Pesan Terakhir Tuntunan Ibadah Remaja 31 Mei 2026

Judul: Pesan Terakhir
Tahun Liturgi: Trinitas
Tema: Mengajarkan dan Memberikan Teladan yang Baik

Bacaan: Matius 28: 16-20
Ayat Hafalan: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” (Matius 28: 19)

Lagu: Mangga Sami Nderek Gusti

Tujuan: Remaja dapat menerapkan langkah-langkah sederhana tentang bagaimana ia dapat memuridkan atau mengajar adiknya/teman sebayanya tentang suatu ajaran Yesus

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Sebelum naik ke surga, Tuhan Yesus memberikan perintah kepada para murid. Umat Kristen menyebut perintah itu dengan Amanat Agung. Amanat adalah pesan dari atas atau yang lebih tinggi. Disebut ‘Agung’ karena pemberi amanat adalah Sang Mahabesar dan nilai pesannya sangat mulia, dalam, besar, mencakup seluruh dunia.

Unsur-unsur penting yang ada di dalam pesan Tuhan Yesus:

  • Pergilah
    Para murid yang sering bersama-sama di satu tempat diperintahkan untuk pergi, menyebarkan diri ke barbagai tempat. Tidak hanya pasif, tapi aktif.
  • Jadikan semua bangsa murid-Ku.
    Injil adalah kabar sukacita yang harus diberitakan pada semua orang, tidak terbatas pada suku, budaya, bahasa tertentu. Memberitakannya tidak hanya dengan berbicara, tapi dengan memuridkan. Seorang guru tidak bisa hanya sekali mengajar muridnya. Butuh intensifikasi tertentu untuk membuat murid memahami apa yang diajarkan. Guru juga harus mampu memberi teladan baik, supaya murid dapat menaruh kepercayaan dan menirunya.
  • Baptislah mereka.
    Baptisan sebagai tanda bahwa seseorang telah menjadi bagian dari kerajaan-Nya. Tanda lahiriah sebagai komitmen untuk terus hidup dalam iman percaya di dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.
  • Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.
    Sebuah jaminan bahwa Tuhan Yesus akan selalu bersama mereka melalui diri Roh Kudus. Kemampuan, kekuatan, hikmat dari Roh Kudus akan memperlengkapi mereka dalam menjalankan Amanat Agung tersebut. Itulah jawaban atas segala keragu-raguan dan ketakutan mereka.

Refleksi Untuk Pamong
Amanat Agung adalah sebuah mandat yang mulia, besar dan berat, tapi harus dilakukan. Tugas ini tentu tidak berhenti di para murid saja. Setelah para murid mengajar, murid-muridnya kemudian juga meneruskan tugas yang sama. Demikian seterusnya sampai seluruh dunia menerima berita sukacita Injil.

Amanat Agung bukan hanya bicara soal jumlah, tapi kualitas pemuridan. Gereja seringkali berfokus pada jumlah warga atau kehadiran pada ibadah saja. Bersemangat saat ada warga yang dibaptis atau atestasi masuk, tapi melupakan kewajiban untuk membina agar tetap setia dan imannya bertumbuh di dalam Tuhan.

Amanat Agung adalah tentang bersaksi. Bersaksi bukan hanya tugas gereja sebagai lembaga, bukan hanya tugas pendeta, gembala, atau pejabat gereja lainnya, tapi panggilan bagi setiap umat yang hidup di dalam iman percaya pada Kristus. Di mana umat percaya ditempatkan, itulah ladang baginya untuk bersaksi; di tengah keluarga, di sekolah, di tempat kerja, di tengah masyarakat, dan lainnya.

Perintah untuk “pergi” dapat diartikan perintah keluar dari zona nyaman. Mewartakan kebenaran Injil bisa dengan melakukan tindakan kecil tapi nyata. Dalam konteks zaman modern, teknologi sangat mendominasi kehidupan manusia. Bagaimana kita menggunakan media sosial selama ini? Jika selama ini hanya untuk bersenang-senang saja atau pamer, menghujat, melakukan tindakan kriminal dan asusila, maka … Pergi! Tinggalkan kebiasaan itu. Bagikan hal-hal yang positif. Sesederhana apa pun tindakan kita, jika kuasa Roh Kudus ada atasnya, maka hal besar bisa terjadi.

Pendahuluan

  • Pamong menyiapkan 5 (lima) snack kemasan yang diletakkan tersembunyi di dalam ruangan. Bisa di bawah kursi, di balik tirai, di bawah tikar, dan lainnya.
  • Pamong menyiapkan kertas dan diberi tulisan:
    • Pesan 1: “Ada 5 (lima) snack saya yang tertinggal di ruangan ini. Temukan dan ambillah!”
    • Pesan 2: “Berikanlah snack itu pada teman yang menurutmu paling membutuhkannya.”
  • Kedua kertas yang berisi pesan itu dimasukkan ke dalam kotak. Kotak itu diberi tulisan “Pesan Terakhir”.
  • Pamong menunjukkan kotak itu pada remaja. Pamong menyampaikan bahwa di dalam kotak itu ada pesan dari Bapak/Ibu Pendeta yang baru saja meninggalkan ruangan itu. Pesan ini harus dilakukan oleh semua yang ada di ruangan tersebut.
  • Pamong membacakan Pesan 1. Semua remaja mencari benda-benda tersebut. Jika semua snack sudah ditemukan, remaja yang menemukan diminta berbaris di depan.
  • Pamong membacakan Pesan 2. Semua remaja yang berdiri di depan melaksanakan Pesan 2. Dalam hal ini, mungkin beberapa dari mereka merasa kecewa atau berat hati melaksanakannya.

Catatan: Pamong menyampaikan pesan dari permainan tersebut, bahwa melaksanakan sebuah pesan atau perintah bukanlah hal yang mudah karena kadang kita harus mengesampingkan kehendak atau kesenangan pribadi kita. Itulah ketaatan.

Inti Penyampaian
Remaja yang dikasihi Tuhan,

Seandainya teman-teman menerima Pesan Terakhir dari seseorang yang sangat penting dalam kehidupan teman-teman, apa yang akan teman-teman lakukan? Mengabaikannya? Atau melakukannya? Pastinya teman-teman terus mengingat pesan itu dan melakukannya.

Tuhan Yesus pernah menyampaikan “Pesan Terakhir” kepada para murid sebelum naik ke surga. Umat Kristen menyebut pesan itu “Amanat Agung”. Yuk, kita baca Matius 28: 16-20 untuk mengetahui apa isi pesannya.

Pada ayat 19 dituliskan pesan itu yaitu, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” (Pamong mengajak remaja menghafalkan ayat itu). Disebut ‘Agung’ karena pemberi amanat adalah Sang Mahabesar dan nilai pesannya sangat mulia, dalam, besar, mencakup seluruh dunia. Karena ketaatannya, para murid melaksanakan pesan itu. Meskipun karena itu mereka ditentang dan dianiaya, tapi dengan pertolongan Roh Kudus para murid dimampukan.

Penerapan
Amanat Agung adalah perintah untuk bersaksi, bukan hanya untuk para murid Yesus, tapi untuk semua orang yang percaya. Sudahkah teman-teman bersaksi tentang kebenaran Injil? Tidak harus berkotbah. Bersaksi bisa dengan melakukan hal-hal sederhana, misalnya:

  • Mendoakan teman yang belum sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus.
  • Posting, share, comment yang positif di medsos, misalnya share ayat-ayat Alkitab.
  • Memberikan makanan pada tukang sampah, pemulung.
  • Ikut dalam pelayanan remaja di gereja sesuai talenta yang dimiliki.
  • Tidak menjauhi teman yang dianggap nakal, bahkan memberikan pengaruh positif.

Sesederhana apa pun tindakan teman-teman, jika kuasa Roh Kudus turut bekerja, maka hal besar bisa terjadi.

Aktivitas

  • Pamong membagikan selembar kertas pada para remaja.
  • Remaja menuliskan komitmen pribadinya tentang bersaksi:
    • Kepada siapa akan bersaksi tentang Injil? Misal, pada adik, kakak, teman, tetangga.
    • Apa yang akan dilakukan? Misal, mengirimkan ayat Alkitab setiap hari, menjemputnya untuk sekolah Minggu setiap hari Minggu, mengunjungi ke rumahnya setiap hari tertentu, memberikan sebagian uang saku pada teman yang kekurangan.
    • Berkomitmen untuk mendoakan orang tersebut setiap hari supaya Roh Kudus turut bekerja.
  • Remaja menyimpan lembar komitmen di Alkitab sebagai pengingat untuk tekun melakukannya.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak