Bacaan: Mazmur 133 : 1 – 3 | Pujian: KJ. 427
Nats: “Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Ayat 3b)
Pamer adalah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa dia mempunyai barang baru yang mungkin orang lain belum punya, atau sesuatu yang nampak mewah dan belum tentu orang lain bisa memilikinya. Tindakan ini biasanya dengan sengaja dilakukan oleh yang bersangkutan, karena merasa ada kepuasan sendiri, ada sukacitanya ketika tindakan pamer itu dilakukan. Inti dari tindakan pamer adalah menunjukkan, menceritakan dan menghasilkan kepuasan tersendiri bagi orang tersebut.
Dalam bacaan hari ini, Pemazmur juga sedang pamer tapi pamer yang positif. Hal ini dilakukan oleh Pemazmur dengan mengungkapkan, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.” (ayat 1). Seperti saat kebersamaan umat Israel dalam peristiwa pentahbisan Harun sebagai Imam Besar bagi Israel. Keterpilihan dan pengurapan Harun ini ditunjukkan melalui ungkapan “minyak” yang mengalir atau meleleh dari kepala Harun sampai ke janggut dan ke jubah bagian lehernya. Harun dipilih oleh Tuhan Allah, untuk memimpin bangsa Israel agar semakin taat dan setia kepada Tuhan. Peristiwa tersebut disaksikan oleh segenap umat dan diceritakan turun temurun sebagaimana juga yang dilakukan oleh Pemazmur.
Sebagai umat Allah di dalam Yesus Kristus, sukacita kebersamaan juga kita rasakan saat merayakan paskah. Dalam peristiwa paskah umat diajak untuk menghayati dan merayakan kebangkitan Yesus. Kebangkitan-Nya menjadi sebuah tanda bahwa Ia benar-benar Juruslamat yang dipilih dan diurapi oleh Tuhan. Penghayatan iman inilah yang perlu terus diceritakan terus-menerus.
Pamer memang selalu tampil dengan nada yang negatif, karena dekat dengan kesombongan dan kesombongan itu tidak berkenan dihadapan Tuhan. Namun, kali ini mari kita memaknai pamer secara positif. Bagaimana caranya? Mari pamer kebaikan Tuhan Yesus yang telah kita alami dalam hidup kita. Ceritakan, pamerkan bahwa Tuhan Yesus bangkit untuk menebus dosa-dosa kita manusia. Ceritakan dan pamerkan bahwa kebangkitan-Nya itu membawa berkat dalam kehidupan kita sejak kini dan selamanya. Selama pamer masih bisa dimaknai secara positif, maka lakukanlah pamer yang positif. (TpJ)
“Kepuasaan pasti anda temukan, jika anda berhasil melakukan pamer yang positif!”