Sukacita Para Gembala Tuntunan Ibadah Anak 6 Januari 2019

Bacaan Alkitab : Lukas 2 : 15-21
Tahun Gerajawi : Tahun Baru
Tema : Tahun Baru
Ayat Hafalan : “Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10 : 11)
Lagu Tema :

  1. Kidung Jemaat 95 “Gembala waktu malam g’lap”
  2. Kidung Ria 96 “Tuhan adalah Gembalaku”

Penjelasan Teks

Di sini kita menyaksikan bagaimana keadaan para gembala ketika menerima pemberitahuan tentang kelahiran Yesus Kristus. Ketika itu mereka sedang berada di padang, di pinggiran Betlehem, menjaga kawanan ternak mereka di waktu malam (ayat 8).

Dalam Lukas 2 : 1 dikatakan bahwa kelahiraan Yesus terjadi di tempat terpencil dan jauh dari keramaian orang. Untuk meneruskan berita itu kepada dunia maka butuh orang yang “terjaga” pada malam itu, merekalah para gembala. Yang dianggap paling rendah namun dipilih oleh Allah untuk menjadi saksi atas peristiwa terbesar dalam sejarah manusia.

Melihat hal ini kita bisa merespon pula bahwa sesungguhnya Allah telah menyiapkan semuanya. Ia membuat –yang terendah- menjadi mulia dengan memakai mereka menjadi perantara untuk melihat bayi Yesus.

Gembala pada waktu itu adalah :

  1. Pekerja kasar yang hina. Orang-orang yang tersisihkan dan tidak dihormati oleh orang Yahudi karena dianggap bodoh, tidak terdidik, suka mencuri anak domba, tidak jujur dan melakukan pekerjaan najis.
  2. Jarang berada di rumah. Pekerjaan sebagai gembala mengharuskan mereka pergi dari rumah dalam jangka waktu yang panjang. Mereka lebih sering tinggal di padang bersama dengan ternak yang harus digembalakan.
  3. Sehingga mereka juga jarang memiliki waktu untuk pergi ke Bait Suci guna menjalankan aturan agama.
  4. Mereka juga dianggap tidak bisa dipercaya untuk menjadi saksi di ruang pengadilan.

Namun rupanya gembala-gembala merespon dengan baik kabar yang dibawa oleh para malaikat. Ketika mendengar kabar yang benar (kabar nyata dan bukan palsu) mereka mengambil tindakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Para gembala dengan antusias bergegas menuju Betlehem untuk menemukan bayi Yesus yang terbaring di palungan terbungkus kain lampin.

Sikap para gembala yang dapat kita teladani begitu melihat bayi Yesus :

  1. Keheranan akan hal yang sulit dimengerti, melihat seorang bayi di dalam palungan.
  2. Penuh Iman, karena mereka mendapat kabar dari malaikat menjadi bukti bahwa bayi Yesus yang lahir bukan bayi biasa.
  3. Bersyukur dan bersukacita, mereka dipercaya untuk menyaksikan keajaiban itu.

Dari bacaan ini kita melihat bahwa para gembala yang tidak dipandang orang karena hina karena pekerjaan mereka, justru dipakai Allah untuk pembawa kabar bahwa telah lahir Yesus. Inilah perubahan hidup yang dituunjukkan Allah kepada kita. Oleh sebab itu, kita tidak boleh rendah diri karena kekurangan yang kita punya, sebab Tuhan sedang merancangkan suatu pekerjaan besar yang perlu kita kerjakan meskipun kita penuh kekurangan yaitu Menggembalakan anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada kita untuk kita dampingi agar mereka juga siap memnjadi pembawa kabar baik seperti para gembala.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap para gembala setelah berjumpa dengan bayi Yesus.

Alat Peraga:

  • Kertas Karton/Papan Tulis
  • Potongan gambar para gembala di padang, Malaikat, Kandang Domba, Yusuf dan Maria, Bayi Yesus dalam palungan, para gembala yang berwajah senang dan bersorak gembira.

Pendahuluan:

Selamat pagi anak-anak.. selamat berjumpa kembali..

Selamat tahun baruuuuu….!!

Waah.. senangnya…

Di tahun baru ini adakah sesuatu yang baru yang anak-anak miliki?? Coba sebutkan, kira-kira apa yang baru yang ada pada kita?? (biarkan anak-anak menyebutkan semuanya seperti mungkin, baju baru, sepatu baru atau tas baru)

Heeem,  senang ya kalau kita mendapatkan sesuatu yang baru. Hayooo!! Wajah senang itu seperti apa?? (biarkan anak-anak menunjukkan wajah senangnya) lalu bagaimana lagi kalau kita merasa senang?? (ajak anak-anak melompat dan mengatakan “YEEEAAHHH!!” dengan bersorak).

Ayo kita lakukan sekali lagi… Yeeaaaahhh!!!

Inti Penyampaian:

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Ternyata yang merasa senang itu bukan hanya kalian saja lho.. tetapi juga para gembala yang mendengar kabar bahagia dari malaikat.

Nah, ini para gembala (tempelkan potongan gambar para gembala di kertas karton/papan sambil menjelaskan). Mereka sedang menjaga domba di padang. Karena sudah malam jadi mereka tidak berani tidur agar domba-domba mereka tetap aman.

Lalu datanglah malaikat menghampiri mereka (tempel gambar malaikat di dekat gambar gembala). Malaikat berbicara kepada para gembala bahwa ada seorang bayi yang lahir di sebuah kandang domba.

Mendengar itu para gembala akhirnya pergi menemukan kandang domba itu (tempelkan gambar kandang domba). mereka masuk ke dalam dan melihat apa benar yang dikatakan malaikat tadi.

Dan benar! Para gembala tadi bertemu dengan Yusuf dan Maria (tempelkan gambar Yusuf Maria) juga melihat ada seorang bayi di dalam palungan (tempelkan gambar bayi dalam palungan). Dan bayi itu diberi nama YESUS.

Siapa anak-anak nama bayi itu??

Y.E.S.U.S : Yesus!

Para gembala itu senang sekali bisa melihat bayi Yesus. Lalu mereka bersorak gembira karena apa yang dikabarkan malaikat kepada mereka benar-benar terjadi.

Mereka juga sangat senang karena mereka bisa melihat sendiri bayi Yesus di palungan itu.

Penerapan:

Anak-anak yang baik,

Hari ini kita adalah hari ke 6 kita masuk di tahun yang baru. Tuhan ingin kita selalu senang agar tetap tersenyum. Tidak mudah cemberut. Hati yang gembira akan membuat orang lain juga senang. Sekarang saya mau bertanya siapa yang masih suka marah-marah? Siapa yang suka menangis? Ayo…kita tertawa bersama dengan para gembala yang senang bertemu Tuhan Yesus.

Aktivitas;

Anak-anak menirukan pamong menempelkan gambar cerita para gembala menerima kabar dari malaikat sampai bertemu dengan bayi Yesus dengan urutan yang benar.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap para gembala setelah berjumpa dengan bayi Yesus.

Alat Peraga:

  • Kertas Gambar (Bisa diambil dari buku gambar)
  • Potongan gambar para gembala di padang, Malaikat, Kandang Domba, Yusuf dan Maria, Bayi Yesus dalam palungan, para gembala yang berwajah senang dan bersorak gembira.

Pendahuluan:

Selamat pagi anak-anak.. selamat berjumpa kembali..

Selamat tahun baruuuuu….!!

Waah.. senangnya…

Di tahun baru ini adakah yang baru juga yang anak-anak miliki?? Coba sebutkan, kira-kira apa yang baru yang ada pada kita?? (biarkan anak-anak menyebutkan semuanya seperti mungkin, baju baru, sepatu baru atau tas baru)

Heeem,  senang ya kalau kita mendapatkan sesuatu yang baru. Itu semua karena Tuhan menyayangi kita semua. Memberikan berkat yang baru melalui orangtua kita, saudara kita juga teman-teman kita.

Inti Penyampaian:

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Ternyata yang merasa senang itu bukan hanya kalian saja lho.. tetapi juga para gembala yang mendengar kabar bahagia dari malaikat.

Sekarang kita akan mendengarkan cerita sambil kita menempelkan gambar-gambar itu (siapkan potongan gambar para gembala di padang, Malaikat, Kandang Domba, Yusuf dan Maria, Bayi Yesus dalam palungan, para gembala yang berwajah senang dan bersorak gembira).

Nah, ini para gembala, sekarang kita tempelkan gambar para gembalanya dulu (tempelkan potongan gambar para gembala di kertas karton/papan sambil menjelaskan). Mereka sedang menjaga domba  di padang. Karena sudah malam jadi mereka tidak berani tidur agar domba-domba mereka tetap aman.

Lalu datanglah malaikat menghampiri mereka (tempel gambar malaikat di dekat gambar gembala). Malaikat berbicara kepada para gembala bahwa ada seorang bayi yang lahir di sebuah kandang domba.

Mendengar itu para gembala akhirnya pergi menemukan kandang domba itu (tempelkan gambar kandang domba). mereka masuk ke dalam dan melihat apa benar yang dikatakan malaikat tadi.

Dan benar! Para gembala tadi bertemu dengan Yusuf dan Maria (tempelkan gambar Yusuf Maria) juga melihat ada seorang bayi di dalam palungan (tempelkan gambar bayi dalam palungan). Dan bayi itu diberi nama YESUS.

Ya. Kita semua tahu Yesus ya. Bahkan kemarin kita baru saja merayakan kelahiranNya melalui Natal. Kita semua senang bukan merayakan Natal??

Nah, begitulah para gembala itu juga senang sekali bisa melihat bayi Yesus. Lalu mereka berorak gembira karena apa yang dikabarkan malaikat kepada mereka benar-benar terjadi.

Mereka juga sangat senang karena mereka bisa melihat sendiri bayi Yesus di palungan itu.

Penerapan:

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Para gembala yang tinggal di padang untuk menggembalakan ternak, dipakai oleh Tuhan untuk menerima kabar kelahiran Yesus. Mereka senang sekali ketika melihat bayi Yesus. Para gembala terheran karena apa yang didengarnya dari malaikat benar-benar terjadi.

Hari ini kita adalah hari ke 6 kita masuk di tahun yang baru. Tuhan ingin kita selalu senang agar tetap tersenyum. Tidak mudah cemberut. Hati yang gembira akan membuat orang lain juga senang. Sekarang saya mau bertanya siapa yang masih suka marah-marah? Siapa yang suka menangis? Ayo…kita tertawa bersama dengan para gembala yang senang bertemu Tuhan Yesus.

Aktivitas:

Anak-anak menirukan pamong menempelkan gambar cerita para gembala menerima kabar dari malaikat sampai bertemu dengan bayi Yesus bersama dengan ketika pelayan/pamong menyampaikan kisahnya dengan menuliskan keterangan singkat di bawahnya sesuai dengan gambar.

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan sikap para gembala setelah berjumpa dengan bayi Yesus.
  2. Anak memiliki sikap penuh harapan menjalani Tahun Baru.

Alat Peraga:

Kertas Lipat/Kertas Warna

Pendahuluan:

Selamat berjumpa anak-anak, selamat tahun baru..

Oh ya, sudah berapa hari kita berada di tahun baru ini?? (Biarkan anak-anak menjawabnya).

Ya. 6 hari.. (karena minggu ini tanggal 6).

Waahh berarti hari natal sudah lewat ya.. tapi sukacita natal itu masih bisa kita rasakan sampai saat ini.

Nah, hari ini kita akan belajar bagaimana para gembala juga bersukacita ketika mereka mendengar kabar kelahiran Yesus.

Gembala itu pekerjaan apa sih?? (orang suka menggembalakan ternaknya, sapi, kerbau, domba, dll) waah.. berarti mereka suka pergi ke padang rumput ya menggembalakan ternak mereka..

Apa ya kira-kira yang dilakukan Malaikat sampai menemui para gembala?? Ayo kita dengarkan kisahnya..

Inti Penyampaian:

Anak-anak Tuhan itu baik kepada semua orang. Tuhan juga menyayangi semua orang tanpa melihat apakah kita baik atau buruk. Karena semua orang itu ciptaan Tuhan. Jadi Tuhan tidak membeda-bedakan manusia.

Tahukah kalian, para gembala pada waktu itu berada di padang untuk menggembalakan ternaknya. Mereka jauh dari rumah dan jarang pulang. Mereka juga jarang sekali tidur jika tidak mau ternak mereka hilang. Jadi mereka harus selalu terjaga demi ternak-ternak itu.

Pada saat malam itulah malaikat menemui para gembala dan memberitahu mereka jika ada seorang bayi yang lahir dan berada di dalam sebuah kadang domba. Tentu saja mereka terkejut, bagaimana mungkin ada seorang bayi yang lahir di kandang? Bukankah seorang bayi yang lahir itu harus ditempatkan di sebuah tempat yang nyaman, bersih dan sehat? Untuk membuktikan perkataan malaikat, para gembala pergi mencari dimana ada seorang bayi yang lahir di kandang.

Dan benar! Malaikat itu berkata benar. Bayi itu memang ada di sebuah kandang dan berbaring dalam palungan. Palungan yang biasanya digunakan sebagai tempat makan hewan ternak itu menjadi tempat tidur si bayi. Bayi yang bernama Yesus itu bersama ayah dan ibunya. Yusuf dan Maria. Melihat itu mereka bersorak gembira. Dan para gembala tidak ingin bergembira sendiri. Setelah melihat bayi Yesus, mereka segera pulang dan memberitakan kelahiran Yesus kepada penduduk Betlehem.

Wah! Senang sekali bukan? Tuhan sudah memakai mereka untuk bersukacita. Tuhan memberi mereka berkat yang menyenangkan. Tuhan sudah membuat para gembala kagum akan semua pemberitaan itu, diluar pikiran mereka. Tuhan membuat para gembala itu mengabarkan berkat untuk banyak orang. Jadi, Tuhan juga pasti akan memakai kita semua untuk membagi berkat sukacita bagi semua orang.

Penerapan

Anak-anak yang di kasihi Tuhan Yesus,

sebenarnya para gembala yang berjaga di padang itu adalah orang-orang yang dianggap rendah karena pekerjaan mereka membuat mereka jarang beribadah.   Tapi rupanya mereka dipakai Tuhan untuk bersaksi, menceritakan kelahiran Yesus.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Mungkin ada di antara kamu yang dianggap ‘rendah’ oleh orang lain tetapi hari ini kita belajar bahwa apa yang dianggap ‘rendah’ oleh orang lain tidak demikian di hadapan Tuhan. Tuhan punya rencana atas hidup kita, oleh sebab itu jangan putus asa jika diejek oleh orang lain.

Jika tahun lalu banyak orang menganggap kamu ‘rendah’ maka sekarang ayo kita lupakan perkataan orang lain itu. INGAT: Tuhan sedang memakai kita untuk menjadi alatNya.

Nah! Sekarang kita akan menulis sesuatu di kertas lipat/warna ini (Pamong membagikan selembar kertas). Masing-masing kalian menulis :

MEMANG AKU PUNYA KELEMAHAN YAITU ………, TETAPI AKU DIBUAT TUHAN MENJADI ORANG YANG ……….. (biarkan anak-anak mengisi titik-titik yang ada sesuai dengan pengalaman  mereka)

Jika sudah, sekarang mari kita berdoa secara sendiri-sendiri kepada Tuhan. Katakan bahwa kamu siap menjadi alat Tuhan meskipun penuh kekurangan. Jangan menyerah ya… ayo kita ikut bersukacita karena Yesus akan memberkati kita..


Gambar: Sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •