Bacaan : Kejadian 44 : 1 – 17 | Pujian : KJ 357
Nats : “…Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat?” [ayat 4c]
PHP! Sebuah singkatan yang sangat terkenal di kalangan anak muda zaman sekarang. Kepanjangannya adalah Pemberi Harapan Palsu. Mengapa disebut sebagai Pemberi Harapan Palsu? Karena orang hanya diberikan janji-janji yang tidak terwujud. Orang terlanjur berharap namun rupanya kecelik. Ada juga orang yang dipandang sebagai orang baik, rupanya tidak demikian. Mengecewakan!
“Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat?”, pertanyaan ini dilontarkan Yusuf kepada saudara-saudaranya, khususnya adik bungsunya yang telah membawa piala perak milik Yusuf. Sekalipun sebenarnya pertanyaan tersebut hanyalah rekaan dari Yusuf, agar Yusuf mempunyai waktu yang panjang untuk tinggal bersama dengan saudara-saudaranya, setelah mereka terpisah beberapa waktu lamanya. Namun pertanyaan tersebut mencitrakan seolah-olah adik bungsunya adalah orang yang tidak tahu balas budi setelah diberikan pertolongan oleh Yusuf. Tentu sangat tidak menyenangkan ketika kita memperoleh label seperti itu.
Hal yang perlu ditanamkan di dalam diri kita adalah terus berbuat baik, sekalipun belum tentu kita mendapatkan kebaikan. Prinsip ini adalah bentuk komitmen dan konsistensi kita di dalam hidup bersama supaya kita tidak menjadi orang yang sering mengecewakan sesama. Apabila kita berjanji kepada orang lain, tepatilah. Apabila kita memberikan harapan kepada orang lain, wujudkanlah harapan tersebut. Apabila kita merasakan kebaikan dari orang lain, balaslah kebaikan tersebut lebih. Namun apabila kita merasakan kejahatan dari orang lain, tetaplah konsisten untuk membalas dengan yang baik. Kita adalah para pengikut Kristus, bukan pengikut Pemberi Harapan Palsu! [dix]
“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!“ (Filipi 4: 5)