Buka Puasa Bersama Untuk Menjalin Kerukunan Antar Umat Beragama

Buka puasa bersama menjadi kegiatan beberapa jemaat GKJW dalam rangka menjalin kerukunan antar umat beragama. Berikut ini beberapa diantaranya:

Buka Puasa di GKJW Jemaat Wates, Mojokerto

Mantan Ibu Negara, Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bersama lembaga sosial “Puan Amal Hayati”  menggelar buka bersama di GKJW Jemaat Wates, Mojokerto pada tanggal 30 Mei 2019. Acara ini mengambil tema “Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks”.

Dalam acara itu, Ibu Sinta Nuriyah mengingatkan keragaman suku dan agama di Indonesia yang harus disyukuri. Acara ini  dihadiri pemeluk berbagai agama dan berbagai kelompok masyarakat seperti Gusdurian, Ansor, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), dan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi).

Selain itu hadir pula Komunitas Persada, gereja-gereja di sekitar Mojokerto seperti GKI, GKJW, gereja Katolik, dan gereja Ortodoks. Hadir pula perwakilan dari kelenteng atau Vihara. Organisasi lain yang hadir diantaranya Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto (DKKM), dan Iwamor (Ikatan Waria Mojokerto).

Sebanyak delapan ratus nasi kotak dibagikan dalam acara buka puasa bersama itu. Dalam acara itu diadakan pula pemeriksaan gratis bagi warga sekitar gereja GKJW Wates

Parade hiburan menutup rangkaian acara seusai salat tarawih. Seniman Kirun dan Tarian Barongsai memeriahkan juga kegiatan tersebut.

Buka Puasa dan Pembagian Takjil di GKJW Jemaat Pandaan, Pasuruan

Warga GKJW Jemaat Pandaan bersama para santri Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari, Pasuruan mengadakan pembagian takjil dan buka puasa bersama  di Pandaan pada tanggal 18 Mei 2019. Bulan puasa tahun ini adalah tahun ke-4 bagi GKJW Jemaat Pandaaan berbagi kasih dan mempererat relasi persaudaraan dengan saudara-saudara muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Acara ini diikuti pula tamu undangan dari lingkup organisasi pemuda di antaranya Persatuan Mahasiswa Islam (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), organisasi MATAN dari lingkup Universitas Yudharta Pasuruan dan sahabat dari Gus Durian Pasuruan. Selain hadir pula perwakilan dari klenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan.

Baca Juga:  Belajar dari Pondok Pesantren Al Ghozali

Sebanyak 600 paket takjil dibagikan di empat titik lokasi strategis sekitar Pandaan: perempatan Pasar Pandaan, depan bundaran Masjid Cheng Ho, di lingkungan gereja (kampung) dan sisanya di depan gedung gereja GKJW.  Acara pembagian takjil kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama saat terdengar kumandang adzan maghrib.

Bapak Yudi Dharma Santoso dari klenteng Tjoe Tik Kiong, Pasuruan mengapreasiasi kegiatan berbagi takjil dan buka bersama ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dalam membawa kerukunan dan kedamaian di wilayah Pasuruan. Sebagai anggota FKUB Pasuruan dan FKUB Jawa Timur dari unsur agama Konghucu, Bapak Yudi menghimbau hal tersebut dapat terus dipertahankan.

Acara akhirnya acara ditutup dengan menyanyikan lagu karya KH Wahab Hasbullah Yaa Lal Wathan.

Buka Puasa KBM GKJW di Surabaya

Komunitas Berbasis Mahasiswa (KBM) GKJW di Surabaya mengadakan kegiatan buka bersama di Panti Asuhan Yayasan Al-Fatimah, Gunung Anyar, Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Acara ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian KBM Surabaya kepada anak-anak Panti Asuhan, sekaligus mengajak anggota KBM Surabaya untuk dapat berbaur dengan sesamanya yang berbeda iman. Sekitar 30 orang dari KBM Surabaya turut hadir dalam acara buka bersama ini.

Acara ini dimulai pada pukul 16.00 WIB, diawali dengan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan sesi bermain bersama anak-anak Panti Asuhan, sharing, serta kegiatan inti yakni buka bersama.

Gradian Wahyu Utomo, penanggung jawab penggalangan dana Buka Bersama yang diadakan oleh KBM Surabaya mengatakan, acara ini awalnya hanya berupa pembagian takjil gratis di jalan. Namun, karena kondisi yang kurang memungkinkan, akhirnya KBM Surabaya memutuskan diadakan acara Buka Bersama di Panti Asuhan.

Lebih lanjut, Gradian juga berharap ada acara serupa lagi bersama anak Yatim agar teman-teman KBM bisa lebih membaur, bukan hanya saat bulan puasa saja, namun juga pada hari-hari biasa.

Baca Juga:  Studi Kristen - Islam Tentang Budaya dan Agama

Liputan : Pdt. Bram Kharismatus & Lugas Destra Rumpakaadi

 

 

Bagikan Entri Ini:

  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •