Aku Anak Penurut Tuntunan Ibadah Anak 5 Maret 2023

20 February 2023

Judul: Aku Anak Penurut
Tahun Gerejawi: Pra Paskah 2 / HDS
Tema: Mengakui Kesalahan

Bacaan: Hosea 5:15 – 6:3
Ayat Hafalan: Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang. (Amsal 28:13)

Lagu:

  • Aku Bahagia (Yesus Angkat Dosaku)
  • KJ.36 Dihapuskan Dosaku

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Hosea berada dalam sebuah masa di mana bangsa Israel sedang mengalami kekacauan akibat tidak mengandalkan Tuhan. Ia berada pada masa tahta kerajaan Asyur sedang direbut oleh seorang yang bernama Tiglath-Piliser III. Zaman kemakmuran raja Yerobeam pun berubah menjadi zaman kekecewaan. Dalam situasi seperti ini Israel justru tidak mengandalkan Tuhan tetapi mengandalkan kekuatan bangsa lain dengan cara bersekutu dengan Mesir dan Asyur. Ia juga hidup dan melihat bagaimana bangsa Israel dikalahkan dan dibuang setelah penyerangan bangsa Asyur yaitu pada masa 722 Sebelum Masehi. Israel mengalami kemakmuran dan kemenangan ketika berada dibawah pemerintahan Yorebeam II. Yorebeam II memerintah selama 41 tahun. Namun, di balik kemakmuran dan kemenangan tersebut terdapat korupsi dan kemerosotan spiritual merajalela. Hal ini menyebabkan keadaan ekonomi dan moral bangsa Israel semakin memburuk. Keadaan tersebut membuka jalan pada kejatuhan Israel. Selain itu, realitas sosial yang terjadi pada saat itu juga tidak cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan penekanan baik oleh pemilik tanah juga raja kepada petani. Hal ini menyebabkan para petani melakukan migrasi dari peternakan ke kota.

Bacaan kita merupakan bagian dari teguran Hosea kepada bangsa Israel akibat kejahatan, kesombongan, dan pemujaan dewa yang mereka lakukan. Hosea memberitahukan kepada Israel bahwa mereka harus menyesali perbuatan mereka dan kembali kepada Tuhan. Dia menunjukkan bahwa Allah bangsa Israel merupakan Allah yang sabar dan pengasih yang mengingat janji-Nya kepada orang yang beriman kepada-Nya. Hosea mengungkapkan bahwa dosa akan menyebabkan bangsa Israel akan jatuh pada pembuangan di Babel. Dosa dapat mengacaukan, mencemarkan dan menyesatkan manusia sehingga lupa kepada Allah. Akan tetapi saat bangsa Israel mau benar-benar bertobat, berbalik kepada Allah, menyelesaikan hukumannya dan sungguh-sungguh mencari pertolongan dari Allah saja. Maka Allah akan memberikan anugerah pengharapan bagi kehidupan mereka, menyembuhkan dan memulihkan kembali bangsa Israel. Bukan pertolongan Mesir atau Asyur yang akan menyelamatkan Israel, hanya kuasa Allah saja yang akan menolong dan menyelamatkan mereka asalkan bangsa Israel benar-benar mengakui dosanya dan bertobat kepada Allah.

Refleksi Pamong
Hosea menegur bangsa Israel yang telah bersalah dengan meninggalkan Allah, lebih memilih meminta tolong kepada bangsa Mesir dan Asyur untuk menyelamatkan mereka dari tangan Babel. Bangsa Israel telah melupakan Allah dan tidak mengandalkan Allah dalam kehidupannya sehingga mereka mendapatkan penghukuman dari Allah. Hosea mengingatkan agar bangsa Israel mau mengakui kesalahannya, bertobat dengan sungguh-sungguh lalu mencari Allah karena Allah akan mengampuni dan memulihkan mereka. Pamong adalah juga manusia pada umumnya, sering juga berbuat kesalahan baik kepada anak-anak atau kepada orang dewasa lainnya. Melalui teguran Hosea ini mengingatkan Pamong untuk berani mengakui kesalahan dan meminta maaf saat berbuat kesalahan kepada anak-anak. Orang dewasa bisa saja berbuat salah kepada anak kecil dan sudah seharusnya orang dewasa juga memberi contoh untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf walaupun kepada anak kecil karena kadang ada orang dewasa yang merasa gengsi jika harus meminta maaf kepada anak kecil.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kesediaan bangsa Israel mengakui kesalahan

Alat Peraga:

Pamong dimohon menyiapkan bahan untuk cerita di pendahuluan :

  1. 2 buah gambar atau foto anak kecil.
  2. Beberapa buah pines.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak.
Hari ini kakak memiliki sebuah cerita, dengarkan baik-baik ya.
Ada seorang anak yang sangat nakal dan tidak pernah menurut kepada orangtuanya. Sukanya membantah serta tidak menurut kepada orangtuanya dan kalau dimintai tolong tidak pernah mau. Anak itu bernama Yoyon. Suatu kali ibu Yoyon meminta tolong “Yoyon, ibu mau minta tolong belikan garam di warung depan ya”. Lalu apa coba jawab Yoyon “ah, ibu kan punya kaki sendiri, pergi sendiri saja ke warung, aku gak mau”. Wah Yoyon ini sudah membantah, tidak sopan lagi kepada ibunya. Karena sering membantah, tidak menurut dan tidak mau dimintai tolong, akhirnya ibu Yoyon mencari cara bagaimana agar Yoyon mau berubah. Kira-kira apa ya rencana ibu Yoyon? (beri jeda sejenak).

Ibu Yoyon memasang sebuah foto Yoyon yang sangat cakep sekali (pamong sambil memasang gambar atau foto anak kecil di papan atau tembok). Kira-kira buat apa ya anak-anak? Saat melihat ibunya memasang fotonya yang paling cakep, tentu Yoyon sangat bangga sekali. Kali ini ibu Yoyon kembali meminta tolong kepada Yoyon “Yoyon, ibu mau meminta tolong piring yang bekas dipakai makan oleh Yoyon boleh dicuci sendiri ya”. Lalu Yoyon menjawab “cuci piring itu kan kerjaan ibu, kenapa menyuruh aku”. Tanpa banyak bicara ibu Yoyon menancapkan sebuah paku di foto Yoyon yang ditempel tadi (pamong sambil memasang pines di gambar atau foto yang tadi dipasang). Setiap membantah, tidak menurut atau tidak mau dimintai tolong, ibu Yoyon memasang pines di foto Yoyon (pamong sambil memasang banyak pines di gambar atau foto yang tadi dipasang). Lama-lama Yoyon merasa sedih karena fotonya yang keren menjadi jelek. Lalu Yoyon protes kepada ibunya “ibu, kenapa fotoku menjadi jelek banyak pakunya”. Ibunya menjawab “iya setiap kali Yoyon membantah, tidak menurut dan tidak mau membantu orangtua, ibu memasang satu paku untuk mengingatkan Yoyon sudah berapa kali Yoyon membantah, tidak menurut dan tidak mau membantu orangtua. Tetapi kalau Yoyon tidak lagi membantah, mau menurut dan mau untuk membantu orangtua, maka paku-paku itu akan ibu cabut”. Yoyon menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada ibunya “ibu, Yoyon minta maaf ya. Yoyon selama ini sudah banyak berbuat salah, suka membantah orangtua, tidak menurut orangtua dan tidak mau membantu orangtua. Yoyon berjanji akan berubah, tidak lagi membantah, menurut dan mau membantu orangtua”.

Keesokan harinya Yoyon bangun pagi-pagi, sebelum berangkat sekolah dia membantu menyapu rumah, mencuci piring bekas makannya dan masih banyak hal yang dilakukannya lagi. Yoyon benar-benar berubah, Yoyon berubah menjadi baik. Setiap kali Yoyon berbuat satu kebaikan, tidak membantah, menurut orangtua dan mau membantu orangtua maka ibu Yoyon mencabut paku-paku dari foto Yoyon itu (pamong mencabut pines-pines dari foto atau gambar yang dipasang). Lalu ibu Yoyon berkata “Yoyon, Yoyon sekarang sudah menjadi anak hebat, anak baik yang tidak lagi membantah orangtua, yang mau menurut orangtua dan mau membantu orangtua. Makanya paku-paku itu sudah ibu cabut dari fotomu. Memang fotomu sekarang menjadi jelek karena penuh lubang, tetapi ingat bahwa itu adalah prosesmu menjadi baik. Sekarang foto ini akan kita ganti dengan yang baru” (pamong melepas gambar atau foto yang berlubang dan mengganti yang baru). Setelah itu Yoyon benar-benar menjadi anak yang baik, tidak membantah, menurut orangtua dan mau membantu orangtua karena takut fotonya rusak karena bekas paku lagi.

Inti Penyampaian
Anak-anak, bangsa Israel pernah bertindak seperti Yoyon. Tidak menurut kepada Tuhan. Saat bangsa Israel berperang dengan bangsa Babel, ternyata malah tidak meminta tolong kepada Tuhan, tetapi malah meminta tolong kepada bangsa Mesir dan bangsa Asyur. Selain itu bangsa Israel tidak mendengarkan perintah Tuhan, tidak menuruti perintah Tuhan lalu tidak beribadah kepada Tuhan. Karena tidak menurut kepada Tuhan, akhirnya bangsa Israel dihukum. Kalau Yoyon fotonya dipaku, bangsa Israel dibuang ke Babel. Kehidupan bangsa Israel menjadi tidak enak, susah sekali di Babel. Lalu ada nabi Hosea yang datang mengingatkan bangsa Israel. Nabi Hosea ini mengingatkan supaya bangsa Israel mau berubah menjadi baik, mau menurut kepada Tuhan dan mau beribadah kepada Tuhan lagi. Saat bangsa Israel mau mengakui kesalahannya seperti Yoyon tadi dan mau berubah menurut kepada Tuhan serta rajin beribadah kepada Tuhan maka Tuhan tidak lagi menghukum mereka.

Penerapan
Anak-anak, mungkin anak-anak pernah seperti Yoyon atau bangsa Israel. Pernah membantah orangtua, pernah tidak menurut orangtua dan pernah tidak mau membantu orangtua. Kalau orangtua minta tolong bilangnya “nanti saja ma/pa, masih asyik main hp ini lo” (pamong bisa memberi contoh lainnya, tentang apa yang diucapkan anak saat membantah atau tidak menurut orangtua). Biasanya kalau anak-anak seperti itu, orangtua akan marah atau menghukum anak-anak, tidak boleh menonton tivi, tidak boleh main hp atau yang lainnya. Sama seperti Yoyon yang dihukum fotonya dipasang paku, sama seperti bangsa Israel yang dihukum di Babel. Tentu anak-anak tidak ingin seperti itu kan. Oleh karena itu anak-anak harus menjadi anak yang menurut orangtua, tidak suka membantah perintah orangtua dan mau membantu orangtua. Maka anak-anak menjadi anak yang baik serta terhindar dari hukuman. Mari bersama kita katakan “AKU ANAK PENURUT” (diucapkan beberapa kali dengan penuh semangat).

Aktivitas
Untuk anak baik dan penurut maka telah disediakan hadiah yaitu mahkota sorgawi.
Pamong menyiapkan kertas karton yang dibentuk mahkota dan ditulis ANAK PENURUT. Dibagikan kepada masing-masing anak untuk dipakai. Mahkota ini mengingatkan anak-anak untuk selalu menjadi anak penurut kepada orangtua.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kesediaan bangsa Israel mengakui kesalahan.

Alat Peraga
Pamong dimohon menyiapkan bahan untuk cerita di pendahuluan :

  1. 2 buah gambar atau foto anak kecil.
  2. Beberapa buah pines.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak.
Hari ini kakak memiliki sebuah cerita, dengarkan baik-baik ya.
Ada seorang anak yang sangat nakal dan tidak pernah menurut kepada orangtuanya. Sukanya membantah serta tidak menurut kepada orangtuanya dan kalau dimintai tolong tidak pernah mau. Anak itu bernama Yoyon. Suatu kali ibu Yoyon meminta tolong “Yoyon, ibu mau minta tolong belikan garam di warung depan ya”. Lalu apa coba jawab Yoyon “ah, ibu kan punya kaki sendiri, pergi sendiri saja ke warung, aku gak mau”. Wah Yoyon ini sudah membantah, tidak sopan lagi kepada ibunya. Karena sering membantah, tidak menurut dan tidak mau dimintai tolong, akhirnya ibu Yoyon mencari cara bagaimana agar Yoyon mau berubah. Kira-kira apa ya rencana ibu Yoyon? (beri jeda sejenak).

Ibu Yoyon memasang sebuah foto Yoyon yang sangat cakep sekali (pamong sambil memasang gambar atau foto anak kecil di papan atau tembok). Kira-kira buat apa ya anak-anak? Saat melihat ibunya memasang fotonya yang paling cakep, tentu Yoyon sangat bangga sekali. Kali ini ibu Yoyon kembali meminta tolong kepada Yoyon “Yoyon, ibu mau meminta tolong piring yang bekas dipakai makan oleh Yoyon boleh dicuci sendiri ya”. Lalu Yoyon menjawab “cuci piring itu kan kerjaan ibu, kenapa menyuruh aku”. Tanpa banyak bicara ibu Yoyon menancapkan sebuah paku di foto Yoyon yang ditempel tadi (pamong sambil memasang pines di gambar atau foto yang tadi dipasang). Setiap membantah, tidak menurut atau tidak mau dimintai tolong, ibu Yoyon memasang pines di foto Yoyon (pamong sambil memasang banyak pines di gambar atau foto yang tadi dipasang). Lama-lama Yoyon merasa sedih karena fotonya yang keren menjadi jelek. Lalu Yoyon protes kepada ibunya “ibu, kenapa fotoku menjadi jelek banyak pakunya”. Ibunya menjawab “iya setiap kali Yoyon membantah, tidak menurut dan tidak mau membantu orangtua, ibu memasang satu paku untuk mengingatkan Yoyon sudah berapa kali Yoyon membantah, tidak menurut dan tidak mau membantu orangtua. Tetapi kalau Yoyon tidak lagi membantah, mau menurut dan mau untuk membantu orangtua, maka paku-paku itu akan ibu cabut”. Yoyon menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada ibunya “ibu, Yoyon minta maaf ya. Yoyon selama ini sudah banyak berbuat salah, suka membantah orangtua, tidak menurut orangtua dan tidak mau membantu orangtua. Yoyon berjanji akan berubah, tidak lagi membantah, menurut dan mau membantu orangtua”.

Keesokan harinya Yoyon bangun pagi-pagi, sebelum berangkat sekolah dia membantu menyapu rumah, mencuci piring bekas makannya dan masih banyak hal yang dilakukannya lagi. Yoyon benar-benar berubah, Yoyon berubah menjadi baik. Setiap kali Yoyon berbuat satu kebaikan, tidak membantah, menurut orangtua dan mau membantu orangtua maka ibu Yoyon mencabut paku-paku dari foto Yoyon itu (pamong mencabut pines-pines dari foto atau gambar yang dipasang). Lalu ibu Yoyon berkata “Yoyon, Yoyon sekarang sudah menjadi anak hebat, anak baik yang tidak lagi membantah orangtua, yang mau menurut orangtua dan mau membantu orangtua. Makanya paku-paku itu sudah ibu cabut dari fotomu. Memang fotomu sekarang menjadi jelek karena penuh lubang, tetapi ingat bahwa itu adalah prosesmu menjadi baik. Sekarang foto ini akan kita ganti dengan yang baru” (pamong melepas gambar atau foto yang berlubang dan mengganti yang baru). Setelah itu Yoyon benar-benar menjadi anak yang baik, tidak membantah, menurut orangtua dan mau membantu orangtua karena takut fotonya rusak karena bekas paku lagi.

Inti Penyampaian
Anak-anak, bangsa Israel pernah bertindak seperti Yoyon. Tidak menurut kepada Tuhan. Saat bangsa Israel berperang dengan bangsa Babel, ternyata malah tidak meminta tolong kepada Tuhan, tetapi malah meminta tolong kepada bangsa Mesir dan bangsa Asyur. Selain itu bangsa Israel tidak mendengarkan perintah Tuhan, tidak menuruti perintah Tuhan lalu tidak beribadah kepada Tuhan. Karena tidak menurut kepada Tuhan, akhirnya bangsa Israel dihukum. Kalau Yoyon fotonya dipaku, bangsa Israel dibuang ke Babel. Kehidupan bangsa Israel menjadi tidak enak, susah sekali di Babel. Lalu ada nabi Hosea yang datang mengingatkan bangsa Israel. Nabi Hosea ini mengingatkan supaya bangsa Israel mau berubah menjadi baik, mau menurut kepada Tuhan dan mau beribadah kepada Tuhan lagi. Saat bangsa Israel mau mengakui kesalahannya seperti Yoyon tadi dan mau berubah menurut kepada Tuhan serta rajin beribadah kepada Tuhan maka Tuhan tidak lagi menghukum mereka.

Penerapan
Anak-anak, mungkin anak-anak pernah seperti Yoyon atau bangsa Israel. Pernah membantah orangtua, pernah tidak menurut orangtua dan pernah tidak mau membantu orangtua. Kalau orangtua minta tolong bilangnya “nanti saja ma/pa, masih asyik main hp ini lo” (pamong bisa memberi contoh lainnya, tentang apa yang diucapkan anak saat membantah atau tidak menurut orangtua). Biasanya kalau anak-anak seperti itu, orangtua akan marah atau menghukum anak-anak, tidak boleh menonton tivi, tidak boleh main hp atau yang lainnya. Sama seperti Yoyon yang dihukum fotonya dipasang paku, sama seperti bangsa Israel yang dihukum di Babel. Tentu anak-anak tidak ingin seperti itu kan. Oleh karena itu anak-anak harus menjadi anak yang menurut orangtua, tidak suka membantah perintah orangtua dan mau membantu orangtua. Maka anak-anak menjadi anak yang baik serta terhindar dari hukuman. Mari bersama kita katakan “AKU ANAK PENURUT” (diucapkan beberapa kali dengan penuh semangat).

Aktivitas
Untuk anak baik dan penurut maka telah disediakan hadiah yaitu mahkota sorgawi.
Pamong menyiapkan kertas karton yang dibentuk mahkota dan diberi tulisan :

ANAK PENURUT

Dibagikan kepada masing-masing anak untuk dipakai. Mahkota ini mengingatkan anak-anak untuk selalu menjadi anak penurut kepada orangtua.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menyebutkan dampak yang akan diterima bangsa Israel jika mengakui kesalahan.
  2. Anak dapat menyadari bahwa mengakui kesalahan akan memperbaiki hubungan dengan Tuhan.
  3. Anak dapat membiasakan diri untuk meminta maaf jika melakukan kesalahan.

Alat Peraga

Pamong dimohon menyiapkan bahan untuk cerita di pendahuluan :

  1. 2 buah gambar atau foto anak kecil.
  2. Beberapa buah pines.
  3. Lembar kerja untuk anak-anak.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak.
Hari ini kakak memiliki sebuah cerita, dengarkan baik-baik ya.

Ada seorang anak yang sangat nakal dan tidak pernah menurut kepada orangtuanya. Sukanya membantah serta tidak menurut kepada orangtuanya dan kalau dimintai tolong tidak pernah mau. Anak itu bernama Yoyon. Suatu kali ibu Yoyon meminta tolong “Yoyon, ibu mau minta tolong belikan garam di warung depan ya”. Lalu apa coba jawab Yoyon “ah, ibu kan punya kaki sendiri, pergi sendiri saja ke warung, aku gak mau”. Wah Yoyon ini sudah membantah, tidak sopan lagi kepada ibunya. Karena sering membantah, tidak menurut dan tidak mau dimintai tolong, akhirnya ibu Yoyon mencari cara bagaimana agar Yoyon mau berubah. Kira-kira apa ya rencana ibu Yoyon? (beri jeda sejenak).

Ibu Yoyon memasang sebuah foto Yoyon yang sangat cakep sekali (pamong sambil memasang gambar atau foto anak kecil di papan atau tembok). Kira-kira buat apa ya anak-anak? Saat melihat ibunya memasang fotonya yang paling cakep, tentu Yoyon sangat bangga sekali. Kali ini ibu Yoyon kembali meminta tolong kepada Yoyon “Yoyon, ibu mau meminta tolong piring yang bekas dipakai makan oleh Yoyon boleh dicuci sendiri ya”. Lalu Yoyon menjawab “cuci piring itu kan kerjaan ibu, kenapa menyuruh aku”. Tanpa banyak bicara ibu Yoyon menancapkan sebuah paku di foto Yoyon yang ditempel tadi (pamong sambil memasang pines di gambar atau foto yang tadi dipasang). Setiap membantah, tidak menurut atau tidak mau dimintai tolong, ibu Yoyon memasang pines di foto Yoyon (pamong sambil memasang banyak pines di gambar atau foto yang tadi dipasang). Lama-lama Yoyon merasa sedih karena fotonya yang keren menjadi jelek. Lalu Yoyon protes kepada ibunya “ibu, kenapa fotoku menjadi jelek banyak pakunya”. Ibunya menjawab “iya setiap kali Yoyon membantah, tidak menurut dan tidak mau membantu orangtua, ibu memasang satu paku untuk mengingatkan Yoyon sudah berapa kali Yoyon membantah, tidak menurut dan tidak mau membantu orangtua. Tetapi kalau Yoyon tidak lagi membantah, mau menurut dan mau untuk membantu orangtua, maka paku-paku itu akan ibu cabut”. Yoyon menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada ibunya “ibu, Yoyon minta maaf ya. Yoyon selama ini sudah banyak berbuat salah, suka membantah orangtua, tidak menurut orangtua dan tidak mau membantu orangtua. Yoyon berjanji akan berubah, tidak lagi membantah, menurut dan mau membantu orangtua”.

Keesokan harinya Yoyon bangun pagi-pagi, sebelum berangkat sekolah dia membantu menyapu rumah, mencuci piring bekas makannya dan masih banyak hal yang dilakukannya lagi. Yoyon benar-benar berubah, Yoyon berubah menjadi baik. Setiap kali Yoyon berbuat satu kebaikan, tidak membantah, menurut orangtua dan mau membantu orangtua maka ibu Yoyon mencabut paku-paku dari foto Yoyon itu (pamong mencabut pines-pines dari foto atau gambar yang dipasang). Lalu ibu Yoyon berkata “Yoyon, Yoyon sekarang sudah menjadi anak hebat, anak baik yang tidak lagi membantah orangtua, yang mau menurut orangtua dan mau membantu orangtua. Makanya paku-paku itu sudah ibu cabut dari fotomu. Memang fotomu sekarang menjadi jelek karena penuh lubang, tetapi ingat bahwa itu adalah prosesmu menjadi baik. Sekarang foto ini akan kita ganti dengan yang baru” (pamong melepas gambar atau foto yang berlubang dan mengganti yang baru). Setelah itu Yoyon benar-benar menjadi anak yang baik, tidak membantah, menurut orangtua dan mau membantu orangtua karena takut fotonya rusak karena bekas paku lagi.

Inti Penyampaian
Anak-anak, bangsa Israel pernah bertindak seperti Yoyon. Tidak menurut kepada Tuhan. Saat bangsa Israel berperang dengan bangsa Babel, ternyata malah tidak meminta tolong kepada Tuhan, tetapi malah meminta tolong kepada bangsa Mesir dan bangsa Asyur. Selain itu bangsa Israel tidak mendengarkan perintah Tuhan, tidak menuruti perintah Tuhan bahkan tidak beribadah kepada Tuhan, mereka memilih beribadah kepada dewa-dewa Babel. Karena tidak menurut kepada Tuhan, akhirnya bangsa Israel dihukum. Kalau Yoyon fotonya dipaku, bangsa Israel dibuang ke Babel. Kehidupan bangsa Israel menjadi tidak enak, susah sekali di Babel. Kehidupan mereka menjadi susah karena Tuhan meninggalkan mereka, coba kita lihat dalam Hosea 5:15 (ajak anak-anak kembali membaca ayat 15). Kita lihat disana karena bangsa Israel tidak menurut kepada Tuhan, maka Tuhan meninggalkan mereka.

Lalu ada nabi Hosea yang datang mengingatkan bangsa Israel. Nabi Hosea ini mengingatkan supaya bangsa Israel mau berubah menjadi baik, mau menurut kepada Tuhan dan mau beribadah kepada Tuhan lagi. Supaya bangsa Israel mau berbalik kepada Tuhan seperti yang tertulis dalam Hosea 6:1 (ajak anak-anak kembali membaca ayat 1). Saat bangsa Israel mau mengakui kesalahannya seperti Yoyon tadi dan mau berubah menurut kepada Tuhan serta rajin beribadah kepada Tuhan maka Tuhan tidak lagi menghukum mereka. Saat mereka mau rajin beribadah kepada Tuhan maka hubungan mereka dengan Tuhan menjadi baik kembali. Selain itu mereka dipulihkan, dikembalikan ke tanah Israel dan kembali bisa membangun bangsanya.

Penerapan
Anak-anak, mari kita lihat kembali apa yang bisa kita pelajari dari Yoyon dan bangsa Israel dari cerita hari ini. (masing-masing anak dibagikan lembar kerja)

Dari cerita hari ini dan lembar kerja yang sudah anak-anak kerjakan, kita bisa tahu kalau anak-anak tidak menurut kepada orangtua terlebih lagi tidak menurut kepada Tuhan, maka anak-anak akan mendapatkan hukuman. Mungkin anak-anak pernah tidak menurut kepada orangtua. Kalau orangtua minta tolong bilangnya “nanti saja ma/pa, masih asyik main hp ini lo” (pamong bisa memberi contoh lainnya, tentang apa yang diucapkan anak saat membantah atau tidak menurut orangtua). Diajak ke gereja bilangnya “ah, aku masih ngantuk, kan minggu waktunya bangun siang”. Biasanya kalau anak-anak seperti itu, orangtua akan marah atau menghukum anak-anak, tidak boleh menonton tivi, tidak boleh main hp atau yang lainnya. Sama seperti Yoyon yang dihukum fotonya dipasang paku, sama seperti bangsa Israel yang dihukum dan sengsara di Babel. Tentu anak-anak tidak ingin seperti itu kan. Oleh karena itu anak-anak harus menjadi anak yang menurut orangtua, tidak suka membantah perintah orangtua dan mau membantu orangtua terlebih lagi menurut kepada Tuhan. Maka anak-anak menjadi anak yang baik serta terhindar dari hukuman.

Aktivitas

  • Anak-anak diminta membawa bolpen.
  • Anak-anak dibagikan kertas dan amplop.
  • Mereka diajak membuat surat untuk orangtuanya yang isinya adalah:
    1. Permintaan maaf karena pernah membantah, tidak menurut orangtua atau tidak mau membantu orangtua.
    2. Janji untuk tidak lagi membantah, untuk mau menurut orangtua dan mau membantu orangtua.
    3. Menuliskan hal-hal atau kegiatan yang akan dilakukan setiap hari sebagai bentuk perubahan diri. contoh: membantu menyapu, membantu mencuci piring, mengerjakan tugas tanpa disuruh, dll
  • Surat itu diberikan saat dirumah dan dibaca bersama dengan orangtua.
  • Pamong bisa mencari informasi kepada orangtua apakah suratnya sudah diberikan kepada orangtua.
  • Di ibadah minggu depan, anak-anak ditanya apakah sudah ada perubahan baik yang mereka lakukan dirumah.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak