Tahun Gerejawi: Advent 2
Judul: Tetap Bersyukur Meski Dalam Kesulitan
Tema: Pemberitaan Kelahiran Tuhan Yesus
Bacaan Alkitab: Mikha 5: 2-5
Ayat Hafalan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5: 18)
Lagu Tema: Allah Peduli
Tujuan:
- Anak dapat mencirikan hal-hal baik ketika ketika kedatangan Tuhan menurut Mikha.
- Anak dapat menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan yang mereka terima setelah mengikut Tuhan.
- Anak dapat menyebutkan tanggung jawab orang Kristen yang telah menerima kebaikan Tuhan (hidup dalam syukur).
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Nabi Mikha berkarya dan bernubuat di tengah periode yang penuh gejolak dalam sejarah Israel, yakni pada masa pemerintahan raja Yotam, Ahas, dan Hizkia, yang memerintah pada akhir abad kedelapan dan awal abad ketujuh (759-687 SM). Kala itu Israel dan Yehuda mengalami kekacauan besar ketika bangsa Asyur menyerbu dan menjajah mereka. Bangsa Asyur merebut Samaria, ibu kota kerajaan utara, pada tahun 722 SM. Sementara Kerajaan selatan, Yehuda juga mengalami ancaman, sebab selama pemerintahan Hizkia, raja Asyur yang bernama Sanherib pada tahun 701, telah menyerang beberapa kota di Yehuda (lihat 2 Raja-raja 18-19; Mikha 1:10-16).
Selain mengalami ganguan, ancaman, dan teror dari bangsa Asyur, secara kultural Israel dan Yehuda juga tengah mengalami perubahan besar. Perubahan tersebut terkait dengan pergeseran sistem ekonomi, yakni semula menggunakan pola barter (barang ditukar dengan barang) berubah menjadi sistem perdagangan menggunakan sistem mata uang (uang ditukar dengan barang). Sayangnya di tengah konteks perubahan semacam itu, korupsi dan kemunafikan justru merajalela. Dalam Mikha 3:11, tampak kecaman Nabi Mikha terhadap para penguasa Yerusalem yang melakukan jual beli perkara dan menerima suap ketika memutuskan hukum. Sementara para imam dan para nabi mengajar dan melayani juga demi semata-mata mendapatkan uang. Singkatnya Israel dan Yehuda mengalami situasi yang sangat buruk, kacau balau dan hancur berantakan.
Di tengah konteks krisis yang semacam itu, ternyata Tuhan Allah tetap peduli dan menjanjikan pemulihan, penyertaan dan keselamatan. Perjanjian yang dibuat oleh Tuhan Allah dengan Daud adalah perjanjian yang kekal dan tetap berlaku, bahkan meskipun Yehuda berada di bawah ancaman dan mengalami kekacauan sekalipun.
Melalui nabi Mikha, Tuhan Allah menyatakan bahwa perjanjian keselamatan-Nya akan digenapi melalui hadirnya seorang mesias atau pemimpin baru dari garis keturunan Daud. Sang Mesias, Pemimpin baru ini secara tak terduga ternyata tidak akan muncul dari kota besar/kota kerajaan, yakni Yerusalem, melainkan muncul dari sebuah desa kecil yang tak terkenal, yakni Bethlehem. Mesias atau pemimpin baru ini juga tidak akan memerintah dengan menggunakan kekuatan militer/tangan besi layaknya bangsa Asyur, melainkan membawa damai dan menggembalakan umat-Nya dengan kekuatan cinta Tuhan Allah.
Di minggu Adven ini, Nabi Mikha mengundang kita untuk menghayati kesetiaan Tuhan Allah yang menjanjikan keselamatan dan penyertaan. Kendati kita mengalami kekerasan, ketidakpastian, ancaman, teror dan gangguan, mari mengingat bahwa Tuhan Allah senantiasa setia dan akan selalu hadir dengan cara yang tak pernah dapat kita duga. Di tengah pengharapan dan dambaan kita akan keamanan, kedamaian dan keselamatan, nabi Mikha mengundang kita untuk mencari kehadiran Allah di “Betlehem” yakni tempat yang kecil, tidak berdaya, dan yang rentan, lalu menyambut-Nya!
Pendahuluan
Pernahkah teman-teman mengalami kesulitan di dalam hidup? Seperti misalnya saat menghadapi masa ujian di sekolah, saat ada masalah dengan teman, saat ada masalah di keluarga. Mungkin ada di antara kalian yang ingin berbagi cerita tentang kesulitan yang pernah dialami. Lalu apa yang kalian lakukan saat menghadapi kesulitan-kesulitan itu?
Cerita
(Ajak remaja membaca Mikha 5: 2-5). Pada saat itu Bangsa Israel juga sedang menghadapi banyak kesulitan. Banyak terjadi korupsi dan kejahatan lain di tengah-tengah kehidupan bangsa Israel. Hukum diperjualbelikan. Siapa yang bisa membayar lebih besar, akan memenangkan perkara hukum yang dihadapi. Imam dan nabi banyak yang melakukan pelayanan hanya demi mendapatkan uang.
Meskipun banyak terjadi kesulitan yang dialami oleh bangsa Israel, ternyata Allah tetap berkenan untuk memelihara bangsa Israel. Allah tetap menjanjikan penyertaan dan keselamatan bagi bangsa Israel. Melalui Nabi Mikha, Allah berjanji bahwa akan ada pemimpin yang akan menyelamatkan bangsa Israel. Melalui garis keturunan Raja Daud, akan lahir seorang pemimpin. Namun pemimpin itu tidak lahir di kota Yerusalem, melainkan di kota kecil Betlehem.
Pada saat ini kita memasuki masa Minggu Adven 2. Di masa ini kita diajak untuk mengingat bahwa Allah setia kepada umatNya. Ia tetap memelihara umatNya meskipun sedang mengalami masa-masa sulit. Jika kita mungkin sedang mengalami masa sulit, Allah tidak pernah meninggalkan kita. karena itu mari kita mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan yang pernah kita alami, meskipun kita sedang mengalami masa sulit. Sehingga kita tetap dapat bersyukur akan kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah kita terima dan hidup di dalam rasa syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan di sepanjang hidup kita
Aktivitas
Bagi remaja dalam kelompok kecil berjumlah dua atau tiga orang. Ajak remaja berbagi cerita dalam kelompoknya tentang pengalamannya saat menghadapi kesulitan hidup dan apa saja kebaikan Tuhan yang dapat disyukuri. Dapatkah Remaja menghitung kebaikan Tuhan yang dialami dalam hidupnya?