Aku Mau Terus Berbuah Tuntunan Ibadah Anak 29 Juni 2025

16 June 2025

Tahun Liturgi: Penutupan Bulan Kespel
Judul: Aku mau terus Berbuah
Tema: Hidup dalam Roh yang menghasilkan Buah Roh

Bacaan Alkitab: Galatia 5 : 13 – 26
Ayat Hafalan/ Nats: Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5 : 22 – 23a)

Lagu Tema:

  1. Buah Roh Kudus
  2. Buah Roh Kudus

Penjelasan Teks:
Hidup mengikut Kristus adalah hidup yang sudah dimerdekakan. Yang dimaksud kemerdekaan ini adalah anugerah karena penebusan Yesus Kristus. Manusia selama ini terbelenggu oleh dosa dan jika ingin terbebas harus melakukan berbagai aturan Taurat. Namun kenyataannya, manusia tidak bisa memenuhi dengan sempurna, sehingga semakin merasa terbelenggu oleh dosa. Tidak mampu untuk berbuat kasih dengan bahagia dan bebas, apalagi merasa dekat dengan Allah. Hal itu karena pemahaman bahwa yang boleh dekat Allah hanyalah orang suci bukan orang berdosa.

Paulus memberitakan kabar bahagia, bahwa manusia yang percaya kepada Yesus sudah dibebaskan dari belenggu dosa itu. Kebebasan atau kemerdekaan yang diberikan Tuhan Yesus ini harus dijaga, jangan sampai disalahgunakan. Bagaimana cara menjaga kemerdekaan yang berupa keselamatan itu? Yaitu dengan cara hidup dalam Roh Tuhan. Kegagalan hidup dalam Roh itu seringkali diakibatkan karena manusia lebih suka hidup dalam daging. Keduanya ini bertentangan.

Bacaan hari ini menerangkan apa saja contoh perbuatan daging (ayat 19-21) dan apa saja contoh buah Roh (ayat 22 – 23). Kemerdekaan Kristen menuntut orang Kristen hidup dalam Roh yaitu dipimpin oleh Roh  yang artinya tidak lagi tunduk kepada hukum Taurat. Hidup oleh Roh menjamin bahwa orang tidak lagi berbuat sesuka hatinya, karena jika orang masih berbuat sesuka hati dan merugikan itu disebut hidup menuruti keinginan daging. Seharusnya orang yang hidup dalam kemerdekaan karena Kristus itu menang atas keinginan-keinginan daging. Inilah tanda bahwa orang hidup baru di dalam Roh.

Inilah panggilan hidup kita sebagai orang Kristen yang sudah diselamatkan oleh Kristus. Setiap saat hidup dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Mari setia melakukan sebagai saksi dan pelayanan Kristus.

Refleksi Pamong:
Sebagaimana pesan Paulus yang mengingatkan orang percaya Kristus bahwa hidupnya sudah dimerdekakan oleh Kritus maka harus ditunjukkan melalui perbuatan yang menampakkan buah Roh, maka Pamong juga dipanggil untuk menampakkan buah Roh itu dalam pelayanan kepada anak-anak. Sekalipun pelayanan ini kadang menguji kesabaran, penuh perjuangan yang membuat rentan menyerah, bersama dengan tuntunan Roh Kudus pamong dipanggil untuk tetap setia berbuahkan Roh. Pesan ini penting untuk digaungkan pada penutupan bulan KESPEL ini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak menirukan buah-buah Roh

Alat Peraga:

  1. 1 buah keranjang
  2. 9 Buah Roh dari bola-bola kecil yang diwarnai dan diberi tulisan 9 buah Roh : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. (jika tidak ada bola, bisa gambar beragam buah yang diberi tulisan buah Roh)
  3. Pohon Roh : dari kardus, atau ranting / pohon dari bunga baik asli/imitasi.

Pendahuluan:
Anak-anak yang baik, siapa yang suka makan buah? Buah apa sajakah yang kalian suka? Beri kesempatan anak-anak untuk menjawab. Mengapa menyukai buah itu?

Anak-anak, selain buah-buah yang kita makan dan bisa kita beli di toko, ada lagi buah yang harus kita punya. Apa sajakah itu? Edarkan keranjang berisi buah Roh dan minta beberapa anak mengambil 1 persatu.

Cerita:
Anak-anak, semua yang ada di dalam keranjang ini tadi adalah buah Roh. Buah Roh adalah perbuatan yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Buah pertama adalah KASIH. Yuk, kita ulangi! (ajak anak untuk menirukannya) Sebagai anak Tuhan, kita harus mengasihi dan baik hati pada orang lain. Kedua, SUKACITA. Yuk, kita ulangi! (ajak anak untuk menirukannya). Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin banyak sukacita yang kita punya. Saat bersama orang lain, kita melakukan hal membuat bahagia, sehingga orang lain juga gembira karena kita. Yang Ketiga, DAMAI SEJAHTERA. Jika kita dekat dengan Tuhan, maka kita semakin merasakan damai sejahtera, tenang dalam hati. Yang keempat, KESABARAN. Yuk, kita ulangi! (ajak anak untuk menirukannya) Semakin mengenal Tuhan, seharusnya jadi anak yang sabar, tidak mudah nangis dan marah-marah.

Yang kelima dan keenam, KEMURAHAN dan KEBAIKAN. Yuk, kita ulangi! (ajak anak untuk menirukannya) Sebagai anak yang dikasihi Tuhan, kita harus bermurah hati melalui perbuatan baik kepada orang lain. Yang ketujuh dan kedelapan adalah KESETIAAN dan KELEMAHLEMBUTAN. Yuk, kita ulangi! (ajak anak untuk menirukannya) Menjadi anak Tuhan harus bisa diandalkan melalui kesetiaan melakukan tugas kita. Baik sendiri maupun bersama yang lain, kita harus lemah lembut dan tidak kasar. Yang terakhir, PENGUASAAN DIRI. Yuk, kita ulangi! (ajak anak untuk menirukannya) Semakin kita mengenal Yesus kita akan semakin mengendalikan diri, supaya tidak serakah dan menang sendiri.

Wah, lebat sekali ya buah dari pohon Roh ini. Mari kita hitung, apakah jumlahnya tetap? (ajak anak menirukan pamong. Satu, kasih….s.d. sembilan, penguasaan diri)

Aktivitas:
Pamong menyiapkan kartu bergambar buah untuk diwarnai anak. Sebelumnya, minta anak memilih salah satu buah roh, kemudian tuliskan pada sketsa buah tersebut. Kartu dapat diunduh di sini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Anak menghafalkan buah-buah Roh, secara langsung maupun melalui lagu.

Alat Peraga: Gambar buah roh, dapat diunduh di sini.

Pendahuluan:
Anak-anak pratama yang baik, siapa yang suka makan buah? Buah apa sajakah yang kalian suka? Beri kesempatan anak-anak untuk menjawab. Mengapa menyukai buah itu?

Anak-anak, selain buah-buah yang kita makan dan bisa kita beli di toko, ada lagi buah yang harus kita punya. Apakah itu? (tunjukkan gambar). Ya, itu adalah buah Roh.  Apa sajakah itu? Mari kita baca bersama. Untuk membantu menghafal buah Roh, mari kita menyanyikannya. (lihat link youtube pada lagu)

Cerita:
Anak-anak yang hebat, buah-buah Roh ini adalah perbuatan yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Jadi, selain menghafal, kita juga harus berusaha melakukan. Buah pertama adalah KASIH. Sebagai anak Tuhan, kita harus mengasihi dan baik hati pada orang lain. Kedua, SUKACITA. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin banyak sukacita yang kita punya. Saat bersama orang lain, kita melakukan hal membuat bahagia, sehingga orang lain juga gembira karena kita. Yang Ketiga, DAMAI SEJAHTERA. Jika kita dekat dengan Tuhan, maka kita semakin merasakan damai sejahtera dan ketenangan dalam hati. Yang keempat, KESABARAN. Semakin mengenal Tuhan, seharusnya jadi anak yang sabar, tidak mudah emosi, marah-marah dan egois.

Yang kelima dan keenam, KEMURAHAN dan KEBAIKAN. Sebagai anak yang dikasihi Tuhan, kita harus bermurah hati melalui perbuatan baik kepada orang lain. Yang ketujuh dan kedelapan adalah KESETIAAN dan KELEMAHLEMBUTAN. Menjadi anak Tuhan harus bisa diandalkan melalui kesetiaan melakukan tugas kita. Baik sendiri maupun bersama yang lain, kita harus lemah lembut dan tidak kasar. Yang terakhir, PENGUASAAN DIRI. Semakin kita mengenal Yesus kita akan semakin mengendalikan diri, supaya tidak serakah dan menang sendiri.

Itulah pesan rasul Paulus kepada jemaat di Galatia. Memangnya ada apa dengan jemaat Galatia sehingga harus menerima pesan ini? Bacaan hari ini mengisahkan bahwa orang Kristen di Galatia itu lupa bahwa mereka ini sudah dimerdekakan atau dibebaskan oleh Yesus Kristus dari dosa. Orang yang sudah merdeka dari dosa, harusnya bebas melakukan perbuatan baik, bukan malah melakukan perbuatan dosa yang menuruti keinginan daging. Mari kita baca bersama ayat 19 – 21a.

Jika 9 buah Roh tadi kita lakukan, maka perbuatan daging ini akan menjauh dan menghilang dari anak-anak Tuhan.

Aktivitas:
Anak-anak diberi gambar buah kosong untuk dikreasikan menjadi hiasan tentang buah Roh. Minta mereka menuliskan buah-buah Roh untuk membantu mereka menghafal.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat memilah perbuatan yang menuruti keinginan daging dan perbuatan yang menuruti keinginan Roh.
  2. Dengan diskusi kelompok anak dapat membuat contoh sederhana perbuatan menuruti keinginan daging dan perbuatan menuruti buah Roh dalam kehidupan sehari-hari.

 Alat Peraga:

  1. Kertas berisi keinginan daging (ayat 19-21a) dan buah Roh (ayat 22 – 23a).
  2. Pohon Roh (lebat, segar, rimbun) dan Pohon Keinginan Daging (kering).
    Peraga dapat diunduh di sini.

Pendahuluan:
Anak-anak, setelah membaca bacaan ini, sila mengambil kertas pada kotak secara bergantian. Bacalah kemudian tentukan, termasuk buah dari pohon manakah itu? Buah dari pohon Roh ataukah buah dari pohon keinginan daging?

Cerita:
Anak-anak terkasih, kepada orang Kristen di Galatia, Paulus mengingatkan 2 hal ini. Hidup mengikut Kristus itu berarti sudah dimerdekakan atau diselamatkan. Jika sebelumnya, harus berbuat baik supaya selamat sekarang selamat karena anugerah Kristus. Sayangnya, orang Kristen di Galatia itu nampak lupa bahwa mereka ini sudah dimerdekakan atau dibebaskan oleh Yesus Kristus dari dosa. Orang yang sudah merdeka dari dosa, harusnya bebas melakukan perbuatan baik, bukan malah melakukan perbuatan dosa yang menuruti keinginan daging. Mari kita baca bersama ayat 19 – 21a. Seperti yang sudah anak-anak lakukan lagi, semua perbuatan itu menuruti keinginan daging. Yang jika dilakukan seperti berada di pohon yang kering.

Bagaimana caranya supaya buah pohon kering ini menjauh dan menghilang dari anak-anak Tuhan? Mari kita baca bersama ayat 22 – 23a. 9 buah Roh ini adalah perbuatan yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Buah pertama adalah KASIH. Sebagai anak Tuhan, kita harus mengasihi dan baik hati pada orang lain. Kedua, SUKACITA. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin banyak sukacita yang kita punya. Saat bersama orang lain, kita melakukan hal membuat bahagia, sehingga orang lain juga gembira karena kita. Yang Ketiga, DAMAI SEJAHTERA. Jika kita dekat dengan Tuhan, maka kita semakin merasakan damai sejahtera dan ketenangan dalam hati. Yang keempat, KESABARAN. Semakin mengenal Tuhan, seharusnya jadi anak yang sabar, tidak mudah emosi, marah-marah dan egois.

Yang kelima dan keenam, KEMURAHAN dan KEBAIKAN. Sebagai anak yang dikasihi Tuhan, kita harus bermurah hati melalui perbuatan baik kepada orang lain. Yang ketujuh dan kedelapan adalah KESETIAAN dan KELEMAHLEMBUTAN. Menjadi anak Tuhan harus bisa diandalkan melalui kesetiaan melakukan tugas kita. Baik sendiri maupun bersama yang lain, kita harus lemah lembut dan tidak kasar. Yang terakhir, PENGUASAAN DIRI. Semakin kita mengenal Yesus kita akan semakin mengendalikan diri, supaya tidak serakah dan menang sendiri.

Pesan rasul Paulus kepada jemaat di Galatia ini juga berlaku buat kita sekarang. Bersukacita sekali jika kita sudah dimerdekakan atau dibebaskan oleh Yesus Kristus dari dosa. Orang yang sudah merdeka dari dosa, harusnya bebas melakukan perbuatan baik, bukan malah melakukan perbuatan dosa yang menuruti keinginan daging.

Aktivitas:
Pamong membagi anak dalam beberapa kelompok. Minta anak berdiskusi tentang contoh sederhana tentang perbuatan menuruti keinginan daging dan perbuatan menuruti buah Roh dalam kehidupan sehari-hari. Daftar dapat diunduh di sini.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak