Tenang, Jangan Mudah Marah! Pancaran Air Hidup Junior 26 Juni 2026

26 June 2026

Bacaan: Bilangan 20 : 2 – 13
Nats: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku…” (Bilangan 20 : 12b)

Apakah kamu pernah marah? Apa yang membuatmu gampang marah? Diminta berhenti main HP atau karena capek, lapar, haus, kehilangan mainan atau mungkin diejek teman? Marah itu bisa terjadi pada siapa saja ketika ada yang tidak sesuai dengan harapan. Namun, kita harus berhati-hati dengan marah. Jangan sampai tidak dikelola dengan baik yang berakhir menjadi amarah yang bisa merugikan. Kita perlu belajar mengendalikan marah dengan baik.

Bangsa Israel pernah bersungut-sungut, mengeluh dan marah kepada Musa. Musa yang merasa terus disalahkan dan dipojokkan oleh orang Israel juga menjadi marah. Andai saja Musa lebih tenang dan bisa mengendalikan marahnya, ia cukup melakukan seperti yang Firman Tuhan “Katakanlah..kepada bukit batu itu.” Namun, karena marah, Musa memukul bukit batu itu dua kali. Seperti yang Tuhan katakan, air keluar dari bukit batu itu, namun Musa telah menjadi orang yang kurang tenang sehingga ia tidak melakukan perintah-Nya. Akibatnya, ia harus menerima konsekuensi dari perbuatannya.

Mari belajar dari kegagalan Musa mengendalikan marah. Setiap kali kita merasa marah, dada kita terasa sesak, tangan kita ingin memukul, mari ingat bahwa itu berarti kita sedang marah. Mari mengatur nafas dengan baik dan memohon Tuhan memberikan ketenangan supaya apa yang kita lakukan adalah perbuatan yang benar bukan yang salah dan merugikan.

Susunkah huruf acak di bawah ini menjadi kata yang benar

IMAREB

UKARHAD

KUBTI TABU

TGOKTAN

Doaku: Tuhan penuntunku, bersama-Mu aku menjadi berani melakukan segala yang baik dan ajarlah aku untuk mengendalikan rasa marah-mu, Amin

Renungan Harian

Renungan Harian Anak