Bersahabat Dalam Keberagaman Jambore Anak-Anak Antar Agama di GKJW Jemaat Sidoreno

Belajar dan bermain bersama tentang keberagaman Indonesia

“Kami anak Indonesia. Kami tumbuh ditengah keberagaman bangsa ini.”
“Kami memang berbeda agama tetapi perbedaan itu tidak memisahkan kami.”

Demikian pesan anak-anak dari empat agama berbeda yang hadir pada Jambore anak-anak di GKJW Jemaat Sidoreno, Jember, Sabtu 7 Juli 2018 lalu. Sebanyak 35 anak (11 anak dari Kristen, 10 anak dari Muslim, 8 anak  dari Katolik, 6 anak dari Hindu ) ambil bagian dalam kegiatan yang termasuk dalam kegiatan pekan anak ini.

Hari itu anak-anak berjumpa, bermain dan merayakan keragaman mereka. Sangatlah wajar ketika mereka canggung saat pertama kali berjumpa. Akan tetapi, rangkaian kegiatan seperti menyanyi, estafet air, menyusun puzzle dan bermain ulartangga dapat mencairkan suasana pertemuan itu. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk saling bergandengan tangan dan bercanda.

Anak-anak berdiskusi untuk mempersiapkan penampilan kelompok mereka

Melalui kegiatan ini diharapkan karakter bersahabat dapat ditumbuhkan seiring perkembangan usia anak. Karakter ini juga yang akan mempengaruhi pembentukan karakter di usia selanjutnya, termasuk bagaimana anak dapat menghormati perbedaan  dan dapat bekerjasama untuk kepentingan bersama.

Kegiatan jambore anak-anak ini difasilitasi oleh Peace Leader Jember, pamong anak GKJW Jemaat Sidoreno, dan mahasiswa INAIFAS (Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah), Kencong,  Jember. Sambil bermain, anak-anak juga diminta  menuliskan pesan damai. Selanjutnya, mereka diminta dan mengekspresikan kecintaan atas negeri melalui gambar, puisi atau lagu.

Selain anak-anak, para ibu yang mendampingi kegiatan itu juga berdiskusi bagaimana mewujudkan keluarga tanpa kekerasan terhadap anak. Masing-masing agama meyakini bahwa setiap anak dikasihi Allah. Maka menjadi hak anak untuk dilahirkan di tengah keluarga yang baik. Dalam diskusi ini, hadir juga mbak Solihati dari Pusat Pelayanan Terpadu / Pos pendampingan perlindungan anak dan perempuan Jember. Beliau mengajak kami mengenali bagaimana kekerasan terhadap anak seringkali terjadi  di dalam rumah yang dianggap tempat paling aman bagi anak.

Baca Juga:  Studi Kristen - Islam Tentang Budaya dan Agama

Diakhir kegiatan, hati saya dipenuhi optimisme dan rasa syukur mengingat bahwa masih banyak anak yang suka bersahabat, ramah, terbuka, dan cinta damai di negeri ini.

 

Bagikan Entri Ini:

  • 73
    Shares

Entri Serupa:

Wanita Lintas Agama Sebagai Agen Perdamaian Kaum wanita diyakini dapat berperan aktif sebagai agen perdamaian. Perannya dalam keluarga berpotensi mencegah kekerasan sejak dini. Kesadaran ...
Training of Trainers on Christian Moslem Dialogue GKJW bekerjasama dengan UEM Asia pada tanggal 01-28 November 2010 mengadakan program TRAINING OF TRAINERS on CHRISTIAN MOSLEM DIALOGUE (TOT CMD). ...
Studi Kristen – Islam Tentang Budaya dan Aga...   Institut Pendidikan Theologia Bale Wiyata Greja Kristen Jawi Wetan  bekerja sama dengan United Evangelical Mission (Persekutuan Misi Pro...
Belajar dari Pondok Pesantren Al Ghozali Komisi Antar Umat (KAUM) GKJW berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ghozali, Wates Kediri. Kunjungan itu dilakukan disela-sela rapat kerjanya pada tan...