Tahun Gerejawi: Bulan Keluarga
Tema: Karakter kristiani dalam keluarga
Bacaan Alkitab: Kejadian 35 : 1- 15
Ayat Hafalan: Matius 5 : 37 – Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya. Jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat
Lagu Tema: Mengikut Yesus keputusanku
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam perjalanannya ke Betel yang kedua kali ini, Yakub sedang dalam posisi sebagai pelarian karena ia dan keluarganya menghadapi ancaman dari seluruh penduduk Kanaan. Hal ini sebagai akibat dari dibunuhnya penduduk di sebuah kota di Kanaan oleh anak-anak Yakub. Yakub dan keluarganya pun terpaksa mengungsi. Kemudian ia diperintahkan Tuhan untuk pergi ke Betel dan mendirikan mezbah bagi Allah.
Dahulu, Yakub pernah berjumpa dengan Tuhan melalui mimpi dalam pelariannya ketika berada di Betel. Pada saat itu, Yakub bernazar akan beribadah kepada Tuhan apabila Ia menyertai dan mencukupkan segala kebutuhannya sampai ia kembali pulang ke rumah orang tuanya dengan selamat. Sayangnya, Yakub lalai memenuhi nazar tersebut. Ia dan keluarganya juga tidak mentahirkan diri dari praktik penyembahan berhala. Maka pada saat pelariannya yang kali ini, Tuhan menyuruh Yakub kembali ke Betel dan mendirikan Mezbah di sana. Pada waktu itu, barulah Yakub ingat pada nazarnya. Yakub lalu memerintahkan kepada seluruh keluarganya, hamba dan budaknya agar menjauhkan diri dari berhala dan mentahirkan diri. Akhirnya Tuhan melindungi mereka, sehingga tidak ada penduduk Kanaan yang dapat mengejar mereka. Berkat Tuhan juga dinyatakan kepadanya, ditandai dengan ditegaskannya kembali nama baru Yakub menjadi Israel. Israel mempunyai arti “ pemenang” atau “pendekar Allah”.
Refleksi untuk pamong:
Kita sering berjanji pada Tuhan akan melayani dan menjadi pamong yang baik. Akan menjadi pengikut Tuhan (orang Kristen) yang baik. Namun dalam perjalanan hidup kita, kita melupakan janji itu. Meski demikian, Tuhan tetap menghendaki kita menepatinya. Belajar dari Yakub yang mau berubah menjadi baik. Ia mengingat kembali dan mau berusaha menepati janjinya. Niatan yang dia lakukan ternyata bukan hanya membawa perubahan bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi orang-orang di sekitarnya. Kehidupan yang sedang dalam ancaman pun diampuni dan diselamatkan oleh Tuhan. Dari kisah Yakub, kita juga diajak untuk memiliki niatan yang sungguh dalam mengikut Tuhan, disertai dengan menepati setiap niatan kita untuk melayani Tuhan. Hal tersebut akan membawa perubahan baik bagi diri kita, bahkan bisa memberi pengaruh yang baik bagi seluruh anggota keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian hidup yang kita jalani bisa menjadi saksi kebaikan Tuhan atas kita dan orang-orang di sekitar kita.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali tentang kisah perubahan nama Yakub menjadi Israel
Alat Peraga:
Gambar:
- Yakub mendengarkan suara Tuhan
- Yakub berbicara di depan seluruh anggota keluarga dan pelayan-pelayannya
- Yakub menanam patung-patung berhala dan perhiasan emas, anting-anting di bawah pohon besar.
- Yakub mendirikan mezbah.
Catatan untuk pamong : Buatlah gambar-gambar tersebut menjadi lebih menarik.
Pendahuluan: yuk kita nyanyikan lagu “Bapa Yakub”
Inti Penyampaian
Siapa sih bapa Yakub ini ? Bapa Yakub adalah saudaranya Esau
(ceritakan sekilas tentang Yakub yang merebut hak kesulungan dari Esau. Kej. 25: 27-34).
Nah ini bapa Yakub (tunjukkan gambar 1). Sedang apa ya bapa Yakub ini? Dia sedang mendengarkan suara Tuhan, “Yakub, pergilah ke Betel, tinggallah di sana dan buatlah mezbah bagi-Ku” begitu kata Tuhan.
Ternyata Tuhan mengingatkan bapa Yakub pada janjinya. Apa ya janji bapa Yakub pada Tuhan? Kalau Tuhan melindungi Yakub dalam perjalanannya, maka ia akan mendirikan mezbah bagi Tuhan di Betel. Bapa Yakub akan memuji dan menyembah Tuhan, ternyata bapa Yakub lupa. Sekarang Tuhan mengingatkan
(tunjukkan gambar 2) bapa Yakub supaya ingat akan janjinya. Setelah bapa Yakub ingat janjinya pada Tuhan, ia lalu mengumpulkan seluruh keluarganya.
“Ayo sekarang kumpulkanlah patung-patung yang biasanya kalian sembah dan perhiasan-perhiasan yang kalian gunakan untuk menyembah patung-patung itu. Mulai sekarang kita tidak boleh menyembah patung lagi. Kita hanya menyembah Tuhan saja,” kata bapa Yakub.
(Tunjukkan gambar 3) Nah, supaya barang-barang yang sudah dikumpulkan itu tidak dipakai lagi, bapa Yakub menggali lubang di bawah sebua pohon besar. Lalu memasukkan barang-barang itu di dalamnya dan menimbunnya. Setelah itu, pergilah bapa Yakub dengan seluruh keluarganya dan pelayannya.
Setelah sampai di Betel, Yakub membuat Mezbah (tunjukkan gambar 4). Lalu terdengarlah Firman Tuhan, “Namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” Nah sejak saat itu nama Yakub berubah menjadi Israel.
Nah, itulah tadi cerita tentang Yakub yang namanya berubah menjadi Israel.
Aktivitas
Susunlah gambar-gambar yang digunakan sebagai alat peraga, menjadi buku cerita
(Buatlah buku cerita dengan bentuk yang unik dan menarik sesuai dengan kreativitas pamong)
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali tentang kisah perubahan nama Yakub menjadi Israel.
- Anak dapat menjelaskan bahwa Tuhan memberkati Israel menjadi bangsa yang besar.
Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Balita. Gambar bisa dilihat di CD
Pendahuluan
Selamat pagi,
Hari ini semuanya senang ya…Apa sih yang membuat kalian merasa senang ?
Kalau ayah atau ibu berjanji akan membelikan mainan atau es krim atau barang yang kalian inginkan, merasa senang atau tidak ? Pasti semuanya senang ya. Tapi kalau ternyata ayah atau ibu tidak jadi membelikan mainan atau es krim karena lupa. Bagaimana perasaan kalian ? (Beri kesempatan pada anak-anak untuk menceritakan perasaannya)
Inti Penyampaian
Memang tidak menyenangkan ya kalau ada yang mengingkari janji atau tidak menepati janji pada kita. Ternyata ada juga cerita di dalam Alkitab tentang orang yang lupa janjinya. Janji pada siapa dan apa janjinya? Sebelum kita dengarkan kisahnya, kita coba ingat-ingat dulu kisah Yakub dan Esau. Bagaimana cerita Esau dan Yakub (ceritakan sekilas tentang Esau dan Yakub. Kej. 25 : 27 – 34).
Pada waktu Yakub pergi, ia pernah berjanji pada Tuhan. Jika Tuhan menyertai perjalanannya dan ia bisa selamat, maka ia akan mendirikan mezbah untuk menyembah Tuhan. Ternyata Yakub lupa, bahkan sampai sekitar 10 tahun, Yakub tidak juga menepati janjinya. Maka Tuhan mengingatkan Yakub. Nah ini Yakub (tunjukkan gambar 1). Sedang apa ya Yakub ini? Dia sedang mendengarkan suara Tuhan, “Yakub, pergilah ke Betel, tinggallah di sana dan buatlah mezbah bagi-Ku.”
(tunjukkan gambar 2 ) Sekarang Yakub ingat akan janjinya.
Setelah itu, seluruh anggota keluarganya dan juga para pelayannya dikumpulkan. “Sekarang kumpulkanlah patung-patung yang biasanya kalian sembah dan juga perhiasan-perhiasan yang kalian gunakan untuk menyembah patung-patung itu. Mulai sekarang kita tidak boleh menyembah patung lagi. Kita hanya menyembah Tuhan saja,” kata Yakub. Kemudian mereka pun mengumpulkan semua barang-barang yang mereka sembah dan juga perhiasan anting-anting yang biasanya mereka pergunakan untuk menyembah berhala. Lalu mereka bertobat.
(Tunjukkan gambar 3) Supaya barang-barang yang sudah dikumpulkan itu tidak diambil dan dipakai lagi. Yakub menggali lubang di bawah sebuah pohon besar di Sikhem. Ia lalu memasukkan barang-barang itu di dalamnya dan menimbunnya.
Lalu pergilah Yakub dengan seluruh keluarganya dan pelayannya. Ketika tiba di Betel, Yakub membuat Mezbah (tunjukkan gambar 4). Lalu terdengarlah Firman Tuhan, “Namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” Nah sejak saat itu nama Yakub berubah menjadi Israel.
Tuhan melanjutkan firmanNya, demikian “Akulah Allah yang maha kuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu. Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu.”
Penerapan
Nah sekarang kita tahu, selain merubah nama Yakub menjadi Israel. Tuhan juga memberkati Yakub atau Israel. Keturunannya akan menjadi bangsa yang besar.
Jadi Yakub setelah bertobat, mengajak seluruh keluarga besarnya juga bertobat dan semua mendapat berkat dari Tuhan. Kita pun kalau lupa pada janji kita juga harus meminta maaf dan segera menepati. Dengan begitu kita dapat menjadi contoh yang baik di rumah, di sekolah dan di gereja. Menjadi contoh yang baik sama dengan menjadi saksi Tuhan. Kita menjadi baik, orang-orang di sekitar kita juga bisa merasakan kebaikan juga.
Aktivitas
Membuat buku cerita dengan menggunakan gambar-gambar yang digunakan sebagai alat peraga. Anak-anak menuliskan narasi di bawah setiap gambar sesuai dengan gaya bahasa masing-masing anak tentang kisah yang ada pada gambar.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali tentang kisah perubahan nama Yakub menjadi Israel
- Anak dapat menjelaskan bahwa Tuhan memberkati Israel menjadi bangsa yang besar.
Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Apakah kalian pernah berjanji pada seseorang dan tidak menepatinya? (Beri kesempatan pada anak-anak untuk menceritakan pengalamannya). Lalu,
Pernahkan kalian kecewa karena ada orang yang tidak menepati janjinya pada kalian.
Inti Penyampaian
Ternyata Tuhan juga pernah dikecewakan karena janji yang tidak ditepati. Siapa yang berani mengingkari janji pada Tuhan? Apa ya janjinya? Sebelum kita dengarkan kisahnya, kita coba ingat-ingat dulu kisah Yakub dan Esau. Bagaimana cerita Esau dan Yakub? (ceritakan sekilas tentang Esau dan Yakub. Kej.25:27-34).
Nah setelah Yakub melarikan diri dari Esau saat itu. Yakub pergi dan saat tiba di Betel, ia berjanji pada Tuhan. Jika Tuhan menyertai perjalanannya dan ia bisa selamat, maka ia akan mendirikan mezbah untuk menyembah Tuhan. Ternyata Yakub lupa, bahkan sampai sekitar 10 tahun Yakub tidak juga menepati janjinya. Maka Tuhan mengingatkan Yakub.
Pada waktu ini, Yakub lagi-lagi dalam pelarian. Kali ini ia melarikan diri bukan dari Esau tetapi dari kejaran bangsa Kanaan. Nah ini Yakub (tunjukkan gambar 1). Sedang apa ya Yakub ini? Ternyata dia sedang mendengarkan suara Tuhan, “Yakub, pergilah ke Betel, tinggalah di sana dan buatlah mezbah bagi-Ku.”
(tunjukkan gambar 2) Karena itulah, Yakub ingat lagi akan janjinya. Lalu ia mengumpulkan seluruh anggota keluarganya dan juga para pelayannya. “Sekarang kumpulkanlah patung-patung yang biasanya kalian sembah dan juga perhiasan-perhiasan yang kalian gunakan untuk menyembah patung-patung itu. Mulai sekarang kita tidak boleh menyembah patung lagi. Kita hanya menyembah Tuhan saja,” kata Yakub. Merekapun mengumpulkan semua barang-barang yang mereka sembah dan juga perhiasan yang biasanya mereka pergunakan untuk menyembah berhala.
(Tunjukkan gambar 3) Supaya barang-barang yang sudah dikumpulkan itu tidak diambil dan dipakai lagi. Maka Yakub menggali lubang di bawah sebuah pohon besar, lalu memasukkan barang-barang itu di dalamnya dan menimbunnya.
Kemudian pergilah Yakub dengan seluruh keluarganya dan pelayannya. Setelah sampai di Betel, Yakub membuat Mezbah (tunjukkan gambar 4). Kembali terdengar Firman Tuhan, “Namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” Nah sejak saat itu nama Yakub berubah menjadi Israel.
Tuhan melanjutkan firmanNya, demikian “Akulah Allah yang maha kuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu. Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu.”
Penerapan
Nah sekarang kita tahu, selain merubah nama Yakub menjadi Israel. Tuhan juga memberkati Yakub atau Israel. Keturunannya akan menjadi bangsa yang besar.
Jadi Yakub setelah bertobat, mengajak seluruh keluarga besarnya juga bertobat dan semua mendapat berkat dari Tuhan. Kita pun kalau lupa pada janji kita juga harus meminta maaf dan segera menepati. Dengan begitu kita dapat menjadi contoh yang baik di rumah, di sekolah dan di gereja. Menjadi contoh yang baik sama dengan menjadi saksi Tuhan. Kita menjadi baik, orang-orang di sekitar kita juga bisa merasakan kebaikan juga.
Aktivitas
Membuat buku cerita dengan menggunakan gambar-gambar yang digunakan sebagai alat peraga. Anak-anak menuliskan narasi di bawah setiap gambar sesuai dengan gaya bahasa masing-masing anak tentang kisah yang ada pada gambar. Bentuk buku bisa dibuat semenarik mungkin dan tiap anak bisa berbeda sesuai kreativitas masing-masing anak.
Lagu Tema: Mengikut Yesus Keputusanku
CATATAN UNTUK KEGIATAN MINGGU DEPAN :
Minggu depan anak-anak membawa foto mereka dengan keluarga (bisa ayah, ibu dan saudara kandung, atau dengan siapa mereka tinggal. Bisa dengan kakek, nenek, pakde,bude, paman, bibi, atau teman-teman dan pengasuh di panti asuhan, dsb).
