Hidup dalam Terang Kristus Tuntunan Ibadah Anak 28 Desember 2025

15 December 2025

Tahun Gerejawi: Minggu setelah Natal
Tema: Hidup dalam terang Kristus
Judul: Hidup dalam Terang Kristus

Bacaan: Yohanes 8:12-19
Ayat Hafalan: “Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan” (Yohanes 8:12)

Lagu Tema:

  1. Lagu Aku Anak Terang
  2. Kidung Siwi 128 Terang Dunia

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Bacaan kita hari ini merupakan perdebatan antara Yesus dan orang-orang Farisi yaitu para pemimpin agama pada saat itu. Waktu itu Yesus berkata kepada orang banyak: “Akulah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan” (ayat 12). Atas pengajaran Yesus ini, orang Farisi merasa keberatan, mereka menuduh Yesus bersaksi palsu (ayat 13), “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar”.

Orang-orang Farisi mengajukan pertanyaan, “Di manakah Bapa-Mu?” (ayat 19). Ini merupakan pertanyaan atas ketidakmengertian mereka tentang hubungan Yesus yang esa dengan Allah. Namun juga dapat berarti merupakan sindiran mereka karena Yesus tidak memiliki bapak biologis sehingga pertanyaan tersebut bertujuan untuk mempermalukan diri Yesus. Sikap orang-orang Farisi ini mencerminkan sikap umat yang tidak bersedia berjalan mengikuti Terang Allah yang telah mengejawantahkan diri-Nya dalam kehidupan Yesus. Mereka terhalang oleh kekerasan hati mereka dan pandangan yang negatif terhadap diri Yesus.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa terang ilahi yang ada di dalam diri-Nya, yang penuh dengan kuasa akan memandu kehidupan manusia dalam menjalani kehidupan. Melalui pengajaran-Nya sebagai terang dunia, Tuhan Yesus menegaskan bahwa hanya Dia yang bisa memandu setiap orang untuk menjalani kehidupan.

Refleksi untuk Pamong
Seperti orang Farisi, sering kali kita juga sulit memahami Yesus. Perkembangan kehidupan dengan segala kemajuannya dapat mengalihkan mata kita dari terang Kristus sehingga kita hidup dalam kegelapan. Beberapa di antara kita mungkin berada di titik nadir.  Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus Kristus adalah terang kehidupan. Kristus memanggil kita untuk berjalan mengikut Dia sebab setiap kegelapan akan dapat diatasi apabila kita mau berjalan bersama Kristus. Yesus akan menolong kita keluar dari kegelapan.

Banyak orang berpikir bahwa sangat sukar membedakan antara hidup dalam terang dan hidup dalam gelap. Namun bagi anak Tuhan, terang dan gelap memiliki batasan yang jelas. Kita dipanggil  untuk hidup sebagai anak-anak terang dan meneruskan terang itu kepada orang lain.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak memahami bahwa Yesus menuntun kita seperti terang yang menolong kita berjalan di tempat gelap

Alat Peraga
Pamong menyiapkan:

  1. Gambar ruangan sangat gelap
  2. Senter atau lilin bercahaya

Pendahuluan
Catatan Penting:
Jika memungkinkan, upayakan agar ruangan Balita menjadi gelap. Jendela dan lobang-lobang yang dapat membuat ruangan terang, ditutup dengan kain, koran atau karton manila. Arahkan anak Balita untuk duduk lesehan didampingi oleh beberapa pamong agar mereka tetap merasa aman meski ruangan kali ini lebih gelap dari biasanya. Jika tidak memungkinkan, maka gunakan gambar peraga 1 (gambar ruangan sangat gelap) untuk melakukan kegiatan Pendahuluan ini.

Hari ini ruangan kita lebih gelap dari biasanya (Atau) Perhatikan gambar ini (gambar ruangan yang sangat gelap). Ini adalah ruangan yang sangat gelap. Hanya tampak sedikit cahaya di ruangan lain saat pintunya dibuka. Apakah anak-anak suka dengan ruangan yang agak gelap seperti ini? Mengapa? Ya, banyak orang yang tidak menyukai ruangan yang gelap karena kita tidak dapat melihat dengan jelas apa saja yang ada di ruangan tersebut. Kita bisa menabrak meja, kursi, atau terbentur dengan tembok. Haduh, sakit sekali jika kita mengalaminya.

Berada di ruangan yang gelap membuat hati kita cemas, takut atau deg deg’an. Lalu kita berteriak atau menangis. Dalam keadaan gelap, kita membutuhkan sesuatu yang dapat menerangi ruangan ini. Korek api, senter, atau lilin (pamong menunjukkan peraga ini kepada anak). Wah, sekarang ruangan kita lebih terang. Namun, cahaya ini bisa mati. Pamong meniup lilin sehingga cahayanya padam, atau mematikan senter. Ups….ketika ada angin kencang, cahaya lilin ini bisa padam.  Batre pada senter ini ternyata sudah habis kekuatannya sehingga senter tidak bisa lagi menerangi ruangan ini.

Sebaliknya ruangan yang terang (copot semua kertas/karton manila yang membuat cahaya suit masuk ke ruangan) membuat kita bisa melihat banyak benda/hal yang ada di ruangan ini. Terang membuat kita tahu jalan mana yang aman ketika kita mau ke belakang atau ke depan. Berada di ruangan yang terang seperti ini membuat hati kita tenang dan happy.

Inti Penyampaian
Jika senter atau lilin yang bercahaya tadi ada batasnya untuk menerangi kita, maka ada satu terang yang tidak akan berhenti cahayanya untuk menerangi kita. Dialah Yesus yang telah lahir ke dunia ini. Yesus berkata kepada orang banyak: “Akulah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan” (ayat 12). Siapa yang percaya dan menyembah kepada Yesus, hidupnya seperti berada dalam ruangan yang sangat terang sebab Yesus adalah terang kehidupan. Yesus akan menerangi hati dan pikiran kita sehingga kita tahu mana perbuatan dan perkataan yang baik, yang sesuai firman Tuhan, dan mana perbuatan dan perkataan yang tidak baik, yang tidak sesuai firman Tuhan. Kehidupan bersama Yesus akan membuat kita menjadi anak-anak yang lemah lembut, ramah, suka menolong, sabar, dan taat terhadap nasehat papa mama.

Yesus adalah terang. Yesus dapat menolong kita untuk berjalan keluar dari kegelapan menuju terang. Jika sekarang kita adalah anak yang suka marah-marah (pemarah), tidak taat pada papa mama, suka berkelahi, suka berbohong, dan pelit, itu berarti kita sedang berada dalam jalan yang gelap. Hati kita tidak tenang dan hidup kita tidak bahagia. Oleh sebab itu, kita membutuhkan Yesus agar hidup kita berada dalam terang.

Penerapan
Hidup dalam terang akan membuat hati kita sukacita, mengalah, sabar, mau memaafkan, mau berbagi, dan mengasihi teman. Sebaliknya, hidup dalam gelap akan membuat hati kita penuh dengan kebencian, amarah, iri hati, berkata kasar, tidak mau taat, pelit, dan sombong.

Hidup kita berada dalam terang karena ada Yesus bersama kita. Sedangkan hidup kita berada dalam gelap karena ada iblis yang bersama kita. Yesus membuat hidup kita berada dalam terang. Sedangkan iblis membuat hidup kita berada dalam kegelapan yang sangat gelap. Lalu, kamu mau hidup yang bagaimana: Hidup dalam terang atau hidup dalam kegelapan?

Aktivitas

klik pada gambar untuk memperbesar

Gambar terlampir (benda-benda yang dapat menerangi ruangan saat gelap).

Siapkan lembar kerja dan pensil atau spidol warna untuk tiap anak Balita. Arahkan anak Balita untuk melingkari gambar yang dapat menghasilkan cahaya untuk menerangi suatu ruangan.

Bahas hasil kerja anak Balita, bahwa benda-benda yang dapat menjadi penerang untuk membantu kita tersebut ada batasnya (tidak dapat membantu kita selama-lamanya). Misalnya karena batrenya habis, kabelnya rusak, atau habis terbakar (untuk lilin).


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan bahwa Yesus adalah Terang Dunia.
  2. Anak memahami bahwa mengikuti Yesus berarti hidup dengan kasih dan kebaikan.
  3. Anak mempraktikkan cara menjadi terang dengan berkata jujur, menolong teman, dan patuh kepada orang tua.

Pendahuluan
Kegiatan Kelompok
Petunjuk:

  1. Arahkan anak Pratama untuk berada di beberapa kelompok, jika memungkinkan 4-5 orang tiap kelompok.
  2. Print gambar-gambar (terlampir) lalu gunting sesuai dengan gambar benda-benda tersebut, masukkan ke dalam amplop untuk tiap kelompok.
  3. Siapkan kertas folio dan lem untuk tiap kelompok.
  4. Tugas tiap kelompok ada memilih dan menempelkan gambar yang dapat menghasilkan cahaya/terang.
  5. Pamong membahas hasil kerja kelompok dan mengarahkan pada materi firman Tuhan hari ini yaitu bahwa benda-benda penerang dalam hasil kerja kelompok tersebut merupakan benda yang dapat menjadi penerang namun ada batasnya (tidak dapat membantu kita selama-lamanya). Misalnya karena batrenya habis, kabelnya rusak, atau habis terbakar dan tertiup angin (untuk lilin). Ada satu terang yang abadi, yang dapat membantu dan menyelamatkan kehidupan kita yaitu Yesus sebab Ia adalah terang dunia.

Inti Penyampaian
Yesus dan orang-orang Farisi yaitu para pemimpin agama sedang berdebat karena Yesus berkata kepada orang banyak: “Akulah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan” (ayat 12). Tuhan Yesus menegaskan bahwa terang yang berasal dari Tuhan yang ada di dalam diri-Nya. Terang itu penuh dengan kuasa yang dapat menuntun kehidupan manusia yang penuh dengan godaan iblis. Godaan iblis dapat membuat kita hidup dalam kegelapan, dan terang Yesus sajalah yang dapat menolong kita.

Pengajaran Yesus bahwa Ia adalah terang, tidak disukai oleh orang-orang Farisi. Mereka menuduh Yesus bersaksi palsu (ayat 13), “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar”. Orang-orang Farisi ini tidak mengenal Yesus dengan benar (sungguh-sungguh) sehingga mereka tidak percaya.

Penerapan
Kita makin sulit untuk melawan godaan iblis sehingga kita semakin mudah berbuat dosa. Akibatnya hidup kita diwarnai dengan kebencian, pertengkaran, dendam, dan rencana-rencana jahat terhadap sesama. Ada banyak berita bagaimana seorang anak melawan orang tuanya, bahkan tega untuk melukai/memukul mereka. Seharusnya seorang anak hormat, taat, dan mengasihi orang tuanya. Ada juga anak yang membenci saudara kandungnya (kakak/adiknya). Seharusnya sebagai saudara, kita saling menjaga dan mengasihi.

Situasi yang penuh dengan perbuatan dosa ini adalah situasi kehidupan yang gelap. Kehidupan yang diwarnai dengan tangisan, kesedihan, kekecewaan dan ketidakbahagiaan. Tentu kita tidak mau berlama-lama berada dalam kehidupan yang gelap seperti itu.

Yesus adalah terang. Hanya Yesus yang dapat menolong kita. Ia dapat menuntun kita berjalan dari kehidupan yang gelap menuju kehidupan terang. Caranya adalah percaya kepada-Nya dan meminta Yesus menolong kita lewat doa-doa dan ibadah kita. Hidup dalam terang akan membuat kita hidup dengan kasih dan kebaikan.

Aktivitas
Hidup dalam Gelap versus Hidup dalam Terang

Petunjuk:

  1. Arahkan anak Pratama menjadi 2 kelompok besar yang jumlahnya seimbang.
  2. Siapkan 2 karton manila dan papan tulis untuk menempelkan karton manila.
  3. Siapkan potongan-potongan kertas, double tape/lem, dan spidol hitam kecil/pulpen untuk kegiatan menulis dari tiap
  4. Kelompok pertama menulis perbuatan-perbuatan jahat yang dilakukan oleh anak Pratama yang hidup dalam kegelapan. Satu potongan kertas untuk tiap perbuatan.
  5. Kelompok kedua menulis perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh anak Pratama yang hidup dalam terang Tuhan. Satu potongan kertas untuk tiap perbuatan.
  6. Berikan batas waktu untuk menulis. Jika waktu yang ditentukan sudah habis, maka kelompok bergantian menempelkan hasil diskusinya. Kelompok lain menempelkan perbuatan yang berlawanan dengan tulisan dari kelompok sebelumnya. Jika kelompok lawan tidak memiliki kata yang seharusnya, maka pointnya berkurang.

Contoh:

Kehidupan Anak Gelap Kehidupan Anak Terang
  • Suka berkata kasar
  • Mencuri barang milik orang lain
  • Suka melihat video porno
  • Berkata lemah lembut
  • Jujur dalam perkataan dan perbuatan
  • Dapat mengendalikan diri terhadap gadget

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan bahwa Yesus adalah Terang Dunia yang membimbing orang kepada kebenaran.
  2. Anak menunjukkan sikap hidup dalam terang dengan memilih tindakan yang benar dalam kesehariannya.
  3. Anak membedakan mana yang termasuk tindakan yang hidup dalam terang dan yang hidup dalam kegelapan.

Pendahuluan
Dunia tempat kita tinggal penuh dengan kegelapan karena banyak orang melakukan perbuatan jahat yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Banyak orang yang hidupnya merasa tidak tenang sebab kejahatan terjadi dimana-mana. Meskipun orang memasang CCTV di rumah atau di tokonya, tetap saja ada orang yang berani mencuri atau merampok atau berusaha menipu. Meskipun uangnya disimpan di bank, rekening banknya bisa dibobol orang jahat sehingga uang tabungannya habis terkuras.

Kehidupan yang gelap ini juga terjadi dalam keluarga dan sekolah Kristen. Anak-anak seharusnya bersikap jujur, tidak mencuri, tidak mencontek saat ulangan, dan dapat mengendalikan kemarahannya sehingga tidak berkata-kata kasar dan merusak barang yang ada di sekitarnya. Anak-anak Kristen seharusnya mau berbagi, saling peduli, dan saling mengasihi. Bukan membully dan berani melawan orang tua atau guru di sekolah. Tahukah kamu apa saja dampak/akibatnya ketika kehidupan kita ini menjadi gelap akibat perbuatan-perbuatan jahat yang kita lakukan? Yuk kita telusuri satu per satu dalam kelompok.

Petunjuk:

klik pada gambar untuk memperbesar

  1. Bagi siswa dalam beberapa kelompok kecil, jika memungkinkan 3 orang tiap kelompok. Jika memungkinkan print lembar kerja yang ada (terlampir) dan siapkan alat tulis untuk tiap kelompok. Jika tidak memungkinkan, pamong menyiapkan kertas folio bergaris atau kertas HVS dan pulpen untuk tiap kelompok.
  2. Arahkan anak Madya untuk bisa berdiskusi secara aktif untuk mengerjakan pertanyaan yang ada di lembar kerja.
  3. Beri kesempatan untuk tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan pamong melakukan pembahasan terhadap hasil presentasi untuk penutup kegiatan pendahuluan ini.

Inti Penyampaian
Yesus dan orang-orang Farisi yaitu para pemimpin agama sedang berdebat karena Yesus berkata kepada orang banyak: “Akulah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan” (ayat 12).

Tuhan Yesus menegaskan bahwa terang yang berasal dari Tuhan yang ada di dalam diri-Nya. Terang itu penuh dengan kuasa yang dapat menuntun kehidupan manusia yang penuh dengan godaan iblis. Godaan iblis dapat membuat kita hidup dalam kegelapan, dan terang Yesus sajalah yang dapat menolong kita.

Pengajaran Yesus bahwa Ia adalah terang, tidak disukai oleh orang-orang Farisi. Mereka menuduh Yesus bersaksi palsu (ayat 13), “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar”. Orang-orang Farisi ini tidak mengenal Yesus dengan benar (sungguh-sungguh) sehingga mereka tidak percaya.

Penerapan
Kita makin sulit untuk melawan godaan iblis sehingga kita semakin mudah berbuat dosa. Akibatnya hidup kita diwarnai dengan kebencian, pertengkaran, dendam, dan rencana-rencana jahat terhadap sesama. Ada banyak berita bagaimana seorang anak melawan orang tuanya, bahkan tega untuk melukai/memukul mereka. Seharusnya seorang anak hormat, taat, dan mengasihi orang tuanya. Ada juga anak yang membenci saudara kandungnya (kakak/adiknya). Seharusnya sebagai saudara, kita saling menjaga dan mengasihi.

Situasi yang penuh dengan perbuatan dosa ini adalah situasi kehidupan yang gelap. Kehidupan yang diwarnai dengan tangisan, kesedihan, kekecewaan dan ketidakbahagiaan. Tentu kita tidak mau berlama-lama berada dalam kehidupan yang gelap seperti itu.

Yesus adalah terang. Hanya Yesus yang dapat menolong kita. Ia dapat menuntun kita berjalan dari kehidupan yang gelap menuju kehidupan terang. Caranya adalah percaya kepada-Nya dan meminta Yesus menolong kita lewat doa-doa dan ibadah kita. Hidup dalam terang akan membuat kita hidup dengan kasih dan kebaikan.

Aktivitas
Hidup dalam Gelap versus Hidup dalam Terang

Petunjuk:

  1. Arahkan anak Madya menjadi 2 kelompok besar yang jumlahnya seimbang.
  2. Siapkan 2 karton manila dan papan tulis untuk menempelkan karton manila.
  3. Siapkan potongan-potongan kertas, double tape/lem, dan spidol hitam kecil/pulpen untuk kegiatan menulis dari tiap
  4. Kelompok pertama menulis perbuatan-perbuatan jahat yang dilakukan oleh anak Madya yang hidup dalam kegelapan. Satu potongan kertas untuk tiap perbuatan.
  5. Kelompok kedua menulis perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh anak Madya yang hidup dalam terang Tuhan. Satu potongan kertas untuk tiap perbuatan.
  6. Berikan batas waktu untuk menulis. Jika waktu yang ditentukan sudah habis, maka kelompok bergantian menempelkan hasil diskusinya. Kelompok lain menempelkan perbuatan yang berlawanan dengan tulisan dari kelompok sebelumnya. Jika kelompok lawan tidak memiliki kata yang seharusnya, maka pointnya berkurang.

Contoh:

Kehidupan Anak Gelap Kehidupan Anak Terang
  • Suka berkata kasar
  • Mencuri barang milik orang lain
  • Suka melihat video porno
  • Berkata lemah lembut
  • Jujur dalam perkataan dan perbuatan
  • Dapat mengendalikan diri terhadap gadget

BASA JAWA

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan : Anak memahami bahwa Yesus menuntun kita seperti terang yang menolong kita berjalan di tempat gelap

Pendahuluan
Cathetan Wigati:
Menawa mungkinake, upayakake ben ruwangan balita dadi peteng. jendhela lan lobang-lobang kang oleh nggawe ruwangan terang, ditutup karo kain, koran utawa karton manila. Arahkan bocah-bocah kanggo lungguh lesehan didhampingi dening pamong ben dheweke kabeh tetep ngrasa aman sanadyan ruwangan dina iki luwih peteng saka biyasane. Menawa ora mungkinake, mula pigunakake gambar ruwangan peteng banget kanggo nglakoni kagiyatan pendahuluan iki.

Dina iki ruwangan awake dhewe luwih peteng saka biyasane (utawa) perhatikake gambar iki (gambar ruwangan kang peteng banget). iki yaiku ruwangan kang peteng banget. Mung katon sathithik cahya ing ruwangan liya wektu lawange dibukak. Apa bocah-bocah remen karo ruwangan kang rada peteng kaya iki? sebab apa? Ya, akeh wong kang ora ndhemeni ruwangan kang peteng amarga awake dhewe ora oleh weruh karo jelas apa wae kang ana ing ruwangan kasebut. Awake dhewe bisa nabrak meja, kursi, utawa terbentur karo tembok. haduh, lara banget menawa awake dhewe ngalamine.

Ana ing ruwangan kang peteng nggawe ati awake dhewe kuwatir, wedi utawa deg deg’an. banjur awake dhewe berteriak utawa nangis. jero kahanan peteng, awake dhewe mbutuhake apa-apa kang oleh madhangi ruwangan iki. korek geni, senter, utawa lilin (pamong nuduhake paraga iki marang anak). Wah, saiki ruwangan awake dhewe luwih terang. nanging, cahya iki bisa mati. (pamong nyebul lilin saengga cahyane padam, utawa mateni senter) Ups….nalika ana angin kenceng, cahya lilin iki bisa padam. Batere ing senter iki jebul wis entek kekuwatane saengga senter ora bisa maneh madhangi ruwangan iki.

Sawangsule, ruwangan kang terang (prothol kabehing kertas utawa karton manila kang nggawe cahya suit mlebu menyang ruwangan) nggawe awake dhewe bisa weruh akeh benda utawa bab kang ana ing ruwangan iki. Terang nggawe awake dhewe ngerti dalan endi kang aman nalika awake dhewe arep menyang wuri utawa menyang ngarep. Ana ing ruwangan kang terang kaya iki nggawe ati awake dhewe tenang lan happy.

Inti Penyampaian
Menawa senter utawa lilin kang bercahaya wau ana watesing kanggo madhangi awake dhewe, mula ana siji terang kang ora arep mandheg cahyane kanggo madhangi awake dhewe. dheweke Yesus kang wis lair menyang donya iki. yesus ngomong marang wong akeh: “Akulah terang donya. sapa kang mengikut aku, piyambake ora arep lumaku jero kegelapan, ananging piyambake arep nduweni terang kehidupan” (ayat 12). Sapa kang pracaya lan manembah marang Yesus, uripe kaya ana jroning ruwangan kang padang njinggrang kasebab Yesus yaiku terang kauripan. Yesus arep madhangi ati lan penggalih awake dhewe saengga awake dhewe ngerti endi pegawean lan tetembungan kang apik, kang jumbuh firman Tuhan. Kauripan bareng Yesus arep nggawe awake dhewe dadi bocah-bocah kang lemah lembut, grapyak, remen mitulungi, sareh, lan taat karo pitutur papa mama.

Yesus yaiku terang. Yesus oleh mitulungi awake dhewe kanggo lumaku metu saka kegelapan pinuju terang. Menawa saiki awake dhewe yaiku bocah kang remen marah-marah (pemarah), ora taat ing papa mama, remen gelut, remen dora, lan pelit, iku ateges awake dhewe lagi ana jroning dalan kang peteng. Ati awake dhewe ora tenang lan urip awake dhewe ora bahagia. Pramila , awake dhewe mbutuhake Yesus ben urip awake dhewe ana jero terang.

Penerapan
Urip jero terang arep nggawe ati awake dhewe sukacita, ngalah, sareh, arep ngapura, arep berbagi, lan kinasihan kanca. Sawangsule, urip jero peteng arep nggawe ati awake dhewe kebak karo sengit, amarah, iri ati, ngomong kasar, ora gelem taat, pelit, lan gumedhe.

Urip awake dhewe ana jero terang amarga ana Yesus bareng awake dhewe. yesus nggawe urip awake dhewe ana jero terang. Dene iblis nggawe urip awake dhewe ana jero kegelapan kang peteng banget. banjur, kowe arep urip kang kepriye: urip jero terang utawa urip jero kegelapan?


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan bahwa Yesus adalah Terang Dunia.
  2. Anak memahami bahwa mengikuti Yesus berarti hidup dengan kasih dan kebaikan.
  3. Anak mempraktikkan cara menjadi terang dengan berkata jujur, menolong teman, dan patuh kepada orang tua.

Pendahuluan
Kagiyatan klompok
Pituduh:

  1. Arahkan bocah-bocah kanggo ana ing pira-pira klompok, menawa mungkinake 4-5 wong saben klompok.
  2. Pamong nyiapke gambar kang oleh ngasilke cahya utawa terang. gunting jumbuh karo gambar benda-benda kasebut, lebokake menyang jero amplop kanggo saben klompok.
  3. Siapkan kertas folio lan lem kanggo saben klompok.
  4. Tugas saben klompok ana milih lan menempelkan gambar kang oleh ngasilke cahya utawa terang.
  5. Pamong ngrembag kasil nyambut gawe klompok lan ngenerake ing materi firman tuhan dina iki yaiku menawa benda-benda pepadhang jero kasil nyambut gawe klompok kasebut ya iku benda kang oleh dadi pepadhang nanging ana watesing (ora oleh ngrewangi awake dhewe selama-lamane). Tuladhane amarga bateraine entek, kabele rusak, utawa entek kobong lan ketiup angin (kanggo lilin). ana siji terang kang lestari, kang oleh ngrewangi lan nylametake kauripan awake dhewe yaiku Yesus kasebab piyambake yaiku terang donya.

Inti Penyampaian
Yesus lan wong-wong Farisi yaiku para panggedhe agama lagi berdebat amarga Yesus ngomong marang wong akeh: “Akulah terang donya. sapa kang mengikut Aku, piyambake ora arep lumaku jero kegelapan, ananging piyambake arep nduweni terang kehidupan” (ayat 12). Tuhan Yesus negasake menawa terang kang asale saka Tuhan kang ana ing jero dheweke. Terang iku kebak karo wisesa kang oleh nuntun kauripan manungsa kang kebak karo panggodha iblis. Panggodha iblis oleh nggawe awake dhewe urip jero kegelapan, lan terang yesus sajalah kang oleh mitulungi awake dhewe.

Piwulang Yesus menawa piyambake yaiku terang, ora disenengi dening wongwong Farisi. Dheweke kabeh menuduh Yesus nyekseni gawean (ayat 13), “sampeyan nyekseni ngenani awakmu, kesaksian-mu ora bener”. wong-wong Farisi iki ora kenal Yesus karo bener (temen-temen) saengga dheweke kabeh ora pracaya.

Penerapan
Awake dhewe saya angel kanggo nglawan panggodha iblis saengga awake dhewe tansaya gampang tumindak dosa. Akibate urip awake dhewe diwarnai karo sengit , padu , dendam, lan rencana-rencana jahat karo sapadha-padha. Ana akeh warta kepriye siji anak nglawan wong tuwane, malah tega kanggo melukai utawa nggebug dheweke kabeh. samesthine siji anak urmat, taat lan kinasihan wong tuwane. ana uga bocah kang nyengiti sedulur kandunge (kakang utawa adhine). Samesthine dadi sedulur, awake dhewe padha-padha njaga lan kinasihan.

Kahanan kang kebak karo pegawean dosa iki yaiku kahanan kauripan kang peteng. kauripan kang diwarnai karo tangisan, kesedihan, kuciwa lan keora bahagiaan. tamtu awake dhewe ora gelem berlama-lama ana jero kauripan kang peteng kaya iku.

Yesus yaiku terang. Mung Yesus kang oleh mitulungi awake dhewe. Piyambake oleh nuntun awake dhewe lumaku saka kauripan kang peteng pinuju kauripan terang. Carane yaiku pracaya karo kae lan nyuwun yesus mitulungi awake dhewe liwat doa-doa lan ngibadah awake dhewe. urip jero terang arep nggawe awake dhewe urip karo asih lan kabecikan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan bahwa Yesus adalah Terang Dunia yang membimbing orang kepada kebenaran.
  2. Anak menunjukkan sikap hidup dalam terang dengan memilih tindakan yang benar dalam kesehariannya.
  3. Anak membedakan mana yang termasuk tindakan yang hidup dalam terang dan yang hidup dalam kegelapan.

Pendahuluan
Donya panggonaning awake dhewe tinggal kebak karo kegelapan amarga akeh wong nglakoni pegawean jahat kang oleh gawe rugi dhiri dhewe lan wong liya. Akeh wong kang uripe ngrasa ora tenang kasebab kejahatan kedadeyan ing ngendi-ngendi. Sanadyan wong masang cctv ing omah utawa ing tokone, tetep wae ana wong kang wani nyolong utawa ngrampok utawa ngupakara ngapusi. sanadyan dhuwite disimpen ing bank, rekening banke bisa dibobol wong jahat saengga dhuwit tabungane entek terkuras.

Kauripan kang peteng iki uga kedadeyan jroning kulawarga lan sekolah kristen. Bocah-bocah samesthine bersikap jujur, ora nyolong, ora turunan wektu ulangan lan oleh ngendhaleni kemarahane saengga ora berkata-kata kasar lan ngrusak barang kang ana ing sawatarane. Bocah-bocah kristen samesthine arep berbagi, padha-padha preduli, lan padha-padha kinasihan. Dudu membully lan wani nglawan wong tuwa utawa guru ing sekolah. Ngerti kowe apa wae dampak utawa akibate nalika kauripan awake dhewe iki dadi peteng akibat perbuatan-perbuatan jahat kang awake dhewe tindakake? Ayo awake dhewe telusuri siji per siji jero klompok.

Inti Penyampaian
Yesus lan wong-wong Farisi yaiku para panggedhe agama lagi berdebat amarga Yesus ngomong marang wong akeh: “Akulah terang donya. sapa kang mengikut Aku, piyambake ora arep lumaku jero kegelapan, ananging piyambake arep nduweni terang kehidupan” (ayat 12). Tuhan Yesus negasake menawa terang kang asale saka Tuhan kang ana ing jero dheweke. Terang iku kebak karo wisesa kang oleh nuntun kauripan manungsa kang kebak karo panggodha iblis. Panggodha iblis oleh nggawe awake dhewe urip jero kegelapan, lan terang yesus sajalah kang oleh mitulungi awake dhewe.

Piwulang Yesus menawa piyambake yaiku terang, ora disenengi dening wongwong Farisi. Dheweke kabeh menuduh Yesus nyekseni gawean (ayat 13), “sampeyan nyekseni ngenani awakmu, kesaksian-mu ora bener”. wong-wong Farisi iki ora kenal Yesus karo bener (temen-temen) saengga dheweke kabeh ora pracaya.

Penerapan
Awake dhewe saya angel kanggo nglawan panggodha iblis saengga awake dhewe tansaya gampang tumindak dosa. Akibate urip awake dhewe diwarnai karo sengit , padu , dendam, lan rencana-rencana jahat karo sapadha-padha. Ana akeh warta kepriye siji anak nglawan wong tuwane, malah tega kanggo melukai utawa nggebug dheweke kabeh. samesthine siji anak urmat, taat lan kinasihan wong tuwane. ana uga bocah kang nyengiti sedulur kandunge (kakang utawa adhine). Samesthine dadi sedulur, awake dhewe padha-padha njaga lan kinasihan.

Kahanan kang kebak karo pegawean dosa iki yaiku kahanan kauripan kang peteng. kauripan kang diwarnai karo tangisan, kesedihan, kuciwa lan keora bahagiaan. tamtu awake dhewe ora gelem berlama-lama ana jero kauripan kang peteng kaya iku.

Yesus yaiku terang. Mung Yesus kang oleh mitulungi awake dhewe. Piyambake oleh nuntun awake dhewe lumaku saka kauripan kang peteng pinuju kauripan terang. Carane yaiku pracaya karo kae lan nyuwun yesus mitulungi awake dhewe liwat doa-doa lan ngibadah awake dhewe. urip jero terang arep nggawe awake dhewe urip karo asih lan kabecikan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak