Duabelas Pendeta Baru GKJW Ditahbiskan

Para pendeta baru yang ditahbiskan pada sidang ke-116 Majelis Agung GKJW

Sebanyak duabelas Pendeta baru GKJW ditahbiskan dalam Sidang ke-116 Majelis Agung GKJW pada tanggal 7 Juli 2019 di Madiun. Para pendeta baru tersebut telah mendapatkan pendidikan teologi, menjalani masa vikariat, dan dinyatakan layak untuk mengemban tugas sebagai pendeta GKW.

Para pendeta baru yang ditahbiskan tersebut adalah:

  1. Pdt. Adi Sih Nugroho (asal dari GKJW Jemaat Tulungagung).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Manukan, Spellot, Jember, Rumah Sakit Kristen Mojowarno, YBPK Surabaya, dan GKJW Jemaat Rungkut.
  2. Pdt. Dinastria Eklesia Agustha (asal dari GKJW Jemaat Segaran).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Lumajang, Pujiharjo, Wiyung, Rumah Sakit Reksa Waluya, YBPK Tempursari, dan GKJW Jemaat Waru.
  3. Pdt. Nanda Resianto (asal dari GKJW Jemaat Tulangbawang).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Jombang, Purwoharjo, Waru, Rumah Sakit Griya Waluya, YBPK Mojowarno, dan GKJW Jemaat Simomulyo.
  4. Pdt. Dhemi Afrista Randi (asal dari GKJW Jemaat Jatiwringin).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Ponorogo, Peniwen, Rejoagung, Karangpilang, dan Kediri.
  5. Pdt. Stefi Kristian Rumere (asal dari GKJW Jemaat Sidomulyo, Jember).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Waru, Padangan, Malang, Sendangbiru, dan Mojokerto.
  6. Pdt. Teguh Pylan Jaya (asal dari GKJW Jemaat Suwaru).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Wiyung, Purwodadi (MD Besuki Timur), Sengkaling, Sumbergondang, Rumah Sakit Kristen Mojowarno, YBPK Segaran – Wates, dan GKJW Jemaat Surabaya.
  7. Pdt.Triatmojo Adi (asal dari GKJW Jemaat Sambirejo).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Darmo, Tempursari, Dawarblandong, Banyuwangi, dan Tulangbawang.
  8. Pdt. Rechta Eka Satria (asal dari GKJW Jemaat Purwodadi – Banyuwangi).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Kediri, Jombang, Ringinpitu, Dawarblandong, dan Tunjungsekar.
  9. Pdt. Merry Kusuma Wardhani (asal dari GKJW Jemaat Wonoasri – Kediri).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Nganjuk, Suwaru, Rumah Sakit Griya Waluya, YBPK Sidorejo – Pare, GKJW Jemaat Tulangbawang dan GKJW Jemaat Segaran – Wates.
  10. Pdt. Febbi Mariana (asal dari GKJW Jemaat Sumberpucung).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Rejoagung, Waru, Purwoharjo, Jombang, Rumah Sakit Griya Waluya, YBPK Peniwen, dan GKJW Jemaat Madiun Lor.
  11. Pdt. Gita Restu Anandani (asal daro GKJW Jemaat Tulungrejo – Banyuwangi).
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Madiun, Lamongan, Rumah Sakit Reksa Waluya, YBPK Wonoasri, GKJW Jemaat Segaran – Wates, dan GKJW Jemaat Sitiarjo.
  12. Pdt. Fantri Galatia Rakristian (asal dari GKJW Jemaat Banyuwangi)
    Telah menjalani masa vikariat di GKJW Jemaat Babatan, Sidorejo (MD Besuki Barat), Mutersari, Pronojiwo, Rumah Sakit Reksa Waluya, YBPK Purwoharjo – Pare, dan GKJW Jemaat Gadang.
Baca Juga:  Menggumuli Panggilan Sebagai Pendeta GKJW

Kebaktian penahbisan dilayani bersama oleh Pdt. Yoseph Endro (sebagai liturgos), Pdt Tjondro F. Gardjito memimpin prosesi penahbisan dan Pdt. Budiyanto sebagai pelayan firman.

Pembacaan Alkitab diambil dari Lukas 10: 1-1 tentang Yesus yang mengutus tujuh puluh murid. Dalam khotbahnya, Pdt. Budiyanto mengingatkan para pendeta baru agar benar-benar berperilaku sebagai murid Kristus yang berkualitas.

Kualitas itu antara lain dibangun dengan hidup secara sederhana dan hanya mengandalkan Tuhan dalam pelayanannya. Tugas sebagai pendeta membutuhkan tanggung jawab besar namun tetap harus dilakukan dengan sukacita. Dengan demikan, keberadaan pendeta tersebut akan mendatangkan damai sejahtera dalam jemaat.

Ibadah penahbisan pendeta baru ditandai dengan berkat

Prosesi penahbisan ditandai dengan berkat dari para pendeta GKJW untuk para calon pendeta baru. Selanjutnya dilaksanakan pemasangan stola pendeta dan penandatanganan piagam pendeta bagi para pendeta baru tersebut.

 

Bagikan Entri Ini:

  • 254
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •