Bacaan : Yohanes 20 : 1 – 18 | Pujian : KJ. 187
Nats: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Ayat 17)
Kisah pada hari ini adalah rangkaian awal dari kisah Yesus menampakkan diri kepada para muridNya. Sekalipun para murid yakin dan percaya kepada apa yang pernah dikatakan Yesus tentang kebangkitanNya, namun pada waktu itu para murid sulit untuk mempercayai berita kebangkitan Yesus. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan keyakinan terhadap apa yang mereka imani. Maria Magdalena yang merasa sedih karena beranggapan bahwa jenasah Tuhan Yesus telah diambil orang. Namun kemudian berubah, ia menjadi Maria Magdalena yang memiliki semangat dan kekuatan baru setelah berjumpa dengan Tuhan Yesus. Dia tidak hanya berdiam diri saja, namun ia segera pergi dan bersaksi kepada para murid yang lain.
Kebangkitan Yesus harus membangkitkan semangat dan keyakinan kita untuk pergi dan bersaksi. Akan tetapi terkadang kerapuhan diri membuat kita kehilangan keyakinan dan kehilangan kesempatan mewartakan berita kebangkitan Kristus. Seperti yang dialami oleh Maria Magdalena yang sempat kehilangan keyakinannya akan kuasa kebangkitan Kristus. Dalam kerapuhanannya itu, Maria Magdalena memiliki cinta yang begitu besar terhadap Yesus, sehingga Yesus berkenan menampakkan diri dan mengutusnya, membawa kabar sukacita itu kepada para murid yang lain. Saat Yesus berkenan menyatakan kuasa kebangkitanNya kepada Maria dan kepada kita, sebenarnya Yesus mengajak kita untuk yakin bahwa kebangkitanNya membawa sukacita dan pengharapan baru. Kebangkitan-Nya adalah bukti cintaNya kepada kita.
Kebangkitan Yesus harus membawa kita ikut serta bangkit dari kerapuhan. Dengan keyakinan yang baru, mari kita mewujudkan cintaNya dengan bersaksi tentang kasih dan kuasa kebangkitanNya. Kita meyakini bahwa Allah telah membebaskan kita dari segala belenggu dosa. Oleh karena itu masih ada waktu untuk bangkit dari kecemasan dan kekhawatiran, bangkitlah! Masih ada kesempatan untuk menyatakan dan mewartakan kasih kuasaNya. Kini tiba saatnya bagi kita untuk bersaksi. Bangkit dan bersaksilah! Tuhan Yesus senantiasa menolong dan menyertai kita. (ASN)
“Bangkit dan bersaksilah sebab kita berjalan bersama cinta dan kasih Allah.”