-temannya. Pamong menyediakan bola-bola kecil atau stik es krim yang nantinya akan ditempeli tulisan tentang perbedaan dan persamaan di antara anak-anak balita. Anak-anak diminta untuk menyebutkan apa sajakah perbedaan di antara mereka, dan apa sajakah persamaan di antara mereka. Misalnya, Perbedaan : laki-laki dan perempuan, tinggi dan pendek, kulit putih dan coklat, rambut pendek dan panjang, rambut lurus dan ikal / keriting, dsb. Persamaan : semua Balita, semua warga jemaat…., semua Kristen, semua anak Tuhan.

Cerita:
Anak-anak yang baik, kita sudah tahu bahwa kita semua ini punya perbedaan. Namun, kita yang berbeda ini juga punya persamaan. Persamaannya adalah “kita satu di dalam Tuhan” (minta anak-anak untuk menirukan “kita satu di dalam Tuhan” lalu mengatakan kepada teman di samping kiri dan kanan, depan dan belakangnya). Anak-anak yang berbeda jenis kelaminnya, tinggi badannya, warna kulitnya, bentuk rambutnya, (sembari pamong menunjukkan peraga yang sudah ditulisi tadi) adalah sama-sama anak Tuhan Yesus (tempelkan tulisan anak Tuhan Yesus pada keranjang / kotak).

Kita semua disatukan oleh Kasih Yesus. Ketika kecil, kita sama-sama sudah dibaptis. Itu artinya, kita sama-sama sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Perbedaan-perbedaan itu jangan jadi persoalan. Perbedaan itu tidak masalah, karena Tuhan mengasihi kita yang berbeda dan menyatukan kita dalam kasih-Nya. Kita ini sama-sama menjadi miliknya Tuhan Yesus.

Wah, betapa bahagianya kita semua ini jadi anak Tuhan yang dikasihi-Nya. Karena itu, jangan lagi membeda-bedakan ya. Misalnya : aku maunya main sama ini, nggak mau itu. Yang aku pinjami mainan atau aku kasih barang yang itu saja, bukan yang ini. Tidak begitu ya. Jangan membeda-bedakan, karena apa? Ayo kita ucapkan bersama-sama kalimat tadi. Karena “kita satu di dalam Tuhan!”

Aktivitas:
Gambar diprint dan dipotong-potong. Setiap anak menerima 1 potong, jika potongan lebih banyak dari jumlah anak bisa diberi lebih dari 1. Lalu minta untuk menyusun puzzle dengan gambar yang dipegangnya itu.

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak mengatakan “Kita satu di dalam Tuhan” kepada teman-temannya.

Alat Peraga: kertas kecil, kertas manila/ white board

Pendahuluan:
Anak-anak pratama diajak berdiri saling memperhatikan teman-temannya. Pikirkan perbedaan dan persamaan apa saja yang ada pada mereka. Anak-anak diminta menuliskan pada kertas kecil yang dibagikan. Pamong menuliskan  di kertas manila / white board, lalu anak-anak diminta untuk menempelkan yang sesuai, mana perbedaan dan mana persamaan. Sesudah semua anak menempelkan, ajak anak-anak untuk membacakan perbedaan dan persamaan itu. Misalnya, Perbedaan : laki-laki dan perempuan, tinggi dan pendek, kulit putih dan coklat, rambut pendek dan panjang, rambut lurus dan ikal / keriting, dsb. Persamaan : semua Balita, semua warga jemaat…., semua Kristen, semua anak Tuhan.

Cerita:
Anak-anak yang baik, kita sudah tahu bahwa kita semua ini punya perbedaan. Namun, kita yang berbeda ini juga punya persamaan. Persamaannya adalah “kita satu di dalam Tuhan” (minta anak-anak untuk mengatakan “kita satu di dalam Tuhan” lalu mengatakan kepada teman di samping kiri dan kanan, depan dan belakangnya). Anak-anak yang berbeda jenis kelaminnya, tinggi badannya, warna kulitnya, bentuk rambutnya, (sembari pamong menunjuk pada manila / white board yang sudah ditempeli anak-anak) adalah sama-sama anak Tuhan Yesus

Kita semua disatukan oleh Kasih Yesus. Ketika kecil, kita sama-sama sudah dibaptis. Itu artinya, kita sama-sama sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Perbedaan-perbedaan itu jangan jadi persoalan. Perbedaan itu tidak masalah, karena Tuhan mengasihi kita yang berbeda dan menyatukan kita dalam kasih-Nya. Kita ini sama-sama menjadi miliknya Tuhan Yesus.

Itulah yang dipesankan oleh Rasul Paulus kepada jemaat Kristen di Galatia. Meskipun mereka banyak perbedaan, karena orang Yahudi dan Yunani, tapi mereka sama-sama percaya pada Tuhan Yesus. Itu berarti mereka sudah diikat dan disatukan oleh kasih Tuhan Yesus.

Wah, betapa bahagianya kita semua ini jadi anak Tuhan yang dikasihi-Nya. Karena itu, jangan lagi membeda-bedakan ya. Misalnya : aku maunya main sama ini, nggak mau itu. Yang aku pinjami mainan atau aku kasih barang yang itu saja, bukan yang ini. Tidak begitu ya. Jangan membeda-bedakan, karena apa? Ayo kita ucapkan bersama-sama kalimat tadi. Karena “kita satu di dalam Tuhan!”  Minta anak-anak mengatakan ini sambil bersalaman dengan semua teman-teman pratama-nya.

Aktivitas:
Bermain puzzle yang agak banyak sejumlah sekitar 40 pcs untuk yang dimainkan sekitar 4-5 anak. Sembari memainkan, anak-anak diajak meng-afirmasi diri dengan mengatakan “kita satu di dalam Tuhan. kita pasti bisa”


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan: Bersama dengan kelompoknya, anak menyusun 5 kalimat positif yang mengajak orang lain bersatu tanpa memandang perbedaan.

Alat Peraga: Lembar Aktivitas

Pendahuluan
Teman-teman, sila diisi dengan berkelompok, 2-3 orang.

A B V B E R T E M A N E M
M E R A N G K U L N L J E
H R K M E N G A S I H I N
J S U I J K R M L Y E L O
N A E R D M E N A M P A P
B T E N C U B I T K U E A
V U R E N D A H H A T I N
M E M A A F K A N R E K G
M X M E N E R I M A Y L K

 

5 kata positif yang dapat ditemukan dalam kotak di atas. BERTEMAN
MERANGKUL
MEMAAFKAN
MENOPANG
BERSATU
MENERIMA
RENDAH HATI
MENGASIHI

 

A B V B E R T E M A N E M
M E R A N G K U L N L J E
H R K M E N G A S I H I N
J S U I J K R M L Y E L O
N A E R D M E N A M P A P
B T E N C U B I T K U E A
V U R E N D A H H A T I N
M E M A A F K A N R E K G
M X M E N E R I M A Y L K

Anak-anak madya, kita semua adalah milik Kristus. Sama-sama menjadi orang yang dikasihi-Nya sekalipun kita ini punya banyak perbedaan. Apa sajakah perbedaan di antara kita? Minta anak-anak untuk menjawabnya.

Melalui bacaan hari ini, Paulus mengingatkan jemaat Galatia bahwa mereka semua adalah satu di dalam Kristus? Mengapa harus diingatkan? Ya, karena sebelumnya, jemaat Kristen di Galatia yang terdiri dari orang Yahudi dan orang Yunani ini bertengkar. Menurut orang Yahudi, orang Yunani yang menjadi Kristen belum satu dengan mereka jika belum melakukan Taurat seperti yang dilakukan orang Yahudi. Karena itu, Paulus mengingatkan bahwa sekalipun mereka berbeda mereka ini satu di dalam Kristus, sama-sama milik Kristus. Jadi tidak boleh dibedakan, kamu Yahudi atau Yunani, kamu hamba atau tuan, kamu laki-laki atau perempuan, semua sama-sama sudah diikat dan disatukan oleh kasih Tuhan Yesus.

Demikian juga kita sekarang. Sekalipun masing-masing berbeda, jangan dilihat perbedaannya, tetapi mari melihat persamaannya. Sama-sama sudah dibaptis dalam nama Bapa – Putra – dan Roh Kudus, sama-sama menjadi milik Kristus. Wah, betapa bahagianya kita semua ini jadi anak Tuhan yang dikasihi-Nya. Karena itu, jangan lagi membeda-bedakan ya. Ajak dan rangkullah semua teman, agar semua merasakan kasih dan bahagia yang sama, seperti yang juga kita rasakan. Kata-kata positif yang kita temukan dalam permainan tadi harus kita wujudkan dalam keseharian kita, supaya kita menjadi anak Tuhan yang terus menyatu apapun perbedaan yang kita punya.

Aktivitas:
Anak-anak Madya dibagi dalam beberapa kelompok, kemudian diminta menyusun 5 kalimat positif yang mengajak orang lain bersatu tanpa memandang perbedaan.
Misal:

  • Bermain bersama itu Keren!
  • Beda biasa, tetap Bersatu luar biasa.
  • Dst …

BASA JAWA

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Pambuka
Bocah-bocah kaajak ngadeg lan nggatekake kanca-kancane, banjur kaajak nyebutake apa kang beda lan kang padha ana ing antarane para bocah iku. Kaya ta, kang beda : lanang lan wadon, dhuwur lan pendek, kulit putih lan coklat, rambut pendek lan dawa, rambut lurus lan ikal / keriting, dsp. Kang padha : kabeh Balita, kabeh warga jemaat…., kabeh Kristen, kabeh putrane Gusti.

Carita:
Anak-anak, awake dhewe wis ngreti yen kabeh iku ana bedane. Nanging, kejaba ana bedane, kita iki uga ana kang padha lho. Apa kang padha? Yaiku “kita padha tunggil ing Gusti” (bocah-bocah kaajak niroake “kita padha tunggil ing Gusti” banjur ngomong marang kanca ing cedhake). Bocah kang beda lanang apa wadon, beda dhuwur lan pendeke, beda warna kulite, bentuk rambutnya, iku kabeh padha-padha Putrane Gusti Yesus.

Kita kabeh iki wis katunggilake karana katresnane Sang Kristus. Nalika cilik, kita wis padha kabaptis. Iku tegese, kita wis kawilujengake dening Gusti Yesus. Senadyan beda, iku kabeh aja dadi masalah, amarga Gusti Yesus nresnani kita kabeh lan naleni kita dadi siji ana ing katresnane. Dadi, kita kabeh iki padha-padha kagungane Gusti Yesus.

Wah, mesthi bungah tenan awake dhewe iki dadi putrane kinasihe Gusti Allah. Mulane, awake dhewe aja mbeda-bedakake ya. Contone : aku emoh dolanan karo iki, aku geleme karo ake. Sing dak silihi dolanan sing kae wae, dudu sing iki. Aja kaya mangkono ya. Aja mbeda-bedakake. Karana apa? Karena “kita padha tunggil ing Gusti!”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Pambuka
Bocah-bocah kaajak ngadeg lan nggatekake kanca-kancane, lan kaajak mikir apa kang beda lan kang padha ana ing antarane para bocah iku. Banjur nulis ana ing kertas cilik lan katempelake ana ing kertas manila / white board kang kacawisake pamong, endi kang padha lan endi kang beda.  Sawuse kabeh katempel, para bocah kaajak maca apa wae kang padha lan kang beda iku. Contone : lanang lan wadon, dhuwur lan pendek, kulit putih lan coklat, rambut pendek lan dawa, rambut lurus lan ikal / keriting, dsp. Kang padha : kabeh Balita, kabeh warga jemaat…., kabeh Kristen, kabeh putrane Gusti.

Carita:
Anak-anak, awake dhewe wis ngreti yen kabeh iku ana bedane. Nanging, kejaba ana bedane, kita iki uga ana kang padha lho. Apa kang padha? Yaiku “kita padha tunggil ing Gusti” (bocah-bocah kaajak niroake “kita padha tunggil ing Gusti” banjur ngomong marang kanca ing cedhake). Bocah kang beda lanang apa wadon, beda dhuwur lan pendeke, beda warna kulite, bentuk rambutnya, iku kabeh padha-padha Putrane Gusti Yesus.

Kita kabeh iki wis katunggilake karana katresnane Sang Kristus. Nalika cilik, kita wis padha kabaptis. Iku tegese, kita wis kawilujengake dening Gusti Yesus. Senadyan beda, iku kabeh aja dadi masalah, amarga Gusti Yesus nresnani kita kabeh lan naleni kita dadi siji ana ing katresnane. Dadi, kita kabeh iki padha-padha kagungane Gusti Yesus.

Iku kang didhawuhake dening Rasul Paulus marang pasamuwan Kristen ing kutha Galati. Senadyan akeh bedane, karana siji wong Yahudi lan sijine wong Yunani, kabeh iku padha-padha percaya marang Gusti Yesus. Itu ateges, kabeh wis ditaleni kanthi katresnane Gusti Yesus.

Wah, mesthi bungah tenan awake dhewe iki dadi putrane kinasihe Gusti Allah. Mulane, awake dhewe aja mbeda-bedakake ya. Contone : aku emoh dolanan karo iki, aku geleme karo ake. Sing dak silihi dolanan sing kae wae, dudu sing iki. Aja kaya mangkono ya. Aja mbeda-bedakake. Karana apa? Karena “kita padha tunggil ing Gusti!”  Ayo kita ucapna bebarengan. “kita padha tunggil ing Gusti!”  Ajak bocah-bocah ngucapna iki sinambi salaman karo kanca-kancane.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Pambuka

Bocah-bocah kabagi kelompok, 2-3 bocah.

A N V K E K A N C A N E M
N G R A N G K U L N L J E
H A N R E S N A N I H I N
J P U I J K R M L Y E L O
N U E T E T U L U N G A P
B R E N C U B I T K U E A
V A R N Y A T U N G G I L
M E M A A F K A N R E K G
A N D H A P A S O R Y L K

 

Temokake 5 tembung positif kang ana ing kotak ing dhuwur. KEKANCAN
NGRANGKUL
NGAPURA
TETULUNG
NYATUNGGIL
NRESNANI
ANDHAP ASOR

 

A N V K E K A N C A N E M
N G R A N G K U L N L J E
H A N R E S N A N I H I N
J P U I J K R M L Y E L O
N U E T E T U L U N G A P
B R E N C U B I T K U E A
V A R N Y A T U N G G I L
M E M A A F K A N R E K G
A N D H A P A S O R Y L K

Anak-anak, awake dhewe iki kagungane Gusti Yesus. Padha-padha ditresnani senadyan akeh bedane siji lan sijine. Apa wae to bedane yen miturut anak-anak?

Lumantar crita kitab suci dina iki, Paulus ngelingake wong Kristen ing kutha Galati yen kabeh iku nyawiji ana ing Sang Kristus. Kenapa kok kudu dielingake? Ya, karana sakdurunge, wong Kristen ing Galati iku ana wong Yahudi lan wong Yunani kang banjur padha gegeran. Miturut wong Yahudi, wong Yunani kang dadi Kristen iku durung nyawiji karo dheweke yen durung nglakoni Toret kayadeni wong Yahudi padha nglakoni. Mulane, Paulus ngelingake senadya ing antarane wong-wong galati iku ana bedane, kabeh iku wis katunggilake ana ing Sang Kristus, padha-padha kagungane Sang Kristus. Dadi, ora pareng kabedak-bedakake, kowe Yahudi utawa Yunani, kowe batur utawa bendara, kowe lanang utawa wadon, kabeh padha-padha wis kaiket lan katunggilake ing sihe Gusti Yesus.

Mangkono uga saiki, senadyan awake dhewe ana bedane, aja disawang kang beda iku, nanging ayo disawang kang padha wae. Padha-padha wis kabaptis ana ing asmane Allah Sang Rama – Gusti yesus Sang Putra – lan Sang Roh Suci, lan padha dadi kagungane Sang Kristus. Wah, iba bungahe awake dhewe iki dadi putra kinasihe Gusti. Mulane, aja maneh mbedak-mbedakake ya. Ayo diajak lan dirangkul kabeh kanca, supaya kabeh iya padha ngrasakno katresnan lan padha bungah, kaya kang kita rasakne. Tembung-tembung positif ana ing kotak permainan mau kudu kita wujudake ana ing urip saben dina, supaya kita dadi putrane Gusti kang terus nyatunggil.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak