Tahun Gerejawi: Natal
Tema: Berita Sukacita untuk Semua
Judul: Ada Kabar Sukacita
Bacaan: Lukas 2:8-20
Ayat Hafalan: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:11)
Lagu Tema: Sukacita Bertemu Yesus
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Pada masa itu di masyarakat Yahudi profesi gembala dianggap rendah dan pekerjaan mereka memiliki stigma buruk di kalangan pemuka agama Yahudi. Mereka diupah untuk menjaga kawanan domba dengan gaji yang sangat rendah. Mereka harus tinggal bersama dengan hewan siang malam dan harus selalu siap menghadapi bahaya, khususnya serangan binatang buas terhadap domba-domba yang mereka bawa. Biasanya mereka dipandang sebelah mata, dipandang kurang berharga dan bukan menjadi prioritas. Namun justru para gembala menjadi komunitas pertama yang menerima kabar sukacita tentang kelahiran Sang Juruselamat. Bukan pemimpin/pemuka agama, pejabat, raja, pedagang kaya, atau bangsawan.
Seorang malaikat Tuhan menemui para gembala yang sedang bekerja. Saat itu mereka tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Ini berita sukacita untuk seluruh bangsa. Ya benar, berita sukacita tentang kelahiran Juruselamat bagi semua orang. Namun kelahiran Juruselamat ke dunia sangat sederhana. Ia dilahirkan, dibedung, dan dibaringkan di dalam palungan (ayat 12). Juruselamat itu lahir bukan di istana mewah. Lalu bagaimana respon para gembala itu?
- Pada mulanya para gembala merasa takut, namun kemudian berubah menjadi bersukacita saat mengetahui bahwa malaikat datang untuk menyampaikan kabar tentang kelahiran Juruselamat. Berita suka cita yang disampaikan malaikat Tuhan itu mengalahkan ketakutan mereka.
- Para gembala pun sepakat untuk cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu (Yesus), yang sedang berbaring di dalam palungan. Mereka merespon berita sukacita itu karena mereka percaya pada apa yang disampaikan oleh malaikat Tuhan.
- Mereka memuji dan memuliakan Allah selama mereka dalam perjalanan kembali ke tempat pekerjaan mereka. Bahkan mereka bersaksi menceritakan kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, kepada setiap orang yang mereka temui. “Gembala-gembala itu kembali ke padang rumput sambil memuji dan memuliakan Allah, karena semua yang telah mereka dengar dan lihat, tepat seperti yang dikatakan oleh malaikat.” (ayat 20).
Refleksi untuk Pamong
- Kelahiran Yesus membawa sukacita bagi semua orang tanpa memandang latar belakang kehidupan orang tersebut. Jika kita dipandang sebagai “gembala” pada saat ini karena kekurangan-kekurangan dalam diri kita, maka firman Tuhan hari mengajak kita untuk bersukacita sebab Yesus, Juruselamat lahir untuk kita. Kita sangat berharga bagi-Nya.
- Sukacita karena Yesus juga lahir untuk diri kita, seharusnya diwujudnyatakan dalam kehidupan kita yang aktif untuk dapat berjumpa dengan Yesus, Sang Juruselamat itu. Seperti para gembala yang semangat dan antusias untuk pergi ke kota Daud.
- Perjumpaan dengan Yesus, Sang Juruselamat seharusnya membawa kita pada sukacita besar untuk menjalankan tugas dan peran kita di dunia ini. Kehidupan kita adalah kehidupan yang memuji dan memuliakan Allah. Juga menjadikan kita mampu untuk memberitakan sukacita tentang Yesus kepada banyak orang.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak memahami bahwa Yesus lahir membawa sukacita bagi semua orang.
- Anak menunjukkan sukacita dengan bernyanyi, tersenyum, dan berbagi dengan teman-teman
Alat Peraga
- Gambar domba-domba
- Gambar para gembala
Pendahuluan
Permainan “Tebak Profesi”
Petunjuk:
Pamong menyiapkan beberapa deskripsi sederhana tentang profesi, lalu anak Balita menebaknya. Misalnya:
- Aku bekerja di restoran. Jika ada yang memesan makanan di restoran, maka aku akan segera memasak dan menyajikannya dengan baik. Profesi apakah aku? (CHEF/KOKI)
- Aku bekerja di sekolah untuk menenami anak-anak dalam bermain dan belajar di kelas. Terkadang aku juga menggendong mereka jika mereka menangis. Mengajarkan mereka untuk tertib dan taat pada aturan. Siapakah aku? (GURU)
- Jika kalian naik pesawat, akulah yang menjadi supirnya. Aku tahu jalan menuju tempat yang kalian inginkan meski kita berada di udara. Siapakah aku? (PILOT)
- Aku sering memakai baju warna putih dan membawa stetoskop untuk memeriksa pasien yang sedang sakit. Terkadang aku menyuntiknya dan membuat resep obat agar pasienku sehat kembali. Profesi apakah aku? (DOKTER)
Hari ini kita bertemu dengan profesi GEMBALA. Siapakah mereka? Gembala adalah orang yang bekerja untuk merawat domba-domba milik tuannya. Domba-domba itu diberi makan rumput yang segar dan minum air yang bersih. Selain itu, gembala juga harus memastikan domba-domba itu berada di tempat yang aman agar tidak ada hewan buas yang memakannya.
Biasanya orang tidak mau bekerja menjadi GEMBALA karena gajinya sangat sedikit namun resiko pekerjaannya sangat besar. Mereka direndahkan oleh banyak orang. Tetapi Tuhan menyampaikan berita penting tentang kelahiran Juruselamat justru pertama-tama kepada para gembala. Bagaimana ceritanya?
Inti Penyampaian
Malam hari, langit gelap. “Baaa… baaa…” Domba-domba tidur di padang rumput. Tampak gembala menjaga domba. Mereka duduk, diam-diam. Tiba-tiba…Cahaya terang! Waaah, para gembala sangat kaget. “ Apa itu?”, tanya para gembala ketakutan
“Jangan takut!” kata malaikat. “Aku bawa kabar bahagia. Bayi Yesus sudah lahir. Dia tidur di palungan di kota Betlehem.” Lalu…banyak malaikat datang. Mereka bernyanyi, “Puji Tuhan, Damai di bumi.” Para gembala itu sangat ingin melihat bayi Yesus, “Ayo kita berangkat ke kota Betlehem untuk melihat bayi Yesus itu.”
Kini para gembala sampai di kota Betlehem. Di sana ada bayi Yesus. Dia tidur di palungan, ditemani Maria dan Yusuf. Gembala senang sekali. Mereka bercerita ke semua orang. Semua orang berkata, “Waaah! Hebat ya, bayi Yesus luar biasa.” Gembala pulang sambil bernyanyi, “Puji Tuhan, Yesus sudah lahir.”
Penerapan
Bayi Yesus, Juruselamat kita lahir bukan di istana mewah, tapi di tempat yang sederhana. Meskipun dalam kesederhanaan namun kelahiran Yesus membawa sukacita bagi semua orang. Yesus mau kita bersukacita setiap hari melalui perkataan dan perbuatan kita. Murah senyum, menyapa teman, mau berbagi, dan mau memuji nama Tuhan. Sukacitamu itu akan membuat orang lain juga bersukacita.
Aktivitas
Menyusun potongan puzzle dari gambar domba-domba atau para gembala dalam kelompok kecil.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kisah kelahiran Yesus dan kabar sukacita dari malaikat kepada para gembala.
- Anak dapat berbagi sukacita Natal dengan orang lain melalui tindakan kecil seperti mengucapkan selamat Natal atau berbagi sesuatu dengan teman.
Pendahuluan
Kepada siapa kamu berbagi sukacita? Ya, biasanya kita berbagi sukacita kepada teman yang dekat dengan kita. Juga dengan anggota keluarga yang selalu mengasihi kita. Apakah kamu pernah berbagi sukacita dengan sesamamu yang lain, misalnya kepada ART di rumah, tukang parkir, tukang sayur, petugas kebersihan, anak-anak di penjara, panti asuhan, atau anak jalanan? Apa yang kamu lakukan untuk mereka?
Tuhan melalui malaikat-Nya memberi kabar sukacita kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan, yang sering direndahkan atau dijauhi. Ya, mereka adalah para gembala. Apa kabar sukacita yang dibawa oleh malaikat Tuhan itu?
Inti Penyampaian
Pada malam yang tenang dan gelap, ada beberapa gembala yang sedang menjaga domba-domba mereka di padang rumput. Mereka duduk berdekatan supaya hangat, dan tetap memperhatikan domba-domba mereka agar tetap aman.
Tiba-tiba… cahaya terang menyinari langit. Waaah, para gembala kaget sekali. Ternyata, ada malaikat datang dari surga! Malaikat itu bersinar terang, dan para gembala menjadi takut. Tapi malaikat itu berkata, “Jangan takut! Aku membawa kabar sukacita untuk kalian semua! Hari ini, di kota Daud, telah lahir seorang Juruselamat. Namanya adalah Yesus Kristus.” Malaikat itu juga berkata, “Kalian akan menemukan seorang bayi yang dibungkus kain dan tidur di dalam palungan.” Tiba-tiba, langit pun penuh dengan malaikat-malaikat lain! Mereka bernyanyi dan berkata, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang tinggi, dan damai sejahtera di bumi!” Setelah malaikat-malaikat itu kembali ke surga, para gembala berkata, “Ayo, kita pergi ke Betlehem. Kita mau melihat bayi itu.”
Mereka cepat-cepat pergi dan menemukan Maria, Yusuf, dan bayi Yesus yang sedang tidur di dalam palungan, persis seperti kata malaikat. Para gembala sangat senang. Mereka menceritakan kepada semua orang apa yang telah mereka lihat dan dengar. Semua orang yang mendengarnya pun takjub dan senang. Para gembala pun kembali ke padang rumput sambil memuji dan memuliakan Allah, karena semua yang mereka dengar dan lihat benar-benar luar biasa.
Penerapan
Yesus lahir bukan di istana mewah, tapi di tempat yang sederhana. Tapi justru dari tempat sederhana itulah, kabar sukacita bagi dunia dimulai. Tuhan menunjukkan bahwa kasih-Nya bisa dirasakan oleh siapa saja, baik raja maupun gembala. Para gembala percaya pada berita sukacita dan bersaksi (memberitakan kabar sukacita) tentang Yesus sang Juruselamat bagi semua orang.
Aktivitas
Membuat Komik Alkitab tentang cerita dari Lukas 2:8-20. Beberapa gambar pendukung untuk pembuatan komik tersedia, bisa di print.
Petunjuk:
- Arahkan anak Pratama untuk berada dalam kelompok kecil untuk membuat komik bersama.
- Minta mereka membaca ulang cerita dari Lukas 2:8-20
- Pamong menyiapkan beberapa kertas HVS Folio untuk tiap kelompok. Kertas itu akan digunakan kelompok untuk membuat ceritanya.
- Print gambar-gambar yang ada di lampiran dan siapkan gunting dan lem untuk tiap kelompok. Kelompok tidak harus menggunakan semua gambar yang ada untuk membuat komik.
- Beri kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasilnya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak memahami bahwa kelahiran Yesus adalah rencana Allah untuk membawa keselamatan bagi semua manusia.
- Anak menunjukkan sukacita Natal dalam kehidupan sehari-hari dengan cara bersyukur, berbagi, dan menolong sesama.
Pendahuluan
Kepada siapa kamu berbagi sukacita? Ya, biasanya kita berbagi sukacita kepada teman yang dekat dengan kita. Juga dengan anggota keluarga yang selalu mengasihi kita. Apakah kamu pernah berbagi sukacita dengan sesamamu yang lain, misalnya kepada ART di rumah, tukang parkir, tukang sayur, petugas kebersihan, anak-anak di penjara, panti asuhan, atau anak jalanan? Apa yang kamu lakukan untuk mereka? Tuhan melalui malaikat-Nya memberi kabar sukacita kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan, yang sering direndahkan atau dijauhi. Ya, mereka adalah para gembala. Apa kabar sukacita yang dibawa oleh malaikat Tuhan itu?
Inti Penyampaian
Malam itu sunyi dan sepi. Angin berhembus pelan di padang rumput dekat kota Betlehem. Di sana ada sekelompok gembala yang sedang menjaga domba-domba mereka. Mereka duduk berdekatan agar tetap hangat, sambil bercakap-cakap dan menjaga agar domba mereka tidak tersesat.
Tiba-tiba…cahaya terang memenuhi langit. Para gembala kaget dan ketakutan. “Apa itu?” Lalu muncul seorang malaikat Tuhan, bersinar terang dan berkata, “Jangan takut. Aku membawa kabar sukacita untuk semua orang. Hari ini, di kota Daud, telah lahir Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.” Malaikat itu melanjutkan, “Kalian akan menemukan seorang bayi yang dibungkus kain dan dibaringkan di palungan.” Belum sempat para gembala bertanya, langit dipenuhi malaikat-malaikat lainnya. Mereka bernyanyi memuji Tuhan: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang tinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya”. Setelah itu, langit kembali gelap dan malaikat-malaikat itu menghilang.
Para gembala saling memandang. “Benarkah? Bayi Juruselamat sudah lahir?” “Ayo kita pergi ke Betlehem! Kita harus melihatnya.”Mereka bergegas pergi, mungkin masih dengan sedikit rasa tak percaya, tapi juga penuh rasa ingin tahu. Di Betlehem, mereka menemukan tempat sederhana, dan di sana mereka melihat seorang bayi mungil, terbungkus kain, tidur tenang di dalam palungan. Di samping bayi itu ada seorang wanita bernama Maria, dan pria bernama Yusuf. Mereka terlihat lelah, tapi juga penuh sukacita.
Para gembala berlutut dan menyembah bayi itu. Hati mereka penuh sukacita. Inilah Dia, Juruselamat yang dijanjikan! Setelah itu, mereka pergi sambil bercerita kepada semua orang yang mereka temui. “Kami melihat malaikat. Kami bertemu bayi Yesus.” Orang-orang yang mendengar kisah para gembala itu terheran-heran dan kagum. Tapi Maria, ibu Yesus, menyimpan semua peristiwa itu di dalam hatinya dan merenungkannya dengan tenang. Para gembala pun pulang ke padang rumput sambil bernyanyi dan memuji Allah. Mereka tahu, malam itu adalah malam yang sangat istimewa.
Penerapan
- Yesus lahir bukan di istana mewah, tapi di tempat yang sederhana. Tapi justru dari tempat sederhana itulah, kabar sukacita bagi dunia dimulai. Kita juga bisa berbagi sukacita kepada orang lain dengan hal-hal yang sederhana. Sikapmu yang ramah, rela berbagi, peduli terhadap lingkungan sekitarmu, sabar, selalu bersyukur, tidak mudah mengeluh, dll, bisa membuat orang lain ikut bersukacita. Sukacita itu tidak selalu identik dengan kemewahan, kelimpahan, hadiah mahal, makanan enak, barang yang bagus, atau pesta pora.
- Tuhan menunjukkan bahwa kasih-Nya bisa dirasakan oleh siapa saja, baik raja maupun gembala. Gembala juga berharga di mata-Nya meski pada masa itu di masyarakat Yahudi profesi gembala dianggap rendah dan pekerjaan mereka memiliki label buruk di kalangan pemuka agama Yahudi.
- Kelahiran Yesus adalah rencana Allah untuk membawa keselamatan bagi semua manusia. Oleh sebab itu mari kita percaya pada berita sukacita ini dan memberitakannya kepada banyak orang melalui kehidupan kita yang baik.
Aktivitas
Membuat Komik Alkitab tentang cerita dari Lukas 2:8-20. Beberapa gambar pendukung untuk pembuatan komik tersedia, bisa di print.
Petunjuk:
- Arahkan anak Madya untuk berada dalam kelompok kecil untuk membuat komik bersama.
- Minta mereka membaca ulang cerita dari Lukas 2:8-20
- Pamong menyiapkan beberapa kertas HVS Folio untuk tiap kelompok. Kertas itu akan digunakan kelompok untuk membuat ceritanya.
- Print gambar-gambar yang ada di lampiran dan siapkan gunting dan lem untuk tiap kelompok. Kelompok tidak harus menggunakan semua gambar yang ada untuk membuat komik.
- Beri kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasilnya.