Aku Berani Tuntunan Ibadah Anak 15 Maret 2026

2 March 2026

Tahun Gerejawi:  Pra Paskah IV
Tema: Tuhan Yesus Berkuasa
Judul: Aku Berani

Bacaan: Yohanes 9:1-17
Ayat Hafalan: Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. (Lukas 5:17b)

Lagu Tema:

  1. Ada orang buta
  2. Betapa Baiknya Engkau Tuhan

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam perjalanan di sekitar kota Yerusalem Tuhan Yesus dan murid-muridnya bertemu dengan seorang buta. Orang itu telah buta sejak lahir. Kebutaan orang itu kemudian memunculkan pertanyaan yang diajukan para murid kepada Yesus, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya sehingga ia dilahirkan buta?” (ayat 2). Mengapa pertanyaan itu diajukan oleh para murid kepada Yesus? Sebab pada waktu itu, orang Yahudi percaya bahwa setiap penyakit adalah akibat dari dosa. Orang yang terlahir buta bukan hanya dipandang mengalami penderitaan atau keterbatasan secara fisik tapi juga mengakibatkan keterbatasan secara rohani dan sosial. Karena kebutaannya itu ia tidak diperbolehkan masuk ke dalam pelataran Bait Allah. Yesus kemudian menjawab kebutaan itu bukanlah akibat dari dosa orang itu dan juga bukan akibat dari dosa orang tuanya. Yesus secara tegas mengatakan bahwa kebutaan itu terjadi karena ada pekerjaan-pekerjaan Allah yang dinyatakan (ayat 3). Perhatian Yesus tidak terpusat pada perkara: apa yang menyebabkan kebutaan melainkan apa yang justru akan dialami oleh orang buta itu? Orang buta itu justru akan menjadi alat Allah untuk menyatakan pekerjaan pekerjaanNya.

Banyak orang kaget melihat keajaiban yang diterima oleh orang buta itu dan mereka bertanya, “Bagaimana matamu menjadi melek?” (ayat 10). Orang yang sebelumnya buta itupun menjawab: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” (ayat 11).

Ternyata apa yang dilakukan Yesus kepada orang buta menimbulkan semacam protes dari kalangan orang-orang Farisi. Sebenarnya, pertanyaan orang-orang Farisi tersebut bertanya tentang bagaimana cara namun orang Farisi menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Yesus merupakan pelanggaran atas hukum Taurat. Orang-orang Yahudi memiliki aturan-aturan keagamaan. Dan yang menegak aturan itu dengan sangat ketat mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan adalah orang-orang Farisi. Bahkan orang-orang Farisi menetapkan 39 pekerjaan yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Di antaranya adalah mengaduk adonan tepung untuk bahan membuat roti dan menyembuhkan orang, kecuali nyawa itu dalam bahaya.

Terhadap apa yang dilakukan oleh Yesus sebagaimana penjelasan orang buta yang disembuhkan Yesus (ayat 11), mereka memandang bahwa Yesus telah melanggar aturan tersebut. Sikap protes yang dilakukan oleh orang-orang Farisi ini dilatarbelakangi kebencian dan iri hati terhadap viralnya Yesus di tengah lingkungan sosial. Namun, setiap karya yang dilakukan oleh Yesus pasti membuat orang menjadi percaya dan mengikutiNya.

Refleksi Untuk Pamong
Setiap manusia memiliki sisi keterbatasannya. Namun, dibalik keterbatasan yang ada, Tuhan selalu punya rencana yang indah dan kehendakNya mendatangkan kebaikan. Memang, tidak selalu mudah dalam menyelami rencana dan maksud Tuhan. Sebagai anak Tuhan, kita diingatkan untuk percaya akan kuasaNya yang sanggup menyembuhkan, memulihkan dan menyelamatkan. Untuk segala sesuatu, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan:

  1. penutup mata
  2. minyak telon
  3. buah, misal: jeruk atau mangga atau yang lain.

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, saya punya beberapa barang. Coba kalian tebak ya! Dengan indra penciuman, coba tebak ini barang apa? (Misal: minyak telon, atau yang lain. Pamong bisa  menutupi barang tersebut dengan kain atau bisa juga mengoleskannya ditangan atau tisu.).Wah, hebat.. Kita mencium sesuatu menggunakan apa ya? Betul, hidung. Sekarang, mata kalian ditutup ya (bisa dilakukan dengan kain). Coba kalian tebak buah apa ini? (Pamong dapat menyiapkan buah mangga/jeruk/yang lainnya dan mengajak anak-anak untuk mencium aromanya atau merasakannya atau merabanya). (Dan jika sudah selesai, pamong dapat kembali bertanya) Ketika mata ditutup, apa bisa langsung tahu itu buah apa? Pastinya sulit menebak ya. Kalau mata kita ditutup, pastinya juga sulit untuk berjalan lurus, pasti belok-belok dan nabrak-nabrak jika ada barang. Pastinya kita juga membutuhkan orang lain untuk membantu kita.

Inti Penyampaian
(Pamong dapat bercerita dengan bantuan gambar atau video)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Tuhan Yesus dan murid-muridNya juga melihat ada orang buta sejak lahirnya. Untuk bertahan hidup, dia menjadi pengemis. Orang ini hanya mengandalkan kebaikannya orang lain.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, di saat orang-orang mengabaikan, menghina atau mengejek orang buta itu, Tuhan Yesus bersikap baik pada orang buta itu. Tuhan Yesus datang pada orang buta itu. Tuhan Yesus meludah ke tanah dan meludah lalu mengaduknya dengan tanah, kemudian mengoleskannya pada mata orang buta tadi. Yesus menyuruh orang but itu untuk membasuh di kolam Siloam. Sungguh Ajaib. Orang itu buta itu bisa melihat.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan.
Setelah orang buta itu dapat melihat, ia pergi menceritakan pada orang banyak tentang mujizat yang ia terima. Ia menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkannya.

Anak-anak yang terkasih, tentu  kalian pernah sakit? Sakit apa? Wah, tidak enak ya kalau kita sakit, sebab kalian harus berbaring dan tidak melakukan banyak kegiatan. Pasti membosankan. Agar segera sembuh, biasanya kalian dibawa ke dokter atau minum obat tetapi itulah salah satu cara agar kalian cepat sembuh.

Nah…jika kalian sudah sembuh, apakah kalian berterima kasih pada Tuhan memberi kesembuhan melalui obat-obatan dan perhatian papa dan mama. Ayo…kita belajar dari orang buta tadi. Dia berterima kasih pada Yesus dengan menceritakan kehebatan Yesus pada banyak orang. Kamu juga bisa menceritakan pada orang bagaimana Tuhan membuatmu sembuh melalui obat dan perawatan yang kalian terima.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Anak dapat menirukan perbuatan baik yang dilakukan oleh Tuhan Yesus (contoh menolong teman)

Alat Peraga
Pamong menyiapkan :

  1. Kardus (sisi kanan dan kiri dilubangi supaya tangan bisa masuk)
  2. Meletakkan beberapa barang didalamnya

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita akan bermain tebak-tebakan. Ada beberapa barang yang akan ditaruh di dalam kardus. Tugas kalian adalah merabanya lalu menebak benda apa itu. (Jika permainan sudah selesai, pamong dapat kembali bertanya). Anak-anak yang dikasihi Tuhan, apakah seru bermainnya? Sulit atau tidak saat kita harus menebak tapi tidak bisa melihat?

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Firman Tuhan saat ini berkisah tentang orang buta. Orang yang tidak bisa melihat apa-apa, semuanya gelap. Dia buta sejak lahir. Untuk bertahan hidup, ia mengemis. Dia mengandalkan kebaikan orang lain.

Suatu hari, Tuhan Yesus dan murid-muridNya melihat orang buta itu. Di saat orang-orang sekitarnya mengabaikan, menghina atau mengejek orang buta itu tapi Tuhan Yesus bersikap baik pada orang buta itu. Tuhan Yesus datang pada orang buta itu. Tuhan Yesus meludah ke tanah, mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi. Kemudian Yesus menyuruh orang but aitu untuk membasuh matanya di kolam Siloam. Sungguh Ajaib. Orang itu sembuh dan bisa melihat lagi. Cara Tuhan Yesus menyembuhkan luar biasa ya.

Penerapan
Anak-anak, Tuhan Yesus sangat baik ya. Tuhan Yesus peduli dan mengasihi siapapun, baik murid-muridNya dan orang-orang yang membutuhkan, termasuk orang buta yang mengemis itu.

Saat ini, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada siapapun. Seringnya, kita berbuat baik jika kita sudah kenal orang itu dan orang tersebut bersikap baik kepada kita. Lalu apakah jika kita tidak mengenal orang tersebut dan orang tersebut berbuat jahat, kita berhenti menjadi anak yang baik? Tidak! Kita tetap harus berbuat baik. Kita bisa menolong siapapun, berteman dengan siapapun, memaafkan orang lain, tetap peduli dan berbagi dengan siapapun.

Aktivitas
Orang Buta yang mencari jalan bertemu Yesus (Lihat alat peraga)


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat membuat runtutan cerita bagaimana orang buta menerima mukjizat dari Tuhan Yesus
  2. Anak dapat menganalisa pentingnya sikap berani orang buta yang telah disembuhkan dalam menghadapi orang Farisi

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan:

  1. penutup mata
  2. beberapa gambar sesuai dengan alur kisahnya. Beberapa gambar tersebut disusun oleh anak-anak pada kertas manila.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasih Tuhan Yesus. Kita akan bermain terlebih dahulu sebelum merenungkan Firman Tuhan. (Pamong menyampaikan instruksi kepada anak-anak, di antaranya: ada anak yang matanya akan ditutup dan yang lain memberi instruksi (bisa menyampaikan arah). Hal ini bisa dilakukan secara bersamaan.) Serukah permainan hari ini? Kesulitan apa saja selama permainan tadi? Ternyata, tidak mudah ya saat mata kita ditutup dan kita hanya mendengarkan, apalagi jika ada banyak suara atau ramai di sekitar kita.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, mari kita membuka dan membaca alkitab: Yohanes 9:1-17 (pamong dapat memberikan waktu yang secukupnya kepada anak-anak dan jika dirasa cukup, anak-anak dapat menutup kembali Alkitabnya). Silahkan anak-anak mengurutkan gambar-gambar ini dan menceritakan kembali. (Pamong dapat membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok dan mempresentasikannya)

Nah, kalian sudah tahu ya cerita orang yang buta sejak lahir yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Pada waktu itu, orang Yahudi percaya bahwa setiap penyakit akibat dari dosa. Mereka juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam pelataran bait Allah, tetapi Yesus mengatakan bahwa sakit butanya bukan karena dosa tetapi orang buta itu justru akan menjadi alat Allah untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, cara Tuhan berkarya dan menyembuhkan sungguh luar biasa. Apa yang dilakukan oleh Yesus? Benar. Yesus mengaduk tanah, mengoleskannya pada mata orang buta tadi serta menyuruh pergi ke Siloam untuk membasuh diri. Apa yang dilakukan oleh Yesus membuat orang-orang Farisi ingin tahu. Sebab apa yang dilakukan oleh Yesus dianggap pelanggaran atas hukum Taurat. Orang-orang Yahudi memiliki aturan-aturan keagamaan dan menegak aturan itu dengan sangat ketat mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan adalah orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi menetapkan 39 pekerjaan yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Di antaranya adalah mengaduk adonan tepung untuk bahan membuat roti dan menyembuhkan orang, kecuali nyawa itu dalam bahaya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau belajar sikap berani yang ditunjukkan oleh orang yang disembuhkan. Berani bukan berarti memberontak, menentang dan marah atau bernada tinggi. Berani adalah sikap yang mendorong kita agar tidak takut mengatakan apa yang benar dan membangkitkan kembali semangat kita. Kita bisa memiliki keberanian tersebut karena ada keyakinan bahwa Tuhan menolong kita.

Aktivitas
Membuat penutup mata
Pamong dapat menyiapkan kain flannel, lem dan gunting serta tali. Pamong dapat mengajak anak-anak untuk berkreasi membuat penutup mata. Contoh dapat dilihat pada alat peraga.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak