Tidak Takut Lagi Tuntunan Ibadah Remaja 24 Mei 2026

Tahun Liturgi: Pentakosta
Tema: Roh Kudus Memberi Kekuatan dan Keberanian
Judul : Tidak Takut Lagi

Bacaan: Yohanes 20: 19-23
Ayat Hafalan: “juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.” (Efesus 6: 19)

Lagu: Kidung Siwi 142 “Pentakosta”

Tujuan: Remaja dapat mengubah sikap dan tindakan nyata dengan menjadi pribadi yang proaktif dalam membawa damai dan pengampunan di kehidupan keluarga dan lingkungan.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Peristiwa itu terjadi pada malam hari, ketika para murid berada di sebuah tempat tertutup dan terkunci. Tuhan Yesus telah disalib karena tuntutan hukum dari pemuka Yahudi, jadi mereka menutup diri karena takut jika harus menerima tuntutan yang sama dengan Gurunya. Mereka mungkin tidak hanya dilanda rasa takut, tapi juga gelisah, kecewa, kehilangan harapan dan mungkin marah atas segala yang terjadi. Pada intinya, mereka tidak siap menghadapi segala konsekuensi yang mungkin mereka hadapi sebagai orang-orang terdekat Tuhan Yesus setelah kematian-Nya.

“Damai Sejahtera bagi kamu”, kata Yesus pada para murid saat menjumpai mereka. Memang seperti salam biasa saja. Tapi dalam keadaan batin dan pikiran murid-murid yang sedang kompleks, ucapan tersebut mengandung sebuah penghiburan dan penguatan untuk para murid. Para murid yang mendengar pun jadi mengenali siapa Pribadi yang ada di depan mereka, yang mampu menembus ruangan tertutup dan terkunci rapat itu. Tuhan Yesus mencoba untuk membuat mereka lebih yakin lagi dengan cara menunjukkan luka di tangan dan lambung-Nya. Maka bersukacitalah mereka setelah itu (ayat 20).

Rupanya, Tuhan Yesus tidak hanya ingin menampakkan diri melalui peristiwa itu. Pada ayat 21 dan 22 tertulis bahwa Tuhan Yesus hendak mengutus para murid untuk menyebarkan kabar tentang kebangkitan Yesus yang membawa pengharapan, sukacita, dan keselamatan berupa pengampunan. Oleh karena itu, Roh Kudus diberikan untuk memampukan mereka. Penerimaan kuasa Roh Kudus itu menjadi sempurna ketika pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Karunia Roh Kudus memberi kekuatan dan mengubah ketakutan menjadi keberanian. Para murid juga diberi hikmat dan kuasa untuk mengenali perbuatan-perbuatan dosa yang dilakukan umat.

Melalui Pentakosta atau peristiwa turunnya Roh Kudus, Injil tersebar ke seluruh dunia melalui para murid. Kesaksian mereka tentang karya Bapa melalui Anak telah membuat orang lain yang tidak pernah bertemu dengan Yesus akhirnya percaya dan menjadi pengikut Yesus.

Refleksi Untuk Pamong
Melalui peristiwa Pentakosta, Injil diwartakan ke seluruh dunia. Kita dan orang Kristen lainnya yang hidup beribu-ribu tahun sejak zaman Tuhan Yesus ada di dunia, adalah buah nyata dari kesaksian para murid Yesus tentang kebenaran Injil. Tentu sebuah anugerah bagi manusia bisa mengenal Yesus dalam hidupnya meskipun tanpa melihat atau bertemu secara langsung. Bagi manusia yang percaya pada Bapa di dalam Tuhan Yesus dan telah menerima baptisan maka dianugerahkan Roh Kudus padanya, yang mengubahnya menjadi manusia baru.

Umat Kristen harus membangun hidupnya dengan doa, ibadah dan ketaatan pada Tuhan supaya kuasa Roh Kudus memenuhinya. Kuasa Roh Kudus mengarahkan pikiran, karakter dan gaya hidup manusia semakin Kristiani. Dengan kuasa Roh Kudus, ‘manusia baru’ memiliki keberanian dan keteguhan untuk menyatakan kabar sukacita, pengharapan dan keselamatan berupa pengampunan dosa.

Manusia baru tidak hanya diam menikmati damai sejahtera, tidak hanya sibuk dengan kegiatan-kegiatan rohani saja, tapi juga tergerak untuk melakukan tindakan peduli lingkungan sekitar demi mewujudkan damai sejahtera bagi semua orang. Pada zaman sekarang, manusia cenderung hidup untuk dirinya sendiri. Bagi mereka, memikirkan kehidupan orang lain sama artinya dengan menambah masalah. Namun, firman Tuhan kali ini mengingatkan bahwa tugas setiap umat yang sudah menerima kuasa Roh Kudus adalah mewujudnyatakan damai sejahtera Tuhan bagi semua orang.

 Pendahuluan

  • Pamong menyampaikan bahwa hari ini adalah hari raya Pentakosta.
  • Pamong meminta setiap remaja membaca dan memahami cerita tentang peristiwa saat Pentakosta di Kisah Para Rasul 2: 1-13. Selanjutnya, remaja menceritakan kembali cerita tersebut dengan bahasanya sendiri tanpa mengubah substansi cerita.
  • Pamong memilih 3 (tiga) remaja secara acak, bisa dengan cara permainan ice breaking.
  • Tiga remaja yang terpilih tersebut maju ke depan, bercerita secara bergantian dan bersambung sesuai urutan cerita.

Catatan: Pamong menekankan bahwa setiap orang Kristen harus tahu dan tidak boleh melupakan peristiwa Pentakosta.

Inti Penyampaian
Remaja yang dikasihi Tuhan,

Siapa di antara teman-teman yang pernah dilanda takut? Takut pada apa? Pernahkah takut pada orang? Salah satu penyebab muncul ketakutan pada orang biasanya karena telah melakukan kesalahan. Misalnya, takut bertemu polisi karena tidak memakai helm waktu naik motor, takut bertemu guru karena belum mengerjakan tugas, dan lainnya. Jadi artinya, kalau tidak melakukan kesalahan atau sudah melakukan yang benar tidak perlu merasa takut.

Murid-murid Yesus pernah merasakan ketakutan yang besar pada pemuka Yahudi, tapi bukan karena telah melakukan kesalahan. Yuk, kita baca Yohanes 20: 19-23.

Jadi, kenapa para murid ketakutan sampai mengunci diri? Tuhan Yesus telah ditangkap, diadili dan dihukum oleh pemuka Yahudi, jadi para murid takut menerima tuntutan yang sama dengan Yesus. Sebagai orang terdekat Yesus, yang setiap hari bersama-sama, memang masuk akal jika memiliki ketakutan seperti itu.

Di tengah ketakutan itu, Yesus menampakkan diri pada mereka. Apa yang dikatakan Tuhan Yesus?

  • “Damai Sejahtera bagi kamu”. Salam dari Yesus yang mengandung sebuah penghiburan dan penguatan untuk para murid.
  • “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”. Tuhan Yesus mengutus para murid untuk melanjutkan pekerjaan-pekerjaan Allah di dunia.
  • “Terimalah Roh Kudus”. Para murid jadi tidak takut lagi karena telah beroleh Roh Penolong. Mereka berani dan teguh manyampaikan kebenaran. Penerimaan kuasa Roh Kudus itu menjadi sempurna ketika pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2: 1-13).
  • “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Para murid diberi hikmat dan kuasa kehakiman atas dosa umat.

Melalui peristiwa Pentakosta, Injil diwartakan ke seluruh dunia. Umat Kristiani patut bersyukur karena melalui kesaksian para murid Yesus, kita di zaman sekarang jadi bisa mengenal Yesus. Karena percaya pada Allah di dalam Yesus Kristus, kita dianugerahi Roh Kudus melalui baptisan.

Penerapan
Lalu, apa yang harus kita lakukan setelah menerima karunia Roh Kudus?

  • Rajin berdoa, beribadah dan taat pada Tuhan supaya terus dikuasai oleh Roh Kudus.
  • Berani mengabarkan Injil, yaitu dengan yakin dan tekun melakukan tindakan peduli lingkungan sekitar demi mewujudkan damai sejahtera bagi semua orang. Berani melakukan kebenaran dan tidak melakukan dosa. Tidak menyimpan amarah, tapi memberi pengampunan.

 Aktivitas

  • Pamong membagi remaja menjadi 4-5 kelompok.
  • Pamong menyampaikan sebuah contoh masalah untuk studi kasus, yaitu:
    Mahendra sering melihat Pras dan kelompoknya melakukan perundungan (bullying) pada Boni. Mereka tidak hanya mengolok-olok keadaan fisik Pras, tapi juga sering melakukan kekerasan fisik. Boni tidak pernah melawan atau pun melapor ke guru karena takut akan menerima perundungan lebih parah lagi. Selidik punya selidik, Pras melakukan itu karena sakit hati. Boni pernah meledek Pras karena nilai rapotnya menduduki peringkat terakhir di kelas.
    Mahendra merasa galau. Dia ingin membantu Boni, tapi tidak berani menghadapi Pras dan temannya yang banyak. Teman-teman, sebagai sesama remaja Kristiani, berikan saran/masukan pada Mahendra tentang apa yang harus dia lakukan untuk menyatakan kebenaran, pengampunan dan damai sejahtera bagi semua orang.
  • Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi.
  • Perwakilan kelompok maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusi.

BASA JAWA

Pambuka

  • Pamong nerangake yen dina iki dina riyaya Pentakosta.
  • Pamong nyuwun saben remaja maca lan ngerteni crita babagan kedadeyan Pentakosta ing Kisah Para Rasul 2:1-13. Para remaja banjur nyritakake crita kasebut nganggo basane dhewe tanpa ngowahi isine crita.
  • Pamong milih 3 (telu) remaja kanthi acak, bisa uga nggunakake permainan ice breaking.
  • Remaja telu mau maju nang ngarep, banjur nyritakake kanthi gentenan lan runtut miturut urutane crita.

Cathetan: Pamong negesake manawa saben wong Kristen kudu ngerti lan ora pareng lali karo kedadeyan Pentakosta.

Inti Carita
Remaja kang ditresnani Gusti,

Sapa ing antarane kanca-kancaku iki nate duwe rasa wedi? Wedi marang apa? Apa kanca-kanca nate wedi karo manungsa? Salah siji alesan wong wedi biasane amarga dheweke wis nggawe kesalahan. Contone, wedi ketemu polisi amarga ora nganggo helm nalika numpak sepedha, wedi ketemu guru amarga ora nggarap PR, lan liya-liyane. Dadi, yen kanca-kanca ora nindakake salah utawa tumindak sing bener, ya ora perlu wedi.

Para muride Yesus nate ngrasa wedi banget marang para pemimpin Yahudi, nanging ora merga tumindak salah. Ayo wacanen Yokanan 20:19-23.

Dadi, apa sebabe para murid wedi banget nganti ngunci lawang? Yesus wis dicekel, diadili, lan disalahke dening para pemimpin Yahudi, mula para murid wedi ngadhepi tuntutan sing padha. Minangka wong sing paling cedhak karo Gusti Yesus, sing saben dina bareng, mula bisa dingerteni yen para murid rasa wedi kaya ngono.

Ing satengahing rasa wedi, Gusti Yesus ngatingal marang wong-wong mau. Apa sing didawuhne Yesus?

  • “Tentrem-rahayu anaa ing kowe kabeh.” Salam saka Gusti Yesus sing paring kekuatan lan panglipur marang para murid.
  • “Kaya anggonKu kautus dening Sang Rama, kowe saiki iya padha Dakkongkon.” Gusti Yesus ngutus murid-muride kanggo nerusake pakaryane Gusti Allah ing jagad iki.
  • “Pada nampanana Roh Suci.” Para murid wis ora wedi maneh amarga wis nampa Roh Pitulung. Para murid kendel lan mantep anggone nyebarake bebener. Panrima kuwasane Roh Suci iki kasampurnakake ing kacurahaning Roh Suci ing dina Pentakosta (Lelakone Para Rasul 2:1-13).
  • “Menawa kowe padha ngapura dosane wong, iku dosane diapura, lan menawa kowe padha netepake dosane, iku dosane ditetepake.” Para murid padha kaparingan kawicaksanan lan panguwasa kanggo ngerteni dosane manungsa.

Lumantar Pentakosta, Injil diwartakake ing ndonya. Wong-wong Kristen kudu ngucap sokur merga lumantar kesaksian para muride Yesus, kita saiki bisa kenal Yesus. Amarga kita pracaya marang Gusti Allah ing Gusti Yesus Kristus, kita kaparingan Roh Suci lumantar baptisan.

Panerapan
Dadi, apa sing kudu dilakoni sakwise nampa Roh Suci?

  • Sregep ndedonga, ngibadah, lan manut marang Gusti supaya tansah dikuwasani dening Roh Suci.
  • Kendel anggone nyebarke Injil, kanthi manteb lan sregep tumindak pakaryan becik marang lingkungan supaya katentreman tumrap kabeh manungsa bisa kawujud. Sing tatag nindakke sing bener lan ngedohi dosa. Aja nyimpen benci, nanging sugih apura.

Aktivitas

  • Pamong mbagi remaja dadi 4-5 kelompok.
  • Pamong menehi conto masalah kanggo studi kasus:
    Mahendra kerep weruh Pras lan kanca-kancane tumindak jahat marang Boni. Dheweke ora mung ngece Pras, nanging uga kerep nindakake kekerasan fisik. Boni ora nate nglawan utawa nglaporake marang guru amarga wedi entuk tumindak sing luwih nemen. Sawise diselidiki luwih lanjut, Pras tumindak ngono kuwi amarga lara ati. Boni nate ngece Pras amarga bijine ing rapot paling sithik ing kelas.
    Mahendra rumangsa bingung. Dheweke kepengin nulungi Boni, nanging ora wani ngadhepi Pras lan kanca-kancane kang akeh cacahe. Coba wenehana saran/masukan kanggo Mahendra babagan apa sing kudu ditindakake kanggo martakake bebener, pangapura, lan tentrem rahayu kanggo kabeh.
  • Saben kelompok diwenehi wektu 10 menit kanggo diskusi.
  • Wakile kelompok gentenan maju nyritakake asile diskusi.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak