Ahli Waris Kerajaan Allah Renungan Harian 20 Desember 2019

20 December 2019

Bacaan : Galatia 4 : 1 – 7    |   Pujian : KJ. 446
Nats
: “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; Jikalau kamu anak, maka kamu juga ahli-ahli waris, oleh Allah.” (ay. 7)

Bukan tanpa sebab rasul Paulus begitu menggebu-gebu mengingatkan umat di Galatia, terkait dengan status mereka sebagai anak yang berhak menjadi ahli waris janji Allah. Masalahnya, dengan tiba-tiba umat berpaling dari iman yang semula telah mereka ugemi (Gal. 1:6). Padahal dalam pandangan rasul Paulus, hanya oleh iman umat dibenarkan dihadapan Allah dan berhak menerima janji-Nya. Tapi mengapa, umat lekas berpaling dari keyakinan mereka?

Surat Galatia menyebut, di antara mereka ada penyesat yang mempengaruhi umat untuk meninggalkan jalan iman yang semula mereka hidupi. Memang, seringkali para penyesat tampil begitu menggoda dan mempesona. Tetapi, sebegitu menggodakah penyesat itu? sampai-sampai mereka rela melepaskan hak waris akan janji Allah? Tentu itu bukanlah satu-satunya penyebab umat hanyut dalam kesesatan.

Nampaknya, umat di Galatia memandang bahwa janji Allah sudah tidak menarik lagi bagi mereka. Mereka lebih tertarik dengan pengajaran yang lebih memuaskan hasrat dan keingingan hati mereka, sehingga rasul Paulus merasa perlu mengingatkan umat akan status mereka sebagai ahli waris janji Allah. Karena itu, kutipan surat rasul Paulus dalam Galatia 4:1-7 merupakan upaya rasul Paulus mengingatkan, menasehati, dan menegaskan ulang bahwa umat di Galatia adalah orang-orang yang berhak menerima warisan janji Allah, asal mereka mau kembali kepada jalan iman dalam Kristus.

Apa yang dialami oleh umat di Galatia sering kali juga terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Ada banyak pilihan di dunia ini yang lebih menarik, mempesona, dan dengan mudah dapat memuaskan hasrat dan keinginan hati untuk diikuti, jika dibandingkan dengan harapan akan janji Tuhan, yang seringkali tidak mudah didapatkan. Karena itu, hanyalah keteguhan dan kesetiaan yang memungkinkan kita tidak hanyut dalam penyesatan sehingga kita tidak kehilangan hak waris janji Allah. [mere]

“Kesetiaan bukan berasal dari luar, tetapi bersemayam di dalam diri sendiri”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak