Tahun Liturgi: Trinitas
Judul: Tak Pernah Sendiri
Tema: Tritunggal Kudus, Tritunggal yang Esa
Bacaan Alkitab: Yohanes 16 : 12 – 15
Ayat Hafalan/ Nats: Yohanes 16 : 13a
Lagu Tema:
Penjelasan Teks:
Setelah rangkaian panjang dalam tahun liturgi, kita diajak menghayati karya Allah yang mencipta bumi dan alam semesta. Ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah di dalam Yesus Kristus telah menyatakan anugerah dan kasih karunia-Nya dengan menyelamatkan manusia. Setelah Yesus mati dan bangkit, Dia naik ke Sorga, namun manusia tidak ditinggalkan sendiri. Allah memberikan Roh Kudus-Nya agar manusia senantiasa dikuatkan, dimampukan, dan diberikan kuasa untuk melanjutkan tugas pelayanan Kristus di dunia ini. Penyataan Tri Tunggal Kudus di dalam Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus inilah yang menjadi bagian utuh bagi umat percaya dalam menghayati imannya. Karena itu, Minggu trinitas ini dirayakan seminggu setelah Pentakosta.
Pengajaran Kristen kita diletakkan pada doktrin trinitas ini. Bahwa kita memiliki Allah yang ESA, yang dalam karyanya nyata dalam 3 pribadi. Pribadi Allah, pribadi Yesus Kristus, dan pribadi Roh Kudus. Allah yang esa ini dikenal dalam karya masing-masing ketiganya. Dalam bacaan kita ini, dijelaskan secara khusus bagaimana karya Roh Kudus dalam kehidupan kita. Yohanes menegaskan bahwa Dia adalah Roh Kebenaran yang akan menolong dan membimbing umat pada seluruh kebenaran Allah.
Yesus memberikan pesan ini ketika Ia ada bersama para murid. Kehadiran Allah Bapa dirasakan oleh para murid secara utuh melalui kehadiran Yesus bersama mereka. Ketika Yesus naik ke Sorga, kehadiran Allah akan tetap mereka alami melalui kehadiran Roh Kudus. Kebenaran Allah itu bisa dialami umat bukan karena mereka berusaha dengan kekuatan diri hidup benar dan saleh. Namun, umat akan menerima kebenaran hikmat Allah yang membebaskan dari kuasa dosa apabila mereka berada dalam persekutuan kasih Allah, yaitu Bapa-Anak-Roh Kudus.
Maka selanjutnya, sebagai umat yang sudah menerima keutuhan karya Allah tritunggal, kita dipanggil untuk menyaksikan akan karya-Nya. Menjadi tugas dan panggilan kita selaku umat-Nya untuk mewujudkan kasih dan karya Allah Tri Tunggal di dalam kehidupan kita sehari-hari dengan berbuat yang benar.
Refleksi Pamong:
Panggilan sebagai pamong seringkali menjadi pengalaman yang penuh dengan lika liku. Namun demikian, persekutuan yang dibangun antara pamong dengan Allah tritunggal, akan menolong dan memimpinnya mampu menyaksikan karya Allah dalam pelayanan. Sejatinya, pamong tidak pernah berjalan sendirian karena kuasa Allah Tritunggal senantiasa hadir dalam setiap yang dilakukannya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak menyebutkan siapa saja orang yang sering bersama dengan mereka/ tidak membiarkan mereka sendiri.
Alat Peraga: Gambar dengan tulisan ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, paman, bibi, guru, pamong, teman-teman, dapat diunduh di sini.
Pendahuluan :
Cetaklah kartu sejumlah anak. Masing-masing anak diminta mengambil kartu yang dalam keadaan tertutup. Setelah semua mendapatkan, minta anak-anak membuka/ membaliknya, lalu menebak gambar tersebut.
Anak-anak yang baik, gambar siapakah itu?
Siapa yang sering menemani kalian bermain? Sembari membawa semua gambar, tanyai beberapa anak. Anak diminta menjawab sambil mengambil gambar yang dipegang pamong. Begitu seterusnya. Siapa yang menemani kamu tidur, mengantar ke sekolah, dsb.?
Wah, senang sekali ada banyak orang yang tidak membiarkan anak-anak sendiri. Mereka sangat mengasihi anak-anak, sehingga mau menemani kalian berkegiatan.
Cerita :
Selain orang-orang yang kalian lihat dan rasakan kasihnya, kita juga punya Allah yang sangat mengasihi manusia, mau menyelamatkan manusia dan tidak pernah meninggalkan manusia itu sendirian. Ya, Allah Tritunggal. Allah Bapa – Tuhan Yesus – dan Roh Kudus (seperti dalam lagu tadi)
Allah Bapa sudah menciptakan dunia, Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan manusia supaya hidupnya bahagia, dan Roh Kudus selalu menyertai kita sampai kapanpun. Lebih dari orang-orang dalam gambar ini tadi, Allah Tritunggal itu selalu bersama kita sejak dulu sekali, sebelum kita, anak-anak, orang tua, kakek nenek (sambil memegang gambar mereka) ada dan sampai mereka juga kita tidak ada, Allah Tritunggal akan selalu menyertai dan mengasihi dunia.
Yuk, menjadi anak-anak yang bersukacita karena tidak pernah ditinggalkan sendiri. Ada yang selalu menemani dan menyertai kita. Siapa saja yang selalu menyertai dan menemani kita? Ayo kita sebutkan! Minta anak-anak untuk menyebutkan, selain orang-orang yang ada di dekat mereka, Allah Tritunggal juga selalu menyertai, mengasihi dan tidak pernah meninggalkan.
Aktivitas:
Dengan memilih satu gambar, minta anak-anak menyebutkan kegiatan apa yang mereka suka untuk dilakukan bersama dengan orang dalam gambar itu.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak menjelaskan peran Allah Tritunggal secara sederhana
Alat Peraga:
Video dapat ditonton atau diunduh di sini.
Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak, adakah yang tahu Minggu kemarin itu kita memperingati atau merayakan apa ya? Betul, hari Pentakosta, turunnya Roh Kudus. Nah, sekarang ayo kita mengingat-ingat tema ibadah, baik itu dewasa maupun anak-anak sejak bulan Januari sampai dengan Minggu lalu. Bulan Januari kita belajar tentang penciptaan dunia. Allah menciptakan alam semesta ini. 18 April kita menghayati Jumat Agung. Ada yang tahu, ada peristiwa apakah itu? Betul, wafat atau kematian Tuhan Yesus. Lalu tanggal 20 April itu kebangkitan Tuhan Yesus, tanggal 29 Mei kenaikan Tuhan Yesus dan tanggal 8 Juni Pentakosta atau turunnya Roh Kudus. (pada bagian ini pamong dapat menuliskan di papan atau menuliskan pada kertas tanggal dan moment yang terjadi untuk membantu anak-anak memahami).
Cerita:
Jadi, kita mengenal ada Allah Bapa – Tuhan Yesus Sang Putra – dan Roh Kudus. Semua itu disebut Tritunggal Kudus, yang kita rayakan hari ini. Tri itu tiga, tunggal itu satu. Apakah itu tritunggal kudus. Mari kita melihat video berikut!
Sebagaimana video tadi, firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah kita tritunggal. Kita memiliki Allah yang ESA, yang dalam karyanya nyata dalam 3 pribadi. Pribadi Allah, pribadi Yesus Kristus, dan pribadi Roh Kudus. Allah yang esa ini dikenal dalam karya masing-masing ketiganya. Allah Bapa berkarya menciptakan dunia ini, Tuhan Yesus menyelamatkan manusia yang berdosa dan Roh Kudus, Roh Kebenaran yang akan menolong dan membimbing umat pada seluruh kebenaran Allah.
Yesus memberikan pesan ini ketika Ia ada bersama para murid. Kehadiran Allah Bapa dirasakan oleh para murid secara utuh melalui kehadiran Yesus bersama mereka. Ketika Yesus naik ke Sorga, kehadiran Allah akan tetap mereka alami melalui kehadiran Roh Kudus. Kebenaran Allah itu bisa dialami umat bukan karena mereka berusaha dengan kekuatan diri hidup benar dan saleh. Namun, umat akan menerima pembebasaan dari kuasa dosa apabila mereka berada dalam persekutuan kasih Allah, yaitu Bapa-Anak-Roh Kudus.
Sebagai anak Tuhan, mari bersyukur atas karya Allah Tritunggal dengan melakukan tugas dan panggilan kita selaku umat-Nya untuk mewujudkan kasih dan karya Allah Tri Tunggal di dalam kehidupan kita sehari-hari dengan berbuat yang benar.
Aktivitas: Cetaklah kartu bulat dalam jumlah agak banyak. Dalam kondisi acak tanpa melihat, minta anak-anak untuk memilih salah satu. Setelah dibuka, minta mereka untuk membaca kata yang tertulis dan menjelaskan apa peran/ karya-Nya. Kartu dapat diunduh di sini.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan: Anak menjelaskan peran Allah Tritunggal secara sederhana
Alat Peraga:
- Video dapat ditonton atau diunduh di sini.
- Kertas aktivitas untuk dibuat hiasan.
Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak, adakah yang tahu Minggu kemarin itu kita memperingati atau merayakan apa ya? Betul, hari Pentakosta, turunnya Roh Kudus. Nah, sekarang ayo kita mengingat-ingat tema ibadah, baik itu dewasa maupun anak-anak sejak bulan Januari sampai dengan Minggu lalu. Bulan Januari kita belajar tentang penciptaan dunia. Allah menciptakan alam semesta ini. 18 April kita menghayati Jumat Agung. Ada yang tahu, ada peristiwa apakah itu? Betul, wafat atau kematian Tuhan Yesus. Lalu tanggal 20 April itu kebangkitan Tuhan Yesus, tanggal 29 Mei kenaikan Tuhan Yesus dan tanggal 8 Juni Pentakosta atau turunnya Roh Kudus. (pada bagian ini pamong dapat menuliskan di papan atau menuliskan pada kertas tanggal dan moment yang terjadi untuk membantu anak-anak memahami).
Cerita:
Jadi, kita mengenal ada Allah Bapa – Tuhan Yesus Sang Putra – dan Roh Kudus. Semua itu disebut Tritunggal Kudus, yang kita rayakan hari ini. Tri itu tiga, tunggal itu satu. Apakah itu tritunggal kudus. Mari kita melihat video berikut!
Sebagaimana video tadi, firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah kita tritunggal. Kita memiliki Allah yang ESA, yang dalam karyanya nyata dalam 3 pribadi. Pribadi Allah, pribadi Yesus Kristus, dan pribadi Roh Kudus. Allah yang esa ini dikenal dalam karya masing-masing ketiganya. Allah Bapa berkarya menciptakan dunia ini, Tuhan Yesus menyelamatkan manusia yang berdosa dan Roh Kudus, Roh Kebenaran yang akan menolong dan membimbing umat pada seluruh kebenaran Allah.
Yesus memberikan pesan ini ketika Ia ada bersama para murid. Kehadiran Allah Bapa dirasakan oleh para murid secara utuh melalui kehadiran Yesus bersama mereka. Ketika Yesus naik ke Sorga, kehadiran Allah akan tetap mereka alami melalui kehadiran Roh Kudus. Kebenaran Allah itu bisa dialami umat bukan karena mereka berusaha dengan kekuatan diri hidup benar dan saleh. Namun, umat akan menerima pembebasaan dari kuasa dosa apabila mereka berada dalam persekutuan kasih Allah, yaitu Bapa-Anak-Roh Kudus.
Sebagai anak Tuhan, mari bersyukur atas karya Allah Tritunggal dengan melakukan tugas dan panggilan kita selaku umat-Nya untuk mewujudkan kasih dan karya Allah Tri Tunggal di dalam kehidupan kita sehari-hari dengan berbuat yang benar.
Aktivitas: Cetaklah gambar berikut, minta anak-anak untuk mewarnai yang indah untuk dipakai sebagai hiasan. Sesudah diwarnai, mintalah anak-anak untuk menjelaskan secara sederhana apa peran / karya Allah tritunggal: Bapa Yesus Kristus dan Roh Kudus. Gambar dapat diunduh di sini.