Judul: Hatiku Adalah Tanah Yang Subur
Tahun liturgi: Bulan Keluarga
Tema: Firman yang bertumbuh
Bacaan: Matius 13: 1 – 9
Ayat Hafalan: “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang mendengarkan firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah” (Matius 13:23a)
Lagu Tema: Benih di tanah yang subur
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Perumpamaan secara harafiah berarti perbandingan. Jadi Yesus menggunakan contoh-contoh duniawi atau peristiwa yang terjadi sehari-hari yang dekat dengan orang-orang yang mendengarkan pengajaran Yesus, dan membandingkannya dengan kebenaran rohani.Meskipun perumpamaan ini disebutkan sebagai “perumpamaan seorang penabur”, tetapi penjelasannya lebih berfokus pada nasib benih di berbagai jenis tanah. Benih adalah Firman Tuhan dan tanah adalah hati manusia. Perupamaan ini menjelaskan tentang empat jenis pendengar Firman Tuhan dan cara mereka merespon Firman tersebut di dalam hatinya.
Benih yang jatuh di jalan mewakili mereka yang mendengar tetapi tidak memahami pemberitaan Yesus. Bukan saja hatinya yang tumpul, tetapi ada si jahat atau iblis yang merampas dari hati manusia.Benih yang jatuh di tanah berbatu merupakan contoh dari orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan menerimanya dengan senang, tetapi jika datang tantangan atau penganiayaan, akan mudah meninggalkan imannya. Benih yang terhimpit semak duri menggambarkan orang yang mendengarkan Firman Tuhan tetapi kekhawatiran dunia atau godaan materi lebih menguasai hati mereka. Sedangkan Benih yang jatuh di tanah yang subur melambangkan mereka yang mendengar dan memahami Firman Tuhan. Mereka bisa melawan hal-hal buruk atau godaan yang terjadi dalam hidup mereka. Sehingga mereka bisa “berbuah” bahkan “panen berlimpah”.
Refleksi Untuk Pamong
Setiap kita bisa saja menjadi salah satu jenis tanah seperti dalam perumpamaan Yesus tersebut. Seringkali Firman Tuhan tidak bisa dipahami dengan akal budi kita. Bahkan kadang-kadang bertolak belakang dengan logika manusia.Idealnya kita bisa menjadi tanah yang subur dan menghasilkan buah yang berlimpah.Pada saat yang sama, kita sering dihadapkan pada masalah yang seringkali menimbulkan rasa marah, dendam dan putus asa. Sanggupkah kita terus berjuang secara rohani untuk mempertahankan hati kita menjadi tanah yang subur?
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Melalui alat peraga gambar, Balita mampu menunjukkan gambar tanah yang subur dan tanaman yang berbuah dengan tepat.
Alat Peraga:
- Gambar- gambar tentang kisah penabur atau pamong bisa menggunakan media yang lain sesuai dengan kreativitas pamong.
- Beberapa biji atau benih.
- Batu-batuan
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Pagi ini firman Tuhan yang kita dengarkan bersama-sama diambil dari Matius 13 ; 1-9 (Pamong sambil membuka Alkitab). Kakak pamong tidak akan membacakan semuanya, tetapi akan menceritakannya.
Tuhan Yesus menceritakan firman-Nya kepada orang banyak. Apa ya yang diceritakan oleh Tuhan Yesus ? Ceritanya adalah perumpamaan tentang seorang penabur. Perumpamaan itu apa sih? Perumpamaan itu sama dengan seperti atau ibaratnya. Jadi Firman Tuhan itu seperti benih yang ditabur. (pamong membawa contoh beberapa benih atau biji untuk ditunjukkan kepada anak-anak). Kalau Firman Tuhan itu seperti benih yang ditabur, maka hati manusia atau hati kita itu seperti tanah.
Inti Penyampaian
Yang pertama, ada benih yang ditabur, (pamong mempraktekkan menabur biji atau benih), jatuh di pinggir jalan. Lalu apa yang terjadi dengan benih atau biji itu. Yah…. benih atau biji itu dimakan burung. Wah…berarti biji itu tidak bisa tumbuh menjadi tanaman atau pohon. Yang kedua, benih ditabur itu jatuhnya di tanah yang banyak batunya. Jadi tanahnya cuma sedikit, batunya lebih banyak. Bisa tumbuh atau tidak ya, benihnya itu. Ya… benih itu bisa tumbuh. Tapi hanya sebentar saja. Ketika kena panas matahari, tanamannya menjadi layu. Karena akarnya tidak kuat. Akarnya tidak bisa menembus batu.
Yang ketiga, benih yang ditabur itu jatuh di semak-semak duri. Apakah benih itu bisa tumbuh? Wah… benih itu bisa tumbuh. Tapi tumbuhan itu terjepit semak-semak atau tanaman yang lain. Dan akhirnya tanaman yang sudah tumbuh tinggi itupun mati. Wah berarti benih yang ditaburkan tadi tidak ada yang berbuah dong. Iya…tidak ada, karena yang pertama tadi benihnya hilang dimakan burung. Yang kedua tumbuhannya mati. Yang ketiga tumbuhannya juga mati.Yang keempat, benih yang ditabur itu jatuh di tanah yang subur. Karena tanahnya subur, maka benih itu tumbuh, semakin besar dan berbuah.
Penerapan
Apa ya maksud dari cerita tentang benih yang ditabur itu.
Maksudnya benih itu seperti firman Tuhan. Pertama, ada orang yang mendengarkan firman Tuhan tapi lupa. Apa ya firman Tuhan yang kudengarkan di gereja. Aku lupa. Aku tidak tahu. Yang kedua, ada juga orang yang mendengarkan firman Tuhan, dia ingat firman Tuhan itu, tapi cuma sebentar. Terus lupa juga. Yang ketiga, ada orang yang senang banget mendengarkan firman Tuhan, tapi lama-lama lupa juga. Nah… yang keempat benih yang jatuh di tanah yang subur itu, artinya ada orang yang hatinya baik dan ia senang mendengarkan firman Tuhan. Karena dia orang yang baik, maka ia selalu mengingat firman Tuhan itu, dan ia melakukan firman Tuhan itu. Apa yang dilakukannya? Dia mengasihi temannya, suka menolong, ia menjadi orang yang baik.(pamong bisa menambahkan contoh-contoh yang lain).
Tuhan ingin kita menjadi orang yang baik. Yang senang mendengarkan firman Tuhan. Dan melakukan firman Tuhan. Menjadi anak yang sayang pada orang tua, pada teman, tidak suka marah-marah (pamong bisa memberi contoh yang lain, sesuai dengan kondisi dan situasi di jemaat setempat).
Aktivitas
Pasang gambar benih di berbagai tanah dan pertumbuhannya (pinggir jalan, tanah berbatu, semak berduri dan tanah yang subur).
Bimbing anak-anak untuk menunjukkan tanaman yang tumbuh dan berbuah lebat di tanah yang subur, sambil pamong menjelaskan secara sederhana pada anak-anak bahwa anak-anak juga harus seperti tanaman yang berbuah itu. Menjadi anak yang baik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat menjelaskan perbedaan antara tanah yang berbatu dan tanah yang subur dalam perumpamaan Yesus secara sederhana.
Alat Peraga
- Gambar- gambar tentang kisah penabur atau pamong bisa menggunakan media yang lain sesuai dengan kreativitas pamong.
- Beberapa biji atau benih.
- Batu-batuan
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Siapa yang pernah makan buah ini (tunjukkan buah yang ada bijinya. Misalnya jeruk, dsb). Buah ini jeruk ini berasal dari pohon apa ? Ya… dari pohon jeruk. Kalau pohon jeruk, berasal dari mana? Betul… dari biji jeruk ini (pamong menunjukkan biji jeruk)
Pagi ini firman Tuhan yang kita dengarkan dan pelajari bersama-sama diambil dari Matius 13:1-9 Ajak anak-anak membaca Alkitab dengan cara yang kreatif sesuai kreativitas pamong.
Inti Penyampaian
Nah, kisah yang ada di Injil Matius 13:1-9 adalah perumpamaan tentang seorang penabur. Perumpamaan itu apa sih? Perumpamaan itu sama dengan seperti atau ibaratnya.Jadi Firman Tuhan itu seperti benih yang ditabur (pamong membawa contoh beberapa benih atau biji untuk ditunjukkan kepada anak-anak).
Firman Tuhan itu seperti benih yang ditabur, maka hati manusia atau hati kita itu seperti tanah atau tempat benih itu jatuh.Yang pertama, ada benih yang ditabur (pamong mempraktekkan menabur biji atau benih) jatuh di pinggir jalan. Lalu apa yang terjadi dengan benih atau biji itu. Yah….benih atau biji itu dimakan burung. Wah.. berarti biji itu tidak bisa tumbuh menjadi tanaman atau pohon. Yang kedua, benih yang ditabur itu jatuhnya di tanah yang banyak batunya. Jadi tanahnya cuma sedikit, batunya lebih banyak. Bisa tumbuh atau tidak ya benihnya itu. Ya… benih itu bisa tumbuh. Tapi hanya sebentar saja. Ketika kena panas matahari, tanamannya menjadi layu. Karena akarnya tidak kuat. Akarnya tidak bisa menembus batu. Dan akhirnya tanaman itu mati.
Yang ketiga, benih yang ditabur itu jatuh di semak-semak duri. Apakah benih itu bisa tumbuh? Wah… benih itu bisa tumbuh. Semakin hari semakin tinggi. Tapi tumbuhan itu terjepit semak-semak atau tanaman yang lain. Dan akhirnya tanaman yang sudah tumbuh tinggi itupun mati.
Wah berarti benih yang ditaburkan tadi tidak ada yang berbuah dong. Iya.. tidak ada. Karena yang pertama tadi benihnya hilang dimakan burung. Yang kedua tumbuhannya mati. Yang ketiga tumbuhannya juga mati. Yang keempat, benih yang ditabur itu jatuh di tanah yang subur. Karena tanahnya subur, maka benih itu tumbuh, semakin besar dan berbuah. Karena tanah subur, maka pohon itu bisa berbuah lebat.
Penerapan
Apa ya maksud dari cerita tentang benih yang ditabur itu.Maksudnya benih itu seperti firman Tuhan. Dan tanah atau tempat benih itu jatuh adalah hati manusia atau hati kita. Benih yang jatuh ditepi jalan, artinya seperti orang yang mendengarkan Firman Tuhan tapi cepat sekali lupa. Firman Tuhan yang didengarkan itu hilang dari ingatan dan hatinya. ”Apa ya firman Tuhan yang kudengarkan di gereja. Aku lupa. Aku tidak tahu”.
Lalu perumpamaan tentang benih yang jatuh di tanah berbatu, itu artinya seperti orang yang mendengarkan firman Tuhan, dia ingat firman Tuhan itu, tapi cuma sebentar. Kalau ada masalah, dia lupa pada Firman Tuhan. Nah, kalau perumpamaan benih yang jatuh di semak berduri, itu seperti orang yang senang banget mendengarkan firman Tuhan, tapi kalau ada godaan, misalnya godaan untuk mencuri, berbohong, dia lupa pada Firman Tuhan. Nah…benih yang jatuh di tanah yang subur itu, seperti orang yang hatinya baik dan ia senang mendengarkan firman Tuhan. Karena dia orang yang baik, maka ia selalu mengingat firman Tuhan itu, dan ia melakukan firman Tuhan itu. Apa yang dilakukannya? Dia mengasihi temannya, suka menolong, ia menjadi orang yang baik. Ia seperti pohon yang berbuah lebat.
Tuhan ingin kita menjadi orang yang baik. Yang senang mendengarkan firman Tuhan. Dan melakukan firman Tuhan. Menjadi anak yang sayang pada orang tua, pada teman, tidak suka marah-marah (pamong bisa memberi contoh yang lain, sesuai dengan kondisi dan situasi di jemaat setempat).
Aktivitas
Pamong menempelkan gambar benih atau tanaman di tanah yang berbatu dan benih atau tanaman di tanah yang subur. Lalu minta anak-anak untuk menjelaskan perbedaan antara tanah yang berbatu dan tanah yang subur dalam perumpamaan Yesus secara sederhana.(anak-anak bisa diminta untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan teman secara berkelompok)
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan: Anak mampu melengkapi tabel perbandingan antara jenis tanah dan tantangan hidup anak-anak masa kini, tanpa kesalahan.
Alat Peraga
- Gambar- gambar tentang kisah penabur atau pamong bisa menggunakan media yang lain sesuai dengan kreativitas pamong.
- Beberapa biji atau benih.
- Batu-batuan
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Siapa yang pernah makan buah ini (tunjukkan buah yang ada bijinya. Misalnya jeruk, dsb). Buah ini jeruk ini berasal dari pohon apa ? Ya… dari pohon jeruk. Kalau pohon jeruk, berasal dari mana? Betul… dari biji jeruk ini (pamong menunjukkan biji jeruk)
Pagi ini firman Tuhan yang kita dengarkan dan pelajari bersama-sama diambil dari Matius 13:1-9 (ajak anak-anak membaca Alkitab dengan cara yang kreatif sesuai kreativitas pamong)
Inti Penyampaian
Nah, kisah yang ada di Injil Matius 13:1-9, adalah perumpamaan tentang seorang penabur.Perumpamaan itu apa sih? Perumpamaan itu sama dengan seperti atau ibaratnya.Jadi Firman Tuhan itu seperti benih yang ditabur. (pamong membawa contoh beberapa benih atau biji untuk ditunjukkan kepada anak-anak).Kalau Firman Tuhan itu seperti benih yang ditabur, maka hati manusia atau hati kita itu seperti tanah atau tempat benih itu jatuh.
Yang pertama, ada benih yang ditabur, (pamong mempraktekkan menabur biji atau benih), jatuh di pinggir jalan. Lalu apa yang terjadi dengan benih atau biji itu. Yah…. benih atau biji itu dimakan burung. Wah.. berarti biji itu tidak bisa tumbuh menjadi tanaman atau pohon. Yang kedua, benih yang ditabur itu jatuhnya di tanah yang banyak batunya. Jadi tanahnya cuma sedikit, batunya lebih banyak. Bisa tumbuh atau tidak ya, benihnya itu. Ya… benih itu bisa tumbuh. Tapi hanya sebentar saja. Ketika kena panas matahari, tanamannya menjadi layu. Karena akarnya tidak kuat. Akarnya tidak bisa menembus batu. Dan akhirnya tanaman itu mati.
Yang ketiga, benih yang ditabur itu jatuh di semak-semak duri. Apakah benih itu bisa tumbuh? Wah… benih itu bisa tumbuh. Semakin hari semakin tinggi. Tapi tumbuhan itu terjepit semak-semak atau tanaman yang lain. Dan akhirnya tanaman yang sudah tumbuh tinggi itupun mati. Wah berarti benih yang ditaburkan tadi tidak ada yang berbuah dong. Iya.. tidak ada. Karena yang pertama tadi benihnya hilang dimakan burung. Yang kedua tumbuhannya mati. Yang ketiga tumbuhannya juga mati. Yang keempat, benih yang ditabur itu jatuh di tanah yang subur. Karena tanahnya subur, maka benih itu tumbuh, semakin besar dan berbuah. Karena tanah subur, maka pohon itu bisa berbuah lebat.
Penerapan
Apa ya maksud dari cerita tentang benih yang ditabur itu. Maksudnya benih itu seperti firman Tuhan. Dan tanah atau tempat benih itu jatuh adalah hati manusia atau hati kita. Benih yang jatuh ditepi jalan, artinya seperti orang yang mendengarkan Firman Tuhan tapi cepat sekali lupa. Firman Tuhan yang didengarkan itu hilang dari ingatan dan hatinya ,”Apa ya firman Tuhan yang kudengarkan di gereja. Aku lupa. Aku tidak tahu”.
Lalu perumpamaan tentang benih yang jatuh di tanah berbatu, itu artinya seperti orang yang mendengarkan firman Tuhan, dia ingat firman Tuhan itu, tapi cuma sebentar. Kalau ada masalah, dia lupa pada Firman Tuhan. Kalau misalnya kita di sekolah diejek oleh teman kita yang tidak seiman dengan kita. Kita jadi sedih dan berpikir,” ah, aku tidak akan ke gereja lagi, supaya aku tidak diejek teman-teman. Nah, kalau perumpamaan benih yang jatuh di semak berduri, itu seperti orang yang senang banget mendengarkan firman Tuhan, tapi kalau ada godaan, misalnya godaan untuk mencuri, berbohong, dia lupa pada Firman Tuhan. Dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, misalnya berbohong atau mencuri. Nah…benih yang jatuh di tanah yang subur itu, seperti orang yang hatinya baik dan ia senang mendengarkan firman Tuhan. Karena dia orang yang baik, maka ia selalu mengingat firman Tuhan itu, dan ia melakukan firman Tuhan itu. Apa yang dilakukannya? Dia mengasihi temannya, suka menolong, ia menjadi orang yang baik. Ia seperti pohon yang berbuah lebat. Buahnya Adalah perbuatan-perbuatan baiknya.
Tuhan ingin kita menjadi orang yang baik. Yang senang mendengarkan firman Tuhan. Dan melakukan firman Tuhan. Menjadi anak yang sayang pada orang tua, pada teman, tidak suka marah-marah (pamong bisa memberi contoh yang lain, sesuai dengan kondisi dan situasi di jemaat setempat).
Aktivitas
Pasang gambar benih di berbagai tanah dan pertumbuhannya (pinggir jalan, tanah berbatu, semak berduri dan tanah yang subur), di kolom sebelah kiri. Bimbing anak-anak untuk mengisi kolom di sebelh kanan dengan tantangan yang relevan dengan situasi atau kondisi anak-anak masa sekarang.