Anak Tuhan, Tidak Jahil Dong! Tuntunan Ibadah Anak 12 Maret 2023

27 February 2023

Tahun Gerejawi: Pra Paskah 3
Tema: Setia

Bacaan: Matius 26:47-56
Ayat Hafalan:Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela.” (Mazmur 18:25)

Lagu:

  • Kudaki-daki Gunung Yang Tinggi
  • PKJ.138 Setiamu  Tuhanku Tiada Bertara

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yudas Iskariot adalah salah satu dari ke-12 murid Yesus. Dalam Injil Matius-Lukas, namanya selalu ditulis diurutan terakhir dari murid-murid Tuhan Yesus dan diberi sebutan yang mengkhianati Yesus. Iya, Yudas Iskariot adalah murid Yesus yang mengkhianati-Nya dengan menjual Yesus kepada Imam Besar. Yudas Iskariot berasal dari kota Keriot di sebelah selatan Yudea, sehingga dia adalah satu-satunya murid yang tidak berasal dari Galilea. Ayahnya bernama Simon Iskariot. Di antara para murid, Yudas Iskariot memiliki tugas untuk memegang uang kas (bendahara). Tetapi disebutkan bahwa Yudas Iskariot sangat serakah, dia sering mengambil (mencuri) uang kas untuk kebutuhannya sendiri, selain itu dia juga pintar berbohong.

Orang Farisi dan Imam-imam Kepala mencari cara untuk menangkap Tuhan Yesus karena mereka tidak suka dengan pengajaran-pengajaran Tuhan Yesus yang mengganggu kenyamanan mereka. Tetapi mereka takut kepada orang banyak yang mengikuti Yesus. Supaya mudah menangkap Yesus, mereka perlu seseorang yang dekat dengan Yesus tetapi yang mudah mereka pengaruhi. Orang yang dekat dengan Yesus tentu tahu gerak gerik Yesus, tempat dimana biasanya Yesus berkumpul dengan murid-murid-Nya dan memastikan bahwa pada saat menangkap Yesus ada dalam keadaan sepi dan tidak banyak orang. Orang yang dekat dengan Yesus dan mudah mereka pengaruhi adalah Yudas Iskariot. Mengapa? Karena Yudas tertarik dengan tawaran 30 keping uang perak sebagai ganti Yesus (30 keping uang perak pada saat itu adalah harga 1 orang budak).

Dalam kisah penangkapan Yesus ini pertama-tama dituliskan tentang bagaimana Yudas merencanakan penyerahan Yesus kepada para imam kepala dan tua-tua Yahudi. Dalam situasi Yerusalem yang sedang sangat ramai dan hiruk pikuk selama masa peziarahan Paskah Yahudi, perencanaan penangkapan Yesus perlu direncanakan secara baik agar menghindari huru hara dari orang banyak para pengikut Yesus. Yudas memutuskan untuk memberikan tanda yang khas, yang digunakan seorang murid untuk menghormati gurunya yaitu memeluk Yesus sambil mengucapkan salam”Salam Rabi”. Saat Yudas memeluknya, Yesus menjawab dengan sangat dingin “Hai teman, untuk itukah engkau datang?”. Yesus langsung menunjuk kepada niatan Yudas yang sebelumnya memiliki hubungan baik dengan Yesus tetapi dia juga yang akan menyerahkan-Nya kepada para imam kepala dan tua-tua Yahudi. Peristiwa pemutusan telinga hamba imam besar memberi kesempatan kepada Yesus untuk mengulangi pengajaran-Nya bahwa peristiwa itu berlangsung sesuai dengan kehendak Allah yang telah tertulis di Perjanjian Lama. Serta menekankan bahwa Yesus tidak bersalah secara politis.

Refleksi Pamong
Sejak awal memilih Yudas Iskariot sebagai murid-Nya, Yesus tentu tahu akan apa yang akan dilakukan oleh Yudas. Tetapi Tuhan tetap memilihnya sebagai murid-Nya agar menjadi jalan penggenapan karya-Nya di dunia. Demi kerakusan dan kepentingannya sendiri, Yudas Iskariot tega untuk mengkhianati Yesus. Menjual Yesus kepada para imam kepala. Tentu Yesus sedih dengan apa yang dilakukan oleh Yudas, tetapi Yesus tahu itu semua adalah rencana untuk menggenapi karya-Nya. Sehingga saat Yudas datang, Yesus tetap memanggilnya “hai teman”, sapaan yang akrab. Sebagai pamong tentu memiliki keakraban dengan anak-anak di gereja baik jenjang balita – remaja. Akan tetapi pamong adalah manusia biasa yang punya berbagai permasalahan dan pergumulan di dalam kehidupannya, bisa jadi di berbagai aspek kehidupannya. Saat pergumulan tiba, bisa jadi pamong akan merasa tidak layak lagi lalu memutuskan mundur dari pelayanannya sebagai pamong. Tanpa menyadari bahwa keputusannya itu mengkhianati anak-anak, mereka yang telah menyayangi pamong dengan sepenuh hati. Oleh karena itu bagi para pamong, permasalahan atau pergumulan apapun yang harus dihadapi tetaplah setia melayani anak-anak yang sangat mencintai para pamong dengan setulus hati. Karena setiap jerih lelah para pamong tidak pernah sia-sia.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yudas mengkhianati Yesus.

Alat Peraga:  Pamong menyiapkan beberapa gambar untuk peraga cerita.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Ada tidak ya yang pernah dijahilin oleh temannya? Pas sedang asyik bermain lalu mainannya diambil, asyik menulis lalu pensilnya diambil atau yang lainnya? (pamong memberi waktu anak-anak untuk menjawab dan menggali jawaban dari anak-anak). Bagaimana rasanya kalau dijahilin? Enak atau tidak? Pasti kalau dijahilin itu tidak enak sekali. Apalagi kalau yang menjahili teman sendiri, pasti jengkel sekali.

Kalian tahu tidak kalau perbuatan menjahili teman itu sama dengan berkhianat. Apa itu berkhianat? Berkhianat itu tidak setia dan melakukan tipu daya kepada orang lain. Lha sama dengan teman yang jahil. Kan dia tidak setia, sama teman kok menjahili. Dia juga melakukan tipu daya dengan caranya menjahili teman itu.

Inti Penyampaian
Hari ini kita akan belajar tentang seorang murid Yesus yang berkhianat. Murid Yesus yang tidak setia dan melakukan tipu daya, seperti teman anak-anak yang jahil tadi. Namanya adalah Yudas Iskariot. Yudas Iskariot adalah salah satu murid Tuhan Yesus. Tentu Yesus sangat mengasihi Yudas Iskariot seperti Yesus mengasihi murid-murid lainnya. Lalu apa yang dilakukan oleh Yudas Iskariot kepada Yesus. Mari kita perhatikan bersama-sama ya anak-anak.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Yesus bersama dengan ketiga murid-Nya sedang berdoa di taman Getsemani. Lalu saat Yesus berdoa apa yang terjadi anak-anak?

Lihat ada siapa yang datang kok ramai sekali? (pamong memperagakan rasa kaget karena banyak orang datang). Saat Yesus sedang berdoa, tiba-tiba ada banyak orang datang. Ternyata ada Yudas Iskariot murid Yesus yang datang. Tetapi ternyata dia tidak datang sendirian. Yudas Iskariot datang dengan tentara Romawi. Mengapa Yudas Iskariot datang beramai-ramai dengan tentara Romawi? Kita lihat apa yang akan dilakukan Yudas?

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Anak-anak, Yudas Iskariot tiba-tiba mendekati Yesus dan kemudian mencium Yesus. Wah tentu senang sekali ya Yesus tiba-tiba dicium murid-Nya. Tetapi apakah benar ciuman untuk Yesus itu menyenangkan?

Lho, lho, lho tapi lihat anak-anak apa yang terjadi? Setelah Yudas Iskariot mencium Yesus, tentara-tentara Romawi malah menangkap Yesus. Apa ya yang terjadi? Ternyata saat mencium Yesus tadi, Yudas Iskariot sedang memberi tanda kepada tentara-tentara Romawi bahwa itulah Yesus yang akan mereka tangkap. Lho ternyata Yudas Iskariot malah menyerahkan Yesus kepada tentara Romawi. Yudas Iskariot telah menjual Yesus untuk ditangkap oleh tentara Romawi. Yudas Iskariot bukan datang untuk berdoa bersama dengan Yesus. Padahal kita tahu bahwa Yesus tentu mengasihi Yudas Iskariot. Yudas Iskariot telah berkhianat kepada Yesus karena dia tidak setia dan melakukan tipu daya supaya Yesus bisa ditangkap oleh tentara Romawi.

Penerapan
Anak-anak, sedih sekali ya. Yudas Iskariot yang begitu dikasihi Yesus sebagai salah satu murid-Nya malah tega menjual Yesus untuk ditangkap oleh tentara Romawi. Malah tega berkhianat kepada Yesus. Tentu Yesus merasa sedih sekali, seperti halnya anak-anak saat dijahili teman-temannya tadi. Itu yang dirasakan oleh Yesus.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari cerita hari ini? Anak-anak tahu kalau berbuat jahil kepada teman itu sama dengan berkhianat karena tidak setia dan melakukan tipu daya dan itu adalah perbuatan yang menyedihkan. Oleh karena itu anak-anak sebagai anak Tuhan Yesus harus bisa menjaga diri, tidak boleh jahil kepada teman, kepada saudara atau kepada siapapun juga. Jika ada temannya yang jahil harus berani mengingatkan. Jika sudah terlanjur jahil, jangan lupa untuk segera meminta maaf, agar teman anak-anak tidak menjadi sedih. Anak-anak harus menyayangi teman, saudara dan siapapun juga seperti mereka telah menyayangi anak-anak.

Aktivitas

  1. Ajak anak-anak membuat gambar pola dari jari-jari tangannya.
  2. Lalu tempel pola tangan itu pada sumpit.
  3. Sampaikan kepada anak-anak pola tangan ini adalah contoh kemauan untuk meminta maaf dan mengingatkan agar anak-anak tidak boleh jahil kepada teman, suadara atau kepada siapa saja.

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yudas mengkhianati Yesus

Alat Peraga: Pamong menyiapkan beberapa gambar untuk peraga cerita yang terdapat di jenjang BALITA

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Ada tidak ya yang pernah dijahilin oleh temannya? Pas sedang asyik bermain lalu mainannya diambil, asyik menulis lalu pensilnya diambil atau yang lainnya? (pamong memberi waktu anak-anak untuk menjawab dan menggali jawaban dari anak-anak). Bagaimana rasanya kalau dijahilin? Enak atau tidak? Pasti kalau dijahilin itu tidak enak sekali. Apalagi kalau yang menjahili teman sendiri, pasti jengkel sekali. Anak-anak tahu tidak kalau perbuatan menjahili teman itu sama dengan berkhianat. Apa itu berkhianat? Berkhianat itu tidak setia dan melakukan tipu daya kepada orang lain. Lha sama dengan teman yang jahil. Kan dia tidak setia, sama teman kok menjahili. Dia juga melakukan tipu daya dengan caranya menjahili teman itu.

Inti Penyampaian
Hari ini kita akan belajar tentang seorang murid Yesus yang berkhianat. Murid Yesus yang tidak setia dan melakukan tipu daya, seperti teman anak-anak yang jahil tadi. Namanya adalah Yudas Iskariot. Yudas Iskariot adalah salah satu murid Tuhan Yesus. Tentu Yesus sangat mengasihi Yudas Iskariot seperti Yesus mengasihi murid-murid lainnya. Lalu apa yang dilakukan oleh Yudas Iskariot kepada Yesus. Mari kita perhatikan bersama-sama ya anak-anak.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Yesus bersama dengan ketiga murid-Nya sedang berdoa di taman Getsemani. Lalu saat Yesus berdoa apa yang terjadi anak-anak?

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Lihat ada siapa yang datang kok ramai sekali? (pamong memperagakan rasa kaget karena banyak orang datang). Saat Yesus sedang berdoa, tiba-tiba ada banyak orang datang. Ternyata ada Yudas Iskariot murid Yesus yang datang. Tetapi ternyata dia tidak datang sendirian. Yudas Iskariot datang dengan tentara Romawi. Mengapa Yudas Iskariot datang beramai-ramai dengan tentara Romawi? Kita lihat apa yang akan dilakukan Yudas? Yudas Iskariot tiba-tiba mendekati Yesus dan kemudian mencium Yesus. Wah tentu senang sekali ya Yesus tiba-tiba dicium murid-Nya. Tetapi apakah benar ciuman untuk Yesus itu menyenangkan?

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Lho, lho, lho tapi lihat anak-anak apa yang terjadi? Setelah Yudas Iskariot mencium Yesus, tentara-tentara Romawi malah menangkap Yesus. Apa ya yang terjadi? Ternyata saat mencium Yesus tadi, Yudas Iskariot sedang memberi tanda kepada tentara-tentara Romawi bahwa itulah Yesus yang akan mereka tangkap. Lho ternyata Yudas Iskariot malah menyerahkan Yesus kepada tentara Romawi. Yudas Iskariot telah menjual Yesus untuk ditangkap oleh tentara Romawi. Yudas Iskariot bukan datang untuk berdoa bersama dengan Yesus. Padahal kita tahu bahwa Yesus tentu mengasihi Yudas Iskariot. Yudas Iskariot telah berkhianat kepada Yesus karena dia tidak setia dan melakukan tipu daya supaya Yesus bisa ditangkap oleh tentara Romawi.

Penerapan
Anak-anak, sedih sekali ya. Yudas Iskariot yang begitu dikasihi Yesus sebagai salah satu murid-Nya malah tega menjual Yesus untuk ditangkap oleh tentara Romawi. Tentu Yesus merasa sedih sekali, seperti halnya anak-anak saat dijahili teman-temannya tadi. Itu yang dirasakan oleh Yesus.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari cerita hari ini? Anak-anak tahu kalau berbuat jahil kepada teman itu sama dengan berkhianat karena tidak setia dan melakukan tipu daya dan itu adalah perbuatan yang menyedihkan. Oleh karena itu sebagai anak Tuhan Yesus harus bisa menjaga diri, tidak boleh jahil kepada teman, kepada saudara atau kepada siapapun juga. Jika ada temannya yang jahil harus berani mengingatkan. Jika sudah terlanjur jahil, jangan lupa untuk segera meminta maaf, agar teman anak-anak tidak menjadi sedih. Anak-anak harus menyayangi teman, saudara dan siapapun juga seperti mereka telah menyayangi anak-anak.

Aktivitas

  1. Ajak anak-anak membuat gambar pola dari jari-jari tangannya.
  2. Lalu tempel pola tangan itu pada sumpit.
  3. Sampaikan kepada anak-anak pola tangan ini adalah contoh kemauan untuk meminta maaf dan mengingatkan agar anak-anak tidak boleh jahil kepada teman, suadara atau kepada siapa saja.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan alasan Yudas mengkhianati Yesus.
  2. Anak dapat menyebutkan contoh-contoh sikap mengkhianati yang pernah dilakukan.
  3. Anak dapat menyebutkan contoh sikap kesetiaan yang pernah dilakukan.

Alat Peraga

  1. Pamong menyiapkan beberapa gambar untuk peraga cerita.
  2. Beberapa kertas sticky note untuk anak-anak mengekpresikan perasaan dan ditempel di papan di depan kelas.
  3. Lembar kerja untuk anak-anak.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Ada tidak ya yang pernah dijahilin oleh temannya? (pamong menunggu jawaban dari anak-anak dan menggali jawaban dari anak-anak). Bagaimana rasanya kalau dijahilin? (pamong mencoba mengidentifikasi perasaan anak-anak saat dijahili temannya, kalau bisa dibagikan kertas yang akan ditempel untuk identifikasi perasaan. Bisa perasaan marah, jengkel, tidak nyaman dll.). Enak atau tidak? Pasti kalau dijahilin itu tidak enak sekali. Tadi anak-anak sudah menempel perasaan anak-anak saat dijahili teman-temannya, sepertinya mayoritas tidak nyaman kalau dijahili.

Lalu adakah di antara kalian yang pernah berbuat jahil kepada temannya? (pamong menunggu jawaban dari anak-anak dan menggali jawaban dari anak-anak). Mengapa kalian berpikiran berbuat jahil kepada temannya? Lalu bagaimana perasaan teman anak-anak? (tunggu jawaban anak-anak lalu ajak anak-anak mengisi lembar kerja)

Tahukah kalian bahwa perbuatan menjahili teman itu sama dengan berkhianat. Apa itu berkhianat? Berkhianat itu tidak setia dan melakukan tipu daya kepada orang lain. Sama dengan teman yang jahil atau anak-anak yang jahil. Kan dia tidak setia, sama teman kok menjahili. Dia juga melakukan tipu daya dengan caranya menjahili teman itu. Sikap jahil juga menjadikan hubungan dengan teman menjadi tidak baik.

Inti Penyampaian
Hari ini kita akan belajar tentang seorang murid Yesus yang berkhianat kepada Yesus.  Murid Yesus yang tidak setia dan melakukan tipu daya kepada Yesus. Namanya adalah Yudas Iskariot. Yudas Iskariot adalah salah satu murid Tuhan Yesus. Tentu Yesus sangat mengasihi Yudas Iskariot seperti Yesus mengasihi murid-murid lainnya. Tetapi apa yang dilakukan oleh Yudas Iskariot kepada Yesus? Mari kita perhatikan bersama-sama ya anak-anak.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Setelah merayakan Perjamuan Paskah bersama para murid. Yesus bersama dengan ketiga murid-Nya yaitu Petrus dan kedua anak Zebedeus sedang berdoa di taman Getsemani. Saat Yesus sedang berdoa, ada sesuatu hal yang terjadi. Apa ya kira-kira kok sepertinya ramai sekali?

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Ternyata ada yang datang bersama dengan serombongan orang. Kira-kira siapa ya yang datang, kok ramai dan banyak sekali? (pamong memperagakan rasa kaget karena banyak orang datang). Ternyata ada Yudas Iskariot murid Yesus yang datang. Tetapi ternyata dia tidak datang sendirian. Yudas Iskariot datang dengan tentara Romawi. Mengapa Yudas Iskariot datang beramai-ramai dengan tentara Romawi? Bukankah dia juga ingin berdoa bersama Yesus dan murid-murid yang lain? Kita perhatikan apa yang akan dilakukan Yudas?

Anak-anak, Yudas Iskariot tiba-tiba mendekati Yesus dan kemudian mencium Yesus. Tetapi ingat itu bukan ciuman sayang dan sukacita seorang murid kepada gurunya.  Ciuman Yudas Iskariot adalah ciuman tipu daya, ciuman pengkhianatan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Lihatlah, setelah Yudas Iskariot mencium Yesus, tentara-tentara Romawi malah menangkap Yesus. Ciuman Yudas Iskariot adalah ciuman tipu daya, ciuman pengkhianatan. Ternyata saat mencium Yesus tadi, Yudas Iskariot sedang memberi tanda kepada tentara-tentara Romawi bahwa itulah Yesus yang akan mereka tangkap. Iya, Yudas Iskariot  datang ke taman Getsemani untuk menyerahkan Yesus kepada tentara Romawi bukan untuk berdoa bersama Sang Guru. Yudas Iskariot telah menjual Yesus untuk ditangkap oleh tentara Romawi. Yesus dijual seharga 30 keping perak. Mengapa Yudas Iskariot menjual Yesus? Karena dia tergiur dengan tawaran uang dari imam-imam kepala. Yudas Iskariot adalah murid Yesus yang dipercaya menjadi bendahara dan mengelola uang, tetapi ternyata dia tidak jujur, dia sering mencuri uang untuk kepentingannya sendiri. Sehingga saat dia mendapat penawaran uang besar untuk menyerahkan Yesus, maka dia tergoda. Akhirnya muncullah niat untuk mengkhianati Yesus, untuk tidak setia kepada Yesus dan melakukan tipu daya kepada Yesus.

Padahal kita tahu bahwa Yesus tentu mengasihi Yudas Iskariot. Tetapi malah Yudas Iskariot memilih berkhianat kepada Yesus demi kesenangannya sendiri, yaitu mendapat uang dari imam kepala. Sehingga akhirnya dia tidak setia dan melakukan tipu daya supaya Yesus bisa ditangkap oleh tentara Romawi.

Penerapan
Anak-anak, sedih sekali ya. Yudas Iskariot yang begitu dikasihi Yesus sebagai salah satu murid-Nya malah tega menjual Yesus untuk ditangkap oleh tentara Romawi. Yudas Iskariot malah tega berkhianat kepada Yesus. Tentu Yesus merasa sedih sekali dengan sikap Yudas Iskariot. Seperti halnya anak-anak saat dijahili teman-temannya atau seperti perasaan teman anak-anak yang sedang dijahili. Itu yang dirasakan oleh Yesus.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari cerita hari ini? Anak-anak tahu kalau berbuat jahil kepada teman itu sama dengan berkhianat karena tidak setia dan melakukan tipu daya dan itu adalah perbuatan yang menyedihkan. Oleh karena itu anak-anak sebagai anak Tuhan Yesus harus bisa menjaga diri, tidak boleh jahil kepada teman, kepada saudara atau kepada siapapun juga. Jika ada temannya yang jahil harus berani mengingatkan. Jika sudah terlanjur jahil, jangan lupa untuk segera meminta maaf, agar teman anak-anak tidak menjadi sedih. Anak-anak harus menyayangi teman, saudara dan siapapun juga seperti mereka telah menyayangi anak-anak. Anak-anak juga harus selalu setia kepada Yesus dan tidak melakukan tipu daya apapun. Bagaimana caranya? Dengan rajin beribadah, rajin membaca Alkitab dan rajin mendengarkan perintah Yesus. Maka anak-anak akan menjadi anak-anak yang setia dan hebat.

Aktivitas

  1. Ajak anak-anak membuat gambar pola dari jari-jari tangannya.
  2. Lalu tempel pola tangan itu pada sumpit.
  3. Lalu ajak anak-anak untuk menuliskan perbuatan-perbuatan baik yang bisa mereka lakukan untuk menghindari perbuatan jahil kepada teman, saudara atau kepada siapa saja. Contoh : mengasihi, memaafkan, dll.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak