Empan Papan Renungan Harian 30 April 2020

30 April 2020

Bacaan : Keluaran 2 : 15b – 25 |  Pujian :  KJ. 363 : 1 – 2
Natas:
“Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka”. (Ay. 17)

“Wong kok ora empan papan blas?” ungkap seorang ibu ketika ia menanggapi perilaku orang lain yang membuatnya jengkel. Empan papan merupakan istilah yang seringkali dipakai dalam budaya Jawa. Istilah empan papan berarti suatu sikap atau perbuatan yang sesuai dengan tempatnya, pada saat dan kondisi yang tepat. Melalui istilah ini, masyarakat Jawa senantiasa diingatkan untuk berperilaku sesuai dengan tempat serta situasi dan kondisi yang ada.

Melalui bacaan kita hari ini, kita berjumpa dengan Musa yang juga menerapkan istilah empan papan. Hal ini terjadi ketika Musa telah membunuh seorang Mesir. Ia kemudian melarikan diri dari Firaun dan sampai di daerah Midian. Sebagai seorang pendatang di daerah Midian, Musa menolong para perempuan yang sedang mengambil air dari para gembala. Ternyata para perempuan itu adalah anak dari imam Midian. Berkat perilakunya ini akhirnya ia diundang oleh imam Yitro untuk datang ke di rumahnya. Bahkan kemudian Musa diberi anaknya yang bernama Rehuellah Zipora. Musa hidup bersama dengan keluarganya di Midian hingga Allah kembali memanggilnya.

Apa jadinya jika Musa tidak menolong para perempuan yang ternyata adalah anak Imam Midian? Apa jadinya kalau Musa jadi orang yang sombong di tempat yang baru? Mungkin ceritanya jelas berbeda. Namun demikian, melalui perilaku kehidupan Musa kita bisa belajar bersama agar bisa menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Terlebih lagi ketika kita menjadi pendatang baru di suatu tempat baik itu di lingkungan keluarga, pekerjaan maupun di masyarakat. Dengan demikian, orang-orang yang ada di sekitar kita akan merasa nyaman dengan keberadaan kita, bahkan bisa menerima kita dengan baik. Amin. (Wee)

“Perilaku kita yang menentukan siapa diri kita” (Thomas Jefferson)

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak