Kita Satu Di Dalam Tuhan Tuntunan Ibadah Remaja 4 Agustus 2019

Tahun Gerejawi : Bulan Pembangunan GKJW
Tema : Gereja
Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 5: 12-16
Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan tantangan yang ada pada jemaat mula-mula sebagai dasar untuk melihat tantangan jemaat saat ini.
  2. Remaja dapat menjelaskan faktor- faktor pendukung semangat kepedulian di tengah jemaat.
  3. Remaja dapat belajar dari jemaat mula-mula tentang sikap peduli dengan teman yang membutuhkan pertolongan.
  4. Remaja dapat mengunjungi dan mendoakan teman yang sakit, atau yang lama tidak ke

Ayat Hafalan  : Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya (Roma 10: 12)
Lagu Tema  :

  1. KJ 256: 1,3 “Kita Satu di Dalam Tuhan”
  2. Kidung Ria 120, “Dalam Yesus Kita Bersaudara”

Penjelasan Teks:
Secara umum teks Kisah Para Rasul 5: 12-16 ini berbicara tentang tanda dan mukjizat dari Tuhan melalui para Rasul. Penulis ingin menyampaikan bahwa apa yang dialami oleh para Rasul itu adalah bukti kewibawaan mereka dalam mengimani Tuhan Yesus, dan dalam melaksanakan tugas panggilannya. Ada kuasa penyembuhan tak terbatas dari para Rasul yang ditunjukkan kepada jemaat, salah satunya rasul Petrus.

Penyembuhan yang dilakukan Petrus sangat mengagumkan, bahkan penulis mengatakan bahwa bayang-bayang Petrus pun dapat menjadi sarana kesembuhan. Namun dalam menuliskan kuasa penyembuhan dari Petrus, penulis tetap berharap pembaca dapat mengingat bahwa kuasa yang dimiliki oleh Petrus ini adalah kuasa dari Allah dalam nama Tuhan Yesus, seperti penjelasannya dalam Kisah Para rasul 3: 12-16.

Pintu gerbang Salomo, di mana orang-orang Kristen bertemu, adalah tempat  yang sama ketika Petrus menjelaskan  penyembuhan  orang  lumpuh dalam Kisah Para Rasul 3. Beberapa orang Yahudi takut untuk bergabung dengan mereka karena hal itu langsung bertentangan dengan perintah Sanhedrin dalam Kisah Para Rasul 4 untuk tidak berbicara lebih lanjut mengenai Tuhan Yesus. Tetapi Kisah Para Rasul 5:13-14 menekankan bahwa banyak orang Yahudi, baik pria maupun wanita (2:17-18) percaya dan bahwa orang Yahudi sangat menghormati jemaat.

Terkait dengan semangat yang dimiliki oleh jemaat untuk menolong saudara-saudara yang sakit, bisa kita lihat dalam perikop sebelumnya tentang bagaimana jemaat mula-mula hidup dalam kebersamaan, saling bersekutu, saling berbagi dan saling mendoakan. Sehingga menjadi wajar kalau mereka sangat peduli terhadap saudara-saudaranya yang membutuhkan kesembuhan.

Pendahuluan:
(Menggunakan metode sharing)

Remaja diberi kesempatan untuk sharing pengalaman di luar/sekolah, tentang hidup sebagai orang Kristen di Indonesia. Tantangan-tantangan apa yang dihadapi selama ini baik diri sendiri maupun temannya. Dan bagaimana cara mereka merespon tantangan yang ada? Apakah ada teman yang membantu mereka? Atau justru mereka sendiri yang juga menolong temannya? Atau hanya diam saja. Sampai pada sebuah pemahaman bahwa memang betul ada tantangan yang perlu dihadapi bersama.

(Memberi waktu bagi remaja untuk menyampaikan pengalaman pribadi mereka. Jika memungkinkan bisa satu per satu)

Cerita:
Tantangan hidup sebagai anak-anak Tuhan itu selalu ada. Maka dari itu dibutuhkan sikap yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kepedulian satu dengan yang lain untuk saling menguatkan. Lalu sikap yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kepedulian yang seperti apa yang harus kita miliki?

(Membaca Kisah Para Rasul 5: 12-16)

Belajar dari kisah jemaat mula-mula dalam cerita Alkitab hari ini, maka sikap yang baik, penuh kepedulian itu adalah sikap yang mau menghargai orang lain. Dan itu bisa kita miliki dengan cara rajin dalam persekutuan dan doa. Jemaat mula-mula selalu semangat dalam beribadah dan berdoa bersama, mereka seperti memiliki ikatan iman satu dengan yang lain. Bahkan karena saling bersekutu, berdoa bersama, saling peduli, sehingga hidupnya tidak egois untuk kepentingan sendiri, tetapi juga hidup untuk orang lain. Artinya ada sikap saling berbagi, termasuk berbagi kesembuhan.

Mereka menolong saudara-saudaranya yang sakit untuk bisa berada di tepi jalan, dengan harapan kalau dilewati Petrus, terkena bayangannya saja, maka akan beroleh kesembuhan. Jadi karena ada kepedulian yang besar, mereka membopong saudara-saudara yang sakit dan diletakkan di tepi jalan yang nanti dilewati Petrus. Mereka tidak jijik, mereka tidak mengabaikan, tetapi mereka menolong. Jelas bahwa sikap menolong, peduli dengan yang lain menjadi salah satu sarana kesaksian dengan tindakan nyata dari jemaat mula-mula.

Sebagai anak-anak Tuhan masa kini, maka penting sekali bagi kita juga menunjukkan sikap kepedulian yang sama seperti jemaat mula-mula. Peduli kepada teman yang sakit, peduli kepada teman yang sering diejek, peduli kepada teman yang tidak aktif dalam persekutuan/ibadah remaja, peduli kepada teman yang kesulitan belajar, dan masih banyak sikap kepedulian yang lain.

Aktivitas

  • Remaja diajak untuk menjenguk dan mendoakan salah satu temannya yang sakit/jarang ikut ibadah remaja.
  • Setiap kali ibadah remaja, pokok doa syafaat selalu dibagi supaya anak-anak remaja juga turut mendoakan setiap pokok doa yang ada.

 

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •