Bacaan: Kejadian 43:30a
Nats: “Lalu segeralah Yusuf pergi dari situ, sebab hatinya sangat terharu merindukan adiknya itu.” (Kejadian 43:30a)
Untuk kedua kalinya saudara-saudara Yusuf kembali lagi ke Mesir. Kali ini bersama Benyamin. Ketika Yusuf melihat Benyamin, adiknya, yang seibu dengan dia, lalu katanya: “Inikah adikmu yang bungsu itu, yang telah kamu sebut-sebut kepadaku?” Lagi katanya: “Allah kiranya memberikan kasih karunia kepadamu, anakku!”. Lalu segeralah Yusuf pergi dari situ, sebab hatinya sangat terharu merindukan adiknya itu dan dicarinyalah tempat untuk menangis; ia masuk ke dalam kamar, lalu menangis di situ (Kejadian 43:30).
Yusuf menangis untuk kedua kalinya. Ia menangis karena rindu yang teramat dalam kepada Benyamin yang adalah adik kandungnya. Pada akhirnya karena besarnya cinta kasih yang Yusuf miliki, maka ia mengampuni semua saudaranya. Ia tidak mendendam. Ia percaya bahwa semua kebaikan yang ia alami dapat terjadi karena peran serta Tuhan.
Melalui Firman Tuhan hari ini, betapa buruk perbuatan yang pernah dilakukan oleh kakak atau adik kepada dirimu, maka ingatlah bahwa kasih sayang tetap yang diutamakan dalam keluarga. Meskipun saudara Yusuf dulu pernah berbuat jahat padanya, ia tidak membalas dendam. Ia menunjukkan kasih, keramahan dan pengampunan. yuk meneladaninya bersama-sama.
Silahkan mengingat-ingat kembali dan tuliskanlah ke dalam cinta apa saja bentuk kasih sayang yang harus kau hadirkan kepada saudaramu?
Klik pada gambar untuk memperbesar
Doaku: Ya Tuhanku, bantulah aku untuk selalu mengasihi saudaraku, Amin.