Penundaan Kronis

Bacaan : Matius 28 : 1 – 10 | Pujian: KJ 365
Nats: “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.” [ayat 8]

Saya harus menunda mencuci baju karena pagi ini langit gelap. Saya akan menunda mengerjakan tugas karena masih belum ada greget (semangat). Liburan kami terpaksa kami tunda karena ternyata tabungan kami masih belum mencukupi. Kami menunda bekerjasama dengan Bapak Z karena mendengar desas-desus tidak baik mengenai hasil kerjanya. Rupanya, ada segudang alasan, penjelasan, pertimbangan dan fakta yang membuat kita menunda melakukan atau memutuskan suatu hal.

Ada beberapa jenis penundaan :
1. Penundaan fungsional, yaitu penundaan karena sebab yang bisa dipertanggung jawabkan.
2. Penundaan disfungsional yaitu penundaan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.
3. Penundaan kronis yaitu sikap menunda-nunda yang sudah menjadi kebiasaan.

Kalau melihat jenis penundaan di atas, tentu apabila kita menunda karena sesuatu yang bisa dipertanggung jawabkan, hal tersebut dapat dimengerti. Misalnya, menunda mencuci baju 1 atau 2 hari karena langit gelap. Namun jika setiap hari menunda mencuci baju sampai 1 bulan… Wah itu namanya penundaan disfungsional atau mungkin bahkan kronis.

Maria Magdalena dan Maria yang lain segera pergi dari kubur, berlari cepat-cepat. Kata segera dan cepat-cepat menjadi penanda bahwa kedua sosok perempuan ini tidak menunda tindakan. Mereka berupaya sebisa mungkin melakukan sesuatu secepat kemampuan.

Kita juga sering menunda melakukan sesuatu dengan pikiran utama toh besok masih ada waktu. Sesuatu yang tak terduga bisa terjadi besok, sehingga kita tidak bisa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. [Ardien]

“Jangan menunda apa yang dapat anda lakukan hari ini!“

 

Bagikan Entri Ini: