Tahun Gerejawi: Advent 4
Tema: Tuhan Pasti Menepati Janji-Nya
Judul: Janji Tuhan Membuatku Tenang
Bacaan: Yesaya 7:10-14
Ayat Hafalan: “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut” (Mazmur 56:11a)
Lagu Tema:
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Kita perlu membaca Yesaya 7:1-9 agar memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi di ayat 10-14, yang menjadi bacaan kita hari ini. Alkitab menceritakan kepada kita mengapa Ahas, raja bangsa Yehuda sangat takut bahkan hati rakyatnya juga, seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin (ayat 2). Ketakutan besar yang menimpa raja dan rakyat Yehuda itu terjadi karena Rezim, Raja Aram, telah berkemah di wilayah Efraim. Lebih mengerikan lagi ternyata Rezim, Raja Aram itu tidak sendirian untuk menyerang Yehuda. Pekah bin Remalya, Raja Israel, juga maju ke Yerusalem untuk berperang melawan Yehuda. “Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya” (ayat 6).
Dalam ketakutan yang sangat besar itu, Tuhan mengutus nabi Yesaya untuk menemui Ahas dan meyakinkannya agar tidak takut terhadap mereka. Bagi Tuhan, Aram dan Israel (Raja Rezim dan Raja Pekah bin Remalya) bagai dua puntung api yang berasap, yang bermakna bahwa kedua bangsa itu bukan bahaya yang harus ditakuti. Yang penting ialah mereka harus mempercayai Tuhan, mempercayai firmanNya dan melakukan tetap seperti yang difirmankan Tuhan.
Melalui nabi Yesaya, Tuhan menawarkan pemberian tanda untuk menguatkan iman Ahas (ayat 11). Tanda apakah itu? Tanda bahwa Tuhan akan menolong dan memulihkan keadaan yang tegang penuh ketakutan itu. Kalimat “dunia orang mati dan tempat tertinggi di atas” adalah sebuah isyarat bahwa kekuasaan Tuhan Allah mengatasi segala sesuatu. Semua ada dalam kekuasaanNya, entah yang di paling bawah atau di paling atas sekalipun. Sayangnya, Ahas memilih untuk tidak bersikap tenang sebab ia tidak percaya akan janji Tuhan dan mengatasi masalah dengan kekuatannya sendiri. Ahas memakai alasan: “aku tidak mau mencobai TUHAN” (ayat 12).
Untunglah Tuhan Allah tidak membiarkan ketidakpercayaan Ahas berlangsung lama. Melalui Nabi Yesaya, Tuhan memberikan sebuah pertanda pada ayat 14 yaitu seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki–laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Ungkapan ini adalah nubuat untuk kedatangan Yesus yang dikutip oleh Matius 1:23. Pernyataan ini memuat kebaikan Allah yang terus dinyatakan, meski umat masih berkeras hati. Pernyataan ini membuktikan bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan umat berada dalam keadaan yang buruk. Inilah tanda ajaib dari Tuhan. Imanuel berarti Tuhan beserta kita.
Refleksi Untuk Pamong
Pasang surut terjadi dalam kehidupan kita. Dalam situasi yang menakutkan dan mencemaskan, kadang iman kita menjadi lemah, keyakinan kita menjadi luntur, kepercayaan kita kepada Tuhan mulai hilang. Ketakutan mengalahkan keyakinan kita pada Tuhan. Seperti Ahas, raja Yehuda dalam bacaan kita hari ini.
Sesungguhnya kita tidak perlu takut menjalani kehidupan ini sekalipun ada berbagai kesulitan, tekanan, atau suatu peristiwa yang mengancam kehidupan kita. Sebab Yesus yang akan kita peringati kelahiran-Nya dalam Natal disebut Imanuel. Allah beserta kita dan selalu hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Yesus, Sang Imanuel selalu menyertai perjalanan kehidupan kita dan untuk menyelamatkan kita. Yesus memberikan harapan kepada kita untuk tetap tenang. Percaya pada janji-Nya, singkirkan segala kecemasan dan kekhawatiran.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak mengenali kata “janji” dan bahwa Tuhan selalu menepati janji-Nya.
- Anak dapat belajar menepati janji kecil seperti berbagi mainan atau membantu orang tua
Alat Peraga
- Mahkota Raja (pamong membuat sendiri dari karton manila atau kardus bekas)

- Pakaian jubah seorang raja
Pendahuluan
(Seorang pamong menyampaikan bagian pendahuluan ini. Pamong lain bertugas menyampaikan firman Tuhan dengan menggunakan peraga sebagai raja.)
Narator:
Apakah kamu pernah cemas, tegang, dan takut? Takut tidak diajak teman untuk bermain bersama. Takut ditinggal mama/papa saat mereka pergi bekerja. Takut saat ada petir atau mati lampu. Apa yang kamu lakukan saat cemas, tegang, dan takut? Ada yang mengompol, berteriak, diam membisu ‘gak mau makan dan minum susu (ngambek), ada yang menangis keras, dll. Namun ada juga yang berdoa, ingat nasehat papa mama, atau meminta perlindungan kepada orang dewasa yang lain.
Hari ini ada seorang raja yang sangat cemas, tegang, dan takut. Apa yang membuat raja itu menjadi sangat cemas, tegang, dan takut? Yuk kita tanya ke raja tersebut. Mana raja yang sangat cemas, tegang, dan takut itu? Dimana dia ya?
Inti Penyampaian
Halo, namaku Ahas. AHAS…..maukah kalian menyebut namaku sebanyak tiga kali? AHAS,AHAS, AHAS. Terima kasih. Aku AHAS, raja Yehuda. Ya, aku seorang raja. Seharusnya aku berani dan gagah. Tapi hari ini aku sangat cemas, tegang, dan takut. Rakyatku juga sangat cemas, tegang, dan takut seperti aku. Kerajaan kami akan diserang oleh dua raja lain. Raja Aram dan Raja Israel, sudah bergerak mendekati kerajaan kami. Bagaimana jika mereka tiba nanti, lalu menyerang aku, keluargaku, prajuritku, dan rakyatku? Kami pasti kalah…, pasti kalah (ekspresi sedih).
Sebenarnya Tuhan sudah menghibur aku melalui Nabi Yesaya. Tuhan berjanji akan menolong aku sehingga kerajaanku akan aman dari ancaman serangan musuh-musuhku. Tuhan memberi tanda penyertaan-Nya kepadaku. Tandanya adalah ada seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki–laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Dialah Yesus yang kelahirannya dirayakan dalam Ibadah dan Perayaan Natal. Tuhan berjanji bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan umat berada dalam keadaan yang buruk. Inilah tanda ajaib dari Tuhan. Imanuel berarti Tuhan beserta kita.
Bagaimana menurut kalian. Apakah janji Tuhan itu benar? Apakah Tuhan benar-benar menyertai dan menolong aku? Apakah kalian percaya pada janji Tuhan itu? Iya ya, seharusnya aku juga percaya pada janji Tuhan. Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya berada dalam keadaan yang buruk. Ia selalu menyertai kita.
Penerapan
Narator:
Tuhan berjanji untuk selalu menyertai kita, apapun keadaan kita. Percaya kepada janji Tuhan akan membuat kita tenang dan bahagia. Janji Tuhan berbeda dengan janji-janji yang pernah kita ucapkan kepada papa mama atau teman. Kita sering lupa sehingga tidak menepati janji. Tetapi tidak dengan Tuhan. Janji Tuhan pasti ditepatinya.
Aktivitas
Menghafal ayat Alkitab dari Mazmur 56:11a “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut” dengan gerakan sederhana.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak memahami bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji, seperti ketika Ia berjanji mengirimkan Yesus.
- Anak dapat berlatih menepati janji kecil dalam kehidupan sehari-hari, misalnya membantu orang tua atau berbagi dengan teman.
Alat Peraga
- Mahkota Raja (pamong membuat sendiri dari karton manila atau kardus bekas)

- Pakaian jubah seorang raja
- Pakaian seorang nabi (jubah biasa)
Pendahuluan
Apakah kamu pernah cemas, tegang, dan takut? Apa saja yang dapat membuatmu cemas, tegang, dan takut? Takut tidak diajak teman untuk bermain bersama. Takut mendapat nilai rendah saat ulangan di sekolah. Takut saat ada petir atau mati lampu. Takut dihukum papa mama karena telah melakukan suatu kesalahan. Takut karena dibully atau diancam teman. Atau ada hal lain? Apa yang kamu lakukan saat cemas, tegang, dan takut? Ada yang mengompol, berteriak, diam membisu ‘gak mau makan dan belajar (ngambek), ada yang menangis keras, sembunyi di rumah karena takut keluar, dll. Namun ada juga yang berdoa, ingat nasehat papa mama, mendengarkan lagu sekolah minggu, ngemil terus, lapor/bercerita kepada orang tua atau guru, meminta perlindungan kepada orang dewasa yang lain, dll.
Hari ini ada seorang raja yang sangat cemas, tegang, dan takut. Apa yang membuat raja itu menjadi sangat cemas, tegang, dan takut? Yuk kita tanya ke raja tersebut. Mana raja yang sangat cemas, tegang, dan takut itu? Dimana dia ya?
Inti Penyampaian (Dalam bentuk dialog, drama singkat)
(Hari ini membutuhkan 2 orang Pamong untuk bermain peran. Seorang pamong yang berperan sebagai Raja Ahas dan seorang pamong berperan sebagai Nabi Yesaya)
Raja Ahas:
Halo, namaku Ahas. AHAS…..maukah kalian menyebut namaku sebanyak tiga kali? AHAS,AHAS, AHAS. Terima kasih. Aku AHAS, raja Yehuda. Ya, aku seorang raja. Seharusnya aku berani dan gagah. Tapi hari ini aku sangat cemas, tegang, dan takut. Rakyatku juga sangat cemas, tegang, dan takut seperti aku. Bagaimana tidak tegang dan takut? Kerajaan kami akan diserang oleh dua raja lain yaitu Raja Aram dan Raja Israel. Kabarnya mereka sudah bergerak mendekati kerajaan kami. Mereka ingin merebut kerajaan ini dan mengangkat raja baru. Aduh…., bagaimana jika mereka tiba nanti. Dengan prajurit-prajurit dari dua kerajaan itu, mereka akan mudah menyerang aku, keluargaku, prajuritku, dan rakyatku. Kami pasti kalah dan hancur semua harta benda yang kami miliki. Kami pasti kalah…, pasti kalah dan menderita (ekspresi sedih, misalnya duduk dan menundukkan kepala atau jalan mondar mandir).
Nabi Yesaya:
Ahas….Raja Ahas. Aku Nabi Yesaya, diutus Tuhan untuk menemuimu. Jangan takut terhadap ancaman Raja Aram dan Raja Israel sebab Tuhan akan menolongmu. Kerajaanmu akan aman dari ancaman serangan musuh-musuh
Raja Ahas:
“Ach…bagaimana mungkin kerajaanku aman dari serangan Raja Aram dan Raja Israel?” tanya Ahas dengan nada ragu-ragu karena tidak percaya. “Ahas, kamu harus mempercayai Tuhan, mempercayai firman-Nya dan melakukan tetap seperti yang difirmankan Tuhan” tegas Nabi Yesaya meyakinkan Raja Ahas.
Nabi Yesaya:
“Tuhan memberi tanda penyertaan-Nya kepadamu. Tandanya adalah ada seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki–laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Dialah Yesus yang kelahirannya dirayakan dalam Ibadah dan Perayaan Natal. Tuhan berjanji bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan umat berada dalam keadaan yang buruk. Inilah tanda ajaib dari Tuhan. Imanuel berarti Tuhan beserta kita”, Nabi Yesaya menegaskan kembali kepada Ahas.
Raja Ahas:
“Bagaimana menurut kalian. Apakah janji Tuhan itu benar? Apakah Tuhan benar-benar menyertai dan menolong aku? Apakah kalian percaya pada janji Tuhan itu?” tanya Ahas kepada anak-anak Pratama. Iya ya, seharusnya aku juga percaya pada janji Tuhan. Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya berada dalam keadaan yang buruk. Ia selalu menyertai kita.
Penerapan
Tuhan berjanji untuk selalu menyertai kita, apapun keadaan kita. Percaya kepada janji Tuhan akan membuat kita tenang dan bahagia. Janji Tuhan berbeda dengan janji-janji yang pernah kita ucapkan kepada papa mama, guru, atau teman. Kita sering lupa sehingga tidak menepati janji. Tetapi tidak dengan Tuhan. Janji Tuhan pasti ditepatinya.
Aktivitas
Menghafal ayat Alkitab dari Mazmur 56:11a “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut” dengan gerakan sederhana dalam kelompoknya masing-masing.
Petunjuk pelaksanaan:
- Arahkan anak Pratama untuk masuk ke dalam beberapa kelompok kecil, sekitar 4-5 orang tiap kelompok
- Minta anak Pratama untuk membaca dan menghafal ayat Alkitab dari Mazmur 56:11a “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut”.
- Tiap kelompok berdiskusi untuk menentukan gerakan sederhana saat mengucapkan ayat tersebut.
- Berikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk tampil.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak memahami bahwa Tuhan selalu setia dan janji-Nya tidak pernah gagal.
- Anak belajar menunggu dengan sabar dan tetap percaya pada janji Tuhan dalam kehidupan mereka.
Pendahuluan
Tuhan selalu setia dan janji-janji Tuhan tidak pernah gagal. Ia berjanji untuk selalu menyertai kehidupan kita. Itulah sebabnya Tuhan hadir ke dunia dalam wujud seorang bayi yang diberi nama IMANUEL, Tuhan beserta kita.
Apakah kamu setuju dengan pernyataan tersebut? Apakah kamu yakin bahwa Tuhan selalu setia dan janji-janji Tuhan tidak pernah gagal? Apa yang membuatmu yakin?
Dalam bacaan Alkitab kita hari ini Yesaya 7:10-14, diceritakan ada seorang raja yang ragu-ragu/tidak yakin bahwa kekuasaan Tuhan Allah dapat mengatasi segala sesuatu dan bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan umat berada dalam keadaan yang buruk.
Inti Penyampaian (Dalam bentuk dialog, drama singkat)
(Hari ini membutuhkan 2 orang Pamong untuk bermain peran. Seorang pamong yang berperan sebagai Raja Ahas dan seorang pamong berperan sebagai Nabi Yesaya)
Raja Ahas:
Halo, namaku Ahas. AHAS…..maukah kalian menyebut namaku sebanyak tiga kali? AHAS,AHAS, AHAS. Terima kasih. Aku AHAS, raja Yehuda. Ya, aku seorang raja. Seharusnya aku berani dan gagah. Tapi hari ini aku sangat cemas, tegang, dan takut. Rakyatku juga sangat cemas, tegang, dan takut seperti aku. Bagaimana tidak tegang dan takut? Kerajaan kami akan diserang oleh dua raja lain yaitu Raja Aram dan Raja Israel. Kabarnya mereka sudah bergerak mendekati kerajaan kami. Mereka ingin merebut kerajaan ini dan mengangkat raja baru. Aduh…., bagaimana jika mereka tiba nanti. Dengan prajurit-prajurit dari dua kerajaan itu, mereka akan mudah menyerang aku, keluargaku, prajuritku, dan rakyatku. Kami pasti kalah dan hancur semua harta benda yang kami miliki. Kami pasti kalah…, pasti kalah dan menderita (ekspresi sedih, misalnya duduk dan menundukkan kepala atau jalan mondar mandir).
Nabi Yesaya:
Ahas….Raja Ahas. Aku Nabi Yesaya, diutus Tuhan untuk menemuimu. Jangan takut terhadap ancaman Raja Aram dan Raja Israel sebab Tuhan akan menolongmu. Kerajaanmu akan aman dari ancaman serangan musuh-musuh.
Raja Ahas:
“Ach…bagaimana mungkin kerajaanku aman dari serangan Raja Aram dan Raja Israel?” tanya Ahas dengan nada ragu-ragu karena tidak percaya. “Ahas, kamu harus mempercayai Tuhan, mempercayai firman-Nya dan melakukan tetap seperti yang difirmankan Tuhan” tegas Nabi Yesaya meyakinkan Raja Ahas.
Nabi Yesaya:
“Tuhan memberi tanda penyertaan-Nya kepadamu. Tandanya adalah ada seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki–laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Dialah Yesus yang kelahirannya dirayakan dalam Ibadah dan Perayaan Natal. Tuhan berjanji bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan umat berada dalam keadaan yang buruk. Inilah tanda ajaib dari Tuhan. Imanuel berarti Tuhan beserta kita”, Nabi Yesaya menegaskan kembali kepada Ahas.
Raja Ahas:
“Bagaimana menurut kalian. Apakah janji Tuhan itu benar? Apakah Tuhan benar-benar menyertai dan menolong aku? Apakah kalian percaya pada janji Tuhan itu?” tanya Ahas kepada anak-anak Pratama. Iya ya, seharusnya aku juga percaya pada janji Tuhan. Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya berada dalam keadaan yang buruk. Ia selalu menyertai kita.
Penerapan
Tuhan berjanji untuk selalu menyertai kita, apapun keadaan kita. Percaya kepada janji Tuhan akan membuat kita tenang dan bahagia. Janji Tuhan berbeda dengan janji-janji yang pernah kita ucapkan kepada papa mama, guru, atau teman. Kita sering lupa sehingga tidak menepati janji. Tetapi tidak dengan Tuhan. Janji Tuhan pasti ditepatinya.
Aktivitas
Menghafal ayat Alkitab dari Mazmur 56:11a “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut” dengan gerakan sederhana dalam kelompoknya masing-masing.
Petunjuk pelaksanaan:
- Arahkan anak Madya untuk masuk ke dalam beberapa kelompok kecil, sekitar 4-5 orang tiap kelompok
- Minta anak Madya untuk membaca dan menghafal ayat Alkitab dari Mazmur 56:11a “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut”.
- Tiap kelompok berdiskusi untuk menentukan gerakan sederhana saat mengucapkan ayat tersebut.
- Berikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk tampil.