Hidup Yang Dibentuk Pancaran Air Hidup 28 April 2026

28 April 2026

Bacaan: Ibrani 13 : 20 – 21  |  Pujian: KJ. 284
Nats: “… memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, …” (Ayat 21)

Ketika seorang penjunan (pengrajin tembikar) sedang berkarya, ia dapat mengubah gumpalan tanah liat menjadi berbagai barang dengan nilai estetika yang tinggi. Entah itu berupa gerabah rumah tangga, guci, vas bunga, asbak, dan berbagai karya lainnya. Namun jika dalam proses pembuatan itu ia menemukan satu retakan kecil saja, maka ia akan memproses ulang karyanya tersebut. Alih-alih membuangnya, ia akan menguleni ulang, menambahkan air, dan membentuknya kembali dengan sabar. Ia tahu, bejana yang retak masih bisa menjadi indah jika berada di tangan yang tepat. Begitu pula yang dilakukan Tuhan terhadap kita, manusia yang rapuh dan sering kali retak karena dosa. Lewat karya Paskah, Ia tidak membuang kita, melainkan Ia membentuk kembali hidup kita di dalam Kristus yang telah bangkit.

Bacaan kita hari ini Ibrani 13:20–21, menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar pembuktian kuasa Allah atas maut, melainkan tindakan kasih yang memulihkan umat manusia, untuk hidup dalam kehendak-Nya. Kata “memperlengkapi kamu dengan segala yang baik” menunjukkan bahwa Allah bukan hanya menyelamatkan kita, tetapi Ia juga memampukan kita agar senantiasa hidup di jalan kebenaran. Ia membentuk dan memperlengkapi kita dengan segala yang baik, supaya kehidupan kita tidak retak lagi oleh dosa yang kita perbuat. Momentum Paskah saat ini mengingatkan kita bahwa keselamatan yang kita peroleh, itu bukanlah hasil karya diri kita sendiri melainkan semata-mata karya kasih Allah Sang Penjunan Yang Agung, yang bekerja di dalam diri kita. Ia mau membentuk, memperbarui, dan menyelamatkan kehidupan kita, sekalipun kita hanyalah seonggok tanah liat yang tak berguna.

Dalam terang Paskah, kita tidak lagi hidup sebagai bejana retak yang tak berguna, tetapi sebagai ciptaan baru yang dipakai Allah untuk tujuan-Nya yang mulia. Setiap hari adalah kesempatan kita untuk membiarkan Allah memimpin dan memperlengkapi kita dengan kasih, kesetiaan, dan ketaatan. Ketika dunia menawarkan berbagai gemerlap dosa, kebangkitan Kristus justru memanggil kita untuk hidup dalam damai sejahtera dan kehendak-Nya. Sebab hidup orang percaya adalah hidup yang dibentuk, diperlengkapi, dan diarahkan oleh kuasa kebangkitan Kristus menuju jalan keselamatan yang sesungguhnya. Amin. [YAH].

“Hidup di dalam terang Tuhan, berjalan menuju keselamatan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak