Yes! Tuhan Disini! Tuntunan Ibadah Anak 13 Januari 2019

Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 19 : 9-18
Tahun Gerajawi : Epifani
Tema : Allah Maha Hadir
Ayat Hafalan : “Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKu” (Imamat 26 : 12)
Lagu Tema : Kidung Ria No.05 “Allah di sini”

Penjelasan Teks

Elia lari. Yach…dia lari dari tanggungjawabnya sebagai nabi. Ia lari karena takut kepada Izebel, istri Ahab, yang ingin mencabut nyawannya. Elia lupa bahwa Tuhan ada bersama-sama dengan dia ke manapun ia pergi. Tetapi ia tetap lari. Ia lari dan tibalah di sebuah gua, maka menginaplah ia di situ. Ia mengira Tuhan tidak ada bersamanya. Tetapi dia keliru. Tuhan tetap bersamanya. Bukti dari penyertaan Tuhan meskipun Elia berusaha lari dari hadapan Tuhan terdapat pada aayat 5 dan 6. Tuhan peduli dan mengetahui kondisi Elia bukan hanya masalah rohaninya saja melainkan juga fisiknya. Tuhan tahu Elia butuh makan dan istirahat maka Tuhan menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan makanan dan istirahat bagi Elia.

Pada perikop ini kita juga melihat bahwa Tuhan hadir dalam keheningan. Pada 1 Raja-Raja 18:20-46 ditunjukkan bagaimana Tuhan berkarya sungguh luar biasa di hadapan banyak orang. Sungguh cetar membahana. Tetapi pada perikop ini kita melihat sisi yang lain tentang Tuhan yiatu Tuhan ingin menunjukkan bahwa tidak hanya dalam keramaian atau hingar bingar Ia hadir menyertai umatNya. Melainkan di dalam keadaan hening, di tengah angin sepoi-sepoi (Ayat 12), di dalam kesendirian dan kesepian. Disaat inilah kemudian Tuhan memulihkan Elia sebelum menunjukkan tugas Elia selanjutnya yaitu memberkati Hazael menjadi raja Aram, Yehu menjadi raja Israel dan Elisa untuk menjadi penggantinya.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam keadaan apapun Tuhan akan hadir menyertai umatNya. Bahkan Tuhan tahu peris kapan kita membutuhkan pertolonganNya. Di saat manusia menyerah dengan keadaanNya Tuhan akan senantiasa memberikan kekuatan untuk bisa menghadapi keadaan yang dialami. Dan kita umatNya harus yakin bahwa Allah akan benar-benar hadir menyertai kita. Sama seperti ia memberi kekuatan dan menyertai Elia dalam menyelesaikan tugasnya sebelum di gantikan oleh Elisa.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kehadiran Allah yang mengingatkan Elia untuk kembali pada pekerjaannya.

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan gambar-gambar yang terdapat di CD.

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak..!!

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang Elia. (Pamong dapat menunjukkan gambar 1). Ini gambar Elia yang sedang melakukan perjalanan. Ini ingin beristirahat, maka ia mencari tempat untuk berteduh dan ia menemukan sebuah gua (Pamong dapat menunjukkan gambar 2). Malam itu Elia memutuskan untuk beristirahat di dalam gua.

Ketika ia sedang beristirahat, tiba-tiba ia mendengar suara, “Apakah kerjamu di sini hai Elia?” Rupanya Elia mengenali suara itu. Itu adalah suara Tuhan (pamong dapat menunjukkan gambar 3). Lalu Elia menjawab, “Tuhan, aku sudah bekerja dengan giat untuk-Mu, tetapi mengapa ada orang yang mau membunuhku?”

Wah….rupanya Elia tidak menjawab pertanyaan Tuhan ya. Khan Tuhan bertanya apa kerjamu di sini, kok Elia menjawab bahwa ia bekerja sekuat tenaga. Padahal dia khan ada di dalam gua dan tidak melakukan apapun.

Inti Penyampaian

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Tuhan ingin berbicara lagi kepada Elia. Wah…bagaimana yach cara Tuhan berbicara kepada Elia. Yuk…kita lihat cara Tuhan berbicara kepada Elia.

Datanglah angin besar dan kuat sehingga membuat gunung-gunung menjadi runtuh (Pamong dapat menunjukkan gambar 4). Tetapi Elia tidak mendengar suara Tuhan.

Kemudian muncullah api yang besar (Pamong dapat menunjukkan gambar 5). Wah…apinya hampir mengenai wajah Elia. Elia suara Tuhan, tetapi Elia juga tidak mendengar suara Tuhan.

Setelah api yang besar, ternyata ada angin yang lembut mengenai mukanya. Wah….segarnya, apalagi wajah Elia baru saja terkena api. Dan ternyata kembali Elia mendengarkan suara Tuhan, “Apakah kerjamu di sini Elia?”

Wao…akhirnya Tuhan bersuara lagi dan menanyakan hal yang sama kepada Elia, “Apakah kerjamu di sini?”. Dan jawaban Elia juga sama, “Tuhan, aku sudah bekerja dengan giat untuk-Mu, tetapi mengapa ada orang yang mau membunuhku?”. Padahal dia tidak melakukan apapun. Mendengar jawaban Elia, Tuhan tidak marah. Tuhan tahu Elia tidak akan menolak jika diutus Tuhan lagi untuk menjadi nabi, maka Tuhan mengutus Elia untuk pergi ke Damsyik dan Elia melaksanakan perintah Tuhan.

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Akhirnya Elia pergi melaksanakan perintah Tuhan. Tuhan mengutus Elia untuk pergi ke Damsyik. Tuhan tidak ingin Elia bersembunyi di gua. Elia harus bekerja menjadi utusan Tuhan.

Aktivitas

Untuk aktivitas ini, perlengkapan yang perlu disediakan Pamong adalah :

  1. Sedotan yang telah dipotong-potong sepanjang 1 cm
  2. Kertas manila yang telah ditulisi kata ELIA
  3. Lem

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kehadiran Allah yang mengingatkan Elia untuk kembali pada pekerjaannya.
  2. Anak dapat memberikan contoh sikap bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Alat Peraga

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak..!!

Bagaimana kabar hari ini? Bangun pagi dengan semangat? Atau ada yang masih mengantuk??

Ayo, kita jalan-jalan dulu kalau begitu sambil bernyanyi ya..

Jalan serta Yesus..

Jalan serta Yesus, jalan sertaNya setiap hari.

Jalan serta Yesus, serta Yesus s’lamanya.

Jalan dalam suka, jalan dalam duka, jalan sertaNya setiap hari.

Jalan serta Yesus, serta Yesus s’lamanya!

(Ajak anak-anak untuk berdiri, lalu berjalan-jalan secara teratur di dalam lingkup ruangan kelas saja)

Inti Penyampaian

Bagaimana?? Apakah sudah capek?? Lelah??

Hah.. iya, kalau di ulang terus terus dan terus.. pasti kita akan lelah. Waah.. ternyata jalan serta Yesus itu bisa lelah juga ya?

Hemm., Elia seorang nabi Tuhan pada waktu itu juga merasa lelah. Elia sudah menjalankan semua perintah Tuhan dengan baik. Elia berjuang supaya orang Israel tetap percaya, menyembah dan beribadah kepada Tuhan Allah bukan allah yang lain. Elia berjuang sampai kelelahan. Tapi Tuhan tahu apa yang dirasakan Elia.

Tuhan bukan hanya memberi Elia makan, menyuruhnya tidur, istirahat. Tuhan juga tetap setia menyertai Elia. Tuhan juga mengingatkan Elia pada tugas tanggungjawabnya yang belum selesai karena masih ada satu tugas lagi yaitu mengurapi Hazael menjadi raja Aram, Yehu menjadi raja Israel dan Elisa yang nantinya akan menggantikan tugas Elia. Tapi Tuhan tidak meninggalkan Elia sendiri. Tuhan selalu ada disisih Elia.

Tuhan itu juga ada disini loh!! Bagaimana kalau kita nyanyi dulu.. Kidung Ria No.5

-Allah disini-

(ajak anak-anak menyanyikan lagu ini bait 1-2, bait satu duduk bait 2 berdiri, begitu terus sampai diulang 2/3 kali)

Ah! Capek! Kalau gerakannya terus seperti itu selain capek pasti juga malas kan??

Tapi di dalam memuji Tuhan tidak boleh capek. Itu adalah tugas kita sebagai anak Tuhan. Harus selalu memuji nama Tuhan.

Begitu pula jika waktunya kita beribadah, walau masih capek, ngantuk, ayo kita beribadah dulu. Pasti Tuhan akan menolong kita.. ngantuk jadi hilang, capek akan pergi.. apalagi bertemu dengan teman-teman. Membuat anak-anak bisa tambah senang.

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sebagai anak Tuhan kita memang harus rajin beribadah. Berdoa. Membaca Alkitab. Sama seperti Elia, walau capek tetap bersemangat melakukan perintah Tuhan sampai selesai. Itu karena Elia percaya Tuhan akan terus menolongnya juga.

Kita juga harus percaya, jika Tuhan selalu disini.. bersama anak-anak.. melakukan semua tugas kita dengan baik.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kembali kehadiran Allah yang mengingatkan Elia untuk kembali pada pekerjaannya.
  2. Anak dapat mencirikan orang yang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.
  3. Anak dapat menyebutkan hambatan orang untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.

Alat Peraga:

Sejak awal ruangan Ibadah dibuat tidak nyaman seperti kursi dibuat berantakan dan ruangan dibuat kotor dengan sampah berserakahan di mana-mana.

Pendahuluan:

Selamat pagi anak-anak!

Ohh.. tidak! Bukankah ruangan ini kotor sekali?? (jika tadi ada yang sudah mencoba mengambil sampah, ucapkan dulu terimakasih padanya untuk apresiasi)

Ayo kita bersihkan dulu ruangan kita!

(Sambil membantu anak-anak membereskan dan merapikan ruangan ibadah, Pamong dapat mengamat-amati keseriusan anak-anak untuk ambil bagian dalam kegiatan ini)

Inti Penyampaian:

Yeeeaaahhh!! Akhirnya selesai semua tugas kita..

Senang ya kalau ruangan kita bersih? Bagaimana rasanya setelah menata dan membersihkan ruangan?

Tentu agak capek? Adakah tadi merasa malas untuk membersihkan ruangan ini ?

Adakah yang membesihkan rungan karena terpaksa? Adakah yang merasa melakukan pekerjaan ini dengan senang hati?

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Saya ingin bertanya kebersihan ruangan ibadah ini siapa yang bertanggungjawab? Tukang bersih-bersih? Pamong? Anak-anak? Atau kita semua? (berilah waktu anak-anak menjawab). Yach….kebersihan ruangan ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Tetapi tidak semua kita menyadari bahwa kebersihan tempat ini adalah tanggungjawab kita semua. Ketika kalian diminta untuk membersihkan ruangan ini, ada yang segera membersihkan, ada yang malas-malasan daan ada juga tidak peduli. Itu artinya bahwa kita semua belum bertanggungjawab atas kebersihan ruangan ini.

Mari…..kita buka bacaan kita hari ini yang terdapat dalam 1 Raja-Raja 19:9-22 (berilah waktu pada anak-anak untuk membaca secara sendiri-sendiri). Dalam bacaan ini di manakah Elia? (berilah waktu anak-anak menjawab). Yach…betul. Ia ada di gua. Seharusnya Elia tidak berada di situ. Lalu di manakah seharusnya Elia? Elia seharusnya di gunung Karmel untuk mengingatkan raja Ahab yang telah hidup menyimpang dari perintah Allah. Tetapi Elia takut karena istri raja Ahab, yaitu Izebel, akan membunuhnya. Elia lari dan bersembunyi. Menurut kalian: apakah Elia bertanggungjawab terhadap tugasnya? (berilah waktu anak-anak menjawab). Yach…Elia tidak bertanggungjawab. Apakah Tuhan membiarkannya? Tentu tidak. Tuhan mengingatkan Elia dengan cara yang sangat unik.

Pertama-tama Tuhan bertanya kepada Elia, “Apakah kerjamu di sini?”. Ketika Elia menjawab, “Aku telah bekerja dengan giat”, maka Tuhan menyuruh Elia unttuk keluar dari gua dan Tuhan berlalu. Setelah Tuhan berlalu, apakah yang terjadi? (berilah waktu anak-anak menjawab. Jika tidak menemukan jawaban, ajak anak-anak membaca ayat 11 ).  Yach…ternyata terjadi angin besar dan kuat mehingga membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu. Hal ini menunjukkan betapa hebatnya kekuatan angin itu.

Setelah itu, apakah yang terjadi? (berilah waktu anak-anak menjawab. Ajak anak-anak menemukan ayatnya). Yach….setelah angin yang besar dan kuat terjadi api. Setelah api, apa yang terjadi ? (berilah waktu anak-anak menjawab). Yach….setelah api maka terjadilah angin sepoi-sepoi dan Tuhan kembali menyapa Elia dengan pertanyaan : “Apakah kerjamu di sini?”. Ketika Elia menjawab, “Aku telah bekerja dengan giat”

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Melakukan semua tugas kita itu harus dilakukan dengan baik. Karena jika tugas kita selesai maka kita juga yang senang dan tenang. Semua yang kita kerjakan itu kan juga untuk diri kita sendiri. Contohnya tadi waktu anak-anak membersihkan ruangan, itu supaya kita bisa beribadah dengan nyaman dengan ruangan yang bersih.

Begitu pula dengan Tuhan saat memberi tugas kepada Elia, karena Tuhan tahu Elia sudah lelah maka Tuhan meminta Elia mengurapi Elisa untuk menggantikan tugasnya.

Nah, sekarang.. kalian juga masih punya satu tugas lagi..

(Membuka kertas komitmen minggu kemarin)

Di minggu kemarin, kalian sudah menuliskan sebuah janji. Sekarang kertas itu akan kita buka dan anak-anak bisa menceritakan apakah sudah melakukan yang ditulis minggu kemarin atau belum??

  • Beri kesempatan untuk membuka dan menceritakan apa yang sudah mereka lakukan sesuai dengan tulisan mereka)
  • Berikan kata-kata pujian, penyemangat untuk masing-masing anak yang mau bercerita (jika jumlah anak memungkinkan mereka bisa bercerita semua satu persatu)

Waaah.. hebat anak-anak. Sudah berusaha melakukan janji dengan baik. Siapa yang membuat anak-anak bisa tetap sabar? Senang? Rajin?

Ya. Semua itu karena Tuhan memberi pertolongan. Tuhan selalu menjaga anak-anak agar dapat melakukan perbuatan yang baik..

Terus lakukan perbuatan baik ya anak-anak.. Tuhan selalu memberkati. Tuhan tahu apa yang diperlukan anak-anak..

 

Bagikan Entri Ini: