Tuhan, Hati-hati, Nanti Kegigit! Renungan Harian 14 Maret 2020

14 March 2020

Bacaan : Mazmur 95 : 1 – 11   |   Pujian : KJ. 64
Nats
: “Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.” (Ay. 8-9)

Ada sebuah cerita yang saya ingat dari buku yang saya baca ketika kecil. Buku itu berjudul ‘Siapakah Aku Ini?’ tulisan Katherine Peterson. Ceritanya ada seorang anak sedang sarapan di dapur bersama ibunya. Anak itu bertanya, “Ibu, Tuhan itu ada di mana?” dan ibunya menjawab “Tuhan ada di mana-mana” Dia bertanya lagi, “Di dapur ini?” Ibunya menjawab iya. “Apa Tuhan ada di roti lapis mentega kacang yang mau kumakan ini?” Ibunya diam sejenak, lalu menjawab “Iya lah, kan Tuhan ada di mana-mana.” Dan si anak lalu mengatakan, “Tuhan, tolong menyingkir sebentar ya dari rotiku, nanti kegigit.” Dalam keluguannya, anak itu menunjukkan cintanya kepada Tuhan.

Semakin kita tua, hidup kita mungkin menjadi semakin rumit. Ketika kecil segala sesuatu serba mungkin. Naik pesawat terbang tidak harus ke bandara, kita cukup berdiri di halaman, meluruskan lengan ke kanan dan ke kiri, lalu berlari dengan tangan mengembang. Kita sudah naik pesawat. Namun seiring bertambahnya usia, hal-hal demikian mungkin tinggal kekonyolan saja. Begitu juga iman masa kecil kita. Iman kita berhadapan dengan kenyataan sehari-hari yang harus kita hadapi dengan realistis. Ada yang ditambahkan di sana. Tetapi ada juga yang hilang, kadang kita kehilangan kekaguman pada keajaiban. Bahkan kadang kita menyerah, kita marah kepada Tuhan hidup kok isinya sulit melulu.

Hal tersebut yang terjadi pada Israel ketika mereka berada di Masa dan Meriba. Mereka kehilangan kesabaran. Mereka marah kepada Musa karena mereka tidak menemukan air. Mereka menganggap Tuhan membawa mereka menuju kematian. Seolah mencobai Tuhan, mereka mengatakan “Apa yang bisa dilakukan Tuhan dalam situasi seperti ini?” Mereka lupa bahwa Tuhan sudah menyelamatkan mereka, membawa mereka keluar dari Mesir dengan ajaib. Karena itu pemazmur mengingatkan dalam segala kesempatan, ingatlah keajaiban Tuhan, pujilah dia. Mau bahagia, mau susah, jangan sampai lupa. Hidup memang perlu dihadapi dengan realistis, tetapi jangan kehilangan kekaguman kita akan keajaiban-keajaiban Tuhan dalam hidup kita. (Gide).

“Maka jiwaku pun memujiMu! Sungguh besar Kau Allahku!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak