Tahun Gerejawi: Pra Paskah III
Tema: Yesus, Air Hidup
Judul: Ceritakan kebaikanNya
Bacaan: Yohanes 4:27-42
Ayat Hafalan: Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38)
Lagu Tema:
- Mata Tuhan Melihat
- KasihNya seperti sungai
Alat Peraga:
Dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan berada di tengah budaya patriarkhi. Keberadaan perempuan dalam lingkungan sosialnya, kerapkali terpinggirkan atau menjadi “kelas 2”. Dalam bacaan, nama perempuan juga tidak disebutkan tapi tempat tinggal atau asalnya disampaikan kepada para pembaca yakni Samaria. Ada beberapa hal yang menjadi informasi mengenai Samaria:
- Adanya konflik antara samaria dan orang Yahudi
Karena orang-orang Yahudi tidak berhubungan (bermusuhan) dengan orang-orang Samaria, sebagian besar orang Yahudi yang melakukan perjalanan dari daerah Yudea ke Galilea, mereka akan lebih memilih jalan berputar menuju ke arah timur, menyeberangi sungai Yordan. - Tempat penyembahan
Jika orang Yahudi beribadah kepada Allah di Bait Allah Yerusalem, maka orang Samaria mendirikan Bait Allah di Gunung Gerizim.
Tidak seperti kebanyakan orang Yahudi pada umumnya, Tuhan Yesus justru melintasi Samaria (ayat 4: “… Ia harus melintasi daerah Samaria”). Bukan tanpa alasan, Tuhan punya rencana masuk daerah itu. Ada karya yang indah dibalik perjumpaan perempuan Samaria dan Yesus. Oleh karena perjalanan jauh yang ditempuh Yesus, Yesus meminta air yang adalah kebutuhannya kepada perempuan Samaria. Karena keberadaannya yang juga diasingkan oleh lingkungan sekitarnya, membuat seorang perempuan Samaria ini pergi ke sumur pada siang hari.
Tentu ini bukan hal yang umum. Pada waktu itu, tidak bisa sembarangan seorang laki-lagi berbicara dengan perempuan, jika tidak dengan keluarga atau istrinya. Namun, apa yang dilakukan oleh Yesus diluar batasan kebiasaan yang ada pada waktu itu. Yesus melintasi daerah Samaria memang justru ingin menyapa perempuan itu, lebih dari sekedar butuh minum. Dan ini adalah pintu masuk bagi Yesus memperkenalkan diriNya sebagai air hidup. HadirNya mengalirkan kelegaan. Hal ini membuat perempuan Samaria mengakui Yesus sebagai Mesias. Yesus memulihkan relasi perempuan Samaria itu sehingga perempuan Samaria itu berani menjumpai orang sekitarnya dan menjadi pewarta kabar baik.
Refleksi Untuk Pamong
Seringkali manusia membuat batasan dengan orang lain. Batasan yang dibuat, karena ada hal-hal yang berbeda. Batasan yang demikian tidak selalu baik. Karena yang ada justru membuat jarak didalam relasi. Merasa asing ditengah komunitasnya. Kerap kali, juga merasa diabaikan, tidak dianggap, tidak diperhitungkan.
Menyapa adalah cara membangun relasi sehingga kembali baik. Menyapa memang sederhana namun itu menjadi kebutuhan manusia untuk merasa diterima dan dihargai. Kiranya kita dapat membangun budaya menyapa, dimanapun kita berada, juga dalam lingkungan pelayanan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak dapat menyebutkan nama Tuhan Yesus dan perempuan Samaria; Anak dapat menceritakan kembali bahwa perempuan Samaria merasa senang setelah bertemu dan berdialog dengan Tuhan Yesus
Alat Peraga
Pamong menyediakan :
- boneka tangan, misal: berprofesi perawat atau yang lain
- menyiapkan gambar sumur
- menyiapkan kartu bercerita: pamong dapat mencari gambar kisah perempuan Samaria sesuai urutan kisahnya dan mengeprint gambar kisah tersebut lalu menempelkannya pada kertas manila atau yang lain sehingga menjadi beberapa kartu yang menolong untuk bercerita).
Pendahuluan
(Pamong menyediakan boneka tangan (misal: boneka tangan berprofesi perawat, atau yang lain) atau bermain peran)
boneka tangan : Hari ini panas sekali dan saya sangat lelah. Apalagi banyak sekali orang sakit dan saya harus memeriksa mereka, sampai-sampai saya lupa tidak makan dan minum. (Sambil bertanya ke Pamong) Kak, saya lapar dan haus.
Pamong : Anak-anak, Bila sedang lapar dan haus. Apa yang harus kita lakukan untuk menolong Bila ya? Betul, kita beri roti dan air ya. (sambil memberikan roti dan air kepada Bila)
boneka tangan : Wah, terima kasih Kakak pamong dan teman-teman semuanya yang sudah menolong saya. Saya bersemangat lagi untuk juga menolong orang lain.
Pamong : Iya, sama-sama Bila. Selamat bekerja kembali.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, zaman sekarang, kita bisa minum dengan membeli air kemasan atau minum dari galon. Tidak perlu kita susah-sudah ya kalau mau minum. Tapi berbeda dengan zaman dulu. Pada waktu itu, mengambil air harus menimba dulu di sumur. Pastinya berat dan melelahkan sekali. Anak-anak pernah melihat sumur? (Jika belum pernah melihat sumur, pamong lebih baik jika menyiapkan gambar sumur). Air dari sumur itu bisa digunakan untuk bermacam-macam, misal: minum, masak, cuci baju, dll.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, pada zaman dulu, banyak orang datang ke sumur untuk mengambil air. Biasanya mereka mengambil air pada saat pagi hari. Tapi ada seorang perempuan yang berasal dari Samaria pergi ke sumur pada pkl. 12.00. Wah, bayangkan anak-anak, jika berjalan kaki pada siang hari pasti sangat panas dan sangat melelahkan.
(Pamong dapat bercerita dengan menggunakan kartu bercerita sesuai perikop bacaan)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, pada waktu itu, Yesus yang menempuh perjalanan yang jauh dan berjalan kaki, tentunya merasakan lelah dan haus. Yesus duduk di pinggir sumur dan saat itu datanglah seorang perempuan yang berasal dari Samaria. Tuhan Yesus meminta air sebab Yesus tidak memiliki timba. Yesus memperkenalkan diriNya sebagai air hidup, Juruselamat dunia.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, perempuan Samaria senang sekali dapat berjumpa dan berdialog (atau berbicara) dengan Yesus. Kita pun kalau beribadah atau berdoa juga berjumpa dan berdialog dengan Tuhan. Berarti kita harus senang. Coba kalian mengekspresikan senang itu bagaimana? (anak-anak bisa melompat, tersenyum, tepuk tangan, dll). Jangan ada yang murung atau bersedih hati ya ketika beribadah atau berdoa.
Aktivitas
(Pamong dapat mengajak anak untuk mewarnai “Yesus yang berbicara kepada perempuan Samaria di pinggir sumur Yakub”. Pamong dapat memperbanyak gambar berikut pada alat peraga)
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali dengan kata-kata mereka sendiri tentang Perempuan Samaria yang berdialog dengan Tuhan Yesus
- Anak dapat berlatih menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada teman atau anggota keluarga dengan cara yang sederhana
Alat Peraga
Pada minggu sebelumnya, Pamong dapat menginfokan supaya anak-anak dapat membawa minum (tumbler). Pamong dapat menyiapkan pakaian seperti perempuan Samaria dan Yesus. Pamong dapat menyiapkan wadah air atau timba atau sejenisnya.
Pendahuluan
(Pamong dapat mengajak anak-anak untuk permainan yang banyak bergerak, bisa lewat pujian sambil Gerakan. Pamong mengajak anak-anak bernyanyi sambil bergerak. Pamong dapat menginstruksikan: jika pamong menyebutkan angka berarti anak-anak segera berkumpul sejumlah angka yang disebutkan)
I want to be your friend. A little bit more
I want to be your friend. A little bit more
I want to be your friend. A little bit more
Little bit! Little bit! Little bit more!
(Pamong menyebutkan angka dan dilanjutkan bernyanyi kembali)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, setelah kita bernyanyi dan bermain bersama, apakah ada yang sudah haus? Kalau haus, yuk kita minum dulu. (pamong memberi kesempatan anak-anak untuk minum) Wah, setelah minum, lega sekali ya. Anak-anak, minum itu penting sekali. Manusia itu harus minum 2 liter setiap harinya. Kalau anak-anak, perlu minum air 5 gelas setiap hari (disesuaikan dengan usia anak). Karena tubuh manusia terdiri dari 70 % air. Peran air dalam tubuh itu sangat penting supaya organ-organ dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan optimal. Anak-anak yang dikasihi Tuhan, zaman sekarang, kita bisa minum dengan membeli air kemasan atau minum dari galon. Kita tidak perlu susah-sudah mencari air kalau mau minum. Tapi berbeda dengan zaman dulu. Dulu, mengambil air harus dengan menimba dulu di sumur. Pastinya berat dan melelahkan sekali. Anak-anak pernah melihat sumur? (Jika belum pernah melihat sumur, pamong lebih baik jika menyiapkan gambar sumur). Sumur adalah sumber air dengan cara menggali tanah atau menembus lapisan tanah untuk memperoleh air. Air dari sumur itu bisa digunakan untuk bermacama-macam, misal: minum, masak, cuci baju, mandi, dll.
Inti Penyampaian
(Pamong dapat bermain peran dan pakaian bisa disesuaikan)
Perempuan Samaria : Wah, airnya sudah habis. Kalau tidak ada air, saya tidak bisa minum. Tidak bisa mencuci, mandi.Kalau gitu, saya harus ambil air ke sumur Yakub siang ini. (Perempuan Samaria itu berjalan). Sepertinya di sumur itu ada orang. Dan kayaknya Dia bukan orang Samaria sepertiku. Dia itu seperti orang Yahudi. Tapi kenapa ya. Orang itu duduk-duduk saja? Ah, sudahlah, saya Cuma mau ambil air di sumur itu.
(Ketika berada dekat sumur)
Yesus : Berilah Aku minum.
Perempuan Samaria : Maaf, apa tidak salah minta pada saya ya? Engkau kan orang Yahudi. Masakan minta air kepada saya yang adalah orang Samaria.
Yesus : “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Saya minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
Perempuan Samaria : Engkau tidak punya timba, bagaimana bisa mendapatkan air hidup? Apakah Engkau lebih besar dari Yakub, Bapa Leluhur yang memberi sumur.
Yesus :Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi. Tetapi siapa yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Air yang akan kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai pada hidup yang kekal.
Perempuan Samaria : “Tuhan, berikanlah saya air itu, supaya saya tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”
Yesus : Aku tahu siapa engkau. Percayalah padaku, Ibu. Saatnya akan tiba dan sudah tiba sekarang, Engkau akan menyembah Bapa.
Perempuan Samaria : Saya tahu bahwa Mesias yang disebut juga Kristus, akan datang. Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.
Yesus : Akulah Dia. Yang sedang berbicara denganmu.
Perempuan Samaria : (Perempuan Samaria berbicara kepada dirinya sendiri). Dia tahu segala sesuatu tentang saya. Dialah, Mesias. Saya akan menceritakanNya kepada banyak orang.
(Perempuan Samaria pergi sambal meninggalkan tempayan/wadah air)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, pada zaman dulu, orang Yahudi memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang Samaria. Orang Yahudi dan orang Samaria saling bermusuhan. Karena orang Samaria adalah orang keturunan campuran (bukan asli Yahudi), beribadah di Gunung Gerizim.
Kebiasaan pada waktu itu adalah tidak biasa sembarangan laki-laki berbicara dengan perempuan, jika bukan keluarga atau istri. Oleh sebab itu, perempuan Samaria ini juga kaget karena Yesus adalah orang Yahudi. Dan biasanya orang Yahudi tidak berbicara dengan orang Samaria. Namun, Yesus menyapa perempuan itu. Yesus juga menjelaskan bahwa Dialah Air Hidup tapi perempuan Samaria belum paham karena menyangka bahwa Yesus berbicara tentang air minum biasa. Yesus sangat mengenal siapa perempuan Samaria itu dan akhirnya perempuan Samaria memahami bahwa Yesus adalah Mesias, Kristus. Kesaksian perempuan Samaria ini disampaikan kepada banyak orang sehingga orang banyak pun percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat dunia.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sama seperti perempuan Samaria itu yang memiliki keberanian untuk menceritakan karya Yesus kepada banyak orang. Kitapun diajak untuk menceritakan kebaikan dari Tuhan yang kita terima dalam kehidupan sehari-hari. Coba anak-anak menceritakan kebaikan Tuhan kepada teman-teman atau anggota keluarga (misal: bapak/ibu, dll). Contoh: bagaimana Yesus menyembuhkan kita saat sakit, bagaimana Tuhan Yesus menolong kita dalam belajar atau mengerjakan soal ulangan atau sumatif, dll. Sebab kebaikan Tuhan yang kita bagikan atau ceritakan kepada orang lain membawa sukacita dan membuat kita semakin cinta pada Tuhan Yesus.
Aktivitas
Membuat Sumur
Pamong dapat menyiapkan kertas lem, gunting, sedotan, alat plong, tali
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali dengan kata-kata mereka sendiri tentang Perempuan Samaria yang berdialog dengan Tuhan Yesus
- Anak dapat berlatih menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada teman atau anggota keluarga dengan cara yang sederhana
Alat Peraga
Pada minggu sebelumnya, Pamong dapat menginfokan supaya anak-anak dapat membawa minum (tumbler)
Pendahuluan
(Pamong dapat mengajak anak-anak untuk games yang banyak bergerak, bisa lewat pujian sambil Gerakan. Pamong mengajak anak-anak bernyanyi sambil bergerak. Pamong dapat menginstruksikan: jika pamong menyebutkan angka berarti anak-anak segera berkumpul sejumlah angka yang disebutkan)
I want to be your friend. A little bit more
I want to be your friend. A little bit more
I want to be your friend. A little bit more
Little bit! Little bit! Little bit more!
(Pamong menyebutkan angka dan dilanjutkan bernyanyi kembali)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, setelah kita bernyanyi dan bermain bersama, apakah ada yang sudah haus? Kalau haus, yuk kita minum dulu. (pamong memberi kesempatan anak-anak untuk minum) Wah, setelah minum, lega sekali ya. Anak-anak, minum itu penting sekali. Manusia itu harus minum 2 liter setiap harinya. Kalau anak-anak, perlu minum air 5 gelas setiap hari (disesuaikan dengan usia anak). Karena tubuh manusia terdiri dari 70 % air. Peran air dalam tubuh itu sangat penting supaya organ-organ dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan optimal.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, zaman sekarang, kita bisa minum dengan membeli air kemasan atau minum dari galon. Kita tidak perlu susah-sudah ya kalau mau minum. Tapi berbeda dengan zaman dulu. Dulu, mengambil air harus menimba dulu di sumur. Pastinya berat dan melelahkan sekali. Anak-anak pernah melihat sumur? (Jika belum pernah melihat sumur, pamong lebih baik jika menyiapkan gambar sumur). Sumur adalah sumber air dengan cara menggali tanah atau menembus lapisan tanah untuk memperoleh air. Air dari sumur itu bisa digunakan untuk bermacama-macam, misal: minum, masak, cuci baju, mandi, dll.
Inti Penyampaian
Tuhan Yesus kehausan setelah melakukan perjalanan panjang dari Yudea ke Galilea. Kira-kira 200 km atau jika berjalan kaki ditempuh dalam 3 hari. Pada pukul 12.00, Yesus kehausan dan akhirnya, duduk di pinggir sumur Yakub. Seorang perempuan Samaria datang hendak mengambil air pada siang hari (biasanya orang-orang mengambil air pada waktu pagi hari) dan bertemulah dengan Yesus. Yesus yang tidak memiliki timba meminta air kepada perempuan Samaria.
Pada zaman dulu, tidak bisa sembarangan laki-laki berbicara dengan perempuan, jika bukan keluarga atau istri. Perempuan Samaria ini juga kaget karena Yesus adalah orang Yahudi. Dan biasanya orang Yahudi tidak berbicara dengan orang Samaria. Namun, Yesus menyapa perempuan itu. Yesus juga menjelaskan bahwa Dialah Air Hidup tapi perempuan Samaria belum paham karena menyangka Yesus berbicara tentang air minum biasa. Yesus sangat mengenal siapa perempuan Samaria itu dan akhirnya perempuan Samaria memahami bahwa Yesus adalah Mesias, Kristus. Kesaksian perempuan Samaria ini disampaikan kepada banyak orang sehingga orang banyak pun percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat dunia.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sama seperti perempuan Samaria itu yang memiliki keberanian untuk menceritakan karya Yesus kepada banyak orang. Kitapun diajak untuk menceritakan kebaikan dari Tuhan yang kita terima dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak membuat video: menceritakan kepada teman-teman atau anggota keluarga tentang kasih dan kebaikan Tuhan Yesus.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, ingat, sama seperti tubuh kita membutuhkan air. Kitapun juga membutuhkan Tuhan Yesus yang adalah air hidup yang memberi kepuasan dan kelegaan. Mari, kia selalu datang kepada Tuhan.
Aktivitas
Membuat Sumur (seperti Aktivitas Pratama)
- Stick es krim
- Bekas solasi yang besar atau yang lainnya
- Lem tembak