Mahkota Kebenaran Tuntunan Ibadah Anak 23 Agustus 2020

Bacaan Alkitab: 2 Timotius 4:1-8
Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Sayalah GKJW
Ayat Hafalan:  Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” (2 Tawarikh 15:7)
Lagu Tema: Kidung Ria No.1 – Aku Anak GKJW.

Penjelasan Teks
Paulus menggambarkan kehidupan ini seperti pertandingan. Semua orang ikut dalam perlombaan itu. Siap atau tidak, manusia menjadi peserta perlombaan tersebut. Tentu saja setiap orang menginginkan menjadi pemenang dalam perlombaan itu. Lalu apa yang harus dilakukan agar dapat memenangkan pertandingan dalam kehidupan ini?

Dalam bacaan ini, Paulus mem-berikan tips untuk memenangkan pertandingan, yaitu :

  1. Kuasailah dirimu dalam segala, sebab godaan ada di sekitar kita. Berbagai macam cara berseliweran sehingga kita jatuh dalam dosa, maka diharapkan kita mampu mengendalikan diri agar tidak mudah tergoda
  2. Sabar menderita. Mengendalikan diri dari godaan karena harus mampu
    menahan diri dari segala keinginan.
  3. Tetap mengerjakan pemberitaan Injil dan tunaikanlah tugas pelayanan. Meskipun penderitaan menghimpit kita, tetapi pemberitaan Injil tidak boleh berhenti sebab kasih Allah harus tetap diberitakan baik baik maupun tidak baik keadaannya (ayat 2)

Dengan hati yang mantap, rasul Paulus mengarahkan hidupnya untuk hanya tertuju pada Tuhan, sebab perjuangannya tidak akan sia-sia. Tuhan telah menyediakan hadiah jika ia memenangkan pertandingan. Rasul Paulus mengajak kita untuk menyakini bahwa seberat apapun tantangan yang kita hadapi dalam pertandingan, Tuhan telah menyediakan mahkota kebenaran bagi setiap orang yang yang memenangkan pertandingan. Mahkota kebenaran itu adalah semangat kita untuk mencapainya maka janganlah pandangan kita teralihkan oleh hal-hal yang lain sehingga kita kehilangan fokus.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kesaksian Rasul Paulus ketika berada di penjara.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan gambar-gambar di bawah ini :

Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Apa kabarnya? Wah…sepertinya kalian baik-baik saja sebab wajah kalian pada ceria semua. Yuk…kita menyanyi lagu Jalan serta Yesus ya….(ajak anak-anak menyanyi jalan serta Yesus. Setiap kata ‘jalan’ ajak mereka untuk berbalik arah. Perhatikan gerakan mereka apakah ada yang melakukan kesalahan. Jika ada yang melakukan kesalahan, ajak mereka bernyanyi lagi sampai semua paham untuk mengikuti perintah).

Wah…akhirnya semua sudah pintar mengikuti perintah untuk berbalik arah jika kata ‘jalan’ disebutkan. Itu menunjukkan bahwa kalian berhasil mengikuti perintah dengan baik. Ayo…tepuk tangan untuk anak-anak yang hebat.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Coba kalian perhatikan gambar ini. Ini adalah gambar Rasul Paulus. Wah…apa yang terjadi pada rasul Paulus ya? Iya….Rasul Paulus tangannya dirantai. Ia sedang dipenjara. Rupanya banyak orang yang tidak suka karena rasul Paulus memberitakan Injil kepada banyak orang, oleh sebab itu mereka menangkap Paulus dan memasukkan ke dalam penjara.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Meskipun rasul Paulus berada di penjara, ia tidak bersedih dan berdiam diri saja. Ia tetap mengabarkan Injil dengan menulis surat kepada temannya yang bernama Timotius. Ayo….diulang. TI-MO-TI-US. Dalam suratnya, Rasul Paulus menulis kepada Timotius agar tidak putus asa mengabarkan Injil kepada banyak orang. Meskipun banyak orang yang tidak suka, bukan berarti Timotius harus menyerah. Rasul Paulus telah memberi contoh kepada Timotius bahwa ia tidak mudah menyerah mengabarkan Injil meskipun ia di penjara. Wah…hebat ya Rasul Paulus, seperti kalian tadi tidak mudah menyerah berlatih untuk dapat menyanyikan lagu ‘JALAN SERTA YESUS’ dengan benar ketika diminta untuk berbalik arah setiap kata’jalan’.

Tahukah kalian apa yang membuat rasul Paulus tidak mudah menyerah?

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Nah…inilah yang membuat rasul Paulus tidak mudah menyerah, yaitu ia yakin bahwa ia akan menerima mahkota dari Tuhan. Wah…senang sekali ya diberi mahkota sama Tuhan. Mahkota ini tidak akan rusak dan mahkota ini akan dipakainya selama-lamanya karena ia telah berhasil menjadi orang yang tidak mudah menyerah meskipun ia harus menderita di penjeara karena memberitakan Injil.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita telah belajar dari Rasul Paulus yang di penjara tetapi tidak menyerah. Ia tetap memberitakan Injil meskipun di penjara (pamong menunjukkan gambar 1). Bagaimana caranya ia memberitakan Injil ketika di penjara? (Pamong menunjukkan gambar 2). Yach…dengan cara ia menulis surat kepada…..(beri waktu pada anak-anak untuk menjawabnya). Betul…kepada Timotius. Mengapa rasul Paulus tetap semangat memberitakan Injil meskipun dalam penjara? (Pamong dapat menunjukkan gambar 3) Karena ia akan mendapat mahkota kebenaran dari …..(beri waktu anak-anak untuk menjawabnya) Yach…benar. Dari Tuhan. Wah…hebat. Kalian telah mendengarkan dengan baik cerita kita hari ini.

Ayo…kita nyanyi lagi ya ‘JALAN SERTA YESUS’. Kalau tadi kata ‘jalan’ berbalik arah, sekarang kata ‘Yesus’ tangan kita membuat mahkota di atas kepala kita ya (Pamong dapat memberi contoh). Siap. Mari kita nyanyikan ‘Jalan serta Yesus’.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk membuat mahkota. Bahan-bahan yang perlu disiapkan oleh Pamong adalah

  1. Kertas manila
  2. Kertas mas
  3. Gunting
  4. Lem

Setelah anak-anak selesai membuat mahkota, beri penjelasan pada anak-anak bahwa mahkota kebenaran telah disediakan oleh Tuhan untuk Paulus dan semua orang yang tetap setia kepada Tuhan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kesaksian Rasul Paulus ketika berada di penjara.
  2. Anak dapat semakin mencintai GKJW melalui pengenalan tokoh-tokoh GKJW.

Alat Peraga – Pamong menyiapkan:

  1. Gambar-gambar yang terdapat pada Alat Peraga Balita.
  2. Gambar-gambar tokoh-tokoh GKJW.

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Coba kalian perhatikan gambar ini. Ini adalah gambar Rasul Paulus. Wah…apa yang terjadi pada rasul Paulus ya? Iya….Rasul Paulus tangannya dirantai. Ia sedang dipenjara. Rupanya banyak orang yang tidak suka karena rasul Paulus memberitakan Injil kepada banyak orang.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Meskipun rasul Paulus berada di penjara, ia tidak diam saja. Ia tetap mengabarkan Injil dengan menulis surat kepada temannya yang bernama Timotius. Dalam suratnya, Rasul Paulus menulis kepada Timotius agar tidak putus asa mengabarkan Injil kepada banyak orang. Meskipun banyak orang yang tidak suka, bukan berarti Timotius harus menyerah. Rasul Paulus telah memberi contoh kepada Timotius bahwa ia tidak mudah menyerah mengabarkan Injil meskipun ia di penjara. Penjara bukanlah halangan bagi Paulus untuk tetap menjadi alat Tuhan memberitakan Injil.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Nah…inilah yang membuat rasul Paulus tidak mudah menyerah, yaitu ia yakin bahwa ia akan menerima mahkota dari Tuhan. Wah…senang sekali ya diberi mahkota sama Tuhan. Mahkota ini tidak akan rusak dan mahkota ini akan dipakainya selama-lamanya karena ia telah berhasil menjadi orang yang tidak mudah menyerah meskipun ia harus menderita di penjeara karena memberitakan Injil.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Masih ingatkah kalian dengan tokoh ini? Ini adalah Coolen, salah satu pendiri GKJW. Apa yang dilakukan Coolen untuk mengabarkan Injil Yesus Kristus? Caranya adalah ia membuka perkampungan dan mengusahakan hutan Ngoro seluas 1.420 hektar. Rupanya usaha Coolen ini menjadi daya tarik banyak orang untuk ikut mengerjakan sawahnya dengan upah bagi hasil. Coolen juga mengajarkan Doa Bapa Kami dan Pengakuan Iman Rasuli kepada para pekerjanya melalui doa-doa yang dipanjatkan para buruhnya sebelum memulai bekerja di sawah.

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Ini adalah Paulus Tosari murid dari Coolen. Sebelum menjadi murid Coolen, Pak Satipah, nama asli Paulus Tosari, adalah seorang pedagang, tetapi tidak pernah berhasil karena ia suka bermain judi sehingga bangkrut. Ia pergi berguru kepada Coolen, karena ia telah mendapat informasi dari teman-temannya tentang Coolen.

Setelah belajar kepada Coolen, hidup Satipah mengalami perubahan. Ia membuka persawahan baru di Kertorejo (Tragal). Setiap Minggu ia datang pada Coolen di Ngoro untuk mendengarkan wejangan Coolen. Satipah adalah murid yang tekun belajar, karena ketekunannya, Satipah dihadiahi Coolen Alkitab Perjanjian Baru untuk dipelajari. Oleh Coolen, Satipah dipercaya untuk melayani pertemuan hari Minggu dan hari Kamis. Pak Satipah baptis tahun 1844 dengan nama baru Paulus Tosari. Selanjutnya ia menetap di desa kelahirannya Sidokare, Sidoarjo sambil tetap mengabarkan Injil ke wilayah Madura, namun kurang mendapat sambutan, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap mengabarkan Injil.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita telah belajar 3 tokoh yang hebat dalam memberitakan Injil, yaitu Paulus, Coolen dan Paulus Tosari. Ketiga orang ini menunjukkan sikap tidak mudah menyerah dalam memberitakan Injil meskipun mereka menemui rintangan dan tantangan.

Coolen dan Paulus Tosari adalah tokoh-tokoh yang mempunyai jasa berdirinya GKJW, gereja kita. Mari kita contoh semangat mereka tidak mudah menyerah agar GKJW yang kita cintai ini tetap dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan Injil kepada semua orang melalui perkataan dan tindakan yang baik. Yuk…kita nyanyi Aku Anak GKJW untuk mengungkapkan rasa cinta kita pada GKJW karena iman kita tumbuh melalui GKJW.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk mengenal lambang GKJW dengan menyebutkan makna dari logo GKJW:


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kesaksian Rasul Paulus ketika berada di penjara
  2. Anak dapat semakin mencintai GKJW melalui pengenalan tokoh-tokoh GKJW

Alat Peraga: Pamong menyiapkan gambar-gambar tokoh GKJW dibawah ini:

Pendahuluan:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Masih ingatkah kalian dengan tokoh ini? Ini adalah Coolen, salah satu pendiri GKJW. Apa yang dilakukan Coolen untuk mengabarkan Injil Yesus Kristus? Caranya adalah ia membuka perkampungan dan mengusahakan hutan Ngoro seluas 1.420 hektar. Rupanya usaha Coolen ini menjadi daya tarik banyak orang untuk ikut mengerjakan sawahnya dengan upah bagi hasil. Coolen juga mengajarkan Doa Bapa Kami dan Pengakuan Iman Rasuli kepada para pekerjanya melalui doa-doa yang dipanjatkan para buruhnya sebelum memulai bekerja di sawah.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Ini adalah Paulus Tosari murid dari Coolen. Sebelum menjadi murid Coolen, Pak Satipah, nama asli Paulus Tosari, adalah seorang pedagang, tetapi tidak pernah berhasil karena ia suka bermain judi sehingga bangkrut. Ia pergi berguru kepada Coolen, karena ia telah mendapt informasi dari teman-temannya tentang Coolen.
Setelah belajar kepada Coolen, hidup Satipah mengalami perubahan. Ia membuka persawahan baru di Kertorejo (Tragal). Setiap Minggu ia datang pada Coolen di Ngoro untuk mendengarkan wejangan Coolen. Satipah adalah murid yang tekun belajar, karena ketekunannya, Satipah dihadiahi Coolen Alkitab Perjanjian Baru untuk dipelajari. Oleh Coolen, Satipah dipercaya untuk melayani pertemuan hari Minggu dan hari Kamis. Pak Satipah baptis tahun 1844 dengan nama baru Paulus Tosari. Selanjutnya ia menetap di desa kelahirannya Sidokare, Sidoarjo sambil tetap mengabarkan Injil ke wilayah Madura, namun kurang mendapat sambutan, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap mengabarkan Injil.

Inti Penyampaian:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Itulah dua tokoh yang ikut berpartisipasi berdirinya GKJW. Semangat mereka luar biasa untuk mengabarkan Injil. Dengan berbagai macam cara mereka mengabarkan Injil Yesus Kristus agar banyak orang mengenal Yesus Kristus. Wah….dari mana ya semangat mereka yang tidak mudah menyerah itu? Aha….mungkin mereka belajar dari Rasul Paulus. Yuk…kita buka bacaan kita hari ini yang terambil dari 2 Timotius 4:1-8.

Apa yang kalian dapat dari bacaan tersebut? Yach….Dari bacaan itu kita tahu bagaimana semangat Rasul Paulus mengabarkan Injil Yesus Kristus meskipun ia dalam penjara. Tubuhnya memang tidak bisa bergerak ke mana-mana karena ia di penjara, tetapi pikiran dan tangannya masih bisa digunakan untuk mengabarkan Injil, maka yang dilakukan oleh Rasul Paulus adalah menulis surat. Surat itu khusus ditujukan kepada Timotius, teman yang bersama-samanya mengabarkan Injil. Rasul Paulus memberi kekuatan kepada Timotius agar tidak menyerah mengabarkan Injil meskipun akan membuat dirinya terancam. Rasul Paulus menyakinkan kepada Timotius bahwa kesungguhannya mengabarkan Injil tidak akan sia-sia sebab Tuhan Yesus telah menyediakan Mahkota Kebenaran pada semua orang yang tidak menyerah mengabarkan Injil Yesus Kristus.

Penerapan:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita telah belajar 3 tokoh yang hebat dalam memberitakan Injil, yaitu Paulus, Coolen dan Paulus Tosari. Ketiga orang ini menunjukkan sikap tidak mudah menyerah dalam memberitakan Injil meskipun mereka menemui rintangan dan tantangan.

Coolen dan Paulus Tosari adalah tokoh-tokoh yang mempunyai jasa berdirinya GKJW, gereja kita. Mari kita contoh semangat mereka tidak mudah menyerah agar GKJW yang kita cintai ini tetap dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan Injil kepada semua orang melalui perkataan dan tindakan yang baik. Yuk…kita nyanyi Aku Anak GKJW untuk mengungkapkan rasa cinta kita pada GKJW karena iman kita tumbuh melalui GKJW.

Aktivitas
Pamong menyiapkan gambar logo GKJW. Kemudian jelaskan pada anak-anak makna logo GKJW seperti gambar di bawah ini. Setelah itu, Pamong dapat menyiapkan lagi logo GKJW tanpa keterangan (gambar ada di bawah). Setiap anak mendapat 1 gambar logo tersebut. Lalu minta anak-anak untuk menuliskan masing-masing makna logo GKJW tersebut.

Lagu Tema: Kidung Ria No.1: “Aku Anak GKJW”


 

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •