Ndang Budhal! Pembinaan Mahasiswa Teologi UKDW Yogyakarta dan UKSW Salatiga Asal GKJW

Para mahasiswa teologi UKDW dan UKSW asal GKJW

Sekitar 65 orang mahasiswa Fakultas Teologi asal GKJW mengikuti pembinaan yang diadakan oleh Dewan Pembinaan Penata Layanan (DPPL) dan Komisi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) GKJW. Para mahasiswa itu berasal dari berbagai angkatan yang saat ini sedang belajar di Univeritas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Pembinaan dilakukan pada tanggal 12-14 Juli 2019 di Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk kembali memproses para mahasiswa dalam menghayati panggilan dan perutusan sebagai para calon pelayan di GKJW.

Pembinaan dibuka oleh Pdt. Puji Sugiarto selaku Sekretaris DPPL dan Pdt. Natael Hermawan Prianto selaku Sekretaris Komisi MSDM. Dalam sesi itu, keduanya menjelaskan bagaimana struktur MSDM di GKJW dan pentingnya peran para mahasiswa teologi sebagai masa depan gereja.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tentang pengenalan diri dan hambatan pengembangan potensi diri oleh Ibu Pratiwi Anjarsari. Dalam sesi itu, para peserta dibantu dengan alat test sederhana untuk mengenal diri dan potensinya dengan lebih baik.

Pembinaan hari kedua dilakukan dengan metode outbound untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan hubungan interpersonal para mahasiswa. Mereka diajak saling bahu-membahu untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan dengan tak lagi peduli tentang sekat asal almamater, yang terasa hanyalah ke-guyub-an dan rasa sepenanggungan.

Setelah itu, Pdt. Em. Drs. Sumardijana mengajak mahasiswa untuk mendiskusikan tema besar: “Pemimpin yang Melayani”. Pendeta senior GKJW yang telah memiliki banyak pengalaman pelayanan ini membandingkan spiritualitas Yesus (yang konsisten dengan misi penyelamatan-Nya meski harus menantang pemahaman umum mengenai pencapaian kesuksesan yang pragmatis, oportunis dan materialistis) dengan Faust (tokoh legenda klasik Jerman yang bersedia menggadaikan jiwanya pada kuasa gelap untuk meraih segala hal yang pragmatis, oportunis dan materialistis). Dengan perbandingan ini, para calon pelayan GKJW ini diajak untuk meneladani Yesus yang tak mementingkan keuntungan diri dan tak terjebak dengan hedonisme dunia.

Para mahasiswa kemudian dibagi ke dalam 4 kelompok yang masing-masing difasilitasi oleh para pendeta  untuk membicarakan berbagai hal tentang motivasi, studi dan rencana mereka ke depan. Memang tak semua mahasiswa teologi telah merasa mantap untuk menjadi Pendeta GKJW, dalam sesi ini mereka belajar bahwa menjadi Pendeta bukanlah satu-satunya cara untuk melayani Tuhan. Masih banyak cara lain, masih banyak bidang lain yang masih dalam proses untuk digumuli.

Di hari terakhir, para mahasiswa beribadah minggu di GKJW Jemaat Sukun dan mempersembahkan pujian bersamaan dengan penutupan Pekan Anak. Setelah itu, bersama-sama dengan Pdt. Agus Puji Purwanta para peserta membahas tema-tema khusus di Kapita Selekta GKJW.

Seluruh rangkaian pembinaan ini lalu diakhiri dalam Ibadah Pengutusan yang dilayani oleh Pdt. Rena Sesaria Yudhita yang mengajak para mahasiswa menghayati tugas kuliah sehari-hari dalam kerangka merespon panggilan dan perutusan dari Tuhan sendiri. Karena itu harusnya mereka tak lagi kakehan semaya (terlalu banyak berjanji)namun memiliki semangat ndang budhal (segera berangkat) dalam merespon panggilan itu. Pembinaan tiga hari itu pun ditutup dengan menyanyikan lagu “Ndang Budhal” ciptaan Sdr. Purba A. Nugraha dengan penuh semangat. Selamat melayani, aja kakehan semaya….ndang budhal!

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •