GKJW Jemaat Ringin Pitu, Jemaat ke-167 GKJW

Pelayan Harian Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan (PHMA GKJW) pada hari Minggu 24 September 2017 meresmikan Calon Jemaat Ringin Pitu sebagai jemaat mandiri. Sebelum didewasakan, calon jemaat Ringin Pitu adalah bagian dari GKJW Jemaat Peniwen, Malang.

Kebaktian pendewasaan jemaat dipimpin oleh Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt. Tjondro F Gardjito. Ayat Alkitab yang direnungkan dalam kebaktian ini diambil dari Efesus 4: 11-20 tentang perjalanan hidup sebuah jemaat.

Kepada Jemaat Efesus, Rasul Paulus mengingatkan bahwa gereja harus selalu bergerak dan mencari. Ini artinya, jemaat dituntut terus berpikir dan bertindak untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada disekitarnya.

Pergumulan dan usaha untuk menjawab masalah-masalah tersebutlah yang akan mendewasakan gereja. Proses ini adalah proses tanpa akhir karena persoalan-persoalan di sekitar gereja pasti datang silih berganti. Untuk itu, jemaat dituntut harus selalu belajar menjawab permasalahan-permasalahan tersebut.

Dalam kebaktian tersebut, dilantik pula Pdt. Mahardika Mangkunegara sebagai pendeta konsulen untuk GKJW Jemaat Ringin Pitu oleh Pelayan Harian Majelis Daerah Malang I. Pendeta Mahardika Mangkunegara adalah pendeta baku GKJW Jemaat Bangelan yang terletak tidak jauh dari GKJW Jemaat Ringin Pitu.

Sekilas Perjalanan Pendewasaan Jemaat Ringin Pitu

Perjalanan menjadi jemaat mandiri dimulai sejak tahun 2003 saat Pdt. Drisuto menjadi pendeta baku di GKJW Jemaat Peniwen. Saat itu, warga blok Ringin Pitu jemaat Peniwen berkeinginan untuk mendirikan gedung gereja di wilayahnya.  Proses pembangunan gedung gereja dimulai tahun 2004 hingga akhirnya pada tahun 2009 gedung gereja diresmikan.

Proses pendewasaan jemaat dimulai pada tahun 2010. Pdt Sutrijo bersama majelis jemaat Peniwen merancang langkah-langkah pendewasaan seperti mempersiapkan kelengkapan administrasi, penataan anggaran keuangan dan pemantapan warga.

Baca Juga:  Keluarga Kristen yang Berbagi Berkat

Upaya pendewasaan ini antara lain dilakukan dengan memberi kewenangan blok Ringin Pitu untuk menyusun dan mengelola sendiri Program Kegiatan Tahunan (PKT) dan Anggaran Belanja Pendapatan (APB) sejak tahun 2013.

Pada tahun 2015, blok Ringin Pitu ditingkatkan statusnya menjadi calon jemaat. Status itu kemudian ditingkatkan lagi menjadi jemaat dalam Sidang Majelis Agung ke-114 GKJW di Rejoagung tahun 2017.

Saat ini GKJW Jemaat Ringin Pitu memiliki anggota ± 310 kepala keluarga. Kebanyakan warga jemaat berprofesi sebagai petani dan buruh tani. GKJW Jemaat Ringin Pitu adalah jemaat ke-167 Greja Kristen Jawi Wetan.

Bagikan Entri Ini:

Entri Serupa:

Temu Akrab Pemuda II Rayon Blambangan Suasana temu akrab pemuda II Rayon Blambangan di GKJW Jemaat Rejoagung Temu Akrab Pemuda (TAP) II Rayon Blambangan telah berlangsung tanggal 1-3 J...
Duh GUSTI, Ingkang Kawula Purugi Sinten Malih? Mesin waktu seolah membawa kita kembali ke tahun 1880-an saat memasuki gedung gereja GKJW Jemaat Mojowarno. Tidak banyak yang berubah dari tahun ke ta...
Gereja yang Terus Mereformasi Diri Laporan dari Si... Delegasi Indonesia Greja Kristen Jawi Wetan hadir dalam sidang WCRC (World Communion of Reformed Churches  – Persekutuan Gereja-gereja Reform Duni...
Ibadah Tanam Padi GKJW Jemaat Sobrah “Menyatu dan dekat dengan alam”. Itulah yang dirasakan oleh warga GKJW Jemaat Sobrah (Majelis Daerah Malang II) ketika mengadakan Ibadah Tanam Pad...