Tahun Gerejawi: Pra Paskah II
Tema: Yesus, Sang Juruselamat
Judul: Yesus Mengasihiku
Bacaan: Yohanes 3:1-17
Ayat Hafalan: “Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku” (Yesaya 43:11)
Lagu Tema:
- Yesus, Juruselamat kita
- Yesus Sayang Padaku
- Yesus Disalibkan Karena cintaNya
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Nikodemus adalah seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi, pengajar Israel (ayat 10). Dan banyak kisah Alkitab yang menyebutkan bahwa Yesus dan orang-orang Farisi serta ahli-ahli Taurat seringkali bersitegang. Sekalipun demikian, Nikodemus ingin bertemu dengan Yesus karena banyak orang mendengar ajaranNya. Nikodemus berjumpa dengan Yesus pada malam hari karena Nikodemus dikenal oleh banyak orang dan ada sesuatu hal yang menggelisahkan hatinya yang ingin disampaikan atau ditanyakan kepada Yesus (ayat 2). Dibalik pertanyaan Nikodemus, ada pengakuan bahwa Yesus memang memiliki otoritas yang besar: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Atas apa yang disampaikan oleh Nikodemus, Yesus merespon: “Saya berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (ayat 3). Nampaknya, respon Nikodemus menunjukkan ketidakmengertiannya dalam memahami mengenai kelahiran kembali (ayat 4). Bagi Nikodemus, keselamatan dari Tuhan itu sebagaimana yang ia terima atau yakini selama ini melalui ajaran turun-temurun bahwa keselamatan itu secara eksklusif hanya untuk orang Yahudi sebagai bangsa pilihan Allah. Karena itu, mereka dituntut untuk taat dalam menjalankan hukum Tuhan. Namun, pemahaman tersebut berbeda dengan yang dimaksudkan oleh Yesus bahwa keselamatan yang ditawarkan Allah Bapa sejak semula adalah keselamatan di dalam anugerah pengorbanan Yesus. Tuhan Yesus juga mengingatkan bahwa Musa meninggikan ular di padang gurun (ayat 14), menyimbolkan mereka yang harus memandang Allah. Begitupun, Anak Manusia harus ditinggikan melalui salib demi keselamatan manusia dan dunia. Kehadiran Yesus di dunia, tidak hanya untuk menghakimi dunia tapi juga menyelamatkan dan memberikan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya (ayat 16-17). Diskusi yang berlangsung antara Nikodemus dan Tuhan Yesus hendak menegaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah dan Sang Juru Selamat.
Refleksi Untuk Pamong
Manusia memiliki cara pandang terhadap sesuatu hal. Namun cara pandang setiap orang tidaklah selalu sama. Perbedaan cara pandang inilah yang kerap kali menimbulkan salah paham, saling curiga, saling tersinggung. Terlebih ketika masing-masing saling mempertahankan kebenaran dalam cara pandangnya, pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya konflik. Perlu adanya sikap kerendahan hati dan terbuka untuk belajar memahami cara pandang orang lain agar kedamaian dapat dirasakan dan relasi tetap terjalin baik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali bahwa Tuhan Yesus adalah anak Allah
- Anak dapat menunjukkan sikap sayang kepada Tuhan Yesus (contoh dengan memeluk boneka, atau menunjuk gambar yang menceritakan kasih sayang Tuhan Yesus)
Alat Peraga
- Pamong dapat menggunakan pakaian yang mendukung perannya sebagai Nikodemus.
- Pamong dapat meminta anak-anak membawa mainan kesukaan, misal boneka, dll. atau pamong yang membawa boneka.
Pendahuluan
Selamat pagi, anak-anak yang dikasihi Tuhan. Apakah kalian suka kalau diajak jalan-jalan oleh papa dan mama (pamong dapat menyebut anggota keluarga yang lain)? Apakah pernah jalan-jalan pada waktu malam hari? Anak-anak, karena ada listrik atau lampu, kita bisa melihat dengan jelas meski kita pergi pada malam hari. Tapi pada zaman dulu, kalau malam pasti gelap.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, ada seorang pemimpin agama Yahudi yang bernama Nikodemus (Pamong dapat mengajak anak-anak untuk mengulangi kata “Nikodemus”). Nikodemus pergi pada malam hari untuk bertemu dengan Yesus. Wah, sepi dan pasti gelap. Yuk, kita lihat dan dengarkan cerita tentang Nikodemus dan Yesus.
(Nikodemus sedang berjalan dengan melihat ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, memperhatikan sekeliling)
Halo semua. Perkenalkan, nama saya: Nikodemus. Saya mengajar Taurat di Bait Allah. Kalian tahu Bait Allah? Bait Allah adalah tempat beribadah orang Yahudi. Saya memang adalah seorang pemimpin agama Yahudi. Tapi, saya juga ingin belajar. Apakah kalian juga suka belajar? Saya juga suka belajar dan sekarang ingin belajar tentang ajaran yang disampaikan oleh Yesus. Sebenarnya, saya ingin ikut bergabung dengan orang banyak dan mendengar ajaran Yesus. Tapi, saya malu karena saya juga adalah guru, sama seperti Yesus.
Saya ingin berjumpa dengan Yesus dan bercakap-cakap dengan tenang. Akhirnya, saya memilih mendatangi Yesus pada waktu malam hari. Disaat sepi, tidak ada orang dan gelap. Saya senang sekali karena Yesus menyambutku dengan ramah. Ia baik sekali. Lalu, saya bertanya, siapa sebenarnya Yesus? Yesus menjelaskan “Karena begitu besar kasih Allah bagi kita, Allah mengutus Yesus ke dalam dunia untuk menebus dosa-dosa kita”. Ya, Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan kita. Sebab Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, seperti yang diceritakan oleh Nikodemus. Yesus menyayangi dunia ini. Yesus juga menyayangi anak-anak semua. Nah, seperti anak-anak yang sudah membawa barang kesayangan, coba tunjukkan kalau kita sayang dengan barang yang kita bawa? (Jika anak-anak kesulitan mengekspresikan dan menunjukkan sayangnya kepada barang yang dibawa, Pamong dapat mengarahkan anak-anak. Yang membawa boneka dapat dipeluk atau yang membawa mainan yang lain, diarahkan anak-anak untuk dapat menjaga/merawatnya supaya tidak cepat rusak dan bisa juga dibersihkan kalau kotor). Nah, seperti itulah, Tuhan Yesus menyayangi dan mengasihi kita, Yesus akan menjaga kita dengan baik.
Aktivitas
Pamong dapat menyiapkan pensil warna untuk kegiatan mewarnai hari ini. Gambar bisa diambil pada alat peraga.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali bahwa Tuhan Yesus adalah anak Allah
- Anak dapat menunjukkan sikap sayang kepada Tuhan Yesus (contoh dengan memeluk boneka, atau menunjuk gambar yang menceritakan kasih sayang Tuhan Yesus)
Alat Peraga
- Pamong menggunakan pakaian yang mendukung perannya sebagai Nikodemus.
- Pamong dapat meminta anak-anak membawa mainan kesukaan, misal boneka dll. Atau pamong membawa boneka.
Pendahuluan
Selamat pagi, anak-anak yang dikasihi Tuhan. Apakah kalian suka bermain bersama teman-teman di luar rumah? Biasanya kalau main, apakah pada saat pagi atau siang atau sore atau malam? (Beri kesempatan untuk anak-anak menjawab supaya juga anak dapat belajar mengenai waktu). Gimana ya jika bermain pada waktu malam hari? Wah, pasti tidak enak, takut karena gelap. Dan malam hari, bukan waktunya untuk bermain. Kalau malam hari, seharusnya kita sudah ada di dalam rumah untuk makan, belajar dan tidur.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, ada seorang pemimpin agama Yahudi yang benama Nikodemus. Nikodemus pergi pada malam hari. Nikodemus tidak bermain loh ya tetapi Nikodemus ingin bertemu dengan Yesus. Kenapa ya, Nikodemus pergi menemui Yesus pada malam hari? Dan apa yang dibicarakan oleh Nikodemus dengan Yesus? Wah, banyak pertanyaan ya. Penasaran? Yuk, kita lihat dan dengarkan kisah tentang Nikodemus dan Yesus.
Inti Penyampaian
(Pamong berjalan dengan melihat ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang memperhatikan sekeliling, siapa saja yang bersama Yesus saat itu.)
Halo semua. Perkenalkan, nama saya: Nikodemus. Saya mengajar Taurat di Bait Allah. Kalian tahu, Bait Allah? Bait Allah adalah tempat beribadah orang Yahudi. Saya memang adalah seorang pemimpin agama Yahudi. Tapi, saya juga ingin belajar. Anak-anak juga suka belajar? Saya juga suka belajar dan sekarang ingin belajar tentang ajaran yang disampaikan oleh Yesus.
Sebenarnya, saya ingin ikut bergabung dengan orang banyak dan mendengar ajaran Yesus. Tapi, saya malu karena saya juga adalah guru, sama seperti Yesus. Banyak orang pasti akan mengejek saya jika saya menemui Yesus. Tapi saya ingin berjumpa dengan Yesus dan bercakap-cakap dengan tenang. Akhirnya, saya memilih mendatangi Yesus pada waktu malam hari. Di saat sepi, tidak ada orang dan gelap. Saya senang sekali karena Yesus menyambutku dengan ramah. Ia baik sekali. Lalu, saya bertanya, siapa sebenarnya Yesus? Yesus menjelaskan “Karena begitu besar kasih Allah bagi kita, Allah mengutus Yesus ke dalam dunia untuk menebus dosa-dosa kita”. Ya, benar bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat. Saya tambah senang karena saya tahu siapa Yesus. Saya mau percaya dan mengikutNya. Saya mau juga berubah jadi orang yang lebih baik.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, ketika kita sudah diselamatkan maka hidup kita jadi baru. Tadinya, hidup kita dipenuhi oleh dosa berubah jadi dipenuhi kasih Tuhan. Misalkan dulu suka melawan orang tua, sekarang menjadi anak yang penurut dan sopan. Bila dulu suka memukul maka sekarang menjadi anak penyayang. Kita menggunakan tangan bukan untuk memukul tetapi menyayangi.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sebagaimana dalam pertemuan Nikodemus dengan Yesus. Yesus mengatakan bahwa Yesus menyayangi manusia dan dunia. Tuhan Yesus juga menyayangi kalian semuanya. Anak-anak punya barang kesayangan kan? coba tunjukkan kalau kita sayang dengan barang yang kita bawa? (Jika anak-anak kesulitan mengekspresikan dan menunjukkan sayangnya kepada barang yang dibawa, Pamong dapat mengarahkan anak-anak. Yang membawa boneka dapat dipeluk atau yang membawa mainan yang lain, diarahkan anak-anak untuk dapat menjaga/merawatnya supaya tidak cepat rusak dan bisa juga dibersihkan kalau kotor). Nah, seperti itulah, Tuhan Yesus menyayangi dan mengasihi kita, Yesus akan menjaga kita dengan baik. Amin.
Aktivitas
Nikodemus mencari jalan bertemu Yesus. Gambar ada dalam alat peraga.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat mengevaluasi pentingnya “lahir baru” bagi kehidupan orang percaya
- Anak dapat membuat ilustrasi atau drama pendek atau visualisasi gambar yang menceritakan konsep “lahir dari air dan roh”
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan lego atau gelas plastik atau yang lain yang mudah disusun
Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sebelum kita akan mendengar Firman Tuhan, kita akan bermain. (Pamong menyusun bangunan dari lego atau gelas plastik atau yang lain namun sengaja dibuat tidak kokoh. Lalu pamong dapat menyenggolnya atau menarik 1 lego/gelas plastik sehingga yang lain jatuh. Beri kesempatan kepada anak-anak untuk menyusunnya kembali dan pamong dapat memberi apresiasi). Anak-anak, menyusunnya mudah atau tidak? Kadang, kita bisa gagal. Kita sudah berusaha menyusunnya, tapi jika salah meletakkan atau mengambilnya, semuanya bisa jatuh.
Dari permainan tadi, kita sedang belajar. Kadang kita bisa gagal tapi tidak apa-apa. Kegagalan itu tidak menghentikan kita untuk terus mencoba hal yang baru. Kadang, gagal tapi tidak apa-apa. Teruslah belajar dan mencoba terus, kadang memang harus ada yang diubah.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, ada seorang yang bernama Nikodemus yang mau belajar kepada Tuhan Yesus. Kita akan membaca Alkitab tapi kita akan berbagi peran.
(Pamong dapat meminta tiga anak untuk membaca Alkitab sebagai: Narator, Nikodemus, Tuhan Yesus)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, tadi ada berapa tokoh dalam bacaan kita? Coba sebutkan siapa saja? Benar, Nikodemus dan Yesus. Siapa itu Nikodemus? Nikodemus adalah seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi, pengajar Israel (ayat 10). Nikodemus berjumpa dengan Yesus pada malam hari. Mengapa Nikodemus datang menemui Yesus pada waktu malam? Nampaknya, Nikodemus datang menemui Yesus sebab Nikodemus ingin belajar dari Yesus dan ingin tahu siapa itu Yesus sehingga bisa melakukan karya dan mukjizat yang luar biasa. Dibalik pertanyaan Nikodemus, ada pengakuan bahwa Yesus memang memiliki otoritas yang besar: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” (ayat 2)
Atas apa yang disampaikan oleh Nikodemus, Yesus merespon: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (ayat 3). Apa bisa ya, kita (pamong bisa menyebutkan beberapa nama dan usia anak-anak) dilahirkan kembali? (diberi kesempatan anak-anak untuk menjawab). Memang tidak mungkin, jika kita sudah sebesar seperti sekarang ini lalu masuk ke dalam rahim ibu. Itu maksud jawaban Nikodemus (ayat 4). Tapi, bukan itu maksud Yesus tentang lahir dari air dan Roh. Mengenai air dan Roh sebenarnya Yesus ingin mengingatkan kembali pada pentingnya peristiwa baptisan tapi yang juga lebih penting adalah mengalami perubahan dalam hidup oleh karena karya Roh Kudus.
Penerapan
Sebagai anak-anak Tuhan yang percaya pada Yesus maka kita perlu mengalami perubahan dalam hidup. Misalnya dulu sering bertengkar dengan adik atau kakak tapi sekarang, lebih peduli dan tidak pernah bertengkar lagi dengan adik. Dulu, suka marah-marah atau tidak nurut dengan orang tua tapi sekarang mau mendengar dan menuruti orang tua. Tuhan senang melihat setiap perubahan yang dilakukan oleh anak-anak.
Aktivitas
Pamong dapat membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok. Lalu anak-anak dapat diajak untuk membuat proyek video tentang “lahir dari air dan Roh”. Video dapat berupa penjelasan singkat atau drama singkat. Dapat diupload di media sosial masing-masing atau media sosialnya gereja.